Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik, Lautan Awannya Ciamik

Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik
Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik

Tak pernah kubayangkan, pada akhirnya kaki ini bisa melangkahkan dan mengukir kenangan yang luar biasa di Puncak Sejati Gunung Sumbing. Memang sejatinya, mendaki bukanlah ajang untuk pamer dan keren-kerenan karena telah mampu menaklukkan puncak.

Tapi dari pendakian justru banyak pengalaman yang tak bisa dilupakan dan akan selalu menjadi kenangan yang manis sehingga akhirnya akan terkubur ketika jasad dan nyawa telah berpisah. Bukankah tujuan kita dilahirkan di dunia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta?

Seperti kali ini, saya mengikuti open trip dari Bogor karena di ajak oleh Kak Maria. Beruntungnya, ini adalah salah satu trip yang paling berkesan di antara trip yang lainnya. Memiliki teman pendakian yang ramah dan membantu adalah salah satu syurga dunia bagi pengangum lautan awan seperti saya.

Pensaran dengan cerita perjalanan dari Ngayap.com. Simak yuk ceritanya Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik.

Dari Cibubur Ke Cawang, Tempat Berkumpulnya Para Peserta

Perjalanan menuju Gunung Sumbing
Perjalanan menuju Gunung Sumbing

Oh iya, sebelumnya juga saya mengikuti open trip dan meponya di Tebet dan ini memang sungguh menguras kantong, karena harus naik taksi PP. Nah, jika dari cawang, saya bisa hemat banyak karena bisa menggunakan busway (transportasi sejuta ummat di Jakarta). Lupakan trip yang membuat kecewa tersebut. Kamu bisa membaca catatatan perjalanan saya di Pendakian Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur.

Singkat cerita, travel kami pun melaju dengan nyaman dan bisa membuat tidur nyenyak. Tak terasa, jalanan yang kami lalui membawa kami di suatu pagi yang indah, tepatnya di sebuah dataran tinggi Temanggung. Karena tak kuat dan demi keamanan, kami pun berhenti di sebuah peteranakan ayam. Wah, sungguh luar biasa keindahannya disini, selain bisa melihat peternakan ayam yang menghasilkan telur 1 ton perhari.

Keindahan lainnya yang disuguhkan Tuhan disini adalah keindahan gunung Sumbing yang gagah dengan hamparan lautan awan sepanjang mata melihat. Selain itu, tentu saja perekebunan holtikultura dari petani adalah desitanasi apik yang selalu membuatku kagum.

Suara Riuh dari Pendaki di Basecamp Syimphoni, Pertanda Bahwa Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik Sah Dimulai.

Basecamp Syimphoni
Basecamp Syimphoni

Setelah sedikit insiden karena mobil travel yang membawa kami tak bisa sampai ke basecamp karena suatu hal. Akhirnya kami pun menggunakan ojek yang membuat perjalanan ini semakin banyak cerita. Tak berapa lama, kami pun sampai di basecamp.

Suara riuh para pendaki, istrahat sejenak, makan dan melakukan berbagai aktivitas lainnya menjadi pemandangan yang indah tersendiri. Bukan kah Basecamp Syimphoni Sumbing sangat ramah bagi para pendaki. Ah, rasanya, sungguh Temanggung memang tempat terlahirnya orang-orang yang ramah dan berkumpulnya para pecandu ketinggian.

Rasakan Sensasi Naik Ojek yang Menguji Adrenalin, Kemudian Dilanjutkan Tanjakan Santai ke Pos 1 (2.127 MDPL)

Pos 1 Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik
Pos 1 Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik

Jika ada yang mengatakan, kok naik gunung harus menggunakan Ojek. Abaikan saja mereka, bukankah sebagai pelancong kita berkewajiban untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Mulai dari makan, menggunakan ojek sampai dengan membeli persiapan disana. Mahal sedikit tak masalah bukan?

Dari basecamp kami pun menggunakan Ojek dan merasakan sensasi ojek yang luar biasa, kamu sebagai penumpang akan duduk di depan dengan pertimbangan keselamatan. Ini sebenarnya sudah ke 4 kali saya naik ojek gunung di depan, tapi tetap saja rasa takut dan degdegan selalu menghampiri.

Singkat cerita, semua peserta sudah sampai di pos banyangan 1 (tempat ojek terakhir). Lalu kami pun memulai perjalanan ini secara resmi dengan balutan doa dan harapan kepada Sang Ilahi. Semoga perjalanan ini lancar dan selamat sampai tujuan. Setidaknya itu lah salah satu doa yang terucap dari hati ini.

Pos 1 Menuju Pos 2 (2.458 MDPL). Anak Tangga yang Sudah Rapi, Siap Menyambut Para Pendaki Dengan Senyuman.

Pos 2 (2.458 MDPL)
Pos 2 (2.458 MDPL)

Kami pun berhenti sejenak disini, dan sebagian pendaki yang lebih cepat sudah berangkat lebih dahulu. Setelah puas beristirahat, saya dan pendaki lainnya pun memulai perjalanan menuju pos 2.

Awalnya semua berjalan lancar, hingga akhirnya rasa cape dan kelelahan sudah mulai terasa. Kami pun tetap melanjutkan perjalanan, perjalanan dari pos 1 ke 2, dimulai dengan tanjakan bebatuan lalu anak tangga yang sudah tertata rapi dan bersih.

Selama perjalanan menuju pos 2, saya beberapa kali istrirahat untuk memulihkan tenaga sejenak. Oh iya, meski jalan menuju pos 2 cukup menanjak dan tidak ada bonus. Namun udara yang sejuk, pohon yang rindang dan kicauan burung menjadi teman perjalanan.

Meski terjal dan melelahkan, jika mendaki bersama orang yang seru dan saling membantu. Tentu saja pendakian akan terasa nikmat dan santai. Tak terasa, akhirnya saya dan lainnya sampai ke Pos 2 lalu istrihat.

Pos 2 Menuju Pos 3 : Jalanan Panjang yang Seolah Tak Berujung Namun Penuh Dengan Bonus Bagi Pendaki.

Pagi yang indah di Pos 3
Pagi yang indah di Pos 3

Tak ada kebahagian yang lebin indah untuk dinikmati. Ketika sedang lelah dan kaki rasanya mulai tak sanggup untuk melangkah melainkan jalur datar dan menurun. Iya, itu adalah salah satu pesona yang tak terbantahkan dari Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik dari pos 2 ke 3.

Meski panjang dan seolah tak berujung, jalur menuju pos 3 ini sangat datar. Dimulai dengan hutan yang sangat alami, kemudian hutan terbuka yang hanya ada rumput dan beberapa pohon sehingga cukup terik. Sealain itu, kami juga harus melewati bebatuan denga aliran air yang sudah kering.

Konon katanya, jangan pernah mengambil foto disini, karena jika kamu berani mengabadikan momen disini. Kamu akan di ikuti oleh salah satu penunggu kawasan ini. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh salah satu tim kami, dia di datangi kuntilanak dan ceritanya yang seru membuatku takut bercampur ketawa. Oh iya, lupakan pengalaman mistis tersebut, karena kita sedang menikmati keindahan alam Gunung Sumbing.

Bermalam di Pos 3 : Camping Area dengan Hembusan Angin yang Kencang, Ah, Rasanya Malam Ini Kurang Bersahabat.

Sunrise di Gunung Sumbing
Sunrise di Gunung Sumbing

Pada akhirnya, kami harus menghabiskan malam di pos 3. Udara yang dingin dan angin yang kencang menjadi teman hidup malam ini. Setelah pembagian tenda, saya dan 4 orang peserta lainnya tidur di tenda yang sama. Udara dingin dan hembusan angin membuat tenda kamu serasa terbang.

Selain itu, resleting tenda kami tak berfungsi dengan baik sehingga angin cukup banyak masuk kedalam. Namun beruntungnya, karena ramai di dalam sehingga udara yang masuk tidak begitu dingin dan kami juga sudah memakai jaket dan sleeping bag.

Oh iya, disini juga ada tim kami yang melihat Kuntilanak di tengah malam dan angin kencang di tenda kami berbanding terbalik dengan tenda Kak Maria (di depan kami). Katanya dia juga mengalami pengalaman hal yang mistis, rasanya Kak Maria memang doyan hal mistis ya.

Pos 3 Menuju Pos Bayangan 4 (Camp Area) – Tempat Terbaik Menikmati Sunrise dan Luatan Awan

Pos Bayangan 4 (Camp Area)

Pos 3 memang menjadi salah satu tempat camping favorit. Namun jika kamu memiliki waktu dan masih dalam sore hari. Tak ada salahnya untuk camping di camping area pos ini. Karena disini, merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise dan lautan awan.

Kami pun memulai summit dari jam 5 pagi, karena samalaman memang angin sangat kencang. Dari pos 3 menuju camp area ini cukup dekat dan jalanan yang sangat bersahabat dengan para pendaki. Dimulai dari jalanan menurun, lalu sedikit datar dengan bebatuan juga, seterusnya tinggal menanjak namun masih mudah dijangkau apalagi sudah beristirahat semalaman.

Kami cukup lama disini, untuk menikmati lautan awan dan sunrise yang ingin menerangi bumi ini.

Pos Bayangan 4 (Camp Area) Menuju Pos 4 (2.983 MDPL) : Jalur Mulai Tak Bersahabat Namun Masih Bisa Dilalui Dengan Senyuman.

Pos 4 (2.983 MDPL)
Pos 4 (2.983 MDPL)

Setelah puas dengan lautan awan dipos bayangan 4, kami pun melanjutkan perjalanana menuju pos 4. Dari sini, para peserta mulai berpisah dengan kecepatan masing-masing. Bagi yang terbiasa dengan mendaki, tentu saja mereka dengan cepat ingin menuntaskan pendakian ini dan menuju pos selanjutnya.

Perjalanan menuju pos 4 memang cukup terjal namun masih terdapat beberapa tanjakan yang tidak begitu sulit dilalui. Dan ada beberapa sedikit bonus dan saya juga sempat istirahat beberapa kali. Oh iya, di pos 4 ini ada beberapa pendaki yang mendirikan tenda dan sangat datar. Namun sayangnya, tak ada pepohonan dan lainnya yang bisa menghalangi ganasnya angin sang malam.

Pos 4 Menuju Pos 5 : Tanjakan Tak Berhenti, Rasa Lelah dan Ganasnya Sang Mentari Membuatku Mulai Putus Asa.

Puncak Sejati Gunung Sumbing

Katanya Puncak bukanlah segalanya, tapi rasanya jika sudah melangkah sejauh ini dan puncak sudah kelihatan di depan mata. Rasanya ingin sampai ke puncak meski tenaga sebenarnya sudah tak ada. Namun, rasa penasaran dan ingin sampai ke puncak seperti pendaki lainnya akhirnya tetap membuat kaki melangkah demi selangkah.

Kaki melangkah perlahan, ku hitung langkah kaki ini sehingga sampai pijakan ke 50 kali. Terus setelah itu saya istrihatan dan saya melakukannya kurang lebih 45 menit. Jalanan ke puncak itu memang sulit namun pemandangan dari puncak juga akan membayar tuntas semua kesulitan yang dialami. Tak banyak yang bisa kutuliskan untuk menuju puncak, karena rasanya kaki memang sudah tak sanggup dan banyak istirahat.

Biaya-Biaya Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik

Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik
Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik

Untuk mendaki Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik ini membutuhkan biaya beragam, tergantug kamu darimana dan mengikutinya lewat open trip siapa dan banyak faktor lainnya. Berikut ini biaya yang dikelaurkan ketika mendaki gunung sumbing.

  1. Open Trip Jakarta Sumbing Via Butuh Kaliangkrik Rp. 630.000,-
  2. Ojek PP dari Cibubur Junction ke Rumah Rp. 30.000,-
  3. Busway PP Rp. 7.000,-
  4. Ojek menuju Basecamp dan dari Basecamp ke mobil Rp. 25.000,-
  5. Ojek Basecamp ke Pos Banyangan 1 PP Rp. 40.000,-
  6. Makanan, Jajajan, Minuman dan Lainnya Rp. 200.000,-

Nah, itu lah cerita pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik. Kamu juga bisa menonton video perjalanan saya di Youtube di bawah ini.