Solo Backpaker Danau Toba

Solo Backpacker : Eksplore Danau Toba, Dari Budaya Sampai Sejarah

Sejatinya untuk mengenal diri sendiri, lebih baik kamu harus mencoba melakukan perjalanan sendiri atau yang lebih sering di sebut dengan solo backpacker. Jika masih bingung menentukan tujuan, cobalah solo backpacker di Danau Toba. Kenapa harus Danau Toba? Karena di Danau Toba kamu dengan mudah menemukan destinasi-destinasi yang apik, orang-orang baru yang bisa mengubah cara pandangmu atau mungkin juga kebudayaan dan sejarah yang ada bisa membuatmu lebih memaknai hidup.

Sebenarnya ini adalah perjalanan pertama saya solo traveling, dan memang menjadi salah satu impian saya sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri masa lajang di tahun 2019. Berikut cerita lengkap perjalanan saya.

Sibuhuan Menuju Padangsidimupuan, Sehingga Akrhirnya Melanjutkan Perjalanan Penyeberangan Ajibata Danau Toba.

Aku terlahir di Sibuhuan dan seperti biasanya setiap lebaran selalu pulang kampung. Setelah bersilaturahmi dengan saudara selama tiga hari, di hari keempat aku memutuskan untuk pergi solo traveler sekalian akan kembali nanti ke Jakarta untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang sudah terkuras habis di kampung.

Singkat cerita, aku berpamitan dengan ibu yang diiringi dengan tangisanya dan lalu diantarkan ayah ke travel. Dari Sibuhuan aku menuju padangsidimpuan dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam. Setelah sampai di Padangsidimpuan, saya pun akhirnya mencari travel menuju danau Toba dan parahnya lagi semua tiket ludes terjual. Hingga pada akhirnya baru mendapatkan tiket setelah 4 jam. Lalu kemudian melanjutkan perjalanan menuju danau Toba.

Hingga akhirnya sebelum jadwal sholat subuh aku sudah sampai di penyeberangan menuju danau Toba. Karena memang belum ada penumpang dan jadwal kapan, terpaksa aku menunggu hingga pagi dan beristirahat di supermarket dan setelah masjid buka baru menuju ke masjid untuk menjalankan sholat shubuh.

Danau Toba
Danau Toba

Lali akhirnya aku pun menyeberang bersama penumpang lainnya. Untuk menyeberang dibutuhkan waktu kurang lebih 40 menit. Di dalam kapal juga sangat asyik, di temani dengan angin sepoy-sepoy serta sepasang kekasih kakek nenek sedang asyik bercanda ria. Mungkin mereka sedang asyik menuntaskan masa lalu yang belum tercapai atau hanya sekadar menghabiskan waktu bersama di usia yang senja.

Hari Pertama, Selamat Datang di Tomok, Perpaduan Sejarah, Budaya dan Adat-Istiadat yang Kental Menjadi Ciri Khasnya.

Setelah menyeberang ke Samosir, Tomok menjadi destinasi pertama yang aku kunjungi. Setelah turun dari kapal, beberapa jasa penyewaan kereta (sepeda motor) menghampiri. Akhirnya aku pun mulai negosiasi harga untuk sewa selama kereta untuk eksplore danau toba yang terkenal dengan samosirnya.

Tak banyak kendala dalam hal tawar menawar karena memang aku sendiri merupakan orang batak meski tak begitu paham dengan adat batak toba karena aku tinggal di padang lawas. Setelah deal dengan harga, tak sengaja aku melihat sebuah rumah pohon tempat, salah satu lokasi terbaik untuk menikmati udara segar sekalian istirahat sejenak.

Rumah Pohon di Tomok, Pulau Samosir Danau Toba

Setelah selesai dengan rumah pohon, akhirnya aku melanjutkan perjalanan mencari penginapan di daerah Tuk-Tuk, karena konon katanya penginapan banyak disana. Dan sialnya, satu pun hotel yang saya kunjungi penuh, dan pada akhirnya menginpa di rumah warga lokal menjadi pilihan yang memberikan banyak pengalaman. Bukankah warga setempat merupakan sumber informasi yang pas?

Menari Bersama Si Gale-Gale Kudu Di Coba, Kisah Roh yang Konon Menari di Pulau Samosir.

Tak lengkap rasanya jika ke Samosir tanpa menikmati pertunjukan tari si gale-gale. Sigale-gale mengenakan pakaian adat lengkap dengan kain ulos yang menjadi lambang kebesaran budaya Batak. Boneka ini ditaruh di atas peti dengan lambang kepala manusia dengan tanduk.

Pertunjukan tari sigale-gale

Rangkaian ritual sakral pun mengiringi gerakan Sigale-gale dan ada sejumlah penari ikut menari tor-tor bersama. Atraksi ini pun menarik banyak wisatawan untuk melihatnya. Pada salah satu prosesi adat Sigale-gale, turis juga boleh ikutan menari tor-tor di dekat si boneka lho.

Bukan Hanya Menari Dengan Sigale-Gale, Ada Pasar Tomok dan Wisata Sejarah Sidabutar.

Setelah puas dengan menari bersama sigale-gale, aku memutuskan melanjutkan perjalanan kembali menuju pasar Tomok. Pasar Tomok menyediakan berbagai pernak-pernik khas batak dan tentu saja para penjual yang ramah menjadi daya tarik utama. Suasana pasar tradisional yang penuh kearifan lokal jelas tergambarkan dipasar ini.

Suasana Pasar Tomok
Suasana Pasar Tomok

Bersebelahan dengan pasar, berjalan kaki sedikit ada juga komplek Raja Sidabutar. Komplek raja ini ada makam-makam tua Raja Sidabutar, penguasa Tomok, Samosir dari batu dan merupakan peninggalan dari masa megalitikum. Selain itu terdapat juga kisah romantis raja sidabutar ke dua disini.

Kamu pasti sudah mendengar kisah cinta raja sidabutar yang kelam karena memperebutkan anting malela. Dan pada akhirnya anting malela gila karena dikirimkan ilmu hitam oleh raja-raja yang ditolak olehnya. Sebagai bukti cinta raja sidabutar dua,  semasa hidupnya, Raja Sidabutar kedua meminta pada pemahat agar memahat patung Anting Malela di makamnya dan ditempatkan di bagian belakang makam batunya sebagai bukti kesetiaan cintanya pada Anting Malela.

Masih Berbau Sejarah dan Legenda, Kaki dan Kereta yang Kusewa Pada Akhirnya Ku Gas Menuju Komplek Batu Raja Siallagan dan Legenda Danau Toba.

Batu Kursi Raja Siallagan merupakan objek wisata ini berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Huta Siallagan artinya adalah kampung Siallagan. Kampung ini dikelilingi tembok batu tersusun rapi setinggi 1,5 hingga 2 meter.

Komplek Rasa Sidabutar
Komplek Rasa Siallagan

Di dalamnya terdapat Batu Kursi Raja Siallagan yang digunakan untuk mengadili para pelaku kejahatan atau pelanggar hukum adat. Jika kejahatannya ringan, maka pelaku akan dijatuhi hukuman pasung. Jika kejahatannya berat, maka pelaku akan dijatuhi hukuman pancung.

Tak jauh dari Kampung Siallagan, berjalan sedikit ada Taman Legenda Danau Toba yang menjelaskan asal-usul terjadinya danau toba. Tak terasa waktu mulai sore hari dan udara semakin sejuk. Dan salah satu lokasi yang pas buat menikmati sore hari di Danau Toba adalah Pantai.

Ternyata Danau Toba Juga Mempunyai Pantai Pasir Putih, Kamu Bisa Buktikan Dengan Mengunjungi Pantai Pasir Putih Marbaba dan Pantai Pasir Putih Situngkir.

Awalnya saya sendiri tidak percaya bahwa Danau Toba menyimpan destinasi pantai pasir putih. Hingga akhirnya saya membuktikannya sendiri dengan mengunjungi pantai pasir putih parbaba dan pantai pasir putih situngkir. Suasana pantai yang ramai menandakan bahwa wisata pantai memang menjadi destinasi primadona juga di danau Toba.

Pasir Putih Situngkir
Pasir Putih Situngkir

Unik memang, berbeda dengan pantai pada umumnya. Kedua pantai ini justru airnya berasal dari danau toba dan masih dipinggiran danau toba sehingga tidak asin. Selain bermain pasir, banan boat, kamu juga bisa kulineran disini.

Tak Sengaja, Selama Perjalanan Pulang Saya Melihat Menara Pandang Dugul Sinapuran, Tempat Terbaik Menikmati Danau Toba.

Setelah puas dengan pantai, akhirnya aku memutuskan untuk menuju penginapan. Tapi sebelum sampai penginapan, tak sengaja saya melihat sebuah petunjuk jalan dan ada palang yang bertulisan Menara Pandang Dugul Sinapuran dengan warna kuning yang mencolok. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sejenak.

Spot terbaik menikmati danau toba

Subhanallah, sungguh ternyata dari sinilah salah satu lokasi tempat terbaik menikmati danau toba. Tak terasa sinar mentari kembali ke peraduannya, dan sang bulan siap menggantikannya yang menandakan malam hari sudah mulai datang. Dan kemudian saya kembali ke penginapan untuk istrahat dan memulihkan tenaga yang sudah terkuras untuk menikmati danau Toba.

Hari Ke Dua, Bersepeda Ria di Tuk-Tuk Sampai Dengan Menikmarti Sigale-Gale Festival Menjadi Agendaku.

Suara ayam berkokok saling berganti yang menandakan pagi mulai menyabut. Dan akhirnya saya juga siap-siap untk segera bergegas. Dimulai dari mandi, packing carriel sampai dengan minta izin ke penginapan untuk pulang. Tapi sebelum pulang dan melanjutkan bacpaker di Medan. Saya masih menikmati kawasan samosir dan danau toba ini.

Bersepeda ria di tuk-tuk

Setelah sarapan di salah satu rumah makan muslim di daerah tuk-tuk. Saya bersepeda ria di Tuk-tuk bersama traveler lainnya. Kemduian saya melajutkan perjalanan ke Aek Natonang dengan jarak tempuh kurang lebih 60 menit dengan menggunakan motor dari Tuk-Tuk.

Aek Natonang merupakan danau di atas danau toba yang keindahnya sungguh luar biasa. Udara yang sejuk, kerbau yang sedang makan rumput, kuda yang sedang bersantai dibawah pohon yang rindang serta jembatan di danau menjadikan danau ini destinasi yang harus di kunjungi jika ke Danau Toba. Tak lengkap rasanya ke Samosir tanpa ke aek Natonang.

Aek Natonang
Aek Natonang

Bukan Hanya Festival Sigale-Gale, Ternyata Pangururan Ada Juga Taman Dengan Lanscape Danau Toba yang Menawan.

Bagi kamu yang ingin berkunjung di danau toba, pastikan jadwalmu sesuai dengan agenda pariwisatanya. Seperti festival tari sigale-gale. Sebelum acara di mulai aku tentu saja aku eksplore pangururan. Ternyata disini ada juga danau Tajur dan pantai onan baru yang menjadi tempat apik untuk menikmati danau toba.

Solo Backpaker Danau Toba
Danau Tajur Danau Toba

Setelah puas dengan danau tajur dan pantai onan baru, akhirnya aku pun menyaksikan kemeriahan festival sigale-gale. Pertunjukan ini masih terus dimainkan dari dulu hingga sekarang. Guna lebih memperkenalkan Sigale-gale dimata wisatawan dan agar tidak tergilas zaman. Selain mengulas banyak mengenai tarian sigale gale, event ini akan juga mempagelarkan fashion show busana patung Sigale-gale dan pakaian budaya batak.

Festival-Sigale-gale
Festival-Sigale-gale

Jadi bagaiamana? Kapan ke Danau Toba sobat ngayap? Karena Danau Toba merupakan salah satu hamparan syurga di Indonesia. Selain itu, Danau Toba juga menjadi bukti bahwa alam Indonesia itu diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.

8 Replies to “Solo Backpacker : Eksplore Danau Toba, Dari Budaya Sampai Sejarah”

  1. Mantul ya solo backpackernya ke Danau Toba, ke Pulau Samosir. Lagian kali kalau mau nge trip ke Danau Toba, pake jasa travel kita saja, kita melayani rental mobil di Bandara Silangit dengan tarif murah dan nyaman, supir ramah dan juga sebagai tour guide.

    1. Selama di Danau Toba murah kok kak, penginapan semalam Rp. 250 K (tidur dirumah warga), masuk wisata rata-rata 10 K dan banyak yang free juga. Biaya penyeberangan ke danau Toba Rp. 35 K klo gak salah ya, sewa motor Rp. 150 K 2 hari kak, tinggal bensin sama makan saja kak. Makan relatif murah, cuma agak susah cari yang halal. Jadi harus banyak tanya juga

      1. oh gitu yaaa.. untuk menginap di rumah warga bagaimana kamu bisa tau kalau warga setempat menyewakan rumahnya?? tgl 18 oktober nanti saya mau solo traveling ke toba-samosir.. mohon infonya yah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *