Menutup Pergantian Tahun 2018 di Puncak Gunung Pangrango 3.019 Mdpl.

Puncak Gunung Pangrango

510 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Penghujung tahun 2018 kami akan melakukan Pendakian Gunung Pangrango 3.019 mdpl via jalur Cibodas. Jika mendengar nama Gunung Pangrango tidak lepas dari sosok Soe Hok Gie, seorang pecinta alam yang abu nya abadikan diatas Puncak Gunung Pangrango.

Gunung dengan tinggi 3.019 mdpl ini merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Gunung yang bersanding dengan Gunung Gede ini memiliki puncak yang keindahannya selalu diburu oleh para pecinta alam. Sebuah lembah yang fenomenal bernama Lembah Kasih Mandalawangi.

Di penghujung tahun 2018, tak lengkap rasanya melewatkannya begitu saja. Meski berbagai resolusi tahun 2018 belum tercapai, tapi menutup tahun di Puncak Gunung Pangrango 3.019 MDPL menjadi pengalaman yang berharga di akhir tahun untuk menyambut tahun 2019.

Dalam pendakian menuju puncak Gunung Pangrango ini sebenarnya sudah direncakan lebih awal bersama Idris (admin blog ini) dan Zifta (teman kantornya) dan berujung pada kegagalan karena cuaca yang tak mendukung. Dan akhirnya singkat cerita pendakian ini terjadi dengan orang yang berbeda, yaitu saya Rahman (Penghulu kaum baper) alias asisten admin ngayap.com. Simak yuk, catatan perjalanan dari team berikut ini.

Berawal dari Chat WhatsUp Fahry, Akhirnya Pendakian Menuju Puncak Gunung Pangrango 3019 MDPL Sah Di Rencanakan. Kenalan Dulu yuk, Sama Teman Pendakian dari Ngayap.com Kali ini.

Selalu ada rencana dari Allah yang tak di duga-duga, setelah perencanaan pendakian gunung pangrango bersama Idris, ZIfta dan Kiple gagal total. Tak disangka, tiba-tiba saya mendapat kabar dari teman kerja dulu bernama Fahry yang memang hobby mendaki juga.

Hayo Tebak Mimin yang Mana
Hayo Tebak Mimin yang Mana

Singkat cerita, berbekal obrolan panjang lebar. Akhirnya saya dan fahry memutuskan mendaki ke gunung Pangrango di akhir tahun. Kemudian saya mengajak Desta (teman traveling ketika trail run ke Gunung Gede dan Curug Cibeuruem). Lalu saya menawarkan Desta untuk mengajak temannya yang lain alhasil nambah 2 orang wanita tangguh kenalkan dia adalah Anna dan Rani. Sedangkan Fahry mengajak teman fotografernya bernama Om Ramli atau panggil saja Om Cotax.  Jadi sudah kenal kan dengan teman pendakian kali ini.

Stasiun Bogor Menjadi Saksi Bisu yang Memberangkatkan Kita Dengan Angkot. Aduh, Pengalaman Berharga Mana Lagi yang Tak Ingin Kamu Ukir Bersama Team Ngayap.

Setelah mendapatkan 6 anggota pendakian dan membuat grup whatsup. Kami membahas semuanya di group dan memutuskan mepo di stasiun bogor. Dari stasiun ke Basecamp di Cibodas kami menggunakan angkot sewaan, seru banget pokoknya perjalanan dengan menggunakan angkot. Nego harga dengan si supir angkot tak dapat ter elak kan dan akhirnya deal kita dapet harga cocok 25k /org dan kita semua buat kesepakatan dengan supir angkot untuk antar jemput ke basecamp cibodas.

Jarak tempuh dari stasiun bogor menuju cibodas lumayan lama dikarenakan jalur puncak bogor itu selalu dibuat one way/buka tutup jalur dari atas maupun dibawah secara bergantian,awal berangkat jam 19:00 kita menuju cibodas dengan waktu tempuh 3 jam perjalanan belum lagi dari setiap perjalanan ditemani guyuran hujan yang tidak begitu deras namun awet. (Grimis grimis manja lah ya… heuheuheu)

Setelah sampai dibasecamp mang keling pada jam 22:00 dengan udara yang semakin malam semakin dingin maka kita sempatkan untuk makan malam,menikmati minuman hangat dan membeli perlengkapan yang masih kurang untuk persiapan mendaki besok subuh. Lalu setelah sesi bongkar muat dan salin selesai kita semua beristirahat agar besok bangun lebih awal dan bersemangat untuk memulai pendakian ke puncak pangrango.

Pagi Menjelang, Persiapan Kami Pun Sudah Selesai Untuk Menjemput Calon Mempelai Hehe, Bukan Kok Maksudnya Persiapan Untuk Mendaki Loh. 30 desember 2018 (jam 04:30).

Tak terasa pagi sudah mulai menyapa, kami pun bangun dari tidur yang tidak begitu lelap. Lalu bergantian untuk saling mengganti baju dan menyediakan perlengkapan pendakian yang dibutuhkan, seperti headlemp dan jacket karena kita akan memulai pendakian disaat cuaca masih gelap dan dingin.

Assolatu Khoirum Minannaum, panggilan sang muadzin dari masjid dan surau mulai memanggil datang silih berganti. Yang menandakan bahwa waktu sholat subuh dan kami pun menjalankan kewajiban tersebut sebagai hamba yang memulai taat kepada Sang Ilahi.

Tepatnya jam 05:00, akhirnya kami pun memulai langkah kaki pendakian kali ini yang di iringi dengan doa sebelum berangkat. Tidak lupa juga menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk lapor ke pos registrasi pendakian bisa disebut juga SIMAKSI Pendakian.

Sebagai Informasi Buat Sobat Ngayap.com, Gak Ada Salahnya Kan Mengetahui Tentang Gunung Pangrango 3019 Mdpl Ini.

Sedikit info untuk para pegiat alam. Gunung Pangrango ini berada di pertemuan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Pangrango masuk dalam daftar 10 Gunung Tertinggi di Jawa Barat.

Gunung Pangrango masuk dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. Ada 3 jalur pendakian Gunung Pangrango yang bisa dilalui yaitu :

  • Jalur pendakian via Cibodas
  • Jalur pendakian via Gunung Putri
  • Jalur pendakian via Salabintana

Berikut peta pendakian Gunung Pangrango 3.019 Mdpl via Cibodas :

Akhirnya Kami Memulai Pendakian, Persiapan Mental dan Mahar Pun Sudah di Siapkan. Aduh, Musim Hujan Seh, Jadi Bawaan nya Pengen Halalin Anak Orang Ini Mah..!

Basecamp – Rawa Gayonggong

Pendaftaran untuk pendakian Gunung Gede-Pangrango dilakukan minimal 30 hari sebelum pendakian. Booking online bisa dilakukan via website resmi TNGGP di http://booking.gedepangrango.org.

Akhirnya kami pun berjalan menuju pos regitrasi dan menyerahkan data diri serta mengecek kembali perbekalan. Setelah selesai dan mendapat izin untuk mendaki tapak demi setapak anak tangga batu yang tersusun tidak beraturan kami lewati dengan ketabahan dan kesabaran begitu juga dengan suasana pegunungan yang masih gelap,sumber penglihatan hanya dari headlamp yang kami pakai.

Obrolan santai dimulai dari ketertarikan dengan gunung ini dan pengalaman apa saja yang mereka dapat setelah mendaki gunung gunung sebelumnya, pendakian kali ini memang ada 2 orang srikandi yang bener bener masih baru banget terjun langsung ke pendakian sesungguhnya seperti rani dan desta,kalo desta sih sudah teruji gak tau dengan rani kita lihat saja nanti bagaimana dengan semangatnya dengan jalur pendakian yang bikin degkul gemetar dan nafas ter engal engal.

Fahry dan om ramli sedang asiknya ngobrol ngalor ngidul dengan pembahasan konten sebenernya kita mendaki ini mencari konten, ya demi sebuah konten perjalanan ya ada yang mengabadikan dari foto dan ada juga yang seperti saya ini mengabadikannya dengan catatan perjalanan mendaki gunung pangrango.

Bersenda gurau cara kami untuk tetap bersemangat untuk memulai pendakian. Awal pendakian berupa tangga berbatu di antara hutan tropis. Jalur awal ini juga jalur wisata Air Terjun Cibeureum. Di sepanjang perjalanan akan melewati Telaga Biru hingga sampai di Rawa Gayonggong.

Talaga Biru

Rawa Gayonggong – Pos Panyancangan

Trek pendakian Gunung Pangrango yang masih menanjak santai akan mengantar hingga ke Rawa Gayonggong dengan ketinggian 1.634 mdpl. Jalan Rawa Gayonggong sudah berupa jembatan dari beton. Jembatan ini cukup santai karena satu-satunya trek yang paling nyaman selain trek berbatu.

Setelah melewati jembatan beton, jalur kembali berbatu santai. Pos Panyancangan berada di pertigaan menuju Air Terjun Cibeureum dan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango. Pos dengan ketinggian 1.659 mdpl ini terdapat bangunan yang cocok untuk istirahat karena area nya cukup luas.

Kembali saya dan team beristirahat dipos panyancangan sambil menikmati biskuit dan bercanda untuk melepas lelah. Maklum lah pendaki santai,tidak terlalu menggebu gebu untuk segera tiba di camp kandang badak.

Pos Panyancangan – Pos Rawa Denok

Selepas Pos Payancangan, trek masih berupa jalan bebatuan rapi yang lebih menanjak hingga sampai di Pos Rawa Denok 1. Pos Rawa Denok 1 Gunung Pangrango dengan tinggi 1.812 mdpl, terdapat bangunan pos yang kecil untuk istirahat. Melanjutkan perjalanan dengan medan yang sama akan sampai di pos Rawa Denok 2 (1.815 mdpl) yang hanya berupa batu-batu untuk duduk beristirahat.

Pos Rawa Denok – Pos Batu Kukus

Jarak antara Pos Rawa Denok dan Batu Kukus Gunung Pangrango tidak terpaut jauh dengan trek yang datar. Di awal akan menemui Pos Batu Kukus 1 yang berada di ketinggian 1.875 mdpl, Pos Batu Kukus 2 berada di 2.012 mdpl dan Pos Batu Kukus 3 di ketinggian 2.062 mdpl. Jarak antar Pos Batu Kukus tidak terpaut jauh dengan kondisi yang sama, yaitu berupa batu sebagai tempat duduk untuk istirahat sejenak.

Pos Batu Kukus – Air Panas

Selepas Pos Batu Kukus jalur tidak terlalu menanjak seperti sebelumnya dan cenderung datar. Sebelum melewati air panas, akan sampai di sebuah tempat yang cukup lapang dengan batu-batu yang disusun untuk duduk. Pos Air panas berada di ketinggian 2.171 mdpl. Jalur selanjutnya adalah melewati aliran air panas.

Air Panas – Pos Pemandangan

Setelah melakukan perjalanan panjang dari  pos batu kukus sampailah kita pada Air Panas. Di Pos Air Panas ini adalah sebuah jalan menembus aliran air panas dari puncak gunung Gede. Trek yang akan kita lalui sangat ekstrim dan harus sangat hati-hati karena kita akan berjalan di atas aliran air panas yang sempit dan hanya berpegangan dengan seutas tali dan di bawah aliran tersebut adalah jurang yang curam.

Setelah melewati jalan air panas tersebut kita akan bertemu dengan shelter atau tempat istirahat dan di sana ada kolam kecil air panas, kita bisa berendam kaki di sana. Rasanya luar biasa!

Selepas melewati aliran air panas akan sampai di Pos Pemandangan dengan ketinggian 2.165 mdpl. Pos ini berada dekat dengan aliran air sungai dangkal. Air sungai ini dingin dan bisa dikonsumsi. Ada sebuah bangunan kecil di dekat sungai dan juga batu-batu sebagai tempat duduk seperti pos-pos sebelumnya.

Pos Pemandangan – Pos Kandang Batu

Pos Kandang Batu dengan tinggi 2.200 mdpl, tidak terlalu jauh dengan trek yang cukup landai. Di Pos Kandang batu yang cukup luas ini bisa dijadikan tempat camp. Dan kita tidak menyempatkan untuk beristirahat karena jarak antara pos kandang batu dan kandang badak tidak terlalu jauh maka kita putuskan untuk terus melanjutkan perjalanan

Kandang Batu – Kandang Badak

Melanjutkan ke Pos Kandang Badak akan melewati Air Terjun Pancaweluh. Trek menuju Kandang Badak cukup terjal dan menanjak. Pos Kandang Badak berada di ketinggian 2.414 mdpl. Area’nya cukup luas dan biasanya dijadikan tempat camp terakhir bagi pendaki Gunung Gede Pangrango karena Pos Kandang Badak adalah perpotongan jalur menuju ke Gunung Gede dan Gunung pangrango.

Tanah di Kandang Badak tidak semuanya landai namun ada sumber mata air di tempat ini. Lokasi sumber air bersebelahan dengan bangunan pos yang sudah tidak terawat.

Kandang Badak – Puncak Pangrango

Bisa dibilang trek dari Kandang Badak ke Puncak Pangrango adalah pendakian Gunung Pangrango yang sebenarnya. Jalur sangat menanjak, medan berupa trek tanah padat dengan hutan rimbun dan tidak ada sumber air di sepanjang jalur. Kadang jalur yang curam membuat pendaki sesekali harus memanjat untuk sampai ke Puncak Pangrango.

Trek akan kembali landai dan melewati hutan lumut ketika mendekati Puncak Gunung Pangrango. Puncak Pangrango dengan ketinggian 3.019 mdpl berupa sebuah area datar yang terdapat tugu dan sebuah bangunan kayu yang sudah rusak. Dari Puncak Pangrango bisa nampak Gunung Gede yang menyembulkan asap kawahnya.

Puncak Gunung Pangrango
Puncak Gunung Pangrango

Puncak Pangrango – Lembah Mandalawangi

Untuk menuju Lembah Mandalawangi, dari Puncak Pangrango mengikuti trek ke arah kiri. Jalurnya sedikit menurun dan akan membawa hingga ke Mandalawangi. Bunga edelweis akan menyambut pendaki yang sudah mendekati Lembah Mandalawangi, sebuah tempat yang fenomenal di Gunung Pangrango.

Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango memiliki ketinggian 2.994 mdpl. Berupa sebuah area luas yang ditumbuhi edelweis. Kadang beberapa pendaki camp di area ini yang mempunyai pemandangan indah dan (mungkin) merasakan jejak Soe Hok Gie yang abu’nya abadi di Lembah Mandalawangi.

Simak video perjalanan pendakian Gunung Pangrango kita ya guys,jangan lupa di Like dan di Subcribe GRATIS… heuheuheu

Tips Pendakian Gunung Pangrango 3019 MDPL via Cibodas :

  1. Lengkapi simaksi sebelum melakukan pendakian. Jika akhir pekan, usahakan sampai di pos registrasi sebelum jam 2 siang, karena setelah jam tersebut biasanya pos sudah tutup, sehingga registrasi dilakukan esok harinya.
  2. Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan.
  3. Waspadalah berjalan di jembatan ketika malam, karena ada beberapa bagian jembatan yang berlubang.
  4. Diwajibkan berhati-hati ketika melewati aliran air panas, karena batuan sungai cukup licin meski ada pagar pembatas dan tali yang dibentangkan.
  5. Jika naik malam atau dini hari cukup berbahaya karena uap air bisa menutupi pandangan mata.
  6. Jangan mengambil air panas untuk bahan logistik. Tetap ambil air dingin dari sungai.
  7. Sumber air terakhir ada di Pos Kandang Badak. Aliran air ini mengalir ke sungai sampai di bawah. Jadi jangan mencuci apapun langsung pada aliran air. Pikirkan pendaki-pendaki di bawah yang bsia saja terkontaminasi.
  8. Jika ingin mencuci, ambil air pada wadah dan cuci di tempat lain agar kemurnian air tetap terjaga.
  9. Jalur yang dilalui dari Kandang Badak ke Puncak Pangrango cukup terjal. Pertimbangkan jika ingin camp di Lembah Mandalawangi.
  10. Jangan lakukan vandalisme dan perusakan ekosistem. Bawa sampah turun.

Itinerary Pendakian Gunung Pangrango 3019 MDPL via Cibodas

Basecamp – Rawa Gayonggong : 1 jam.
Rawa Gayonggong – Pos Panyancangan : 10 menit.
Pos Panyancangan – Pos Rawa Denok 1 : 40 menit.
Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2 : 45 menit.
Rawa Denok 2 – Pos Batu Kukus 1 : 1 jam 10 menit.
Pos Batu Kukus 1 – Pos Batu Kukus 2 : 30 menit
Pos Batu Kukus 2 – Pos Batu Kukus 3 : 15 menit.
Pos Batu Kukus 3 – Air Panas : 25 menit.
Air Panas – Pos Pemandangan : 5 menit.
Pos Pemandangan – Pos Kandang Batu : 30 menit.
Pos Kandang Batu – Pos Kandang Badak : 1 jam.
Pos Kandang Badak – Puncak Pangrango : 2 jam.
Puncak Pangrango – Lembah Mandalawangi : 10 menit.

2 thoughts on “Menutup Pergantian Tahun 2018 di Puncak Gunung Pangrango 3.019 Mdpl.

  1. ini adalah petualangan seru khas Muda dan Mudi, pemandangan alamnya juga sangat menarik sekali.

    tapi ngomong2 disana boleh Pakai Kain sarung yach Mas….? Ngak takut Lepas apa ? hahahah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *