Track Gunung Sumbing

Pendakian Gunung Sindoro 3.153 Mdpl, Gunung Pemberi Harapan Palsu di Jawa Tengah

Jawa Tengah menjadi syurganya bagi para pendaki karena diciptakan gunung-gunung yang kokoh dan indah. Sehingga selalu menjadi destinasi favorite bagi para pendaki termasuk juga aku. Setelah puas dengan pendakian Gunung Sumbing yang merupakan salah satu gunung paling tangguh di Jawa Tengah yang berhadapan langsung dengan Gunung Sindoro.

Akhirnya kali ini, aku dan zifta berkesempatan untuk melakukan pendakian Gunung Sindoro dengan ketinggian 3. 153 Mdpl. Berikut cerita perjalananan kami yang penuh kesan dan pengalaman.

Jakarat – Semarang – Temanggung, Perjalanan Penuh Makna dan Melelahkan.

Kami melakukan pendakian ini bertepatan dengan hari jadi Indonesia yang ke 74, karena memang Gunung Sindoro menjadi salah satu gunung favorite bagi pendaki, tentu saja kami sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelumnya untuk urusan memesan tiket. Hingga tibalah akhirnya masa petualang ini di mulai.

Ilustrasi naik gojek

Sebelum berangkat menuju stasiun, aku mulai melihat-lihat handphone ku untuk lihat layanan ojek online Gojek, kemudian langsung memesan GoCar untuk istriku, karena memang ketika aku traveling dia lebih suka tidur di rumah mertuaku karena jika di rumah sendiri dia merasa kesepian. Sehingga aku selalu memesan GoCar untuknya.

Setelah mendapatkan GoCar untuknya dan sampai di rumah, aku pun langsung mengisi saldo GoPay ku karena memang dengan menggunakan GoPay untuk proses pembayaran sangat banyak untungnya. Mulai dari harga yang lebih murah sampai dengan potongan harga. Setelah saldo GoPay ku sudah terisi. Aku pun kembali memesan GoRide dengan tujuan stasiun Senen.

Dan tak lama kemudian, aku pun sudah mendapatkan Gojeknya, dan kamu sudah pasti tahu kan bahwa driver-driver gojek sangat mengetahui jalanan karena semua mitra driver ojek online gojek yang baru bergabung akan mendapatkan materi pelatihan standarisasi berkendara agar mereka bisa memberikan layanan terbaik bagi para penumpang tercinta. Dan tak terasa akhirnya aku sampai di stasiun dan langsung bertemu zifta dan makan nasi bebek dulu. Karena setiap perjalanan melalu stasiun senen, kami selalu tak luput untuk makan nasi bebek.

Oh iya, Gojek Indonesia mempunyai layanan transportasi dan logistik berupa GoRide, GoCar, GoSend dan GoBox

Singkat cerita, kami pun berangkat dari Senen Jakarta menuju Semarang, kemudian kami pun melanjutkan perjalanan menuju basecamp Sindoro di kledung Temanggung dengan menggunakan motor.

Pagi hari di Semarang

Bukannya Malas, Dari Basecamp Menuju Pos 1 Lebih Baik Menggunakan Ojek Karena Lebih Hemat Waktu dan Tenaga.

Setelah sampai di basecamp jam 11.30 siang, aku bertemu dengan Iqbal, Tini dan dua temannya lagi. Mereka sudah mau melakukan pendakian karena memang mereka sudah sampai di pagi hari. Sebenarnya pendaki dari Bandung ini janjian sama aku untuk mendaki bareng, tapi karena memang waktu tunggu dan cek yang cukup lama akhirnya mereka duluan mendaki.

Sekarang, sebelum melakukan pendakian. Pendaki diwajibkan untuk melist barang-barang bawaan ke Gunung, mulai dari logistik, pakaian ganti sampai dengan obat-obatan.Setelah di isi dan di cek kembali petugas barulah bisa langsung melakukan registrasi dengan biaya 20 K per orang. Dan pendaki juga diwajibkan untuk membawa kembali sampahnya dan jika tidak memabwa akan dikenakan denda yang cukup menguras kantong sebesar Rp. 1.025.000,-

Oh iya, Ojeknya ini juga harus bertiga sama supir dengan tarif 25 K per orang. Jadi kamu bisa merasakan sensasi naik ojek di Sindoro dengan bertiga. Jika memulai pendakian dengan berjalan kaki menghabiskan waktu kurnag lebih 1-2 jam. Dengan naik ojek sekitar 20-30 menit. Jauh lebih hemat kan?

Pos 1 – Pos 2 (± 1 – 1,5 jam) , Perjalanan Santai Dengan Jalur yang Sedang Karena Masih Banyak Bonus Bagi Pendaki.

Setelah turun dari ojek, aku dan zifta bertemu dengan beberapa pendaki dari Jakarta juga, namun yang menjadi sahabat perjalanan kali ini justru pendaki dari Semarang yang sangat membantu dan mereka adalah pendaki mewah.

Dari Pos 1 menuju Pos 2,track masih tergolong tidak begitu sulit meski sesekali ada tanjakan namun masih ada jalanan yang datar dan menurun dan sangat bervariasi.

Masih santuy

Pos 2 – Pos 3 (± 2 –  3 jam) Jalananan yang Terjal dan Panjang, Rasa Lelah dan Petang Pun Mulai Menyapa.

Selama perjalanan menuju pos 3, jalur track samakin sulit dan sangat panjang. Apalagi hari yang cerah mulai akan gelap sedangkan kami masih di jalur pendakian. Kami pun tetap berjalan dengan santai tapi pastii, udara pun semakin dingin dan pada akhirnya hanya cahaya lampu senter yang menjadi teman perjalanan.

Pos 3 Gunung Sindoro, ketika akan turun

Hingga akhirnya kami pun sampai di Pos 3 dengan beberapa kali istrirahat untuk memulihkan tenaga. Dan di pos 3 sudah penuh dengan pendaki dan sangat sulit untuk mencari spot kosong hanya untuk sekadar mendirikan tenda.

Pos 3 – Sunrise Camp (± 20 – 40 menit), Malam Gelap dan Jalanan Terjal Menjadi Saksi Bisu Perjalanan Ini.

Kami pun tetap melanjutkan perjalanan menuju sunrise camp, dengan jalur yang terjal dan udara dingin. Akhirnya kami pun sampai di sunrise camp yang sudah penuh dengan tenda para pendaki. Kami pun mencari-cari spot kosong untuk mendirikan tenda, dan pada akhirnya bertemu di pojok dan dibawah pepohonan.

Sebelum turun, narsis dulu di sunruse camp gunung sindoro

Sunrise Camp – Pos 4 (Batu Tatah), Ibarat Hubungan Perjalanan Menuju Pos 4 Ini Sangat Suka Bermain di Friend Zone.

Malam mulai berlalu begitu saja, tidur yang kurang nyenyak juga harus berhenti sejenak. Pada akhirnya, kami pun bangun dan team pendaki mewah yang memasak. Memasak masakan bergizi sebagai pengisi tenaga, wah sungguh pendakian ini luar biasa dan bertemu dengan orang luar biasa juga.

Menyambut pagi di Track Gunung Sindoro

Setelah selesai sarapan, kami pun berdoa lalu melanjutkan perjalanan menuju pos 4. Jalanan untuk menuju pos 4 sangat terjal dan penuh dengan bebatuan, ditambah lagi dengan udara dingin yang sangat menusuk tulang. Perjalanan terus di lakukan hingga beberapa kali berhenti.

Tapi nyatanya, meski berangkat jam 4 pagi. Kami tak bisa sampai puncak untuk menikmati sunrise. Tapi justru di sepanjang perjalanan lah kami menikmati sunrise dengan penuh suka duka.

Santuy dulu ndes,.

Pagi semakin cerah, dan nyatanya pos 4 juga belum juga tercapai. Dari dekat sudah sangat jelas kelihatan bebatuan yang menumpuk yang dianggap sebagai pos 4 (batuh tatah). Namun nyatanya, benar adanya bahwa memang pos menuju 4 adalah pemberi harapan palsu.

Batu Tatah Gunung Sindoro
Batu Tatah Gunung Sindoro

Pos 4 – Puncak Gunung Sindoro (± 1 – 2 jam), Jalanan Pun Semakin Terjal dan Hanya Semangat dan Sisa Tenaga Sebagai Teman Perjalanan.

Setelah puas menikmati pos 4 dan berfoto-foto ria, kami pun terus melanjutkan perjalanan. Oh iya, kami pun dipaksa untuk melewati “6 Tanjakan Penyesalan” yang super PHP. Tapi nyatanya masih banyak tanjakan yang sangat terjal sebelum akhirnya sampai puncak

Puncak Gunung Sindoro

Puncak Gunung Sindoro 3153 Mdpl, Jawa Tengah

Alhamdullah setelah perjuangan yang melelahkan dan di sisa-sisa tenaga yang ada. Aku pun menyusul mereka yang sudah jauh duluan di puncak, dan tuntas sudah pendakian Gunung Sindoro Ini dengan suka cita.

Dan di puncak juga sangat ramai dan harus rela antri berfoto, selain itu dipuncak juga ada hutan mati yang sangat indah dengan lasncape view Gunung Sumbing yang sangat tangguh.

Setelah puas dengan puncak, kami pun langsung turun ke Tenda dengan jalanan tertatih-tatih. Lalu makan siang dan kemudian istrirahat dan melanjutkan kembali perjalanan menuju basecamp

Kesan Mendaki Gunung Sindoro, Pengalaman Berharga Hingga Bertemu Dengan Pendaki Mewah.

Sebenarnya, selain perjalanan yang menyenangkan. Salah satu hal yang tak bisa dilupakan begitu saja adalah bertemu dengan mereka pendaki dari Semarang yang menyebut dirinya pendaki mewah. Wajar saja sebenarnya, karena memang makanan yang dibawa mereka sungguh lengkap dan bergizi. Bukan mie instan, tetapi ada sayur, lauk bahkan buah-buahan.

Kami dari ngayap.com mengucapkan terima kasih atas bantuannya selama pendakian.

Temanggung-Semarang, Malam Semakin Larut dan Perjalanan Tetap Semangat.

Setelah sampai di basecamp dan istrirahat serta mengurus urusan pendakian lainnya. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju pom bensin untuk mandi, kemudian makan dan lalu melanjutkan perjalanan menuju semarang.

Setelah sampai di Penginapan di Semarang, ternyata rasa lapar pun masih membuncah. Dan aku pun langsung memesan GoFood dari aplikasi Gojek, dan tak lupa aku juga melihat list makanan yang sedang promo. Tentunya untuk lebih hemat kan.

Gunung Sindoro, pendakian bermakna penuh cerita.

Oh iya, sebenarnya untuk urusan makan dan belanja bukan hanya GoFood saja loh. Tapi Kamu masih bisa pesan makanan dari berbagai macam restoran, pesen obat dari berbagai macam apotek, dan belanja dari berbagai macam toko lewat aplikasi Gojek. Semuanya bisa melalui GoFood, GoFood Festival dan GoMed.

Untuk masalah pembayaran tak perlu pake uang tunai juga kok, karena bisa melalui GoPay, GoBilss, GoPoints dan PayLater. Selain urusan transportasi, makanan dan pembayaran sangat memudahkan. Kamu juga bisa menggunakan jasa lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harimu. ami punya berbagai layanan yang bisa menuhin kebutuhan harian kamu. Gampang dan mudah kok, ada GoMassage, GoClean, GoAuto dan GoGlam. Untuk informasi seputar Gojek, kamu bisa langsung cek di http://www.gojek.com/

Oh iya, itulah cerita perjalanan yang sangat seru menuju puncak Gunung Sindoro, Gunung pemberi PHP? Jadi kapan kamu muncak di Gunung Sindoro?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *