Pendakian Gunung Semeru, Puncak Abadi Para Dewa di Langit Pulau Jawa

1,757 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Pendakian Gunung Semeru – Mahameru merupakan puncak dari Gunung Semeru, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa yang berada di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Dengan ketinggian 3.676 mdpl (meter diatas permukaan laut), Puncak Mahameru mendapat julukan Langit Pulau Jawa.

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia bahkan dalam kurun waktu 15 menit sekali mengeluarkan abu vulkanik berwarna pekat dan pasir yang sering disebut penduduk setempat sebagai Abu Jongring Saloko.

Pendakian Gunung Semeru
Pendakian Gunung Semeru

Gunung semeru merupakan gunung tertinggi se-pulau jawa dan salah satu seven summit Indonesia.

Bila dilihat dari kejauhan, Gunung Semeru menunjukkan bentuk kerucut yang sempurna, tetapi saat berada di puncak gunung tersebut berbentuk kubah yang luas dengan medan trek yang cukup variatif disetiap tebingnya.

Kali ini saya akan mengulas tuntas perjalanan saat pendakian gunung semeru. Simak yuk, siapa tahu kamu akan segera packing ceriel kamu yang sudah lama menggantung di dinding. Kasihan kan!

Perencanannya Sungguh Matang, Bahkan Dua Bulan Sebelumnya Kami Sudah Mulai Menyiapkan Pendakian Gunung Semeru Ini.

Sebenarnya pendakian kali ini penuh persiapan yang matang meski kami semua bukanlah pendaki pemula tapi yang namanya perencanaan itu memang penting. Bahkan dua bulan sebelum perjalanan kami ke Gunung Semeru semuanya sudah kami atur. Mulai dari memesan tiket dan booking online di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Perlu kalian ketahui untuk pendakian ke gunung semeru itu sekarang menggunakan kuota. Jadi kita harus mengetahui kapan pembukaan pendaftarannya agar bisa segera mendaftarkan diri untuk memulai mendaki.

Puncak Mahameru
Puncak Mahameru

Tanggal 17 Agustus 2017 menjadi sejarah yang terukir apik sepanjang masa bagi kami. Di mulai dari Stasiun Pasar Senen Jakarta dengan tujuan Stasiun Malang Kota Lama. Perjalananan di tempuh selama 17 jam dari Jakarta ke Malang, memang sungguh waktu yang lama tapi tenang saja. Karena perjalanan ditemani sama teman yang asyik dan gokil jadi semuanya tidak akan terasa.

Sebelum Membahas Pendakian Lebih Lanjut, Kenalan Dulu Yuk Bareng Teman Pendakian Gunung Semeru. Siapa Tahu Kan Bersua di Jalur!

Sebelum saya melanjutkan perjalanan dari Stasiun Malang ke Gunung Semeru ada baiknya kita kenalan dulu. Siapa tahu kan nanti ketemu di jalur pendakian selanjutnya, biar bisa saling sapa dan tentunya menambah lingkungan persahabatan. Bukankah sesama pendaki adalah keluarga?

Pendakian kali ini terdiri dari 6 orang. Saya Rahman Sasono (Soalnya banyak yang bilang mirip Dwi Sasono) dari cibubur dan 5 orang teman saya yang asal mereka dari Tanjung Priuk Jakarta Utara (kosan miminnya juga di Tanjung Priuk loh) yaitu Bang Amax, Acil, Apri, Pras dan Angga.

Team Pendakian Gunung Semeru
Team Pendakian Gunung Semeru

Sejatinya, setiap perjalanan akan menambah wawasan dan lingkungan sosial kamu

Sebenarnya saya mengenal mereka saat pendakian ke Gunung Cikuray. Dulu sempat lost kontek dengan mereka. Namun takdir kembali mempertemukan kita. Kala itu saya sedang berlibur ke pulau seribu dan tidak disangka bertemu dengan Diki Perdana, dia adalah temen dari bang Amax. Nah, berawal dari dia lah saya mengetahui informasi bahwa mereka ingin mendaki ke Gunung Semeru.

Dan akhirnya jiwa petualang saya terpanggil untuk melakukan pendakian Gunung Semeru. Serta tak terasa jari ini langsung menghubungi mereka via chat yang kontaknya saya dapat dari Bang Diki tadi.

Wellcome To Malang, Stasiun Malang Kota Menjadi Saksi Bisu Selanjutnya Pendakian Gunung Semeru.

Jam 07.44 WIB, stasiun Malang Kota menyambut kami dengan bahagia. Meski wajah ganteng kami sudah gak maksimal karena perjalanan yang panjang menguras tenaga dan tentunya wajah belum mandi membuat kamu semakin eksotis (haha, narsis edition).

Hari kamis, 17 agustus pukul 15:15 WIB kereta mulai meninggalkan kota jakarta dan kereta yang kami tumpangi berangkat menuju Malang. Menempuh perjalanan selama 17 jam, kami tiba di Stasiun Malang kota lama pada hari jum’at pagi pukul 07.44 WIB. Istirahat sejenak untuk kemudian dilanjutkan dengan sarapan di plataran taman stasiun malang kota lama dengan menu makanan yang bermacam macam khas jawa timur.

untuk kemudian kami menghubungi agen travel yang bermarkas di pasar tumpang sudah banyak kok para pendaki menggunakan jasa travel tersebut. Sebut saja mas pras juragan jeep dipasar tumpang. Ini nomer kontaknya mas pras jeep Bromo Tengger Semeru +62 813-3338-4868.

Stasiun Malang Menuju Pasar Tumpang (jam 09.00 – 09.25) – Menggunakan Angkot Saja Biar Seru!

Setelah sarapan dan perut kenyang, sekitar jam 09.00 WIB akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju pasar Tumpang dengan menumpang angkot yang sudah menunggu di depan Stasiun Malang. Perjalanan dari Stasiun Malang menuju Pasar Tumpang memakan waktu sekitar kurang lebih 25 menit.

Oh iya sebagai informasi bagi kamu, di Stasiun Malang dan Tamannya selalu ramai oleh pedagang dan para pendaki yang akan mendaki gunung di sekitaran malang seperti gunung Semeru, Bromo, Arjuno, Argopuro dan Welirang. Jadi biasanya bisa saja kamu ketemu sesama pendaki yang sudah kamu kenal karena para pendaki biasanya sangat ramah.

Pasar Tumpang Menuju Ranu Pani Menggunakan Kenderaan Jeep (09.25-11.00), Proses Negosiasi Kamu Akan di Uji di Sini ya!

Tak terasa, 25 menit sudah berlalu dan kami juga sudah sampai di Pasar Tumpang. Pasar Tumpang merupakan sebuah basecamp/tempat berkumpulnya dan transitnya angkot untuk menggunakan kendaraan jeep. Nah, disini kami menyewa jeepnya mas Pras, seorang rajanya jeep disini.

Jeep Semeru
Jeep Semeru

Dari Pasar Tumpang kita bisa menumpangi / menyewa mobil jeep yang sudah banyak tersedia bagi para pendaki yang ingin menuju ke kawasan Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dengan biaya 65rb per orang dengan kapasitas maksimal 12 orang, rombongan kami berangkat menuju basecamp Ranupani pukul 11.00 dengan waktu tempuh 90 menit. Melewati area perbukitan, Bromo dan beberapa Cuban/Curug (air terjun).

Selain penyewaan jeep yang sangat tersohor di sini, Pasar Tumpang juga ada pasar tradisional yang ramai di perbincangkan oleh para pendaki untuk sekedar berbelanja. Dan tak lupa kami juga melengkapi perbekalan yang masih kurang supaya pendakian lebih aman dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Basecamp Ranu Pani, Tempat Melengkapi Persyaratan dan Mendengarkan Arahan dari Para Petugas. Pahami Semua Materinya dan Lengkapi Semua Syaratnya.

Jam 11:00 siang kami sampai di basecamp Ranupani untuk kemudian melengkapi syarat registrasi sebelum memulai pendakian. Yang dimulai dari konfimasi pendaftaran online, mengisi biodata lengkap perteam, foto copy KTP, surat dokter keterangan sehat, mengisi data perlengkapan dan perbekalan.

Setelah proses registrasi selesai kami menyempatkan untuk mencari surau/musholah untuk menjalankan ibadah kita sebagai umat islam dan berdoa agar pendakian kali ini lancar beserta aman. Lalu setelah beribadah tim kami diarahkan oleh pihak ranger untuk mengikuti brefing terlebih dahulu di ruang aula yang sudah disiapkan oleh pendiri Taman Nasional.

Pukul 12:30 siang bada dzuhur kami memulai brefing. Para ranger menjelaskan tentang medan perjalanan dan bahaya apa saja jika kita melanggar peraturan tersebut. Para pendaki dihimbau untuk bermalam di ranu kumbolo karena terdapat sumber air yang sangat melimpah dan bermalam di kalimati camp terakhir di gunung semeru.

Ranupani – Watu Rejeng, Kurang Lebih 5 Km dengan Jarak Tempuh 3 Jam.

Setelah mendapat pengetahuan dan melengkapi semua syarat pendakian. Kami memulai pendakian Gunung Semeru dari 13:00 WIB di Basecamp Ranupani , perjalananan diawali dengan trek landai sedikit menanjak dengan pemandangan kawasan perladangan warga sekitar.

Memang pada saat itu sedang ada pekerjaan umum membangun sarana dan prasarana agar desa ranu pani semakin ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal yang akan mendaki gunung atau hanya sekedar berwisata saja.

Watu Rejeng
Watu Rejeng

Dalam jalur ini masih tergolong santai dan mudah. Jarak dari Ranupani ke Watu Rejeng sekitar 5 Km dengan waktu tempuh 3 jam dengan kondisi trek yang semakin tertutup rapat oleh pohon-pohon, dengan medan jalan yang hanya setapak dan menanjak.. Oh iya, disebut sebagai Watu Rejeng karena disini terdapat bebatuan berupa tebing yang sangat indah.

Watu Rejeng – Ranu Kumbolo Sekitar 5 Km Dengan Waktu Tempuh 3 Jam.

Dari Watu Rejeng perjalanan dilanjutkan sejauh 5 Km menuju Ranukumbolo dengan waktu tempuh 3 jam. Jarak dari Ranupani-Ranukumbolo sekitar 10 Km dengan waktu tempuh 6 jam. Pukul 19:00 kami tiba di Ranukumbolo dan memutuskan untuk bermalam disini dan menyiapkan makan malam untuk kita makan bersama dan menikmati suasana malam hari di ranu kumbolo.

Pagi hari pukul menunjukan pukul 05:00 pagi saya sudah terbangun dan bergegas keluar tenda untuk membuat susu jahe instan yang saya bawa dari rumah pastinya buat gak mungkin cuma satu gelas dong hehehe. Sambil menikmati kabut lembut ranu kumbolo dan dinginnya angin gunung yang tertiup dari lembah lembah gunung semeru.

Berselang waktu terus berganti seperti biasa Ranukumbolo diselimuti kabut. Tetapi, sekitar pukul 08:00-09:00 pagi kabut semakin menghilang dan kecantikan Ranukumbolo terpapar jelas dihadapan kami. Setelah cukup beristirahat dengan diisi sarapan pagi dan beberapa gelas susu jahe tentunya tidak ketinggalan untuk mengabadikan foto

Setelah makan dan berfoto ria kami bergantian untuk packing kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju ke pos tujuan kami berikutnya, yakni Kalimati sekitar pukul 10:00 pagi sebelum langkah kami dimulai untuk mendaki maka diputuskan untuk membaca doa kembali agar dari setiap perjalanan tidak ada hambatan dan kendala.

Ranu Kumbolo Dengan Legenda Tanjakan Cintanya. Kalo Gini Mah, Babang Pengen Nanjak Ke Pelaminan Saja.

Dari Ranukumbolo kita akan melewati Tanjakan Cinta, yang merupakan tanjakan legendaris bagi para pendaki yang cukup menguras tenaga. Setelah melewati Tanjakan Cinta, selanjutnya kami melewati Savana Oro-oro Ombo. Daerah ini merupakan padang rumput dengan luas kurang lebih 100 Ha berada pada sebuah lembah yang dikelilingi bukit-bukit.

Savana Oro-oro Ombo banyak ditumbuhi oleh tanaman Bunga Verbena Brasiliesis yang belakangan ini menjadi kontoversi. Bunga Instagenic cantik yang mirip dengan Bunga Lavender ini memiliki sifat hama karena karakteristik bunga ini yang menyerap banyak air dengan cepat dan dapat mengancam ekologi dari bunga-bunga di sekitarnya seperti bunga Edelweis.

Perjalanan dengan trek landai diteruskan menuju Cemoro Kandang yang sangat teduh dan ada beberapa pedagang yang menjual aneka buah buahan dan gorengan waktu tempuh Ranu kumbolo-Cemoro kandang 1,5 jam maklum kami rombongan pendaki santai yang tidak memburu waktu.

Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali menuju pos Jambangan dengan jarak 3 km jangan heran jika waktu tempuh hanya membutuhkan 30 menit karena jalan pun masih landai.

Jika cuaca sedang cerah dan tidak diselimuti kabut. Dari pos Jambangan, penampakan puncak Mahameru sudah dapat terlihat dengan jelas. Dari Jambangan selanjutnya menuju Kalimati dengan kondisi trek yang landai. Pukul 14.30 kami pun sampai di pos Kalimati.

Kalimati merupakan area terbuka/lembah yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan berada tepat di bawah puncak Mahameru. Di pos Kalimati juga terdapat banyak bunga Edelweis dan juga sumber air. Kalimati sekilas nampak seperti Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede. Kami pun memutuskan untuk kembali bermalam di Kalimati, untuk kemudian summit attack menuju Puncak Mahameru nanti malam sekitar jam 23:00.

Pukul 21:00 kami semua terbangun dari tidur untuk bersiap menyiapkan sarapan dan perbekalan seperti snack dan air minum. Berselang waktu semakin bergulir tak terasa waktu sudah menunjukan jam 23:00 setelah selesai melakukan persiapan kami brefing kembali dan berdoa untuk melanjutkan mendaki puncak para dewa.

Kalimati – Arcopodo Dengan Waktu Trekking 3 Jam, Jalur Trek Semakin Sulit! Bayangan Mantan Mah Gak Sesulit Ini Menaklukkannya.

Dari Kalimati kita menuju ke Arcopodo dengan waktu tempuh 3 jam karena trek semakin sulit dengan trek berkerikil dan berpasir Arcopodo merupakan daerah yang berada di lereng puncak Gunung Semeru dan dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Namun, disini hanya cukup untuk sedikit tenda karena hanya beberapa spot untuk mendirikan tenda sehingga lebih direkomendasikan untuk bermalam di Kalimati saja.

Arcopodo merupakan area/kawasan yang menjadi batas akhir vegetasi Gunung Semeru. Setelah itu trek didominasi oleh trek berpasir dengan kemiringan 60-70 derajat. Jarak antara arcopodo-cemoro tunggal itu 1,5 km dengan waktu tempuh 3-5 jam karena diperlukan kewaspadaan khusus dalam melewati medan.

Kalimati Gunung Semeru
Kalimati Gunung Semeru

Medan ini selain berpasir juga diapit dengan jurang blank 35 dikanan dan dikiri sisi trek. Juga banyak batu-batu yang longsor oleh angin atau pendaki lain yang ada di atas kita maka dari itu dijaga jarak antara pendaki lain yang lebih dulu treking agar tidak terkena batu krikil yang longsor dan tertiup angin.

Alhamdullah, Akhirnya Sampai Puncak Gunung Semeru. Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan!

Pukul 04:30 pagi, kami pun sampai di puncak tertinggi Gunung Semeru. Kami tiba terlalu lambat dari perkiraan, sehingga harus menikmati matahari terbit lebih dahulu saat masih dijalur pendakian menuju puncak mahameru dengan kodisi dinginnya puncak Mahameru pagi itu, sehingga membuat tubuh kami semakin terasa sakit.

Cek yuk Video perjalanan team ngayap kali ini.

Namun, dibalik itu semua kami bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan langka ini. Semua rasa lelah kami, terbayar lunas ketika kami sudah tiba di puncak Mahameru.

Sebagai Bahan Pertimbangan Buat Kamu. Berikut Ini Itinerary dari Kami Para Pendaki Ganteng 🙂

  1. Kereta Api ekonomi Matamarja St.Pasar Senen-St.Malang 109rb (harga dapat berubah) : 17 Jam
  2. Mobil angkot dari St.Malang-Bsc.Pasar Tumpang 20-30rb (tergantung jumlah orang) : 20-25 menit
  3. Jeep dari Pasar Tumpang-Bsc,Ranupani 65rb (maksimal 12 orang) : 1 jam 30 menit
  4. Tiket masuk Gunung Semeru : -Rp 17.500 (hari kerja), -Rp 22.500 (hari libur)
  5. Ranupani-Ranukumbolo (10 Km) : 5-6 jam, Dengan trek awal kawasan perladangan, kemudian mulai menanjak dengan jalan setapak tertutup oleh pohon-pohon. Akan melewati Pos 1-4, dan beberapa shelter kecil.
  6. Ranukumbolo-Cemoro Kandang : 1 jam 30 menit, Melewati Tanjakan Cinta, Savana Oro-oro Ombo.
  7. Cemoro Kandang-Jambangan : 1 jam 15 menit, Trek landai cenderung menanjak, rimbun masih ditutupi pohon.
  8. Jambangan-Kalimati : 30 menit, Trek landai, berpasir dan mulai terbuka.
  9. Kalimati-Arcopodo : 90 menit, Trek menanjak, rapat akan tanaman, berpasir dan pohon-pohon.
  10. Arcopodo-Puncak : 4 jam 30 menit, Trek berpasir dengan kemiringan 60-70 derajat disisi trek terdapat jurang blank 35.

Total waktu tempuh menuju puncak : 11 jam (Belum dihitung waktu istirahat dan bermalam)

Perlu di catat dan Kudu di Perhatikan ketika Melakukan Pendakian Gunung Semeru.

  1. Siapkan surat keterangan dokter asli dan fotokopi 3 lbr.
  2. Saat brifing sebenarnya tidak dianjurkan untuk sampai puncak, hanya sampai Kalimati saja. Namun itu semua kembali ke diri kita masing-masing. Sekiranya tidak memungkinkan untuk muncak karena cuaca atau sebagainya, sebaiknya tidak dilanjutkan. Nyatanya, tetap banyak pendaki yang melanjutkan sampai puncak termasuk saya.

64 thoughts on “Pendakian Gunung Semeru, Puncak Abadi Para Dewa di Langit Pulau Jawa

  1. ya ampunnnnnnnnn seru banget pasti itu yakinn..
    Ya Allah.. kapan yah gue bisa kaya kalian… sedangkan kondisi badan udah nggak mungkin..

    itu bagus banget peandangannya.. apalagi ranukumbolo yg terkenal banget.. gue nnton 5 cm aja terharu…
    selamat yah buat kaliann.. hheheh

    1. Iyaa terima kasih ya.
      Lo juga bisa kok asal ada keyakinan dan tekat kuat buat mendaki gunung semeru,tapi lebih baik latihan fisik dulu ke gunung gunung yang lebih pendek ketinggiannya agar bisa memahami trek gunung yang akan didaki.

  2. Lah ini kesampaian ke Malang juga …
    Keren, euy ☺

    Aku kagum sama puncak gunung Semerunya, meski disebut sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa, puncaknya ngga meruncing ya …, tapi terlihat bulat setengah lingkaran.

  3. Anjaayyy!!!….Keren banget. Apa lagi daerah kalimati punya kesan menarik buatku ditempat itu…

    Cuma sayang dulu waktu aku kesana belum pernah tuntas sampai puncak Mahameru ..Karena terkendala banyak hal waktu itu..😄😄

    Insyaallah Akhir tahun ini punya waktu untuk kesana..😄😄😄

      1. Yaa tergantung kondisi boss!! dan sahabat2 dulu, baru satu orang yang positif.. 5 lainnya masih sibuk sama pekerjaannya…😄😄

  4. Cuma sayang dulu waktu aku kesana belum pernah tuntas sampai puncak Mahameru ..Karena terkendala banyak hal waktu itu..😄😄

    Insyaallah Akhir tahun ini punya waktu untuk kesana..😄😄😄

  5. Wah, seru banget. Pemandangannya pasti keren banget. Penulisan artikelnya juga detil. Sambil membaca, bisa sambil berimajinasi kondisi pendakiannya.

  6. Wuuhhh lengkap banget Kak. Betewe nggak tau napa ngakak di bagian ini “Ranu Kumbolo Dengan Legenda Tanjakan Cintanya. Kalo Gini Mah, Babang Pengen Nanjak Ke Pelaminan Saja.”
    😂😂😂

      1. Huahaa… Ternyata kedobel ya komentarnya kirain nggak masuk, Kak. Iye bang saya doain ye.. 😅

        Wah asyik nih nulis di ngayap kayaknya. Baiklaah kak.

  7. Wuuu… Lengap banget ceritanya, Kak. Betewe ngga tau napa ngakak di bagian ini “Ranu Kumbolo Dengan Legenda Tanjakan Cintanya. Kalo Gini Mah, Babang Pengen Nanjak Ke Pelaminan Saja.” 😂😂😂

  8. Kalau baca2 cerita mendaki gini sih pengen juga. Katanya mendaki semeru itu rintangannya banyak tapi bonus puncaknya sebanding.
    Kalau ada yg ngajak dan bayarin sih aku mau aja ini 😂😂

  9. Semeru, puncaknya bikin kangen, sudah lama tak jumpa
    Pengen muncak lagi, karier sudah lama tergeletak menghiasi dinding kamar

    1. Tidak harus untuk kesemeru mas jelajahi saja gunung gunung yang mungkin lebih menantang lainnya dari pada menggantung didinding kamar saja semakin lama semakin berdebu dan dilupakan
      Segerakan melangkah kembali mas hehehehe

  10. wuih kerennya kakak satu ini, kemarin udah menang aja lomba tiket, sekarang langsung jalan2 ya ke gunung semeru.. cucok abis pokoke.. jadi pengen,, seru ya kayanya mendaki bersama teman-teman

    1. Bukan saya kak, itu teman kok yang jalan-jalan. Jadi penulis di blog ini, boleh juga kok kak klo mau berkontribusi.

      Iyaa seru bangat kak, kita juga Agustusan mau mendaki, tunggu catatatan perjalanannya yaa! 🙂

  11. Luar biasa. sungguh pengalaman yang berkesan. Dirangkum menjadi tulisan sepanjang ini, Mas. Tapi saya yakin, masih banyak lagi yang tak terungkapkan kata-kata. 😀

    Saya cuma bisa kasih ucapan selamat, kerna saya sendiri sudah lamaa ingin mendaki bersama istri. tapi masih belum kesampaian juga. 🙂

    1. Memang masih banyak mas bagian yang tidak sempat tertulis.
      Sepertinya sesekali dicoba deh mas jika ada waktu yang pas buat mendaki bareng keluarga,
      Terima kasih banyak mas 😊

  12. Ceritanya bikin iri tapi juga bikin saluuuuuut. Foto-fotonya? Duileeeeh itu foto-foto tenda bikin ngileeerrrr. Semeru, dan gunung-gunung lain di Indonesia, mungkin saya tidak akan pernah dapat mencapainya, tapi melalui tulisan kalian mengobati semua keinginan-prematur itu 😀

  13. Seru banget yah kalo naik gunung. Gw belum pernah, huhuhu. Sekarang mah udah kerja, udah susah mau naik gunung gini kalo gak cuti panjang.

  14. Harga makanan yang dijual sepanjang jalur pendakian, selisihnya lumayan banyak nggak mas, sama harga yang ada di pasaran? Terus pas nunggu konfirmasi online dari pihak pengelola, lama kah? Atau dalam itungan jam habis daftar, langsung dapet info : “oke, tanggal segini, rombongan ini bisa naik”?

  15. Semeru dan Bromo mimpi yang harus kugapai, mas terima kasih telah menghadirkan ulasan yang dilengkapi foto yang sangat menarik. Hal ini memaksa saya untuk giat menabung, penuh harap suatu saat bisa menaklukan puncak gunung Semeru. Menarik foto dan ulasanya mas. #kagum

  16. Berasa berada di negeri diatas awan ya mas.. awannya ada dibawah gitu..
    hehe…

    Kebetulan saya kurang menyenangi naik gunung, naik tangga saja sudah ngos-ngosan..hehe..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *