Talaga Warna Dieng

Menjelajahi Dieng, Negerinya Para Dewa Nan Mengangumkan

Berbicara destinasi yang paling menarik bagi saya dan selalu menjadi impianku untuk eksplore selangkah demi selangkan tanahnya adalah dieng. Kota kecil nan mungil dan penuh pesona ini selalu memberikan pengalaman yang menarik dan tak terlupakan bagi siapa saja yang pernah melangkahkan kaki disana. Begitu juga denganku, bahkan aku sudah tiga kali menjelajahinya namun sampai sekarang belum selesai.

Memang tak salah jika Dieng mendapat julukan sebagai negerinya para dewa, karena keindahan alamnya yang mempesona, bukti sejarah juga terukir jelas di candi serta gunung menjulang tinggi menjadikannya memang patut ditempati para dewa bersemayam. Udara dingin dengan kehangatan warga menjadi ciri khas dari dieng ini.

Saya mengunjungi dieng pada tahun 2015, 2016 dan 2017. Dan tahun 2020 juga akan tetap masuk list tempat traveling yang harus dikunjungi untuk sekadar menuntaskan rasa rindu. Atau hanya mengeja kenangan yang indah ketika melangkahkan kaki disana. Berikut ini destinasi yang pernah saya kunjungi dan ingin kembali mengunjunginya.

Keindahan Alam yang Apik Terukir Dengan Indah Dalam Telaga Warna dan Pangilon. Tempat Terbaik Menikmatinya Adalah Batu Ratapan Angin.

Setiap ke Dieng tak lengkap rasanya jika belum mengunjungi dan mengelilingi Talaga Warna dan Pangilon. Udara sejuk dengan hamparan pepohanan yang hijau menjadi saksi bisu keindahannya. Jika sedang beruntung, lantunan nyayian burung-burung dari pepohanan membuat suasana semakin syahdu. Selama berkeliling juga kamu bisa menemukan para penyanyi jalanan mengayunkan alunan musik dengan tenang. Suara pernyanyi jalanan yang merdu menambah daftar kangen yang membuat dieng selalu menjadi prioritas masuk dalam list traveling.

Batu Ratapan view Talaga Warna Dieng
Batu Ratapan view Talaga Warna Dieng

Setelah puas dengan keliling Talaga Warna dan Pangilion, saatnya melangkahkan kaki lagi dan menanjak sedikit untuk menuju batu pandang ratapan dieng. Batu ini lebih terkenal dengan sebutan Batu Ratapan Angin, dari sini aku bisa melihat talaga waran dan pangilon dengan jelas. Dari sini lah tempat terbaik untuk menatap kedua danau tersebut.

Puas dengan Batu Ratapan Angin, tak lengkap rasanya bila belum menikmati secangkir kopi ditemani dengan gorengan yang hangat di sekitar batu ratapan ini. Karena turun sedikit sudah ada warung yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman. Secangkir kopi ditemani segarnya udara yang sejuk, membuat obrolan dengan sahabat semakin syahdu. Dimana lagi kamu bisa menikmati obrolan dengan santai dan penuh bahagia bersama sahabat.

Menambah Pengetahun Melalu Teater dan Kawasan Candi Mahabarata. Sungguh Bangunan Apik Penuh Sejarah Masih Berdiri Dengan Gagah Disini.

Setelah puas dengan keindahan talaga warna, saatnya kamu menyaksikan sejarah dieng dengan segala kulturnya dan keunikannya di teater yang ada dikawasan dieng ini. Disana kamu bisa menonton vidio yang diputar tentang sejarah dieng dari masa lampau sampai dengan sekarang. Puas dengan teater, kamu langsung bisa menju kawasan candi.

Candi-Mahabarata-Dieng
Candi Mahabarata Dieng

Candi dieng merupakan Warisan Mahakarya pada Abad ke 7 dari Dinasti Sanjaya. Berdasarkan prasasti yang ditemukan disini, candi-candi tersebut diperkiran didirakan pada abad ke VIII – XIII masehi, sebagai wujud kebaktian kepada Dewa Syiwa dan sakti Syiwa. Candi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1814 oleh seorang tentara inggris yang sedang berwisata dieng dan melihat sekumpulan candi yang terendam dalam genangan air talaga.

Candi dieng disebut juga sebagai candi Mahabarata karena hampir semua nama candi merujuk pada  tokoh pewayangan mahabarata. Mulai dari komplek Candi Arjuna, yang terdiri dari Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Pantudewa, Candi Sambadra dan Candi Srikandi. Di sisi lain ada komplek Candi Gatotkaca yang terdiri dari gugusan Candi Gatotkaca, Setyaki, Nakula, Sadewa, Gareng, dan Petruk. Namun karena runtuh, yang tersisa hanya candi Gatotkaca.

Puas Dengan Bangunan Epik Penuh Sejarah, Tak Lengkap Rasanya Tanpa Mendaki Gunung Prau dan Bukit Sikunir.

Bagiku mendaki gunung merupakan sebuah udara yang menemani langkahku. Selalu bisa membuat candu untuk menikmati keindahan alam yang kokoh tanpa tiang ciptaan sang Ilahi. Udara dingin dan kabut tipis, sunrise dan sunsed sebagai bukti sang mentari kembali dan datang dari peraduannya untuk memberikan kehidupan bagi penghuni bumi ini.

Gunung Prau Dieng
Gunung Prau Dieng

Tapi sayangnya ketika mendaki gunung prau, suasana alam begitu tak bersahabat sehingga kemegahan 7 gunung yang bisa dilihat dari gunung prau belum terabadikan dalam lensa kamera. Begitu juga dengan bukti sikunir, ketika mengunjunginya justru lautan manusia dan rintikan hujan yang membuat langkah kakiku tak sampai puncak.

Kedua hal tersebut juga yang harus kutuntaskan menggapainya. Hanya sekadar menghabiskan waktu bersama sahabat dengan obrolan santai. Kelak kenangan dengan sahabat tentu akan menjadi sebuah cerita bagi anak-anak kami kelak.

Sudah Mendunia dan Acara Tahunan yang Paling Ditunggu-Tunggu, Tentu Saja Dieng Culture Festival.

Meski sudah tiga ke Dieng, tapi sampai sekarang saya belum menyaksikan dieng culture festival. Sebenarnya ini bukan karena gak mampu beli tiket dengan VIP atau biasa. Hanya saja memang waktunya selalu awal bulan, dan saya masih berkutat dengan laporan keuangan dan analisisnya.

Momen romantis via instagram.com

Suatu saat aku sangat berharap ingin menyaksikannya dengan mata kepalaku sendiri. Dimana lagi kamu bisa menikmati alunan musik jazz di atas awan, pelepasan lampion yang bikin suasana yang dingin semakin menajadi romantis habis dan tentunya ritual yang paling ditunggu-tunggu wisatawan yaitu Ritual cukur rambut gimbal yang menjadi acara puncak yang jadi keunikan khas. Semuanya hanya bisa kamu ditemukan di Dieng

Berbicara Masalah Traveling dan Destinasi Impian, Tentu Saja Persiapan Fisik dan Materi Harus Memadai.

Sebelum memulai melangkahkan kaki ke destinasi tujuan wisata impian. ada bebarapa hal penting yang harus dipersiapkan tentunya. Mulai dari memastikan kondisi fisik prima apalagi yang hiking sampai dengan masalah finasial dan keselamatan. Tapi yang paling penting dipersiapkan sebelum memulai traveling adalah.

1. Mendapatkan Restu dari Orang Tua, Lalu Memesan Tiket.

Sebelum berangkat traveling, pastikan kamu mendapatkan restu dari orang tua karena restu orang tua juga merupakan restu ilahi. Dengan meminta restu tentu saja mereka akan mendoakanmu, selain itu supaya mereka tahu kamu pergi kemana jika terjadi hal yang tidak di inginkan. Bukan hanya orang tua, kamu juga bisa memberikan kabar kepada sahabat dekatmu.

Setelah itu, barulah mulai hunting tiket. Untuk menuju lokasi traveling tentu saja berbagai akses bisa digunakan, bisa menggunakan jalur udara, darat dan laut. Pastikan kamu pilih sesuai dengan budget kamu, jangan sampai hanya demi gengsi kamu mengabaikan keselamatan dan sehingga akhirnya pengeluaran membengkak. Biasanya jika masih di Jawa dari Jakarta saya lebih suka menggunakan kereta, karena harganya jauh lebih terjangkau dan anti macet.

2. Menyiapkan Carriel dan Tas Dengan Segala Macam Isinya, Mulai Dari Pakaian Sampai Dengan Cemilan.

Setelah tiket di tangan, tentu saja persiapan selanjutnya adalah menyiapkan barang bawaan berupa carriel dan day pack. Aku juga selalu membawa obat-obatan pribadi karena kita tidak tahu kondisi fisik dan lingkungan yang kita kunjungi. Minimal obat flu dan vitamin harus selalu ada.

Menyiapkan Carriel

Selain itu aku juga membawa paralatan mandi secukupnya dan beberapa baju kaos oblong serta celana jeans. Membawa baju hanya secukupnya dan justru memperbanyak pakaian dalam. Dan tak lupa aku masukkan juga perlengkapan shalat mulai dari kain shalat sampai dengan sajadah. Untuk menghindari lapar mendadak dalam perjalanan, aku selalu membawa cemilan ringan dan air putih.

3. Kamera, Hanphone dan Perlengkapan Pendukung Lainnya.

Salah satu yang wajib bangat untuk di bawah adalah handphone dan kamera, Selain sebagai alat komunikasi dan petunjuk arah, tentu saja untuk mengabadikan momen traveling yang harus disimpan dengan rapi. Dan pastikan juga paket internet serta pulsa selalu ada ketika traveling.

Kamera untuk fotograpy

4. Uang Tunai, ATM serta Identitas Diri Baik KTP dan SIM.

Jika kamu hidup di kota-kota besar memang bisa mengandalkan semua kartu debit atau pun kreditmu. Dan hanya sedikit yang bertransaksi dengan uang tunai. Namun beda halnya jika traveling ke daerah, khususnya yang masih jauh dari pusat kota. Memang ATM masih ada disana tapi sayangkan membuang-buang waktumu mencari ATM karena kehabisan uang tunai.

Jadi saya anjurkan bawalah uang tunai yang lebih banyak, dan tentunya jangan lupa untuk membawa identitas diri baik KTP dan SIM. Karena SIM juga sangat banyak manfaatnya, bisa kamu gunakan ketika ingin mengelilingi kota dengan menyewa motor atau pun mobil.

12 Replies to “Menjelajahi Dieng, Negerinya Para Dewa Nan Mengangumkan”

  1. Wah Dieng selalu jadi tujuan destinasi para pelancong. Memang bagus seh ya.

    Restu orang tua itu perlu banget 😊
    Meski nggak tinggi-tinggi amat tapi tetap aja yah butuh fisik yang kuat untuk tetap sampai di atas biar bisa menikmati suasana negeri di atas awan.

  2. Uwuwuwuw dieng negeri di atas awan. Pernah sekali kesana, seru banget semua spot wisata nya bagus dan tiket masuknya juga murah.

    Lokasi nya strategis deket sama homestay. Paling suka kalo kesana ngeliat dieng culture festival. Mantap lah..

    Eh tapi katanya, th ini terakhir penggunaan lampion di dieng culture.. Sedih aku tuh, di th selanjutnya udah ga pake lampion lagi.. Huhu

  3. Anjirrr, kapan ya ada waktu luang buat traveling kayak si empunya blog. Jalan-jalan santui sambil mengabadikan momentum yang epic bersama Doi. Joss lah, destinasi yang bisa dijadikan referensi perjalananku nanti. Makasih buat infonya Kak

  4. saya yang rumah deket belum pernah ke situ, dulu pas jaman kuliah mau naik gunung prau malu karena kurang menantang, kini menyesal deh udah jauh dari dieng dan belum sempat naik

  5. Dari dulu kepengen banget ke dieng, cuma belum kesampaian. Kadang iri banget sama tulisan-tulisan kaya gini 🙁 Makin banyak baca tentang dieng, makin mau banget kesana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *