Wajah Baru Kota Tua Jakarta, Wisata di Pusat Ibukota yang Memanjakan Mata

Wisata Kota Tua Jakarta

45 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Kota Tua Jakarta – Jakarta sebagai ibokota negara Republik Indonesia bisa dibilang tidak mempunayi banyak tempat wisata yang bisa diandalkan. Sangat berbeda jauh dengan ibukota negara tetangga seperti Thailand, Singapura bahkan Malasyia. Ketiga kota tersebut menjadi tujuan wisata populer dunia dan bisa mendatangkan puluhan juta wisatawan.

Bila dibandingkan dengan Jakarta, mungkin sangat miris. Memang Jakarta hampir tak mempunyai destinasi yang bisa di andalkan. Hanya ada Monas, Kota Tua, Taman Mini Indonesia Indah, Ancol dan mungkin yang paling indah jatuh ke kepualuan seribu yang tak kalah keindahannya dengan pantai Bali.

Tak mau ketinggalan dengan Ibu kota negara tetangga, kini Jakarta mulai berebenah. Mulai dari berbagai taman di pojok kota yang semakin ciamik sampai dengan akses yang mudah dan aman. Nah, akhir-akhir ini, jika kamu sedang berkunjung ke Kota Tua mungkin kamu akan sangat kaget karena melihat perubahan yang sangat drastis.

Perkenalkan, Ini Dia Kota Tua Jakarta. Kini Semakin Ciamik dan Instagramble. Jadi Kapan Kamu Kesana?

Setelah dilakukan revatilasasi oleh pemerintah daerah Jakarta, kini kota tua semakin indah dan ramah untuk anak. Berbagai taman kecil disepanjang jalan kota tua membuat keindahannya meningkat drastis. Ada juga semacam hall kecil di tengah-tengah serta air nya juga sudah bersih dan tidak berbau lagi.

Meski belum rapi maksimal dan pepohonan juga masih baru di tanam. Namun keindahannya kini semakin menigkat pesat. Dulu bahkan saya paling mala untuk melihat kota tua karena selain ramai bangat hampir tidak ada yang menarik menurut saya.

Puas dengan kawasan kota tua, saatnya kamu wisata sejarah di berbagai museum yang ada. Simak yuk perjalanan ngayap.com berikut.

Mengintip Sejarah Jakarta yang Tercatat Apik di Museum Fatahillah, Mulai dari Zaman Batavia Sampai Menjadi Ibukota

Bagi kamu pecinta sejarah, khususnya bagi kamu yang ingin mengetahui seluk beluk Jakarta. Mulai dari zaman batavia sampai dengan menjadi Ibu Kota. Nah, di dalam museum Fatahillah ini sendiri terdiri dari beberapa ruangan dan setiap ruangan mempunyai nama tersendiri.

Sebut saja Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta,Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.  Dan ada juga koleksi museum sejarah Jakarta yang secara umum di klasifikasikan menjadi tiga bagian utama yaitu koleksi zaman prasejarah, koleksi zaman sejarah, dan koleksi ethnografi.

 

Selain itu museum ini juga mempunyai perpustakaan sejarah, kantuin museum dan souvenir shop. Bagi kamu memang yang hobby bangat tentang banguanan unik pada zaman peninggalan kolonia, kamu bisa mengelilingi museum ini sepuasnya.

Jangan Cuma Tahu Menghabiskan dan Mencari Uang Saja. Yuk, Mengulik Sejarah Uang di Museum Bank Indonesia Biar Semakin Cinta Rupiah.

Jika selama ini kamu hanya bisa mencari uang dan menggunakannya saja, mungkin kamu kurang begitu menghargai uang. Mulai dari melipat uang, menstrepless uang bahkan menulis uang dengan kata-kata, sebenarnya sama saja kamu tidak menghargai uang tersebut. Makanya nilai mata uang kita selalu rendah dibandingkan dengan mata uang asing? Hubungannya apa coba?

Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia

Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan tekhnologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indoneisa.

Masih di Kawasan Kota Tua Jakarta! Ada Museum Wayang yang Siap Menambah Wawasan Kamu Tentang Perwayangan di Indonesia. Jangan Tahunya Cuma K-POP dan Drakor doang!

Sekarang siapa yang tidak tahu dengan K-Pop dan drama korea. Saya sendiri sudah menonton drama korea sejak tahun 2012 (hahaha) tapi sekarang saya lebih suka drama Thailand dan Vietnam karena memang suka dengan pemandangan alamnya dan budaya meraka yang unik.

Nah, berbicara tentang perwayangan mungkin sangat banyak generasi millenia yang belum mengetahuinya. Sebagai informasi bagi kamu biar gak blank sama sekali tentang dunia perwayangan, gak ada salahnya kamu langsung menjajaki sejarahnya di Museum Wayang.

Museum Wayang
Museum Wayang

Wayang sebenarnya merupakan salah satu identitas Indonesia yang terkenal di mata dunia selain Bali dan Batik. Nah, di Museum wayang ini sangat banyak sekali jenis wayang dan boneka yang ada di dua lantai. Berbagai jenis wayang dapat kamu lihat disini, mulai dari wayang kulit, golek, wayang rumput, wayang beber dan wayang janur.

Tapi jangan khawatir, bayangan mantan gak ada kok disini. Selain itu ada juga berbagai jenis boneka mulai dari boneka dari berbagai negara sampai dengan boneka khas indonesia sendiri. Tapi jangan harap ada boneka pemberian mantan disini, karena sudah pasti di bakar dengan balutan api asmara yang memababi buta.

Pecinta Barang Antik dan Keramik, Gak Lengkap Rasanya Jika Tak Berkunjung Ke Museum Seni Rupa dan Keramik.

Masih di kawasan Kota Tua Jakarta, masih ada salah satu museum yang harus bangat kamu jelajahi. Khususnya bagi kamu yang suka barang antik berupa keramik, gerabah atau pun sejenisnya. Nah, disini juga kamu bisa belajar langsung membuat gerabah ya. Aduh, nambah ilmu bangat memang jika bermain di museum.

Salah satu koleksi di Museum Seni Rupa dan Keramik
Salah satu koleksi di Museum Seni Rupa dan Keramik

Selain keramik, ada juga berbagai jenis koleksi lukisan disini sejak 1980 sampai dengan sekarang.

  1. Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880 – 1890)
  2. Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
  3. Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)
  4. Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942 – 1945)
  5. Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945 – 1950)
  6. Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
  7. Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya periode 1960 – sekarang)

Nah, Jelajah Wisata Kota Tua Jakarta, Kali Ini Ngayap.com Bersama Gadis Cantik Asal Bekasi yang Sudah Lama Tak Bersua.

Awalnya memang saya dan vera janjian untuk mengunjungi museum Macan yang sedang hits di Jakarta di minggu ke 3 bulan Juli tapi karena teman admin dari Surabaya gak jelas datang atau gak, akhirnya jadwal di atur ulang lagi dan jadilah minggu ini kami eksplore Kota Tua Jakarta dan Museum Macan.

Kenalan dulu yuk sama teman ngayap.com ini. Doi namanya Vera Adis S, saya mengenalnya karena lokasi pekerjaan yang sama dan ruangan yang sama meski tidak satu perusahaan. Kami sama-sama bekerja di salah satu anak perusahaan pelayaran (shipping company)  terkemuka di Indonesia yang kapalnya pernah di bajak Somalia (Haha).

Travel Mate Ngayap.com
Travel Mate Ngayap.com

Sejak saya di mutasi dan promosi di Anak Perusahaan yang bergerak di Bongkar Muat Pelabuhan (stevedoring Company) kami hampir pernah gak bertemu. Sebenarnya saya pernah bertemu juga sama dia di salah satu mall di Jakarta Selatan kala itu karena memang janjian juga.

Oh iya, saat ini doi juga sedang jomblo loh. Bukan maksud hati untuk promosi karena memang mimin juga jomblo. Jadi sesama teman dan jomblo, gak ada salahnya kan untuk dikenalin ke teman yang lainnya mana tahu cocok, Hahaha. Bagi kamu yang ingin traveling dengan ngayap.com jangan sungkan-sungkan untuk mengajak admin ya.

Catat! Ini Biaya Traveling di Kota Tua Jakarta, Murahnya Pake Bangat!

  1. Parkir Motor Rp. 7.000,-
  2. Tiket Masuk Museum Keramik Rp. 5.000,- Per Orang
  3. Tiket Masuk Museum Wayang Rp. 5.000,- Per Orang
  4. Tiket Masuk Museum Fatahillah Rp. 5.000,- Per Orang
  5. Tiket Masuk Museum Bank Indonesai Rp. 5.000,-  Per Orang
  6. Jajanan dan Minuman Rp. 50.000,- Per 2 Orang

58 thoughts on “Wajah Baru Kota Tua Jakarta, Wisata di Pusat Ibukota yang Memanjakan Mata

  1. Ternyata wajah kota tua tidak semua tua yang dibayangkan oleh saya, penampilannya kini lebih menawan hati para muda-mudi. Terimakasih.

  2. wuih ternyata ada wisata kota tua ya di jakarta.. aku kira jakarta gada yang beginian. Pengen ke museum keramik, kayanya bagus2 yaaaa design dan motifnya.. lumayan murah juga ya wisata kesini,, ga ngabisin duit apalagi kalau akhir bulan ckckkc

  3. Betul banget mas!! Tempat aku nongkrong dulu era tahun 90,an …Kalau tidak monas yaa!! Kota tua..😂😂

    Meski lebih indah sekarang ketimbang dulu yang terkesan kumuh….Namun dulu setahu saya parkir tidak dipatok seperti harga sekarang…

    Jadi pas punya dana minim mau berwisata yaa!! Kota tua targetnya atau taman mini…😂😂😂

  4. Jakarta bukannya nggak punya destinasi menarik sih. Cuma nggak dikelola dan nggak dipromosiin aja. Glodok misalnya, alias Chinatown-nya Jakarta.

    1. Glodok kurang menarik juga, hehe.. tapi klo di kelola dengan baik pasti juga bagus.

      Jakarta emnk lebih menonjolkan wisata belanja dengan segudang mall nya 😂😁

  5. wih tempat favorit prankster jakarta,bener banget bang kota tua dimlaaysia ama thailand populer banget kenapakota tua indonesia nggak bisa ya

  6. Mungkin kota tua bebenah buat menyambut asian games mas Idris. jadi biar engak malu-maluin kalau para atlit pada main ke sana. 🙂

    ngayap bareng yuk…

  7. Wah saya juga baru dari sini kemaren. Mengurus paspos di Imigrasi Jakbar , sekalian bonusnya jalan-jalan. Kawasan Kalibesar sih yang beneran surprise ! bagus banget, sekilas berasa ada di Amsterdaam hahahaha

  8. ak, belum pernah ke kota tua jakarta.
    sudah di pugar iya sekarang makin tambah keren dan di sana banyak museum juga iya.
    jadi pengen lihat. mudahan aja ak bisa kesana, hehe

  9. Aku belum pernah ke kota tua. Makin cakep dan instagrammable. Kalau ke Jakarta, cuma bentar sih. Nggak bebas buat traveling.

  10. wahh revitalisasi sungai di kota tua udah kelar??
    jadi cantik ya. itu yang kemaren saya tunggu2 tuhh..
    penasaran seperti apa hasilnya.
    ternyata bagus banget yaa

  11. baguslah kalau ada pembenahan untuk tempat wisata di ibukota ya mas

    karena dapat berimbas pada pandangan internasional ke Indonesia

  12. wah-wah keberu ditulis mas Idris de hehehe, sering melewati tempat ini. Ingin menulis juga tentang metamorfosa yang ada, namun kini niat itu diurang saja, biar kunikmati ulasan ini saja, salam hangat selalu.

    Menantikan jepretan kamera dan ulasan berikutnya.

    1. Hahahaha,, di ulas lagi saja mas, kan bisa beda sudut pandang. Apalgi sampe membahas metamorfosa begitu pasti apik juga. Klo kita mah bahasnya dari kaum millneia saja.

  13. Langsung browsing tentang revitalisasi Kota Tua.

    Ternyata dahulu Kota Tua memiliki 3 fungsi ya, sebagai pusat pemerintahan, perdagangan serta pelabuhan internasional.

    Namun di zaman millenial ini sulit untuk menghidupkan fungsi itu kembali.
    Makanya direvitalisasi dengan berkonsentrasi memaksimalkan lingkungan luar.

    Harus ke sini dan menuangkannya ke dalam blog nanti.

  14. Saya ke sana sudah lamaaaaa sekali, dan cuma ngider di sekitar-sekitar nggak sampai masuk, hahaha. Foto lagi duduk di atas meriam gede, ah … rugi yak 😀 Dari situ kita naik ojek sepeda ke Pelabuhan Sunda Kelapa, ke China Town kalau nggak salah namanya, dan pulang :p

    1. Wah,, iya sayang bangat kak klo gak masuk museum. Selain tiketnya murah, bisa menambah wawasan meski hanya betah 15 menit doang per museum. haha

  15. udah tertata rapih ya sekarang dan yang penting sekarang udah bersih
    fasilitasnya juga keren keren
    mantap jadi pengen kesini lagi nih

  16. Udah lama banget gak ke Kota Tua, eh baca tulisan ini jadi kangen maen ke Kota Tua apalagi jajan kerak telor nya hahaha. Sekarang tambah bagus ya Mas ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *