Sejuta Kenangan yang Tak Terlupakan Kala Menjelajahi Kebumen

2,634 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Menjelajahi Kebumen – Sebenarnya ini lah salah satu trip yang paling saya tidak direncakan karena memang lagi tidak ada keinginan untuk liburan sama sekali karena akhir-akhir ini lebih suka menjelajahi mall dengan berbagai kulinernya dan lagi mengurangi aktivitas alam.

Tapi karena salah satu teman SMA saya yang di Jakarta mengajak liburan dan minta dicariin lokasi liburan akhirnya saya mengiyakan meski kecewa juga yang saya dapatkan, karena 10 jam sebelum keberangkatan dia membatalkan dengan alasan lagi sakit.

Teman : Bro, belum bayar biaya trip kan? Gue gak jadi ikut karena gue masih muntaber.

MeΒ  : Iya belum bayar. Oke, semoga cepat sembuh.

Itu lah sepenggal percakapan untuk membatalkan trip itu, karena saya sudah terlanjur janji untuk trip kali ini meski memang saya sendiri belum bayar dan akhirnya saya pun berangkat sendiri untuk menjelajahi kebumen, kota yang terkenal dengan bahasa ngapak ini.

Dari Priuk Ke Bantar Gebang, Lanjut Ke Kebumen. Perjalanan Pun di Mulai dengan Setengah Hati.

Sabtu pagi saya berangkat dari Tanjung Priuk ke Bantar Gebang dengan menggunakan Grabcar, perjalanan dari kosan ke Bantar Gebang kurang lebih menghabiskan waktu 45 menit karena memang tidak begitu macet. Selanjutnya saya harus rela antri untuk beli tiket ke Purwokerta selama 2 jam dan menunggu untuk keberangkatan 4 jam lebih.

Jam menunjukkan pukul 3.30, akhirnya baru diberangkatkan busnya, tak banyak yang dilakukan di bus. Hanya tidur dan menenangkan seorang ibu penumpang dengan anaknya karena takut di bus tidak aman karena 95 persen penumpangnya laki-laki.

Tepatnya jam 2 Pagi akhirnya saya sampai di Kebumen dan langsung dijemput oleh pak Ajib selaku penyedia jasa tour dengan tema eskplore Kebumen. Mengobrol sebentar kemudian langsung menuju ke rumah singgah beliau dan langsung istrahat.

Hari Pertama, Menjelajahi Kebumen dengan Pantai-Pantai yang Eksotis, Sepatu Juga Ikut Jebol.

Setalah istrahat beberama jam, malam yang hangat berganti dengan pagi yang cerah. Suara ayam berkeliaran menandakan aktivitas harus dimulai. Di mulai dari mandi biar gak bau dilanjutkan dengan sarapan pagi khas kebumen. Nah, selanjutnya menjelajahi kebumen dimulai dari eksplore pantai-pantainya.

Menelusuri Pantai dan Bukit Sejauh 5 Kilometer. Ampun dan Nyerah Ma, Mending Saya Pilih Nikah Lah Daripada Menjelajahi Pantai Ini (Haha).

Dari rumah singgah ini lah kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Pantai Manganti, setelah membayar tiket masuk dan retribusi, kami pun langsung menuju parkiran dan kemudian dilanjutkan berjalan kaki untuk menuju pantai Manganti.

Setelah berjalan kaki kurang lebih 5 menit dari pos parkir, barulah ketemu dengan yang namanya tebing-tebing yang mnejulang di pantai menganti. Dibawah teriknya matahari, kami pun berjalan menelusuri tebing-tebing. lautan yang biru dan luas akan menjadi saksi bisu keindahan alam pantai menganti.

Menjelajahi Kebumen - Pantai Manganti
Pantai Manganti via Dok Pribadi

Setelah selesai mendaki dan menuruni bukit yang mengelilingi pantai manganti, kami pun langsung disambut oleh pantai Karangbata. Pantai karangbata hanya dipisahkan oleh jarak tebing dengan pantai manganti, jadi sebenarnya pantainya masih menyatu.

Nah, saya tidak begitu tertarik dengan pantainya karena suasana yang terik yang bisa membuat haus selalu. Tapi keuntungannya adalah, disekitar pantai ini ada sebuah sungai yang cukup unik karena airnya langsung beraliran ke pantai Karangbata.

Menjelajahi Kebumen - Sungai di Pantai Karangbata
Sungai di Pantai Karangbata

Setelah selesai dari Pantai Karangbata, perjalanan di garis pantai yang sungguh terik dan bahkan pasir yang di injak sungguh menusuk kaki karena panasnya. Setelah bebeapa menit berjalan kaki kemudian pantai pecaraon langsung menyambut kedatangan kami.

Menjelajahi Kebumen - Pantai Pecaron
Pantai Pecaron

Setelah terus berjalan kaki dengan sisa-sisa tenaga yang saya miliki, akhirnya kabar gembira pun datang. Apalagi coba jika bukan yang jual makanan, meski tidak makan karena mengejar destinasi selanjutnya. Saya hanya membeli snack dan minuman untuk melajutkan perjalanan.

Puas Dengan Pantai, Selanjutnya Dilanjutkan Mendaki Bukit Silayur dan Menelusuri Pantai Suramanis.

Rasa pegal yang sungguh tiada tara dan mengakibatkan berat badan turun langsung 2 Kg (bisa dimarahin ibu ini mah kalo kurus lagi), dengan rasa lelah yang memuncak perjalanan dilanjutkan mendaki bukit Silayur. Pendakian ini sungguh sangat melelahkan.

Nah, bagi kamu yang jarang mendaki seperti saya akan sangat merasa kelelahan dan saya sendiri sebenarnya sudah gak kuat tetapi karenaΒ  team kali ini adalah orang yang biasa mendaki gunung, mau tidak mau saya harus mengikuti ritme mereka.

Dan parahnya lagi beberapa kali nyasar di bebukitan ini karena memang tak ada jalan dan sebenarnya bukan merupakan destinasi wisata. Saya kira jarang bangat orang untuk eksplore ini, saya juga gak bakalan mau lagi dah kecuali bareng cut tari.

Menjelajahi Kebumen - Bukit Layur
Hanya ini yang aku punya di bawah teriknya matahari di bukit layur

Nah setelah menuruni bukit dengan penuh perjuangan, ketemulah salah satu pantai. kalo gak salah nama pantainya adalah pantai Suramanis. Dan jujur, ketika meraka masih semangat eksplore pantai ini, saya lebih memilih makan dan dilanjutkan tidur karena memang lelah yang kurasa tak mampu kutahan.

Semangat mereka luar biasa, kalo gue mah mending makan, tidur untuk memulihkan tenaga yang sudah mulai habis. Karena makan dan tidur adalah salah satu hobby yang tak bisa tergantikan.

Setelah merekaΒ  puas dengan pantai suramanis, kami melanjutkan perjalanan mendaki lagi. Dan parahnya lagi, rencananya akan dilanjutkan dengan jalan kaki, saya sech sudah nyerah dan memilih untuk menggunakan ojek. Tapi akhirnya menggunakan mobil pick up terbuka.

Menjelajahi kebumen selanjutnya adalah menuju pantai manganti untuk menikmati sunsed. Memang sunsed dipantai ini tak kalah epik dengan pantai-pantai yang ada Bali.

Menjelajahi Kebumen - Sunsed Pantai Manganti
Sunsed Pantai Manganti (lupa namanya siapa ya)

Setelah acara sunsed, perjalanan selanjutnya adalah pulang dan langsung mandi, makan dan istaarahat.

Hari Kedua : Menyusuri Goa Petruk, Pantai Karang Agung dan Curug Lesses. Lelah Tak Bertuan.

Dihari kedua adalah agendanya untuk menjelajahi kebumen khususnya Goa Petruk. Sebelum memasuki kawasan goa ini kita harus melewati tiket masuk dan kemudian berjalan menuju ke Goa, tapi sebelum ke Goa ternyata disini ada sebuah air terjun yang kecil tetapi sungguh segar.

Ini adalah untuk pertama kalinya saya masuk ke dalam Goa, bau khas kelelawar bisa langsung membuat saya mual-mual, belum lagi air yang mengalir di dalam goa yang kecil membuat aura mistisnya semakin terasa. Merunduk, berdiri, jongkok dan harus berhati-hati serta menjaga sikap dan tata krama adalah hal yang harus kamu lakukan disini.

Untuk di goa saya tidak abadikan sama sekali karena memang takut ada hal-hal yang tidak di inginkan di dalam fhoto, jadi saya memilih untuk tidak mengabadikannya.

Puas dengan Bau yang Membuat Selera Makan Turun, Perjalanan di Lanjutkan Menuju Pantai Karang Agung.

Nah, ini perjalanan sungguh parah bangat. Sebenarnya tak ada lagi yang mengunjungi pantai ini. Hal ini menurut saya sangat wajar karena memang perjalanannya sungguh membuat kaki ingin patah. Kami harus berjalan kaki kurang lebih 20 menit untuk menuju pantai ini.

Menjelajahi Kebumen - Pantai Karang Agung
Pantai Karang Agung

Meski kini sepi, bagi saya pantai karang Agung adalah pantai di Kebumen yang paling nyaman untuk menenangkan diri. Desiran tiupan angin diselingi teduhnya pohon nyiur di tepi pantai sangat membuat betah berlama – lama di pantai ini. Apalagi batu – batu bulat di tepi pantai seakan mengundang untuk sejenak merebahkan diri hanyut dalam suasana sepi.

Via Status FB Tour Guide

Pas berangkat sebenarnya tak ada masalah karena jalanan yang menurun. Lantas bagaimana dengan pulang, jujur saya sangat malas untuk menginjakkan kaki karena memang harus menanjak. Jika berangkat dibutuhkan waktu 20 menit, maka untuk menanjak dibutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.

Setelah Puas Dengan Pantai, Selanjutnya adalah Menikmati Air yang Jernih dan Dingin di Curug Leses.

Untuk menuju curug ini juga masih harus berjalan kaki, dan cukup membuat kaki pegal juga dan satu hal yang gokil adalah dikejar itik angsa. Dikirain kita mau melamar dia kali ya, sial bangat dah itik angsa ini.

Menjelajahi Kebumen - Curug Leses
Curug Leses, peserta trip dari bandung

Curug ini kurang tahu berapa meter, tapi saya menyelam sampai ke bawah saya tidak bisa menemukan dasarnya. Kata pengunjung lainnya curug ini lebih dari 3 meter, wajar saja saya gak bisa menemukannya karena memang gak mungkin juga nafas saya terlalu jauh dan lama.

Biaya-Biaya Traveling Selama Menjelajahi Kebumen.

  1. Ongkos Jakarta Kebumen – Kebumen Jakarta Rp. 250.000,-
  2. Paket Trip Rp. 300.000,- untuk dua hari semalam
  3. Jajan selama di kebumen Rp. 100.000,-
  4. Oleh-oleh Rp. 100.000,-
  5. Buku Bacaan Rp. 230.000,-
  6. Grabcar dan brabbike Rp. 200.000,-

Oh Iya, Blade Advanture Ini Juga Mempunyai Kegiatan Sosial yang Sangat Banyak. Salut Dah!

Jasa penyedia trip ini adalah blade adventure, dan bagi kamu yang ingin trip ke kebumen bisa loh hubungi pak Ajib di facebook Mohammad Ajib Tamami , dia juga menyediakan rumah singgah yang bagus. Dan memang jika tidak menggunakan jasa tripnya bisa loh nginap gratis di rumah singgahnya.

Selain itu, beliau juga lagi membutuhkan banyak buku bacaan untuk anak-anak karena lagi membuka perpustakaan disekitar rumah singgahnya. Nah, jika kamu ada rezeki berlebih boleh lah ya ngirim buku kesana atau bisa ngetrip juga.

Nah, itulah pengalaman saya ketika menjejahi kebumen. Jika kamu mempunyai pengalaman bisa berkomentar di bawah ya.

104 thoughts on “Sejuta Kenangan yang Tak Terlupakan Kala Menjelajahi Kebumen

  1. Indah, asyik, dan sepertinya masih begitu terjaga dan alami ya, Mas.
    Dari foto-fotonya juga kayaknya relatif sepi di sana. Cocok untuk sejenak merefresh diri πŸ˜€

  2. Eksplor pantai-pantainya keren cah. Dan saya sempet bingung pas baca budget perjalanan, kok ada biaya buku bacaan. Eh, ternyata ada sisi sosialnya juga selama di Kebumen. Mantaplah

  3. ah, kau sellau jalana2 yang bikin aku mau ikut nih. pantai selalu bikin asyik dan pasir itu punya sensasi tersendiri melekat di kaki

  4. fhoto2 Mas diatas sedang melamun atau sedang menunggu kapan air lautnya kering ? πŸ™‚

    pengambilan gambarnya okeh bangetz, mas, apalagi ada penampakan wanita yg sedang nonton sunset, jangan wanita itu jodohnya Mas, heheheh….

    sepertinya melihat pemandangan alam akan membuat kita tenang dan releks, apalagi sambil minum teh botol, makyuzz….. πŸ™‚

  5. Saya orang kebumen belum pernah wisata ketempat yang disebutkan diatas. Wah berarti saya ketinggalan nih, kampung saya dekat dengan pantai Ambal lo, pantainya lebih cantik daripada pantai Pecoran.

  6. Sungai di pantai Karangbata aku suka tampilannya.
    Warna airnya agak biru tosqa, mirip sama warna air di Kedung Pedut.

          1. Wooaaa …
            Kalau terlalu dalam juga serem ya …
            Takutnya mendadak kaki kram, waah … bisa langsung kelelep πŸ˜“

  7. Kalau di bis cowok semua pernah ngalamin tujuh jam perjalanan haduh lumayan deg degan hehe ..,
    Hem perjalanan setengah hati tapi tetap mampu din

  8. Mantep banget ngetrip nya bang,
    Saya pernah paling ke pante menganti waktu tahun baru kemaren,
    Belum pernah ke pante yang lain, hehe
    Paketnya lumayan murah ya bang, boleh juga nih referensinya πŸ˜€

  9. Pantai karangbata sama pantai manganti dipisahkan sama jurang?
    itu kedua pantai engga saling kangen apa pas dipisahin gitu aja?

    coba dah om semedi dicurug leses, selama 3 hari 3 malam tanpa makan, pasti lapar dah

  10. Indah banget kebumen ya mas, next time ini masuk ke whistlist saya, nggak terlalu mahal sih jalan2 ke sana 300rb mah πŸ˜€

  11. Aku masih awam banget nih sama wisata-wisata di Kebumen.
    ternyata destinasinya asik-asik uy.
    Nanti kalo punya waktu libur panjang mau kesini juga,
    kepingin mandi mandi manja di air terjunya πŸ™‚

  12. Mantap ada rincian biaya, jadi bisa bikin itinerary lebih joss buat prepare. Apalagi ditambah rekomen jasa trip, hihi

    Tapi sayang, belum bisa jauh2an ini huhu padahal pantainya menggoda syekali itu …

  13. Well..lumayan, ngebaca jadi terasa ikut travelling juga hihiii….kapan2 juga pengen ke kebumen ah. Namun banyak walking (jalan kaki) nya yah? lumayan pegel sih kaki…tapi asyik juga kayaknya…

  14. Dudukknya kok membelakangi kamera sih..? malu sama saya YA…?

    lhoo..kenapa bilang nyerah saat di pantai kebumen, Mas ? bukanya Pantai Kebumen itu terkenal dengan Pantai yang Eksotis lagi pula banyak tebing tebing yang manantang andrenalin

  15. Dudukknya kok membelakangi kamera sih..? malu sama saya YA…?

    lhoo..kenapa bilang nyerah saat di pantai kebumen, Mas ? bukanya Pantai Kebumen itu terkenal dengan Pantai yang Eksotis lagi pula banyak tebing tebing yang manantang andrenalin

    kalau saya berkesempatan ke pantai kebumen malah seneng kok

  16. Kalau di Kebumen saya dulu seringnya ke Pantai Ayah. Ke Pantai Petanahan juga pernah. Kebetulan ada teman saya yang berasal dari jurusan pariwisata, jadi masuk kemana-mana nggak bayar. Tapi sayang kami sekarang sudah lost contact.

  17. destinasinya keren2 mas, seneng klo sudah bau pantai.
    dari sejuta kenang baru beberapa yg disebutkan, sepuluh lagi bisa mas :))

  18. Yang saya ingat tentang Kebumen adalah pasar Thengok (bener ya), genteng dan gula jawa. Enak dan gurihnya sangat khas gulanya itu. Ih jadi pingin dawet Banjarnegara deh (ngelantur)

  19. Gila, keren abis nih objek wisatanya,jadi pengen eksplor kebumen juga. Kalau soal pantai saya paling demen soalnya keindahannya bikin adem dimanapun tempatnya dan apapun kondisinya. Itu murah juga yah tripnya cuman 300ribu aja, boleh deh.

  20. Salut mas bisa eksplor beberapa pantai dalam sehari. Aku pas di Bangka juga niatnya gitu, apalah daya setelah pantai kedua langsung memutuskan ke kota lagi karena nggak kuat sama cuaca panas terik, sendirian pula :((

    Ini bukan tulisan endorse Frestea kan? wwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *