Menelisik Curug Cibeureum, Air Terjun Cantik di Lereng Gunung Pangrango

Air Terjun Curug Cibeureum

1,253 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Curug Cibeureum merupakan salah satu wisata alam yang terletak di bawah kaki Gunung Gede Pangrongo sehingga masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jadi jika kamu yang hendak mendaki Gede Pangrango melalui jalur Cibodas pasti melalui jalur menuju Curug Cibeureum ini.

Curug Cibeureum ini adalah salah satu objek wisata alam favorit pengunjung wisata cibodas. Nah, kali ini saya dan bro Rahman menelusuri curug cantik yang ciamik ini untuk membahas pendakian ke Gunung Lawu Agustus nanti bersama Sukma dan Nurul dari Kalimantan.

Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui keindahan curug ini, simak yuk ulasan dan catatan perjalanan dari ngayap.com berikut. Siapa tahu kamu tertarik untuk mengunjungi juga kan!

Seperti Biasa, Priuk Manggarai Menjadi Langganan Saya Kemudian di Lanjutkan KRL Menuju Universitas Indonesia.

Seperti biasanya, kosan saya di priuk selalu menjadi awal perjalanan saya. Kemudian langsung ke garasi kosan dan langsung tancap gas ke stasiun Manggarai dan kemudian di lanjutkan perjalanan ke Universitas Indonesia karena memang saya sudah janjian sama Bro Rahman di UI.

Nah, di Universitas Indonesia tak sengaja saya melihat Manager saya yang sedang asyk jogging dengan bahagia. Bos saya sebenarnya seorang pendaki ulung dan biker sejati. Lanjut saja pak joggingnya, jangan lupa menaikkan gaji saya yaa. Hahahaha. (abaikan saja curhatan abusrd ini ).

Start Universitas Indonesia Menjadi Bukti Sah, Perjalananan Menuju Curug Cibeureum Mulai Dengan Obrolan Santai.

Setelah sampai Universitas Indonesia, dua menit kemudian Bro Rahman sudah datang dan kita langsung menuju melakukan perjalanan dengan bahagia. Jalanan yang masih lengang juga sangat membantu untuk menghindari yang namanya kejamnya ke macetan di Jabodetabek yang konon lebih kejam dari Ibu Tiri keculai Ibi Tirinya Cut Tari (baik kok).

Perjalananan Menuju Curug Cibeureum
Bogor – Perjalananan Menuju Cianjur

Selama perjalanan kami hanya mengobrol santai membahas tentang perjalanan ke Gunung Lawu sampai dengan membahas hal-hal yang absurd dan gak jelas. Tak terasa, motor terus melaju dengan kencang, jalanan yang kecil dan berbelok-belok menjadi teman perjalanan karena memang kita melewati jalan alternatif.

Hingg akhirnya, kami memasuki kembali jalanan utama untuk menuju puncak. Seperti biasa jalanan menuju selalu ramai karena memang selalu menjadi primado bagi warga Jabodetabek. Tenang saja, sepanjang perjalanan juga kamu akan disuguhkan dengan view gunung Pangrango dan Salak yang menjulang tinggi. Jadi perjalanan semakin tak membosankan.

Sebelum Sampai Ke Puncak Pass, Sebenarnya Kami Sarapan Dulu Sambil Menikmati Pemandangan Bukit Geulis yang Bikin Adem. Sakitnya Karena Patah Hati Mah Lewat!

Patah hati itu semacam penyakit yang tak ada obatnya kecuali kamu sendiri yang bisa mengobatinya. Percaya gak jika traveling merupakan salah satu obat Mujarab untuk mengobati patah hati yang mendalam. Itu sech versi saya ya, karena dulu ketika memutuskan untuk menjadi jomblo sampai halal dan memutuskan hubungan yang sudah terjalin 4 tahun, saya lebih banyak menghabiskan waktu traveling.

Puncak Geulies
Puncak Geulies

Nah, Bagi kamu yang suka pemandangan yang menawan sambil makan semangkok indomie yang ditemani secangkir kopi hangat atau teh manis. Berkunjunglah ke Bukit Geulis, sambil mengobrol sama teman berbagi pengetahuan yang penting sampai gak penting menjadi keseruan tersendiri.

Matahari Semakin Terik, Kawasan Kabupaten Cianjur Pun Datanng Dengan Bukti Pemandangan Gunung Pangrango Menjulang Tinggi. Aduh, Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan!

Tak terasa, sang mentari semakin semangat memancarkan cahaya keceriaan ke muka bumi ini. Begitu juga di bumi Cianjur yang terkenal dengan hawa dinginnya. Perpaduan sinar matahari yang cerah, aspal yang licin serta Gunung Pangrango yang menjulang tinggi menjadikan perjalanan semakin seru.

Perjalanan Cianjur
Perjalanan Cianjur

Jalanan Cianjur yang tidak begitu macet membuat kami semakin semangat untuk segera menuju Curug Cibereum. Dan tak terasa, kawasan Cibodas sudah di depan mata hingga akhirnya berujung ke parkiran dan langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke pintu masuk pendakian.

Tracking Santai, Sedang Sampai Dengan Memberikan Semangat Ke Pendaki Lain Sudah Hal yang Lumrah Ketika Tracking.

Dari parkiran, kami melajutikan perjalan dengan jalan kaki menuju pintu masuk wisata Cibodas. Perjalanan diperkirakan kurang lebih 10 menit dengan jalanan mendatar, kemudian dilanjtkan jalanan menanjak sedikit perlahan-lahan. Hingga akhirnya pintu masuk menyambut setiap pengunjung yang datang. Tara,, jangan lupa beli tiket biar bisa masuk!

Dari pintu masuk sampai dengan Curug Cibereum menghabiskan waktu 90 menit dengan berjalan dengan kecepatan sedang. Tenang saja selama perjalanan kamu akan disuguhkan hutan yang lebat sehingga tidak merasa kepanasan. Selain itu, para pendaki yang lalu lalang juga menambah semangat langkah kaki dan sesekali melihat wisawatan yang sedang kelelahan juga menjadi bahan yang pas buat memberikan semangat.

Semangat kaka! Air terjun dua menit lagi sampai setelah tracking 88 menit ya kak! Paling suka ngisengin orang yang lagi kecapean dan kadang saya juga suka memberikan minuman dan doa bagi mereka.

Oh iya, selama tracking juga kamu jangan lupa menikmati destinasi dan mengabadikan momen kamu ya. Biar semua terukir abadi di kenangan dan tentunya lensa kamera atau handphone kamu.

Talaga Biru, Talaga Cantik di Naungi Pepohonan Nan Rindang Membuatnya Adem di Pandang dan Mempesona.

Kurang lebih 15 menit dari pintu masuk, ada Talag Biru yang siap kamu sambangi sambil istirahat sejenak untuk mengatur pernafasan yang mulai ngos-ngosan. Tapi karena masih musim kemarau, sehingga talaga biru kelihatannya kecil dan berwarna hijau bukan biru.

Danau Biru
Danau Biru

Telaga Biru memiliki luas sekitar lima hektare dan terletak pada ketinggian sekitar 1.575 mdpl. Dari pintu masuk jalur Cibodas kira-kira jaraknya 1,5 km. Suasana di sekitar telaga ini tentu saja sangat sejuk dan segar karna berada di tengah hutan. Air di telaga ini berwarna kebiruan karna banyak terdapat ganggang biru di perarian telaga. Ikan-ikan yang sedang berenang sesekali tampak begitu jelas karna airnya yang jernih.

Ada Juga Jembatan Sepanjang Perjalanan Dengan View Gunung Pangrango yang Membuat Perjalanan Semakin Ciamik.

Puas dengan Talaga Biru, perjalanan dilanjutkan secara perlahan tapi pasti. Langkah kaki semakin cepat dan melewati berbagai jenis pengunjung. Mulai dari pendaki, pengunjung yang sangat modis yang mirip sama unni dan oppa korea sampai dengan yang bergaya ala traveler.

Jemabatan
Jemabatan

Sepanjang perjalanan juga ada jembatan semen yang sudah apik yang akan menemani perjalanan kamu tracking untuk menuju Curug Cibeureum. Jembatan yang panjangnya kebangat dan berbelok-belok sama persis kaya kisah cinta yang belum sempurna sampai sekarang.

Bukan Cuma Satu, Ada Tiga Curug Cibeureum yang Siap Kamu Sapa Dengan Gembira. Puas Kan Sobat!

Debit air yang mengalir deras dari ketinggian kurang lebih 50-an meter berjatuhan menerapa bebatuan yang membentuk kolam alami yang indah. Kemudian air mengalir dengan senyuman manis di sela-sela bebartuan yang berantakan menjadi pemandangan epik yang tak kalah indah.
 Air Terjun Curug Cibeureum

Air Terjun Curug Cibeureum
Dan jangan lupa untuk mandi disini, air yang dingin langsung mengalir segar di tubuh dan membuat tubuh langsung menggigil. Tapi sensasinya memang tiada duanya. Seumur hidup saya, ini lah air terjun yang paling dingin yang saya kunjungi, gak kalah sama dengan dinginnya air di dieng.
Oh iya, disini juga ada yang sedang pelatihan dari salah satu kegiatan mahasiswa. Kalo gak salah mahasiwa BMKG

Ada Juga Curug Cidendeng yang Langsing, Tapi Dinginnya Lebih Parah dari Ice Challagenses

Setelah puas berendam di Curug Cibeureum, berjalan ke kanan kurang lebih 10 meter ada Curug Cidendeng yang siap kamu sapa dengan ketinggian yang tak kalah dari curug sebelumnya. Hembusan angin juga mampu membuat aliran curug ini bertiup benang-benang sedikit ke pinggiran yang dinginnya membuat menggigil juga.

Curug Cidendeng
Curug Cidendeng

Terakhir, Ada Curug Cikundul yang Dinginnya Kebangatan. Kedinginannya Gak Bakalan Tertandingi Dengan Sikap Ku Kepdamu.

Entah sudah berapa kali diri ini mendapat julukan cowok cuek, dingin dan acuh tak acuh. Percayalah ladies, bukan maksud hati tak ramah, hanya saja memang lagi belajar untuk tidak memberikan harapan atau memberikan perhatian yang tak seharusnya diberikan.

Ada saatnya diri ini akan ramah dan peduli, jika itu memang sudah terikat dengan kata sah dan disaksikan oleh kedua penghulu. Percayalah, sikapku gak sebanding dinginnya dengan curug Cikundul. Saya yakin kamu gak bakalan mampu menahan dingin airnya selama lebih 7 menit. Satu menit saja sudah langsung mencari batu supaya tidak kena dinginnya air.

Tak Terasa, Jam Menunjukan Pukul 2.30 Lebih. Saatnya Pulang Menuju Pos Awal Dan Dilanjutkan Perjalanan Menuju Bogor, Depok dan Jakarta.

Tak terasa, hari semakin sore yang menandakan perjalanan traveling ini harus berakhir dengan bahagia. Macetnya perjalanan pulang membuat kami kemalaman di jalan. Macetnya sungguh parah, untung teman ngetrip kali ini sudah terbiasa dengan jalanan yang macet seperti itu. Gak seperti saya yang biasanya jarang kena macet.

Macet Parah
Macet Parah

Dan akhirnya, kami sampai depok jam 10 lebih dan berpisah. Dan saya kemudian melanjutkan perjalanan ke Manggarai dan langsung menuju parkiran untuk pulang lagi ke kosan. Tara, akhirnya kasur di kosan sudah menyambut tuannya yang hobby kelayapan jam 23.10 malam. Kemudian mandi, shalat dan mimpi indah.

Kenalan Yuk Bareng Bro Rahman, Travel Mate Ngayap.com Kali Ini.

Sebenarnya saya kenal dengan dia ketika mengikuti open trip ke Baduy yang dikenalin sama adminnya kemana-lagi.com. Berawal dari sana dia mulai ngajakin saya ngetrip ke Gunung Lawu Agustus nanti dan akhirnya berujung nanti. Orangnya asyik di ajak ngobrol dan sangat pengalaman untuk traveling.

Travel Mate
Travel Mate ngayap.com – Rahman

Bahkan ketika saya, Sukma dan Nurul (cewek makasar cantik oye) yang akan ngtrip bareng ke Gunung Lawu dengan niat ingin menyewa porter atau apapun itu yang penting tidak merepotkan diri sendiri. Justru dia meyakinkan kita semua untuk backpaker saja, dan bahkan dia lasngung menelpon Sukma dan Nurul yang notabennya adalah teman saya.

Dan untuk urusan akomodasi kita serahkan ke dia, dan untuk urusan penjemputan Nurul dan Sukma di Jogja insyaallah saya yang ngurus supaya di urusin teman di Jogja hingga selamat ke Solo karena kita meet up nya di Solo.

Catat! Biaya Traveling ke Curug Cibeureum Tak Menguras Kantong.

  1. Bensin Rp. 40.000,-
  2. Sarapan Pagi dan Jajajanan Rp. 40.000 Per 2 orang
  3. Tiket Masuk Curug Cibeureum Rp. 18.000 Per Orang
  4. Makan Malam Rp. 45.000 Per 2 orang.
  5. Jajanan dan minuman Rp. 70.000 Per 2 orang

54 thoughts on “Menelisik Curug Cibeureum, Air Terjun Cantik di Lereng Gunung Pangrango

  1. Tuh jembatan semen dikenal dengan “Jembatan Cinta”.
    Nanggung.. coba mendaki sampe puncak, nyampe ke alun-alun Suryakancana. Wkwkwk

  2. Suasana pegunungan emang adem banget. Tapi, curugnya kok sepi ya? apa memang belum terkenal, jadi belum banyak yang tahu.

    1. Rame bangat kak, lebih dari 300 pengunjung setiap weekend, tinggal cara kita ngambil angel fhotonya saja kak,, sama harus rela nunggu orang pergi dari spot fhoto juga

    1. Iyaa nih,, si Rahman saja yang ngurus. Salah sendiri dia ngajak kita,hahaha..

      Kita ber 3 kalo ke Gunung gunakan paket mewah bro, gpp bayar mahal yang penting keselamatan terjaga dan nyaman.

  3. Jadi, ke 3 lokasi air terjun cantik dan 1 danau biru ini adanya didalam area Cibodas, ya ?.

    Kalo Cibodas aku pernah kesana.
    Bermain-main ditamannya yang luas dan menjajal bermain air di curug kecil yang lokasinya berada di rute area taman Cibodas.

    Di lokasi Cibodas inilah hidungku nyaris patah karena aku terjatuh terpeleset di kamar mandi dan hidungku menghantam dudukan toilet.
    Kejadian itu saat aku bermalam di salah satu villa disana untuk keperluan pekerjaan.

  4. Dulu paling sering ke air terjun cikandul….menurutku air terjun sangat berbeda dengan yang lain…

    Entah sekarang…?? apakah masih seperti dulu…Saya rasa banyak yang berubah…melihat dari gambar diatas…banyak pohon yang dulunya rimbun kini mulai berkurang …😰😰😳😳

  5. Menurut saya nih ya yang jarang ke tempat wisata. Air terjun yang paling cantik dan indah adalah air terjun Mata Buntu di Wasuponda Soroako.

    Maaf komen saya tidak nyambung. Habis bingung mau komen apa, heheheh.

      1. Di Wasuponda, Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

        Hahahah….
        Bahagia itu sederhana, Adikku.
        Semua tergantung diri sendiri.
        Kalau saya buka blog dan ada komentar, saya merasa bahagia. Karena itu artinya blog saya ada pengunjungnya walaupun tidak seberapa.

  6. Alhamdulillah dapat panorama cantik lag idari bang idris semoga bisa mengunjungi tempat ini juga suatu hari nanti

  7. Hoo.. Jadi ini tah Curug Cibeureum itu..
    Sering lihat plangnya dulu pas ndaki Gede, sama lewat persimpangannya juga.. Tapi pas itu terus lanjut ke Puncak Gede..

    Keren juga ternyata.. hehe

        1. Lagi mau direncanakan mas, karena emank saya jarang naik gunung. Jadi harus bareng teman yang sudah tahu sifatnya bangat atau ikut open trip biasanya klo ke gunung

  8. Puncak Geulies, pemandangannya sungguh indah sekali. Jadi lupa sama sang mantan nih hehehe
    Kemarin saya ke Depok dan muter-muter ke UI, aduh macetnya. Kapok main deh.

  9. Air terjunnya bagus banget.. jangan2 besok 2 minggu lagi gue bakal diajak ke tempat ini lagi.. Soalnya temen kuliah ngajakin meetup dan konvoy ke curug daerah cianjur… heheh siapa tau yang dikunjungin ini curug.

  10. Bicara Cianjur, angan saya kembali ke masa lalu, ada banyak kenangan indah disana, walau tak pernah singgah dan hanya melewatinya saat menuju Bandung.

    Cianjur kota yang sejuk seperti halnya tanah kelahiran saya Bogor, semoga senantiasa menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

  11. Setiap kali mendaki ke Gede-Pangrango selalu menyempatkan main dan bahkan beberapa kali mandi di curug ini. Duingin banget sih emang. Tapi jadi seger banget setelah mandi dan main air. Pegel-pegel lumayan ilang dikit. Soalnya udah mandi di air panas juga di atas hehehe 🙂

  12. Itu lokasi dari tiga curug deket-deket apa jauh mas? Lumayan banget, sekali jalan bisa dapet view 3 curug sekaligus. Sayang, pas pulang kena macet parah. Kalau saya ikutan di rombongan itu, kayaknya bakal ‘misuh-misuh’ sepanjang perjalanan pulang xD

    Widih, ke Lawu…semoga selamat sampai puncak \m/

  13. Saya suka melihat curug (air terjun). Kalau curugnya kecil berani mendekat, tapi kalau besar lebih suka dari jauh saja. Karena suara air yang sangat bergemuruh justru membuat saya takut, hehe..

    Dan saya selalu berimajinasi, jika dibalik air terjun itu pasti ada gua yang jika kita masuk maka akan menemukan sebuah tempat yang luar biasa, misalnya ke suatu tempat di masa lalu atau berada disebuah kerajaan, heheh maaf malah ngelantur.. :).

  14. UNTUK SMENTtara menikmati keindahannya dulu melalui blog hebat ini Insya Allah suatu saat mengunjunginya langsung

  15. Wah keren! Jadi semangat mengatur jadwal ke Cibodas. Tapi macetnya itu, nggak kuat. Padahal, begitu sampai Cibodas, pasti nggak pengin pulang lagi.

  16. Perjalannya ajip, dapet pula pemandangan gunungnya, keren. Udah gitu sampe tujuan bisa basah-basahan. Curug memang salah satu tempat wisata yang menyenangkan, bisa tenang kalau aku kesana, meskipun gak mainan air, cukup duduk di dekat curugnya.

    Asik juga tuh ngaso di taga biru, kok aku ngebayangin kalau sepedahan di jembatan itu gimana ya, asik sepertinya..he

  17. wah mantap bener, perjalanan yang melelahkan sepertinya namun pas lihat air terjunnya pasti ilang rasa capeknya, keren air terjunnya

  18. waaa seger
    gn pangrango emang banyak tempat asyik
    apalagi gak jauh dari ibukota
    cocok untuk melepas penatnya jakarta dan sekitarnya

  19. Bukit Geulis secantik namanya ya?

    Main ke curug pastinya asyik deh, viewnya bgs, sejuk dan air curugnya pasti dingin dan segar.

  20. Wow, mengunjugi beberapa curug dalam waktu yang sama.. how was it feels, pasti seru banget yaak hehe.. Pemandangannya ijo-ijo pula keliatan asri banget, hmmm udaranya pasti sejuk juga tuh..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *