Pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur, Penuh Aura Mistis!

  • Share
Pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur
Pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur

Gunung Sumbing menjadi salah satu idola para pendaki, tak pelak gunung ini selalu ramai dikunjungi. Salah satu jalur yang bisa kamu coba adalah pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur. Sebenarnya, ini bukan pendakian pertama aku ke Gunung Sumbing, karena sebelumnya sudah pernah mendakinya via garung.

Pendakian Gunung Sumbing 3371 Mdpl ini berawal dari ajakan Kak Maria. Namun sayangnya, perjalanan ini menjadi salah satu perjalanan yang membuat bulu kuduk merining dengan pengalaman mistis. Banyak hal yang tak terduga di pendakian kali ini. Penasaran bukan? Simak yuk, pengalaman pendakian gunung sumbing via gajah mungkur dari Ngayap.com berikut ini.

Cibubur Menuju Tebet Penuh Drama, Begitu Pula Tebet Menuju Basecamp Gunung Sumbing yang Berada di Wonosobo.

Pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur
Pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur

Pendakian gunung sumbing via gajah mungkur ini menjadi salah satu pendakian yang penuh drama. Di awali dengan hujan yang tiba-tiba ketika menuju perjalanan cibubur Junction, sehingga akhirnya beralih dari ojek online menjadi taxi. Singkat cerita, sampailah saya ke Mepo yang berada di Tebet.

Sama halnya dengan open trip pada umumnya, molor adalah sesuatu yang lumrah, bahkan pendakian ini juga harus molor yang awalnya berangkat jam 8 harus berangkat menjadi jam 10 malam. Setelah memasuki elf yang sudah di sewa, drama pun belum usai. Karena supirnya ternyata membawa 2 penumpang lainnya sehingga ada sebagian yang tak mendapatkan tempat duduk.

Parahnya lagi, supir pun membawa kami melalui jalur non tol sehingga kami pun baru sampai do Basecamp sekitar jam 10 pagi (kurang lebih 12 jam perjalanan dari Jakarta ke Wonosoba), fantastis bukan? Oh, iya selama perjalanan di elf juga, banyak bahasa selangkangan yang keluar dari peserta lainnya. Bukan hanya itu, bahasa kebun binatang juga banyak keluar dari peserta yang berasal dari Kalideres.

Aura Manyen di Basecamp dan Warga yang Ramah Berpadu Jadi Satu, Sungguh kearifan lokal yang keindahannya tiada tara

Gerbang Pendakian ke Pos 1
Gerbang Pendakian ke Pos 1

Setelah sampai di Basecamp, tak lama kemudian hujan pun membasahi tanah wonosobo yang subur. Kami pun makan dan menyiapkan semua keperluan masing-masing. Sebelum melakukan pendakian, semua pendaki yang akan mendaki akan diberikan informasi seputar Gunung Sumbing dan hal-hal yang tak boleh dibawa dan dilakukan.

Salah satu yang tak boleh dibawah adalah semua hal yang berwarna kuning dominan, mulai dari tenda, baju dan apapun itu. Selain itu, kamu tak boleh mengucapkan kata-kata tak pantas serta ngomong “capek”. Setelah selesai dengan penjelasan tersebut, kami pun memulai pendakian dengan menggunakan ojek dari basecamp sampai gerbang pendakian.

Ditemani Gerimis Nan Mistis, Dari Gerbang Pendakian ke Pos 1, Semua berjalan dengan lancar.

Pos 1 Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur

Dari gerbang pendakian menuju pos 1, jalur pendakian masih cukup mudah dilalui. Jalanan setapak dengan sedikit menanjak masih menjadi teman perjalanan. Awalnya, semau peserta masih semangat dan terus melangkah kaki, dan sesekali istrihat sejenak di bawah rintik-rintik hujan.

Oh iya, jalur pendakian gunung sumbing di tandai dengan huruf abjad dari A sampai seterusnya. Dan setiap abjad memiliki jarak tertentu dan tidak sama. Selama perjalanan, obrolan santai masih tetap dilakukan beberapa peserta, dan setelah lama berjalan. Beberapa peserta pun mulai berpisah sesuai dengan kecepatan langkah kaki masing-masing.

  • Oh iya sebagai informasi buat kamu, Pos 1 berada di ketinggian 1.825 mdpl.

Pos 1 ( 1.825 mdpl) Menuju Pos 2, Hujan yang Semakin Deras Membuat langkah kaki semakin berat.

Pos 2 Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur
Pos 2 Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur

Hari semakin sore dan hujan pun tak kunjung berhenti, ditengah-tengah langkah kaki yang semakin pendek dan jarak pandang yang semakin sulit juga. Pendaki yang cepat pun semakin jauh sedangkan pendaki yang lambat semakin tertinggal. Tapi untungnya, pihak open trip memang sudah mengantisipasi hal ini dan sangat piawai dalam menganginya.

Akun pun yang semakin tertinggal dan 2 pendaki Kalideres yang bekerja sebagai Audior di KAP Big Four selalu menunggu. Hingga akhirnya, tak lama kemudian Kak maria yang berada paling belakang mulai dekat dan akhirnya aku pun lebih memelih berjalan dengannya.

Kak Maria yang kedingan dan tanpa membawa beban lagi karena sudah dibawah pendaki lain masih kewalahan dengan track yang semakin menanjak. Bukan hanya itu, hujan pun semakin deras dan tak ingin berhenti sejenak, hanya sekadar untuk mengantarkan kami.

Pos 2 berada di ketinggian 2.428 mdpl

Pos 2 Menuju Camp Area Watutalang, Masih ditemani Hujan dan Aura Mistis yang Semakin Kental.

Kami pun cukup lama beristirahat di pos 2 untuk memulihkan tenaga, sesekali mata ini rasanya ingin tidur di jalur pendakian di bawah rintikan hujan. Namun setiap kali mengantuk berat dan mulai tertidur, kupastikan mata ini akan terpejam kembali karena konon katanya tidur di jalur pendakian tak baik.

Berawal dari istirahat di Pos 2, kak Maria yang kelelahan tak terasa kembali ke dalam mode bulanannya. Konon katanya, wanita yang sedang datang bulan menjadi salah satu pantangan mendaki gunung, atau bisa jadi menjadi incaran dari makhluk beda alam lainnya.

Benar saja, Kak maria mulai mengalami gejala-gejala yang aneh dan masih tetap dalam kondisi yang baik. Awalnya dia melihat gumpalan awan di sebuah pohon dan ternyata yang dia lihat adalah kuntilanak atau pocong. Setelah itu, tak lama kemudian dia pun mulai pusing dan ingin berjalan ke jurang. Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat kembali.

Hujan yang semakin deras dan angin malam yang semakin menusuk ke dalam tubuh, semua harus di lewati bersama. Singkat cerita, kami pun sampai di Camp Area Watuwalang.

Dan kak Maria langsung masuk ke tenda dalam keadaan menggigil. Tak lama kemudian, dia pun mulai bereaksi dan dirinya sudah dikuasai oleh makhluk ghaib tersebut. Untung salah satu panitia open tripnya memang bisa berbicara dengan makhluk tak kasat mata tersebut dan berdiskusi untuk tidak menggangu Kak Maria lagi.

Oh iya, awalnya Kak Mari seharusnya berempat di tenda tersebut, namun karena kejadian tersebut 2 orang lainnya memilih tenda lainnya. Sehingga Kak Maria dan Kak Nia saja yang tidur di tenda tersebut. Terimakasih Kak Nia yang masih tetap bertahan satu tenda dengan Kak Maria.

Malam yang penuh dengan mistis tersebut akhirnya di lalui begitu saja.

Camp Area Watutalang Menuju Pintu Masuk Gajah Mungkur, Pos 3, Camp Area Kandang Kidang, Pos 4 Hingga Puncak Rajawali.

Camp Area Watutalang

Sejatinya pendakian bukanlah keren-kerenan untuk menuju puncak, karena memang puncak tak akan lari. Jika tidak bisa sekarang masih ada lain waktu untuk datang kembali. Pagi menjelang, sebagian besar pendaki memilih untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Sedangkan aku lebih memilih untuk tetap di camp area untuk menemani Kak Maria, bersama salah satu panitia open trip dan pendakin dari grub lainnya. Disini juga bisa menikmati lautan awan dan gagahnya gunung Sindoro.

Biaya-biiaya pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur

  1. Biaya open trip Rp. 600.000,-
  2. Ojek dan Taxi dari Cibubur ke Tebet Rp. 150.000,-
  3. Jajajan dan keperluan lainnya Rp. 200.000,-
  4. Ojek Tebet Cibubur Rp. 96.000,-

Sebenarnya ketika menuliskan pengalaman horor ini, aku juga dalam keadaan merinding. Karena untuk pertama kalinya mengalami hal ini ketika pendakian gunung.

Sebagai informasi, pengalaman pendakian setiap orang berbeda, jadi pastikan kamu dalma keadaan sehat jasmani dan rohani ya!

  • Share