Pasar kurma

5 Tempat Belanja dan Beli Oleh-Oleh Saat Haji dan Umrah

Setelah selesai berhaji atau umrah, hari-hari terakhir jamaah biasanya diisi dengan belanja. Banyak jamaah yang ingin membeli sesuatu sebagai kenang-kenangan maupun untuk oleh-oleh keluarga dan kenalan di tanah air.

Cukup banyak tempat belanja di Makkah, Madinah, dan Jeddah yang bisa didatangi jamaah haji dan umrah. Lima tempat di bawah ini adalah diantaranya yang paling populer.

Pasar Kurma, Souq Al Tumor, Madinah

Pasar kurma terbesar di kota Madinah ini menjual lebih dari 150 jenis kurma. Kualitas kurma yang dijual rata-rata lebih baik dibanding dengan kurma Makkah, harganya pun lebih murah dan boleh ditawar. Selain itu juga dijual biskuit kurma, tasbih koka, buah tin, dan kacang Arab.

Letaknya cukup dekat dari Masjid Nabawi, sekitar 2 km. Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik taksi. Ada beberapa toko di pasar ini yang buka selama 24 jam.

Pedagangnya ramah-ramah dan bersedia menjelaskan jenis-jenis kurma yang mereka jual. Jika mereka menawari kamu kurma dan berkata,”Halal”. Itu tandanya kamu disuruh mencicipi kurma dagangan mereka.

Supermarket Bin Dawood

Bin Dawood adalah brand jaringan pasar swalayan di Arab Saudi. Pusat perbelanjaan ini bisa dijumpai baik di Makkah maupun Madinah. Di Makkah lokasinya di daerah Aziziyah, Sulaymaniyah, Ajyad, hotel Zamzam, dan hotel Hilton.

Supermarket ini tempat yang tepat untuk belanja pakaian. Pembelian dalam jumlah banyak mendapat diskon yang lumayan besar. Di sini juga bisa berbelanja keperluan selama tinggal di Makkah atau Madinah, juga untuk belanja oleh-oleh selain baju.

Souq Okaz, Thaif

Pasar ini letaknya antara Thaif dan Makkah, sekitar 30 km dari kota Thaif. Selain tempat berbelanja di pasar ini juga ada pertandingan tahunan pembacaan puisi, juga pameran seni dan kerajinan tangan. Banyak restoran di tempat ini, kamu juga bisa melihat kuda-kuda dan unta-unta di pasar ini.

Souq Okaz sebenarnya adalah salah satu pasar tradisional terbesar di semenanjung Arab. Pasar ini dibangun kembali oleh Raja Abullah bin Abdul Aziz setelah sekitar 1300 tahun tidak beroperasi.

Pasar Jaafaria, Makkah

Pasar ini jaraknya sekitar 1 km dari Masjidil Haram, letaknya di sebelah pekuburan Ma’la dimana Khadijah radhiyallahu’anha dimakamkan. Pasar tradisional yang juga menjadi pusat grosir ini menjual keperluan ibadah, perhiasan emas, barang elektronik, jam tangan, batu cincin, parfum, dan lain-lain dengan harga miring.

Asyiknya di pasar ini banyak pedagang yang bisa bahasa Indonesia. Uang rupiah juga diterima sebagai pembayaran di tempat ini. Pedagangnya ramah-ramah, tidak marah jika harga dagangannya ditawar.

Di pasar yang menjual barang-barang asli dan KW ini, saat waktu shalat tiba toko-toko akan ditutup. Para pedagang lalu menggelar karpet di lorong pasar dan shalat berjamaah.

Pasar Haraj Al Sawarikh, Jeddah

Haraj artinya bekas, pasar ini memang dulu khusus menjual barang-barang bekas. Sekarang baik barang bekas maupun baru dijual di sini.

Kamu bisa mendapatkan kosmetik, elektronik, karpet, lampu kristal, fashion, barang pecah belah, barang antik, dan lain-lain dengan harga jauh lebih murah dibanding harga di mall. Pasar yang dulunya hanya memiliki 30 toko ini sekarang berkembang menjadi tempat sekitar 13 ribu toko.

Belanja akan lebih mudah jika kamu ke tanah suci menggunakan jasa travel, salah satunya adalah nurdhuhawisata.com. Mereka sudah sangat berpengalaman, hafal tempat-tempat belanja, bagaimana cara menawar harga, apa yang sebaiknya dibeli, dan lain-lain. Menggunakan jasa travel juga berarti kemudahan, sebab hal-hal yang ribet sudah diurusi oleh travel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *