Gunung Galunggung

Gunung Galunggung, Tempat Syahdu Melihat Kabut di Tasikmalaya

965 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Sebuah kota kecil di Jawa Barat yang tak pernah terbayangkan untuk dikunjungi. Tak pernah terpikirkan mendapat pendamping hidup juga keturunan Tasik, tapi yang namanya takdir. Kita hanya bisa menjalani, keputusan mutlak di tangan Tuhan. Sebenarnya tujuan ke kota Tasikmalaya ini untuk nyekar atau ziarah sekalian untuk mengunjungi Ua Ecep dan yang lainnya baru kenal di Jakarta kemaren.

Setelah tiga hari dua malam di rumah tanpa ada agenda mengunjungi destinasi wisata yang ada di Tasikmalaya karena memang fokus untuk tujuan utama. Ditambah lagi, musim hujan dan suasana dingin yang membuat kaki malas melangkah rasanya dari kamar. Jadi kegiatan tak jauh dari Tidur, Makan dan mengenal lebih dalam istri saya karena memang kita proses taaruf sehingga tak banyak saling mengenal.

Tapi dalam agenda kenalan dengan keluarga ada agenda destinasi utama yang harus dikunjungi ketika bertandang Tasikmalaya yaitu Gunung Galunggung. Simak yuk, catatan perjalanan dari ngayap.com berikut ini.

Memasuki Kawasan Gunung Galunggung, Hutan dan Anak Tangga Menjualang Tinggi Menajadi Pelengkap Bahagai dan Ngos-Ngosan.

Setelah packing tas dan membawa makanan yang disiapkan ua Ecep dan istrinya, akhirnya kami berenam berangkat menuju Gunung Galunggung. Selama perjalanan, kabut yang tipis, persawahan menjadi pemandangan yang epik sepanjang mata memandang.

Hingga akhirnya kami sampai ke gerbang masuk dan langsung membayar tiket masuk sebesar Rp. 40.000 untuk 4 orang karena anak-anak tidak dihitung. Kemudian terus melanjutkan perjalanan menuju parkiran. Setalah parkir, kami langsung mulai menyusuri anak tangga sebanyak 620 yang membuat kaki terasa ngilu dan gemetaran.

Anak Tangga Gunung Galunggung
Anak Tangga Gunung Galunggung

Sebenarnya saya sudah mulai terbiasa naik gunung dengan jalanan yang menanjak, namun untuk kali ini saya harus rela seperti bapak tua yang berjalan perlahan-lahan dan beberapa kali istrahat. Apakah karena saya sudah tak jomblo lagi sehingga kaki saya kopong?

Gunung Galunggung, Gunung yang Memiliki Warna Kawah yang Hijau dan Kuning. Sungguh Pemandangan yang Luar Biasa Gezz.

Setelah kaki lemas menaiki anak tangga sebanyak 620 tangga, akhirnya kami sampai di kawasan puncak Gunung Galunggung. Dari atas terlihat kawah berwarna hijau dan sebagian kecil lagi berwarna kuning yang membuatnya semakin ciamik untuk dijadikan sebagai fhoto di instagram.

Kami hanya mengelilingi sekitar tanpa turun ke danau karena memang dilarang meski ada orang yang berani turun. Tapi sebagai wisatawan, sudah seharusnya kamu menaati semua aturan yang ada demi kebaikan semua. Oh iya, bagi kamu yang tak ingin menaiki tangga sebenarnya bisa menggunakan motor tapi mungkin harus bayar lagi.

Gunung Galunggung Juga Ternyata Menyediakan Camping Area, Spot Menikmati Sunrise dan Kabut Tipis Memang Pas Bangat Ini Mah. Jadi pengen Camping Kan Disana!

Sebenarnya berbagai aktivitas bisa dilakukan disini. Ada spot fhoto selfie di pojok kiri dari tangga warna kuning. Ada spot sunrise juga bagi pecinta alam yang hobby camping. Dan ketika kami berkunjung kesini ternyata ada orang yang camping, sungguh membuatku rindu akan suasana seperti itu.

Camping Ceria di Gunung Galunggung
Camping Ceria di Gunung Galunggung

Setelah puas dengan menikmati suasana gunung galunggung dengan kawahnya, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Air Panas Cipanas yang masih dikawasan gunung Galunggung ini. Kami bersantap siang disana dengan makanan yang sudah kami bawa. Benar-benar serasa piknik dah.

Untuk perjalanan yang lebih lengkap dengan solo backpacker kamu bisa baca di Solo Backpaker ke Tasikmalaya Sunrise Gunung Galunggung.

 

 

12 Replies to “Gunung Galunggung, Tempat Syahdu Melihat Kabut di Tasikmalaya”

  1. Sebenarnya saya sudah mulai terbiasa naik gunung dengan jalanan yang menanajak, namun untuk kali ini saya harus rela seperti bapak tua yang berjalan perlahan-lahan dan beberapa kali istrahat. Apakah karena saya sudah tak jomblo lagi sehingga kaki saya kopong?

    Anjaaaayyyyy mentang mentang yaaakk….

    Gue msh single cuma tembus 5 menit lah ,620 anak tangga

  2. Huahahah jadi kalau sudah tidak jomblo lagi, errrr … kakinya jadi kopong begitu ya hahah. Btw tahun 2010, sudah lama sekali saya ke tempat ini, sumpah 720 anak tangga itu bikin saya berhenti lebih sering dari Idris 😀 wkwkwkw.

  3. salah satu destinasi yg belum kesampean nih, sebagai warga jabar saya kudu ke sana kalo sempat haha, gunung nya emang bagus kata teman teman sih

  4. Udah keren yah sekarang.. Padahal ini gunung pernah buat geger tahun 80-an karena menyebarkan abu vulkanik ke berbagai penjuru Jawa Barat. Sampai di Bogor saja daun-daun menjadi coklat akibat debu Galunggung.

    Kalau baca di atas dan lihat fotonya sudah menjadi salah satu tujuan wisata yah. Walau tetap bakalan deg-deg-an juga mengingat statusnya masih gunung berapi aktif.

    Ga kebayang kalau harus menaiki anak tangga 620 .. hikks bisa pulang langsung panggil tukang urut.

  5. spot selfienya kaya menggantung gitu ya mas??
    jadi ngeri..
    hehe..

    tangganya itu lho, nantang banget..
    melihatnya saja sudah nyerah kalau saya..
    haha

  6. ngak nyangka kalau di Gunung ini ada penampakan bidadari, tuch fotonya ada dipaling atas, dua lagi sosoknya, hahahah…

    Di gambar paling bawah, kok cuma kelihatan tendanya doang, orangnya pada kemana ? Masih bobok semua yach, hahahahhhh….

  7. wkwkw kayaknya saya harus sering jalan jalan nih biar ketemu jodoh juga, sudah beberapa tahun kebanyakan dikamar doang ngeblog pantes jomblonya juga bertahun tahun wkwkwk. Saya juga sudah ingin membuat lutut ini kopong haha

Tinggalkan Balasan ke Tuteh Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IBX5A924A2977604