Asyik Bangat! Destinasi Saat Menjelajahi Medan Dalam 18 Jam

Menjelajahi Medan

887 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Setelah selasai solo backpaker di Danau Toba, saya melanjutkan perjalanan ke medan untuk Menjelajahi Medan. Saya berangkat dari Parapat menuju Siantar kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Medan. Dan pada akhirnya saya sampai di Medan jam 2 Pagi.

Sebenarnya ini kedua kali saya ke Medan. Dan saya minta di turunkan di Masjid Raya Medan, suasana lengang di pagi hari membuat diri ini merasa was-was. Apalagi informasi dari Supir jika jam segitu bisa jadi masih banyak kejahatan terjadi. Dan langsung saya saja mencari tukang becak untuk diantarkan mencari penginapan.

Dari hotel satu ke yang lainnya semuanya penuh, maklum saja masih dalam suasana liburan. Sehingga memang hampir semua penginapan dan hotel full booking, hingga akhirnya rasa lelah berujung di kasur juga setelah menemukan penginapan.

1.Β Menjelajahi Medan Tak Lengkap Rasanya Tanpa Menikmati Kemegahan dan Keindahan Masjid Raya Al Mashun.

Masjid Raya Al Mashun merupakan salah satu bangunan ikonik di kota Medan. Bangunan dengan arsitektur gaya Timur Tengah, India dan Spanyol yang menjadikan masjid ini tersohor hingga ke seluruh Indonesia. Usia masjid yang lebih dari satu abad juga menjadi keunikan tersendiri.

Masjid Raya Medan
Menjelajahi Medan – Masjid Raya Medan

Kamu juga harus melihat interior masjid dan dekorasinya, yang pastinya akan membuat kamu terkesima dan mengeluarkan kamera untuk mengabadikannya. Ini adalah salah satu spot wisata di Medan yang harus kamu kunjungi. Masjid Raya Medan ini juga sangat istimewa karena bentuknya yang segi delapan, memiliki saya di bagian belakang selatan timur, barat, utara dan barat.

Dan bagi kamu yang beragama muslim, tak lengkap rasanya jika kamu tak melakukan sholat di Masjid ini. Karena saya berada sebelum waktu dzuhur tiba dan masih ada waktu sholat dhuha. Cobalah berdoa khusyuk di waktu dhuha mu, mana tahu keinginan kamu segera terkabul.

2. Berjalan Kaki Kurang Lebih 7 Menit, Ada Istana Maiumun Sebagai Bukti Peninggalan Kesultanan Deli.

Tak jauh dari masjid raya medan, cobalah berjalan kaki kurang lebih lima menit karena kamu akan disuguhkan dengan pemandangan istana Maimun sebagai bukti peninggalan kesultanan deli di Medan. Kamu akan disguhkan denganΒ  kemegahan istana Kesultanan Deli dengan arsitektur bergaya Melayu, Timur tengah, Spanyol, India dan Italia.

Istana Maimun
Menjelajahi Medan – Istana Maimun

Bukan hanya itu saja, kamu juga bisa mendapat informasi mengenai perjalanan sejarah Kesultanan Deli dalam menyebarkan nilai-nilai Islam dan memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Banyaknya spot yang asyik juga membuat Istana Maimun begitu Instagenik.

Tapi, dengan warna kuning yang dominan menutup istana, perlu teknik khusus untuk mendapatkan hasil foto yang apik untuk disematkan di akun Instagram kamu, lho! Siap mengambil tantangan ini?

3. Graha Maria Annai Velangkanni, Gambaran Nyata Akulturasi Budaya Indonesia dan Mogul.

Ingin menyaksikan langsung bentuk nyata dari toleransi dan akulturasi budaya di kota Medan, silahkan kunjungi gereja Graha Maria Annai Velangkanni. Kamu akan melihat bangunan dengan sentuhan Hindu yang digunakan beribadah oleh umat Katholik. Nuansanya, adem banget!

Graha Maria Annai Velangkanni
Menjelajahi Medan – Graha Maria Annai Velangkanni

Meski menjadi tempat ibadah, gereja ini terbuka untuk siapa pun. Bahkan, karena keunikan bentuk arsitektural dan nilai budaya yang diusung, pihak pengelola tidak berkeberatan menyebut gereja ini sebagai salah satu tujuan wisata di Medan. Tapi ingat, berwisata di sini, tetap saling menghormati dan menjaga toleransi, ya!

Gereja ini juga sering di kunjungi oleh orang india yang tinggal di Medan. Jadi jangan heran, jika kamu melihat banyak orang india disana ya!.

4. Ada Juga Tjong A Fie Mansion, Tempat Menikmati Budaya Tionghoa Dengan Bangunan Seribu Pintunya.

Tjong A Fie Mansion menjadi destinasi wisata wajib bagi kamu pecinta budaya tiogkok. Tempat wisata di Medan ini merupakan sebuah museum yang dulunya adalah bangunan rumah milik saudagar Tionghoa terkemuka bernama Tjong A Fie. Pada tahun 2009, rumah ini secara resmi dijadikan sebagai museum dan pengelolaannya dilakukan oleh keturunan Tjong A Fie.

Museum A Fie
Menjelajahi Medan – Museum A Djong Fie Mension

Tercatat, rumah ini mulai dibangun pada tahun 1895 dan selesai pada tahun 1900 dengan ukuran mencapai 8.000 meter persegi. Di dalamnya terdapat total sebanyak 35 ruangan. Rumah ini hadir dengan menggunakan kombinasi antara unsur art deco, Tiongkok, serta Melayu. Konon, pembangunan rumah ini dilakukan dengan berdasarkan pada desain Cheong Fatt Tze Mansion yang ada di Penang, Malaysia.

5. Di Siang Hari, Saatnya Mengisi Perut yang Keroncongan di Medan Merdeka Walk. Pusat Kuliner Anak Medan Kawan!

Awalnya saya mau kulineran ke Soto Kasawan, soto yang paling terkenal di Medan. Dan kebetulan tak jauh dari Tjong A Fie dan bias berjalan kaki kurang lebih 5 menit. Tapi sayangnya pas saya datang, sotonya sudah habis, dan parahnya pemiliknya itu memberi tahunya dengan cara yang kurang sopan.

Merdeka Walk Medan
Merdeka Walk Medan

Mungkin saya hanya kaget saja, sepengetahuan saya di Jakarta juga jika yang ingin kita beli tidak ada atau sudah habis. Biasanya penjual akan mengatakan, “Maaf, semunya sudah habis cobalah datang lain kali” tapi di Soto Kasawan jangan harap kamu akan mendapatkan kata-kata itu.

Dan akhirnya, saya berjalan kurang lebih 15 menit menuju Medan Merdeka Walk. Nah, lokasi ini paling pas untuk menikmati kuliner di Medan. Berbagai jenis kafe dan resto ada disini, mulai dari makananan tradisional sampai dengan western, semuanya ada kok.

6. Sambil Menunggu Jadwal Pemberangkatan Kereta Bandara dan Jadwal Penerbangan ke Jakarta Lagi, Cobain Lah ke Point Center Mall

Jauh-jauh ke Medan kok ujung-ujungnya mall juga ya. Sebenarnya ini gak masuk list selama mengunjungi medan. Tapi berhubung, tiket saya di malam hari dan jika mengunjungi destinasi lainnya saya takut ketinggalan pesawat. Gak ada salahnya untuk berkunjung ke Mall ini.

Point Center Mall
Point Center Mall

Point Center Mall merupakan salah satu mall terbesar di Medan. Hampir smeua brand yang biasa kamu temukan di mall ada juga di sana. Nah, kebetulan lagi banyak diskon juga, gak ada salahnya kamu menambah koleksi baju mu. Biar penampilan kamu semakin kece dan good looking. Hahaha.

Catat! Biaya-Biaya Traveling di Medan.

  1. Tiket Travel Parapat Siantar Rp. 20.000,-
  2. Tiket Travel Siantar Medan Rp. 40.000,-
  3. Penginapan di Medan Rp. 230.000,-
  4. Ojek Online dari Penginapan ke Masjid Raya Medan Rp. 5.000,-
  5. Ojek Online dari Istana Maimun ke Graha Maria Velangkanni Rp. 23.000,-
  6. Ojek Online dari Graha Maria Valengkanni ke Djong A Fie Mension Rp. 23.000,-
  7. Makan siang di salah satu kafe di Medan Merdeka Walk Rp. 48.700,-
  8. Tiket Kereta Point Center Medan ke Bandara Rp. 100.000,-
  9. Oleh-oleh khas Medan Rp. 250.000,-
  10. Tiket Pesawat Batik Air Medan Jakarta Rp. 1.320.000,-
  11. Tiket masuk rumah Djong A Fie Rp.35.000

 

40 thoughts on “Asyik Bangat! Destinasi Saat Menjelajahi Medan Dalam 18 Jam

  1. Horaaasss!! Ternyata medan itu punya tempat wisata yang tak kalah menarik dari daerah2, Lainya… Jadi pengen ke medan…Padahal sering ngelewatin waktu keAceh dulu..
    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

  2. dulu saya sering berpikir, antara medan dan banda aceh adalah dua kota yang dekat karena memiliki kesamaan dalam bentuk masjidnya.. πŸ™‚

  3. Menarik banget kota Medan sekarang semakin maju dari segala sektor terutama wisata budaya yang saya suka. Terimakasih atas informasinya sangat bermanfaat sekali.

  4. Wah persegi 8 ya mas, keren! Tak catat barangkali suatu waktu bertandang kesana hihi
    Btw kenapa fotonya mbelakangi semua ya hehe

  5. wuih 18 jam doang, tapi tempat yang dituju sangar-sangar

    Btw, Bang itu kenapa biaya travelingnya nggak ditotal sekalian?
    aku penasaran, tapi malas ngitung, hahaha

  6. Pengin berkunjung ke rumah sodagar kaya Tjong A Fie …
    Pengin lihat tampilan rumah orang terkaya pada masanya seperti apa.

  7. Pegawai di Soto Kasawannya ngomong gimana Mas? Kali aja Masnya salah paham karena logat Hhahaha.

    Btw, dari Maimun ke Djong A Fie padahal deket banget lho Mas. Bisa jalan kaki malah. Susunan itinerary-nya agak salah dikitt, Hehe

    1. Kayaknya gak salah paham karena saya juga Batak kok, cuma tinggal di Padang lawas dan masuk Tapsel.

      Belum juga nanya, sudah langsung bilang habis dan langsung dada gitu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *