Menggapai Puncak Gunung Gede, Potongan Surga di Tanah Pasundan

Puncak Gunung Gede, Rahman, Idris, Zipta

531 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Karena hal paling penting dari sebuah pendakian bukan hanya menapaki puncak tertinggi, melainkan proyeksi diri atas segala kecakapan pribadi. Selain itu, Perjalanan ke gunung, sebenarnya bukan hanya perkara menemukan tapi perjalanan bermakna dalam demi melekatkan sebuah ikatan.

Ya itulah arti pendakian bagi saya yang masih tergolong pendaki pemula atau mungkin saya lebih suka menyebutnya sebagai traveller. Iya merekatkan sebuah ikatan bersama orang baru yang dikenal ketika bersua di jalur pendakian dan merekatkan hubungan dengan sahabat dengan banyolan yang keluar dari mulut begitu saja.

Kali ini saya, Rahman dan Zipta melakukan pendakian Menggapai puncak Gunung Gede. Perjuangan di dinginnya udara malam menusuk kalbu sampai dengan lelahnya mendaki menjadi cerita yang tak akan luput dari kenangan. Simak yuk catatan perjalanan ngayap.com ketika berjuang menggapai puncak gunung gede via jalur putri. Kan siapa tahu kita bertemu di jalur pendakian selanjutnya..!

Dinginnya Udara Malam Menusuk Kalbu, Menjadi Teman Perjalanan Menuju Basecamp Putri.

Jam menunjukkan jam 23.40 malam, lalu saya dan zipta bergegas menuju cibubur dari priuk karena memang si Rahman sudah menunggu disana. Perjalanan dari Priuk-Cibubur – Cianjur sangat lancar karena memang sudah larut malam. Menariknya selama perjalanan zipta mengincar dua cewek yang cantik sedang berkendara.

 

View this post on Instagram

Seribu pengalaman kala mendaki Gunung Gede, mulai dari punya travel mate yang baiknya kebangatan sampai bertemu dan ngobrol santai sesama pendaki. Tapi satu hal yang paling gw syukuri, bertemu sobat lama di jalur pendakian yang sudah dua tahun gak saling komunikasi. Mungkin ini penyebabnya : . . 1. Dulu hampir setiap hari aku menyapamu, tapi sampai tiba waktunya saat mau chat atau meneleponmu harus bertanya dulu, “lagi sibuk atau nggak?” . . 2. Sampai ada masanya aku ragu mau mengomentari foto-foto konyolmu, hanya karena aku merasa asing dengan teman-teman barumu. #travels #travelsmate #indotravelers #ayodolan #ayopiknik #eksplorenusantara #eksploreindonesia #eksplorecianjur #gununggedepangrango #pesonaindonesia_id #ngayap ##kelilingindonesia #kelilingnusantara #like4likes #like4follow #likelike #follow4followback #follow4like #followersaktif #followersindonesia #ngayap #ngayapmulu #thisisindonesia #indonesia

A post shared by Idris Shikamaru (@idrisshikamaru) on

Dan selama perjalanan juga kita mengobrol asyik dan membahas masalah ceweknya si zipta. Dan untuk masalah hubungan saya sendiri dengan si Doi memang jarang saya cerita ke orang lain kecuali hanya beberapa orang saja. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 03.20 dan kita sudah sampai di basecamp putri dan istirahat. Setelah sarapan dan sholat subuh, baru memulai perjalanan menggapai puncak Gunung Gede.

Basecamp Menuju Pos 1, Jalanan Santai Dengan Tanjakan Sedikit Di Balut Perkebunan Warga. Keren Banget! ( Jam 05.45-07.00 ).

Langkah kaki mulai melangkah dibawah kabut yang tipis, setelah beberapa langkah dari basecamp pemandangan lanscape perkebunan warga sungguh sangat ciamik. Beberapa tanaman kholtikultura menjadi keindahan alam yang menjadi bonus utama menuju pos satu.

Perjalanan Menuju Pos 1
Perjalanan Menuju Pos 1

Jalanan menuju pos satu sendiri masih tergolong mudah. Dimulai dari tanjakan kecil-kecil, kemudian dataran dan tanjakan kecil lagi. Memang sungguh jauh dan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Namun tak perlu khawatir karena masih sangat mudah di lalui.

Pos 1 – Pos 2, Atur Nafas dan Nikmati Tanjakan yang Sudah Mulai Menguji Adrenalin dan Ceriel di Bahumu (07.10-07.45).

Setelah beristirahat sejenak di pos satu dan mengumpulkan kembali tenaga. Kami melangkahkan kaki dengan santai namun pasti. Sangat berbeda dengan jalur menuju pos 1, jalanan menuju pos dua tergolong lumayan menanjak dan tidak ada dataran sama sekali.

Perjalanan Menuju Pos 2 Gunung Gede
Perjalanan Menuju Pos 2 Gunung Gede

Hanya pepohonan dan sesama pendaki yang saling mengobrol dan menyapa. Namun, tak perlu khawatir karena selama pendakian terasa udara sejuk pegunungan dan sesekali kicauan burung terdengar saling sahut bersahutan. Apalagi perjalanan kamu ditemani oleh sahabat-sahabat kamu.

Pos 2 – Pos 3, Jalur Paling Panjang dan Terjal, Bahkan Zipta Menyebutnya Jalur Setan dan Penuh PHP (07.50-09.05)

Puas dengan merebahkan badan dan berselonjoran kaki sebentar di pos 2, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Jalanan menuju pos 3 ini sungguh menguji kesabaran, kesetia kawanan, kerja keras sampai dengan kemauan dalam berjuang. Bahkan jika tak ada tekat yang kuat bisa jadi kamu akan putus asa.

Jalanan yang terjal dan panjang, bahkan kami harus beristirahat di setiap pos bayangan yang ada. Bebatuan yang kecil sampai besar serta akar kayu menjadi teman perjalanan menuju pos 3. Tak salah memang jika pos ini di sebut sebagai pos setan karena sangat banyak ujian yang menantang.

Perjalanan Menuju Pos 3- Tanjakan Terus
Perjalanan Menuju Pos 3- Tanjakan Terus

Setelah sampai pos 3, akhirnya kami istirahat cukup lama disini. Mulai dari memasak makanan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan dan tentunya tak lupa ngopi.

Karena , secangkir kopi sama dengan sejuta persaudaraan. Atau kopi boleh dingin tapi persahabatan harus tetap hangat.

Pos 3 – Pos 4, Meski Jalurnya Pendek, Tapi Tanjakannya Bikin Ngos-Ngosan (10.00-11.49)

Puas dengan istirahat di pos 3, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju pos 4. Jalanan menuju pos 4 memang relatif pendek dan hanya menghabiskan waktu 45 menit tapi jalur pendakiannya lebih menanjak dibandingkan dengan pos 3.

Menuju Surya Kencana
Menuju Surya Kencana

Bahkan karena kelelahan, di pos 4 si rahman langsung terlelap dalam tidur yang nyaman karena memang semalaman belum tidur. Jadi wajar saja dia tidur dengan pulas, hingga akhirnya saya membangunkannya karena sudah lebih dari 40 menit kami istirahat.

Pos 4 – Surya Kencana, Perjalanan yang Penuh Bonus Bagi Pendaki. Surganya Melangkahkan Kaki di Gunung Gede (12.10-13.07)

Dari pos 4 menuju Surya Kencana menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit juga. Jalanan dimulai dengan tanjakan terjal sekitar 15 menit dan tanjakannya lebih sulit dibandingkan pos 3 dan 4 karena memang semakin tinggi. Setelah itu jalanan datar dan bebatuan menjadi teman perjalanan sampai dengan di surya kencana.

Surya Kencana Gunung Gede
Surya Kencana Gunung Gede

Setelah sampai di awal Surya Kencana, sejauh mata memandang hanya ada hamparan rumput yang kering serta bunga edelwise yang tabah terpanggang matahari di tengah teriknya mentari dan dinginnya malam. Dan kami memutuskan mendirikan tenda disini.

Menikmati Wedang Jahe Bareng Sahabat
Menikmati Wedang Jahe Bareng Sahabat

Setelah selesai mendirikan tenda dan istirahat sejenak. Kami pun mulai menyiapkan makanan serta tentunya minum-minuman hangat yang sangat membantu memulihkan tenaga dengan Herbadrink rasa Sari Jahe. Mungkin kamu akan bertanya kenapa harus Herbadrink Sari Jahe.

Bukan hanya satu, sejuta manfaat Herbadrink Sari Jahe yang bisa kamu dapatkan jika mnegonsumsi minuman ini secara rutin dan tentunya tanpa efek samping.

Manfaat Sari Jahe Manfaat Sari Jahe

Selain dari segudang manfaat dari Sari Jahe Herbadrink. Minuman ini juga dibuat dari resep minuman tradisional serta di produksi tanpa pengawet. Dikemas secara praktis dan higienis, tinggal diseduh, bersih dan tanpa endapan karena diproduksi dengan teknologi tinggi. Sari Jahe Herbadrink rasanya enak dan segar, tepat untuk menjadi minuman herba-break di gunung dan kebutuhan sehari-hari.

Surya Kencana – Puncak Gunung Gede.

Setelah puas mengobrol santai dan tidur dengan nyenyak semalaman. Tak terasa udara pagi semakin dingin dengan suhu minus derajat. Dan kami masih betah di dalam tenda dan mengobrol santai hingga akhirnya benar-benar sang mentari menyinari surya kencana dengan semangat.

Setelah sarapan dan minum kopi, akhirnya kami mulai melanjutkan perjuangan menuju puncak dengan tanjakan yang cukup membuat ngos-ngosan tetapi karena semalan sudah istirahat dan tenaga kami pun sudah pulih. Puncak gunung gede ini berada di ketinggian 2.958 Mdpl.

Puncak Gunung Gede

Puncak Gunung Gede[/caption]

Dan pemandangan dari puncak akan terlihat dengan jelas gagahnya gunung Pangrango serta cantiknya kawah gunung yang membuat kamu memang pantas mendaki ke gunung gede. Dan setelah puas menikmati puncak gunung gede, kami melanjutkan perjalanan pulang ke tenda.

Kemudian kami memasak bersama kelompok tenda sebelah yang baru kenal dan menjadi teman baru. Dan tidak terasa  jam menunjukkan setengah 2 siang dan lalu kami bergegas packing kembali melipat tenda dan akan melanjutkan perjalanan turun gunung menuju basecamp lagi. Dan langsung pulang ke Jakarta serta sampai di kosan jam 12 malam lebih.

Berikut video perjalanan kami saat mendaki Gunung Gede 2958 Mdpl :

Masa Liburan Selesai, Saatnya Bekerja Untuk Mengumpulkan Pundi-Pundi Rupiah Serta Membahagiakan Orang Tersayang.

Sebagai seorang karyawan swasta tentu bekerja itu kadang penuh dengan tekanan. Belum lagi menghadapi auditor, permintaan data dari berbagai pihak kadang membuat kepala terasa pecah. Tapi kadang tanggung jawab serta ingin membahagiakan kedua orang tua, adik yang sedang menuntut ilmu dan calon pendamping hidup membuatku terus melakukannya dengan ikhlas.

Herbadrink Temulawak
Herbadrink Temulawak

Apalagi rekan kerja yang sangat hangat serta ruangan kerja yang nyaman. Dan tentunya tak lupa selalu kusiapkan minuman herbadrink Sari Temulawak. Sari Temulawak sangat bermanfaat untuk memelihara fungsi hati meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki fungsi pencernaan serta menjaga kadar kolesterol dalam darah.

Selain fungsi tersebut, Temulawak juga mengandung zat kalagoga dan kurkimin yang mampu memperlambat penyebaran kanker hati. Selain dua zat tersebut ternyata Temulawak juga mengandung zat lainnya dengan manfaat yang berbeda-beda.

Zat yang terkandung dalam Temulawak
Zat yang terkandung dalam Temulawak

Nah, untuk mendapatkan semua zat dan manfaat tersebut. Kini sudah tersedia yang sangat praktis yaitu Herbadrink Sari Temulawak. Herbadrink ini dibuat dari resep tradisional serta diproduksi tanpa pengawet. Selain itu, kemasan yang praktis dan higines membuatnya semakin menarik.

Kamu tak perlu repot-repot lagi untuk penyajiannya karena tinggal diseduh, bersih dan tanpa endapan kerena sudah di produksi dengan tekhnologi tinggi. Sari Temulawak Herbadrink ini rasanya enak dan segar dan sangat cocok untuk menjadi minuman herba-break di setiap hari.

Selain Temulawak, Ternyata Herbadrink Juga Mempunyai Varian Lidah Buaya. Kamu Sudah Tahu Dong Manfaatnya?

Kamu sudah tahu dong beberapa manfaat dari lidah buaya. Diantara fungsi dari lidah buaya adalah memelihara fungsi pencernaan, membantu melancarkan buang air besar serta mengatasi wasir. Dikutip dari website resmi herbadrink, menyatakan bahwa Lidah Buaya Herbadrink Sugar Free di produksi tanpa pengawet dan mengandung pemanis buatan Sukralosa yakni pemanis buatan tanpa kalori.

Herbadrink Lidah Buaya
Herbadrink Lidah Buaya

Bahkan Sukralosa diperbolehkan penggunaaannya pada makanan dan minuman di hampir 80 negara termasuk Indonesia dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Sukralosa tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun panjang, ataupun pelepasan insulin.

Kebaikan dan Zat Dalam Lidah Buaya
Kebaikan dan Zat Dalam Lidah Buaya

Jadi semua produk herbadrink ini sudah disetujui oleh BPOM. Untuk merasakan semua khasiat dari Herbadrink tersebut kamu bisa konsumsi secara rutin. Jadi mau merasakan minuman tanpa efek samping seumur hidup dan beribu manfaat yang kamu rasakan.

Sumber :

https://herbadrinknatural.com

http://www.konimexstore.com

30 thoughts on “Menggapai Puncak Gunung Gede, Potongan Surga di Tanah Pasundan

  1. Perjalanan ke gunung, sebenarnya bukan hanya perkara menemukan tapi perjalanan bermakna dalam demi melekatkan sebuah ikatan. Sama juga, meskipun tidak ke gunung, melainkan ke tempat wisata (pantai, pulau, danau, dll), perjalanan ini melekatkan ikatan antara sesama pejalan dalam kelompok maupun dengan kelompok lain.

    Saya suka pas kalian tiba di awal Surya Kencana, hamparan rumput kering itu semacam sabana di sini (sekitar Mbay tapi bukan di ketinggian seperti di foto itu). Dan kabutnyaaaaa terkesan mistis gitu qiqiqiq.

    Untungnya membawa Herbadrink Sari Jahe, bisa menghangatkan tubuh melawan suhu dingin khas puncak gunung.

    Kalian hebat. Salut!

    1. Hahaha.. Beda bangat kak karakter orang yag suka wisata di pantai, pulau, danau dll. Biasanya gak ramah, saya juga begitu kok. Cuma klo ke Gunung saya usahakan ramah karena memang teman-temannya ramah juga.

      Klo ke pantai mah masa bodo saya sama kaya pengunjung lainnya, hahahaha (based on pengalaman pribadi selama travelling)

      1. Hahah kalau saya kebetulan ini kalau ke pantai, gunung, dll, jalannya sekelompok, jadi ada ikatan antara kitaaaa *sambil nyanyi* qiqiqiq. Kalau ke Danau Kelimutu, misalnya, ya kita nggak bisa saling meninggalkan terutama dalam perjalanan (jalan raya dari Ende ke Danau Kelimutu) karena kan bisa saja ada teman yang ban sepeda motornya gembos, jadi kita kudu seiring sejalan … dan biasanya kalau sudah begitu ikatan antara sesama pejalannya semakin kuat. Nanti bakal ada pertanyaan, “Nanti kita-kita ini … ke mana lagi?” Maksdnya kitakita ya orang dalam kelompok itu (meskipun ada yang baru kenal) karena merasa nyaman itu :p

          1. Betul sekali, kalau nggak kompak alias egois, nggak bakal diajak di trip berikutnya meskipun trip itu masih di kabupaten kita juga 😀

        1. Iya dong haha… Gak sok ramah gitulah intinya . Kalo di gunung berpapasan saling nyapa dan senyum itu sudah semacam tata Krama gitu

  2. Melihat jalur pendakiannya, sepertinya asik juga sob. Berjalan menapaki jalur sambil melihat pepohonan yang asri dan menghirup segarnya udara pegunungan, jadi inget pernah ikut sapala. Nice info sob

  3. Asik sekali mendaki bareng teman-teman, saya belum kesampaian mendaki G. Gede belum ada luang dan biaya, padahal saya senang sekali berpeluang di alam semesta, thanks informasi good luck!

  4. Selalu salut sama para pendaki, terutama yang sudah sampai menjejak di puncak. Sebab sama halnya dengan berhasil menemukan perjalanan bermakna. Hehehe.
    Sari jahenya asyik, bisa bikin energi kembali ke badan, 😁

  5. Wah, ini udah semalaman gak tidur karena drive dr Cibubur ke Cianjur, paginya langsung manjat pula……..mantab Mas. Kalau naik gunung Gede, saya lebih suka lewat Cibodas karena banyak sumber airnya dan pemandangannya indah, turunnya baru lewat Putri

    1. Iya pak, emank penuh perjuangan bangat lah. Tapi tetap seru dan bikin bahagia dan candu..

      Keren dong ya lintas, kita mah gak lintas karena terkendala waktu juga

  6. Mas Idris setiap kisah yang dilalui bersama para sahabat, percayalah selalu menarik jika suatu saat dikisahkan kembali. Minimal diceritakan kembali kepada anak-anak kelak. Ataupun berbagai kisah bersama istri, selanjutnya deretan aksara yang tertulis bisa dijadikan refleksi bersama untuk memberi nasehat bijak pada anak-anak.
    Contohnya seperti ini mas
    Karena hal paling penting dari sebuah pendakian bukan hanya menapaki puncak tertinggi, melainkan proyeksi diri atas segala kecakapan pribadi. Selain itu, Perjalanan ke gunung, sebenarnya bukan hanya perkara menemukan tapi perjalanan bermakna dalam demi melekatkan sebuah ikatan.
    Bukankah itu sebuah refleksi yang menarik?
    Wejengan yang kelak dihadirkan pada anak-anak, bisa juga setiap usaha yang susah payah bisa ancur dalam segejap jika tidak hati-hati dan lain sebagainya (refleksi naik gunung dan turun gunung).
    Atau sekedar nostaliga saat berjumpa dengan sahabat lama? Hadirkan kembali ulasan ini…Saat itu mas Idris akan tahu bahwa selembar foto dapat menceritakan banyak kisah?
    So tetap semangat bung…jepretan kecemu kami nantikan, sekedar menghayal kapan saya bisa ke sini kwkwk, salam hangat selalu. #semangat

    1. Hahaha,,, Iya pak guru. Memang gaya tulisannya di usahakan mudah diserap dan penuh pengetahuan dan wejangan. Dan tentunya tulisan disini juga bukan untuk menggurui hanya saja sebagai informasi dari sudut pandang penulis

  7. Cocok banget yaa mendaki gunung ditemenin sama sari jahe herbal, pastinya badan makin anget, mengingat naik gunung selain capek apalagi malam2 dingin banget butuh penghangat selain bantal dan selimut ya kang hihi

  8. Dari dulu belum terlakasana, pengen muncak ke gunung gede, seru kayanya bisa menikmati suasana pegunungan yang memiliki pemandangan dan bisa menikmasti suasana kekeluargaan sesama pendaki

  9. Hamparan rumput kering itu serem sekali ya, kalau sampai terjadi kebakaran pastinya bahaya sekali. Staminanya hebat juga, habis naik gunung, langsung kerja. Kalau saya pastinya perlu istirahat seminggu dulu baru bisa bekarja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *