One Day Trip Pangalengan, Jelajah Danau Sampai Kebun Teh

One Day Trip Pangalengan
One Day Trip Pangalengan

Kamu pasti sudah tak asing lagi dengan istilah one day trip? Bagi kamu yang mempunyai libur hanya satu hari dalam seminggu, tentu saja trip ini sangat menarik. Selain menghemat pengeluaran dan efisiensi waktu, kamu juga akan mendapatkan kenalan baru. Gak percaya? Cobain saja One Day Trip Pangalengan misalnya.

Seperti kali ini, saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti trip sehari di Pangalengan bersama Arman dari Tangerang. Namun karena kami memilih titik point yang berbeda, sehingga akhirnya kami pun tidak berada dalam satu bus. Beruntungnya masih bisa ketemu di destinasi yang dikunjungi.

Penuh Drama dan Tatapan Sinis Dari Peserta Lain, Membuatku Tak Nyaman Namun Tetap Kulalui Karena Memang Ini Bukan Kesalahanku.

Sebenarnya trip ini tak kuinginkan lagi, apalagi setelah mengetahui harus berkumpul jam 2 pagi di cawang uki. Akhirnya kuputuskan untuk tidak ikut, namun keberuntungan berpihak kepadaku. Karena ternyata pihak open trip menginformasikan akan kembali ke Cawang setelah dari Depok. Aku pun menunggu sekitar 1 jam untuk dijemput, namun sayangnya peserta lain sangat kecewa karena sudah datang dari jam pagi dan ujung-ujungnya berangkat jam 6 pagi.

Memasuki bus, tatapan demi tatapan aneh dari peserta yang masih bangun mengarah padaku. Meluapkan rasa kesal dan bahkan ada juga yang jelas-jelas menyebutkan karena aku trip ini jadi lama. Tak mau di salahkan begitu saja, aku pun menjelaskan detail perkara dan menunjukkan bukti chatting antara aku dengan tour guide. Memang dia yang menawarkan masih bisa ikut karena bis masih di Jakarta.

Lebih Dari 6 Jam, Macet dan Kondisi Bus yang Kurang Layak, Menjadikan Kami Sampai di Destinasi Pertama Jam 12 Lebih.

Sehari di Pangalengan ini merupakan trip yang cukup muluk dan tanpa persiapan, karena banyak jadwal yang melesat dan kurang komunikasi antara tour guide dengan peserta. Sehingga para peserta selalu meengoceh tak jelas. Akhirnya setelah perjalanan panjang, sampai juga ke destinasi pertama yaitu Danau Situlenca.

Ada yang Mengikuti Rafting, Istirrahat dan Keliling Danau Menggunakan Perahu.

One Day Trip Pangalengan
One Day Trip Pangalengan

Meski rasa kecewa mulai terbalas, tak pelak membuat peserta menjadi bahagia. Bahkan sudah banyak yang malas mengikutinya. Bagi yang sudah terlanjur membayar untuk rafting, mereka pun rafting. Dan bahkan ketika rafting ada yang kecelakaan juga dengan hidung berdarah. Namun sayangnya, kotak p3k juga tak tesedia.

Sedangkan saya dan yang lainnya lebih memilih keliling danau dengan jalan kaki. Setelah capek, kami pun melanjutkan keliling danau dengan menaiki perahu.

Merupakan danau buatan seluas 1400 hektar yang terletak di Desa Wanasari Pangalengan, Situ Cileunca memiliki panorama alam yang sangat indah dan jika cuaca sedang bagus kita dapat menyaksikan matahari terbit (Sunrise) dan matahari terbenam (Sunset) dari tepi danau.

Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp. 10.000 rupiah, kita bisa meng-explore beragam spot di danau Situ Cileunca ini, seperti mengelilingi danau, bermain ke lokasi agrowisata lokal arbei dan jeruk atau berfoto-foto di jembatan cinta.

Puas Dengan Situ Cileunca, Kami Pun Melanjutkan Perjalananan Menuju Wayang Windu Panenjon (WWP).

 Wayang Windu Panenjon

Jika dari Jakarta ke Situ Cileunca memakan waktu lebih dari 6 jam, dari situ cileunca ke Wayang Windu Panenjoan menghabiskan waktu lebih dari 2 jam. Selain jalananan yang sempit dan terjadi kecelakaan di depan, sebenarnya informasi dari tour guide yang tidak jelaslah membuat peserta kecewa.

Sebenarnya sepanjang perjalanan banyak kebuh teh yang sangat bagus dan indah. Bahkan dilihat dari dalam busnya sangat memukau. Buat apa memaksakan ke tujuan jika memang ada yang sepadan dan tak menghabiskan waktu. Katanya Wayang Windu Panenjon sangat indah. Namun bagi kami yang sampai setelah magrib, bukan keindahan yang kami dapatkan, melainkan hawa dingin yang menusuk kalbu.

Jadi tak banyak cerita yang di dapatkan di kebun teh ini. Kami pun menghabiskan waktu disini sekitar 30 menit, kemudian kembali menuju rumah pengabdi setan. Bagi ku tak ada menariknya mengunjungi rumah pengabdi setan dalam suasana malam.

Sebagai pecinta arsitektur, saya lebih suka melibah kondisi bangunan yang bisa di dijadikan sebagai latar belakang fhoto. Nuansa khas eropa di kawasan kebun teh tentu menarik bukan. Jika yang lain asyik berkunjung, saya dan lainnya lebih memilih untuk menikmati semangkok mie instan dengan teh manis hangat.

Setelah puas, kami pun langsung menuju pulang ke Jakarta. Dalam keadaan tidur nyeyak, sesekali teriakan dari peserta membangunkan dan membuat rasa was-was. Karena memang supir dan mobil kami dalam keadaan tak baik saja, hampir beberapa kali membuat jantung copot. Pada akhirnya doa lah yang membuat tenang perjalananan ini.

Oh iya, Kami Pake Trip Apa Seh Kali ini?

Tulisan ini dibuat bukan untuk menjelakkan, melainkan sebagia kritik dan perbaikan kepada penyelenggara. Mungkin selama ini tripnya sangat bagus dari berbagai testimoni, namun kali ini saya dan hampir sebagain besar peserta trip di bus 3 merasakan kecewa.

Untuk TravelTrip Id, semoga pelayanan dan komunikasi dan informasi yang jelas diberikan kepada peserta. Sebenarnya tak masalah, jika tak sesuai dengan jadwal. Hanya saja informasi tetap dibutuhkan yang bisa membuat peserta tenang. Ini kejadian hanya di bus 3 kok, pada tanggal 10 Oktober 2021. Sedangkan teman saya di bus 1, pelayanannya bagus dengan mobil berkualitas.

Apalagi di bus 2, mereka jauh lebih baik lagi. Bahkan bisa mengunjungi semua destinasi tepat waktu. Sedangkan bus 1 dan 3, masih ada destinasi yang tidak dikunjungi.

Biaya-Biaya Open Trip Pangalengan.

  1. Biaya Open Trip dan Tiket Rp. 198.000,-
  2. Makan dan minuman selama perjalanan Rp. 100.000,-
  3. Oleh-oleh Rp. 98.000,-
  4. Naik Perahu di Situ Cileunca Rp. 20.000,-