Sekelum Nostalgia yang Membuatku Selalu Rindu Semarang

Rindu Semarang

111 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Rindu Semarang – Tak pernah kupikirkan untuk menginjakkan kaki di Kota Semarang. Hingga suatu saat, sebuah pesan masuk di instagram mengajak untuk menjelajahi kota Kudus dan Semarang. Memang  saya sering mendapat ajakan traveling dari Instagram karena fhoto-fhoto di instagram saya mengambil niche traveling.

Tak perlu banyak pikir, saya mengiyakan lansgung ajakan tersebut. Sekali lagi saya memang termasuk dalam golongan orang “cap mau”. Perjalanan pun direncakan, mulai dari mencari tiket kereta, pesan penginapan sampai dengan menentukan tanggal. Tara, semua berjalan lancar dan perjalanan pun di mulai.

Dari Priuk Ke Stasiun Pasar Senen, Kemudian Perjalanan di Lanjutkan ke Semarang.

Selesai magrib, saya berangkat dari Priuk ke Pasar Senen dengan menggunakan jasa antar teman, macetnya Jakarta sungguh menguji kesabaran sama seperti dulu, ketika di uji oleh cinta yang tak seharusnya di jalani dan memang berakhir dengan cara tragis.

Setelah kurang lebih 45 menit, akhirnya saya sampai di stasiun, lalu kami makan sebentar sambil menunggu jadwal keberangkatan. Dan tepat 20.30, saya pun berangkat menuju semarang untuk pertama kalinya seorang diri.

Di dalam perjalanan, kebetulan saya duduk disamping orang kudus yang tahu banyak Semarang, dia menceritakan semua tentang semarang dan sesekali menjawab pertanyaan penasaran saya. Malam semakin pekat, mata pu mulai tak bersahabat hingga akhirnya terlelap.

Hari Pertama yang Membuat Rindu Semarang.

Sebelum Adzan Subuh Berkumandang, Stasiun Semarang Tawang Menjadi Saksi Bisu Langkah Pertamaku di Kota Lumpia.

Tak terasa, malam yang pekat akan berakhir. Tepat pukul 3.28 pagi saya menginjakkan kaki di kota Lumpia. Lalu saya langsung mengambil handphone untuk chat dengan teman trip. Dan ternyata mereka juga sudah sampai 10 menit kemudian. Sungguh perjuangan yang melelahkan bagi mereka karena harus berkendara dari Kudus ke Semarang di temani dengan dinginnya malam.

1. Menyambut Sunrise, Berenang Kece serta Menguji Adrenalin di Umbul Sidomukti

Setelah saya bersua dengan selebgram kudus, akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju Umbul Sidomukti. Dan suara adzan subuh pun terdengar dari masjid, ketika  Muadzin mengumandangkan “Ash Shalaatu Khoirum Minan Naum”. Setelah selesai menunaikan kewajiban kami pun melanjutkan perjalanan.

Dibawah pelukan dinginnya pagi, roda motor yang saya bawa pun mulai melaju dengan cepat mengikuti mereka. Detik demi detik berlalu, tak terasa perjalananpun mulai syahdu. Setelah kurang lebih satu jam dengan jalanan yang terjal serta berbelok-belok. Hanya cahaya lampu sebagai pelipur lara.

Tara! akhirnya sampai juga di Umbul Sidomukti. Kawasan ini menawarkan wisata alam pegunungan yang segar dan berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kawasan ini sudah didukung dengan fasilitas dan servis yang sangat lengkap seperti Outbound Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground dan fasilitas pendukung lainnya.

Saya mencoba salah satu uji adrenalin yaitu trianggel. Awalnya saya dimasukin kedalam box dan langsung terjun dan saya menganggap itu biasa saja. Untuk putaran kedua, tantangannya pun mulai ada. Saya harus menyeberangi jembatan ayunan dan cukup membuat saya ciut juga.

Nah untuk putaran ketiga, jujur saya sudah gak mampu. Dan saya langsung ngobrol dengan pemandu dibelakang saya. Apakah boleh tidak lanjut karena kaki saya sudah gemetar. Dan jembatan ayunannya juga sungguh goyangannya bikin kaki lemas.

Rindu Semarang
Senyum dulu setelah kaki lemas, kan sudah mau sampai – rindu semarang

Perlahan tapi pasti, berkat dukungan emak-emak yang menanyakan mas rasnnya gimana? Saya jawab cukup menggoda bu. Selain itu, ada beberapa spot yang sangat menarik disini. Seperti gardu pandang untuk melupakan mantan. Nah, ini cocok bangat bagi kamu yang ingin membuang mantan, bawa kesini langsung ceburin. Hehe

2. Menyusuri Candi Gedong Songo, Candi Dengan Perpaduan Sejarah dan Misteri yang dibalut Pemandangan Alam yang Menakjubkan.

Setelah puas dengan keindahan alam Umbul Sidomukti, saatnya mengisi perut yang keroncongan di salah satu rumah makan terus kami pun melanjutkan perjalanan menuju Candi Gedong Songo. Candi ini tidak begitu jauh dengan umbul sidomukti, tetapi jalanan yang cukup curam dan berbelok-belok tentu akan membuatmu tertantang.

Candi Gedong Songo yang dalam bahasa indonesia seharusnya ada sembilan candi tetapi kenyataannya hanya ada 5 buah candi yang bisa kamu telusuri disini. Lantas 4 candi lagi kemana? Entahlah, jika kamu tak percaya coba aja telusuri secara langsung.

Rindu Semarang - Candi Gedong Songo I
Candi Gedong Songo I
Candi Gedong Songo I

Setelah memasuki kawasan candi, kamu akan disuguhkan langsung dengan pemandangan alam yang sangat apik. Dari gerbang masuk kamu harsu tracking sejenak untuk menuju candi pertama. Candi yang berdiri kearah timur dilengkapi sebuah tangga kecil dengan ketingiian 4-5 meter ini sangat menakjubkan.

Candi Gedong Songo I berdiri diatas sebuah batur atau kaki candi setinggi 1 Meter yang dihiasi dengan pahatan relief sulur dan pahatan bunga atau padma disekililingnya. Setelah puas menikmati keindahan Candi I, selanjutnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju candi II. Candi 2 berjarak sekitar 200 atau 300 meter dari Candi 1. Berdiri di pinggir lereng menghadap kebun warga.
Candi Gedong Songo II
Candi Gedong Songo II
Perjalanan masih berlanjut, meski kaki sudah mulai lelah tetapi udara yang sejuk dan pemandangan sekitar mampu menambanh semangat. Jarak antara candi dengan candi lainnya cukup ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 sampai 40 menit dengan berjalan santai karena memang penuh  tanjakan.

Rindu Semarang - Candi Gedong Songo V
Candi Gedong Songo I
Candi Gedong Songo V

3. Bagi Kamu Pengagum Arsitektur, Melipirlah Ke Vihara Buddhagaya Watugong Sebagai Pagoda Tertinggi di Indonesia.

Setelah puas dengan mengelilingi candi Gedong Songo, kami melanjutkan perjalanan menuju Vihara Buddhagaya sekalin menuju ke kota Semarang. Vihara yang diresmikan pada tahun 2006 ini dicatat sebagai pagoda tertinggi di Idonesia. Pagoda yang menjadi pavorit dilingkungan vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara dimana di dalamnya terdapat BUddha Rupang yang besar.

Pagoda yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat ini bermakna bahwa seorang petapa akan mencapai kesucian dalam tingkat tujuh. Sedangkan bagian pagoda berbentuk delapan dnegan ukuran 15 x 15 meter. Di tingkat kedua sampai keenam dipasang patung Dwi Kwan Im yang menghadap empat penjuru mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi.

4.  Yakin! Gak Mau Wisata Mistis di Lawang Sewu Semarang pada Malam Hari?

Setelah selesai dari vihara, kami melanjutkan jalan pulang dan menuju hotel yang sudah di pesan. Makan malam dan istrahat sejenak kemudian dimalam hari kami melanjutkan perjalanan menuju Lawang Sewu. Jangan bilang sudha menginjak Semarang jika belum ke Lawang Sewu.

Selain itu, lawang sewu juga tidak cuma bangunan pemerintahan belanda, lawang sewu juga beralih menjadi penjara paling kejam pada masa penjajahan jepang.

Rindu Semarang - Lawang Sewu
Rindu Semarang – Lawang Sewu

Bukan Untuk Mengenang Mantan, Tugu Muda di Dedikasikan Untuk Para Pahlawan yang Rela Berkorban Jiwa dan Raga Seutuhnya

Nah selain itu, di depan lawang sewu ada tugu muda. Tugu Muda adalah sebuah monumen yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran lima Hari di Semarang.

Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat berjuang dan patriotisme warga semarang, khususnya para pemuda yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Hari ke Dua yang Membuat Rindu Semarang.

5. Mengintip  Bangunan Bersejarah Megah yang Menyimpan Unsur Islam dalam Kebudayaan Tiongkok.

Di hari kedua, tujuan selanjutnya adalah Sam Poo Kong. Untuk menuju ke sini dibutuhkan waktu kurang lebih 20 mneit dari penginapan. Di pagi hari setelah sarapan kami langsung menjajal Sam Poo Kong, udara yang panas di Semarang sunnguh harus menemani perjalanan kali ini.

Klenteng Sam Poo Kong di Semarang sangatlah unik karena memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Muslim dari Cina yang terkenal dengan perjalanan muhibahnya ke berbagai penjuru dunia dengan membawa misi damai.

 

Bangunan Klenteng Sam Poo Kong mempunyai luas 1.020 meter persegi dan didominasi warna merah yang sangat megah. Terlebih dengan banyaknya kepulan asap dupa dan bau hio, membuat kita seakan berada di dataran China. Dari berbagai sudut, maka kita akan mandapati penganut Budha, Konghucu, maupun Tao yang berdoa di tempat itu.

6. Kawasana Kota Lama Semarang Harus Kamu Sambangi Juga Karena Banyak Bangunan Sejarah yang Tertata Apik Sepanjang Jalan.

Setelah puas dengan Sam Poo Kong, kami melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Kota Lama. Sebenarnya tak jauh berbeda dengan kawasan kota tua di Jakarta. Kota Lama juga menawarkan destinasi bangunan yang epik di balut sejarah yang menarik.

Rindu Semarang - Kawasan Kota Lama
Rindu Semarang – Kawasan Kota Lama
Kawasan Kota Lama

7. Melihat Dengan Jelas Perpaduan Tiga Budaya dari Belahan Bumi di Masji Agung Semarang.

Sebagai ummat Islam yang belajar taat, setiap kota yang saya kunjungi saya usahakan untuk mengunjungi masjid rayanya. Apalagi dnegan keindahan masjid-masjid yang ada di Indonesia yang melambangkan ummat islam masih berjaya.

Masjid yang dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2006 oleh Bapak SBY ini kini menjadi salah satu Icon Kota Semarang. Masjid yang lebih terkenal dengan MAJT ( Masjid Agung Jawa Tengah) ini sangat istimewa karena adanya perpaduan antara arsitektur Islam, Romawi dan Jawa.

MAJT ini sangat megah karena setipa detailnya sangat diperhatikan oleh sang arsitek. Mulai dari pelataran masjid dengan sebuah bangunan Coosseum di Roma dan memiliki 25 tiang yang mneyimbolkan 25 Nabi dalam ajaran islam. Selian itu, dikawasan ini juga ada Menara La Husna dengan ketinggian 99 Meter dimana angka ini sebagai simbol Asmaul Husna.

8.  Terakhir yang Membuatku Rindu Semranag Dengan Cara Menyapa Bebatuan Besar di Brown Canyon Semarang, Tempat yang Pernah Hits di Semarang.

Untuk menuju lokasi ini sangat melelahkan dan menghabiskan ekstra tenaga. Bagaimana tidak, jalanan yang belum di aspal serta hanya berlasakan tanah dan sangat banyak debu berkeliaran disini. Tetapi jangan khawatir, perjalanan lelah kamu akan dibayar dengan suguhan bebatuan bekas tambang yang sangat mempersona.

Tak terasa malam mulai menyapa. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menunju Kudus. Untuk menuju kudus dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam menggunakan motor. Dan inilah pertama kalinya saya menjajal semarang dan kudus dengan menggunakan motor.

Hanya Dengan Rp. 824.000,- kamu sudah Menjajal Kota Lumpia dan Mendapatkan Teman-Teman Baru. Berikut rincian biayanya selama Eksplore Semarang dengan Tema Rindu Semarang

  1. Tiket Kereta Semarang Jakarta Rp. 255.000,-
  2. Tiket Kereta Jakarta Semarang Rp. 150.000,-
  3. Tiket Masuk Umbul Sidomukti Rp. 10.000,- Per Orang da Parkir Motor Rp. 2.000,- Per Motor
  4. Wahana Uji Adrenalin Rp. 40.000,- Per Orang
  5. Sarapan pagi di sekitar Umbul Sidomukti Rp. 45.000,- per 3 orang.
  6. Tiket Masuk Candi plus parkir Rp. 15.000,-. Jajajan dan makan di gedong songo Rp. 60.000,-
  7. Parkir di Vihara Rp. 2.000,-
  8. Tiket Masuk Lawang Sewu dan Parkir Rp. 15.000,-
  9. Parkir di kawasan kota lama Rp. 5.000,-
  10. Pakrir di MAJT Rp. 5.000,-
  11. Bensin selama di Semarang Rp. 50.000,-
  12. Makan hari kedua di Semarang Rp. 70.000,-
  13. Penginapan Rp. 100.000,-

Nah, itulah delapan destinasi yang membuatku akan selalu rindu semarang. Jika kamu mempunyai waktu yang lebih, kamu bisa juga eksplore Salatiga, kota yang tak jauh dari Semarang.

67 thoughts on “Sekelum Nostalgia yang Membuatku Selalu Rindu Semarang

  1. Enaknya jadi traveller blogger begini nih, bisa jalan-jalan kemana suka, oleh-oleh nya banyak hal indah yang bisa dituangkan dalam diary Online alias blog.

    BTW, mengenang mantan bisa juga masuk agenda ya bang, bila memang lokasinya ada keterkaitan dan saling berhubungan, hehe..

  2. Apa pula ini, saya baru tau kalau letak Candi Gedong Songo berjauhan. Tak kira cuma satu kompleks seperti di Prambanan mas. Ternyata kudu jalan lumayan lama juga buat berkunjung dari satu candi ke candi lainnya. Kapan-kapan kesini lah. Dulu mau mampir, tapi udah kehabisan waktu.

  3. Aku juga anak cap mau. Hahah
    Diajak kemana2 maauu.. Dulu pernah ke lawanh sewu malam2, biasa aja sih nggak seserem cerita2 yg ku denger, pagi harinya ke vihara watu gong, lalu ke sampo koong, pulangnya mlipir juga ke umbul sidomukti.. Wkwkwk

  4. Artikelnya bagus dan bikin senyum getir, utamanya pada bagian cinta-cintaan dan bahas mantan. Ah, jadi pengen bikin kriminal ke mantan wkwkwkw.

  5. Semarang dan Gardu pandangnya jadi korban kait kaitan sama mantan, hahaha..

    Btw, MAJT nya unik di sesuaikan sama 25 nabi tiangnya, mantep lah..

  6. keren-keren tempat wisata dan nongrong di semanrang, belum pernah kesana sich, tapi mudahan ada rejeki mau main ke semarang ini nanti

  7. Samarang pancen memiliki banyak tempat wisata Mas, satu keinginan saya malah pengen ke Candi Borobudur dan Candi Gedong Songo juga Pranbanan.
    Padahal saya sendiri tinggal di Demak lhoo

  8. satu lagi yang bikin saya kesemsem jajanan khal kota ATLAS ini yaitu lumpia

    pernah nyoba makan makanan yang satu ini…cari aja di pasar johar semarang pasti ketemu

  9. Waah asik banget mas, bisa kunjungi semua obyek.
    Kemaren pas akhir tahun sempatbke semarang tapi cuma ada waktu 1 hari buat muter2, ke kampung pelangi, lawang sewu,dan kota lama.

  10. Yang belum ke Umbul, Pagoda dan Brown Canyon..Lainnya sudah.
    Kereeen tempatnya! Semarang memang bikin rindu untuk selalu datang

  11. Di halaman Sam Poo Kong itu bila banyak anak-anak yang latihan kunfu tentunya lebih terasa lagi nuansanya ya, Mas, hehe…

  12. waah, sepertinya belum sempet kulineran di semarang yaa
    kalo weekend bisa coba jajan di pasar semawis, daerah pecinan 😀

  13. Paman sy tinggal di Semarang, kalau kesana dia wajib antar sy ke umbul sidomukti…sy jadi ingin coba jembatan ayunannya.
    Ig nya sy follow..follback ya mas

  14. klo aku yang bikin kangen semaranga dalag hostelnya 30 rebu dan makan cuma 7 rebuan wakakakaka
    sama yang belum uji nyali di Bukit Gombel sih, bekas hotel apa itu
    kok, kayaknya seru hehe
    buldep mo ke samarang lagi ah

  15. Jadi pen ke Semarang, terakhir ke Semarang pas ada tugas ke Dinkes Jateng trus mampir Gedong Songo, tp baru sampai ke candi yang ketiga udah turun untuk pulang Jogja….

    1. enak yaa, dinkes sekalian jalan-jalan. Aku mah apa atuh, hanya recehan rengginang, klo ingin jalan harus weekend dan tanggal merah 🙂

  16. Saya udah pernah kelorong bawah tanah yg dulu berfungsi sbg penjara di Lawang Sewu. Tempatnya serem banget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *