Pesona Laut Takabonerate, Sebuah Perjalanan Sisi Lain Tanah Daeng

Takabonarate

222 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Pernah mendengar Takabonerate? Menyebut namanya saja membuat lidahku hampir keseleo karena sangat susah untuk mengejanya. Tapi kali ini, Takabonerate menjadi perjalanan (mungkin) paling jauh yang saya kunjungi di tahun 2017 ini. Sebenarnya, Takabonerate menjadi perjalanan pertama saya yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam barisan tempat tujuan saya selain pelaminan (eh keceplosan).

Perjalanan ini menjadi perjalanan pertamaku yang “dipaksa” teman yang hampir berjam-jam ngedoktrin dengan foto-foto pemandangan yang jujur membuatku gak kuat menahan iler melihatnya dan juga segala macam rencana perjalanan serta perkiraan budget share cost per-orangnya. Well, sekuat apapun saya menahannya, ternyata rapuh juga dinding pertahananku, pun akhirnya saya harus mengunjungi tempat ini dengan ekspektasi yang tinggi.

Perjalanan Nan Panjang Pun Dimulai, Siap-siap Menguras Tenaga dan Keuangan. Ganbatte !!!

Perjalanan ini pun dimulai dengan mengangkasanya pesawat berlogo singa merah dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Sultan Hasanuddin, Makassar. Setelah 2,5 jam “duduk” di udara, kamu bertiga sampai di Makassar jam 08.00 WITA.

Takabonarate 2
Salah satu pantai di Selayar :* (tolong jangan salfok sama “in frame” nya ya :P)

Oiya nyaris lupa menyebut formasi pejalanan  ini. Saya berangkat dari Jakarta bersama Bang Roni dan Melvin, sementara Suryo terbang dari Bali. Dan singkat cerita, kami pun sudah sampai ketujuan dengan lengkap formasi yang lengkap.

Lebih Istimewa dari Cherrybella, Bayi-Bayi Hiu Akan Membuatmu Terpesona Dengan Pulau Tinabo

Satu hal yang menjadi ciri khas Pulau Tinabo adalah banyaknya bayi-bayi ikan hiu yang tidak mungil karena badannya saja lebih besar dan panjang daripada betisku. Mereka bayi-bayi manja seperti aku *uhuk* yang main-main di pinggir laut, bukan di tempat penangkarannya yaaa.

Itu dikarenakan kebiasaan orang-orang yang berkunjung ke Tinabo sambil memberikan makanan untuk bayi-bayi hiu tersebut, jadilah mereka senang berada di pinggiran laut. Badannya saja yang besar, bayi-bayi hiu sangat pemalu jika di dekati dan gampang terusik dengan suara berisik, kecuali kamu punya makanan untuk mereka.

Hiu Takabonarate
Hiu Takabonerate

Malu atau songong sih..? Hahaha… Dan tenang saja kamu tidak perlu takut digigit karena bayi-bayi hiu ini nurani ke-kanibalan-nya belum ada. Tapi jangan coba-coba kamu nyemplung dengan ada bagian tubuh yang berdarah yaa atau bagi yang cewe sambil bawa tamu bulanannya, siap-siap aja dengan kejadian terburuk. So, be a smart traveler ya, guys!

Sunsetnya Tak Kalah Menawan, Siapa yang Tak Mau di Sapa Oleh Sunset Nan Menggoda, Raisa Mah Lewat Buat Sementara.

Terakhir, sunset di Tinabo super gila..! Seperti tidak ada pembatas apapun antara bumi dan langit, matahari yang perlahan turun dengan anggun menyebarkan cahaya oranye sempurna keseluruh langit. Rasanya mata tidak rela berkedip bahkan untuk sekejap. Belum pernah ku temukan di tempat wisata sebelumnya, apalagi di Jakarta.

Sunsed Tanabo
Sunset Tinabo

Tidak hanya di Tinabo sebetulnya, di perjalanan pulang menuju Selayar dan di Makassar pun kami masih mendapatkan warna sunset oranye tersebut, dan ku sebut sebagai Sunset Khas Laut Makassar yang tidak ada duanya.

Oh iya! Nyaris lupa membeberkan ringkasan biaya perjalanannya. Let’s check in the below guys!

  1. Sewa mobil dari Terminal Malengkeri ke Pel. Bira: IDR 400k
  2. Tiket kapal laut Pel. Bira – Pel. Pammatata (4 orang): IDR 96k
  3. Penginapan di Selayar 2x & Kayuadi (incl. makan): IDR 175k + 150k + 300k
  4. Sewa kapal besar Kayuadi-Tinabo-Patumbukang: IDR 5.000k
  5. Sewa mobil di Selayar 2x + bensin + tips: IDR 350k + 250k + 100k + 100k
  6. Sewa alat snorkel di Selayar + Tinabo: IDR 135k (2 orang) + 150k (3 orang)
  7. Makan coto makassar (4 orang): IDR 124k
  8. Makan nasi santan + ikan bakar (4 orang): IDR 130k (tergantung kalian pesan berapa banyak ikan)
  9. Makan malam mie goreng di Tinabo (5 orang): IDR 240k (plisss kalian jangan makan mie di sana mahal banget x_x)
  10. Sarapan 3 mie goreng + 1 nasi goreng di Tinabo: IDR 70k
  11. Sewa travel dari Selayar ke Bandara Sultan Hasanuddin (4 orang) + charge masuk bandara: IDR 600k + 100k

Dan masiiih banyak lagi biaya-biaya dadakan lainnya… pokoknya total biaya kami Jakarta-Makassar-Jakarta sebesar IDR 10.248k, jadi kira-kira biaya per orang IDR 2.500k. Semakin banyak yang ikut akan semakin lebih murah share cost per orangnya 😀 Bagaimana tertarik ke Tinabo kah??

Untuk artikel lainnya tentang perjalanan dari tracesme.com, kamu bisa langsung cek di blognya ya!

42 thoughts on “Pesona Laut Takabonerate, Sebuah Perjalanan Sisi Lain Tanah Daeng

  1. Asyik juga ngasih makan bayi2 hiu, tapi perlu extra hati2 ya biar ga kecebur ke laut, nanti bisa jadi menu makan siang mereka.. hehe..:D

  2. Saya mengucapkannya juga sedikit kesleo, bahkan kesleo. Habis namanya mirip orang brazil saja itu .
    Saya jadi ingin lebih dekat melihat itu bayi-bayi hiunya.

  3. Waduh lumayan ugha biayanya ya kang idris,, kudu nabung dulu sebelum main dan menikmati keindahan laut takabone.. ulasan yang menarik kak!

  4. Perjalanan yang aduhaaaiii menyenangkan! Pemandangannya cihuy! Btw soal bayi-bayi itu, saya jadi ingat waktu ke Pulau Rinca dan ada salah seorang teman sedang datang bulan … naluri komodo2 itu langsung “bau daaaraaaah!” dan mereka bergerak terus ke arah kami sampai akhirnya beberapa rombongan tamu yang ketakutan kembali ke resto/cafe pusat dan para komodo ditangani dulu sama jagawananya…

  5. Seru banget ya pantai di Takabanore, eh.. Takaboneruta, eh.. Takabaro… Ah itu deh pokoknya wkwkwk.

    Pengen banget sekali-kali ngayap jauh kayak begini. Tapi apa daya.. Keluar pulau jawa saja daku belum pernah. Hiks

      1. Wkkkwwkk …, eM …
        Kalo naik pesawat ya deket mah itu 😅

        Kapan mau kesana buat berenang sama baby hiu, Idris ?.
        Bareng yok 😁

    1. Iyaa mas, karimun jawa juga keren. Klo kesana kayaknya gak mampu dah. Sayang uangnya apalagi hanya sebuah pantai saja, cari destinasi yang lebih bersahabat dengan kantong saja mas

  6. Bolak-balik melafalkan nama pantainya, tetap saja keseleo saat membaca, hehehe.

    Foto-fotonya keren banget, membuat hati ingin langsung terbang, andai saya punya sayap, hahaha.
    Apa pantai Taka… ini satu wilayah dengan pantai Bira?

  7. wah, kalau share gitu malah tambah murah ya mas? saya kira kalau perjalanan jauh begitu pasti bakalan ngabisin diatas 10 juta per orang..
    tapi bisa murah ya..
    sambil melihat hiu keluyuran gitu di air bening..
    mantap..
    saya belum berani jalan-jalan keluar mas, masih bayar utang dulu..
    wkwkwkwkwk,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *