Sebelum Terucap Kata “Qabiltu”, Dia Bukanlah Siapa-Siapa Bagimu

Kasih Sayang

678 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Qabiltu – Bukan maksud hati untuk menghakimi, hanya sebagai pengingat bagi diri sendiri. Bukan pula diri ini sudah terlepas dari masa lalu yang namanya menjaga jodoh orang lain. Menyakiti dan disakiti, menghianati dan dikhianati adalah hal yang biasa dalam menjalin hubungan yang tak halal.

Tapi, itu hanya sebuah masa lalu yang memang harus ditinggalkan dengan penyesalan. Dosa yang pernah terjadi dimasa lalu biarlah tetap menjadi dosa bagi diri ini, luka yang mengangah dan perih biarlah menjadi kenangan yang terpatri dalam nurani.

Dan kini saatnya untuk memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk jodoh yang lebih baik. Bukankah jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri. Percayalah, jika saat ini dirimu belum mendapatkan pendamping hidup, atau bahkan mau menikah beberapa bulan lagi tapi gagal. Itu semua takdir dari Allah dan menang itulah yang terbaik.

Nah, kali ini ngayap.com akan mengulas sedikit tentang hubungan yang belum mendapat restu dari sang Ilahi. Sekali lagi, ingat ya. Tulisan ini bukan untuk menghakimi apalagi memojokkan, hanya  sebagai bahan renungan saja.

Sebelum Lelakimu Menjabat Tangan Ayahmu dan Mengucapkan Qabiltu, Dia Bukan Siapa-siapa Bagimu.

Tak peduli sebesar apa rasa cinta dan sayangmu kepada lelaki yang berjanji akan mengambil tanggungjawab ayahmu menjadi tanggungjawabnya jika belum menjabat tangan ayahmu dan mengucapkan “Qabiltu” hingga saksi mengatakan “sah”, kamu dan dia bukan lah siapa-siapa.

Karena Sejatinya, Lelaki Sejati Tidak Datang Dengan Memberikan Janji, Tapi Datang Memberikan Bukti

Jangan mengaku setia sebelum menjalin ikatan yang halal, jangan pula meminta bukti cinta selain di halalalin. Jika ada lelaki yang meminta bukti cinta dengan cara selain mengambil tanggungjawab ayahmu menjadi tanggungjawabnya. Itu hanya sebuah omong kosong belaka dan bisa jadi nafsu yang sudah ditumpangi dengan niat yang tak baik.

Sadarlah, Hubungan Nyata Itu Bukan Karena Dia Telah Beribu-ribu Kali Berkata “Aku Sayang Kamu” Saja

Jika saat ini ada lelaki yang beribu kali mengucapkan kata “Aku Sayang Kamu” dan bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu manis dan romantis bak pujangga. Percayalah, itu bukan dari lubuk hatinya yang paling dalam, karena jika seorang lelaki yang mencintaimu pasti dia akan menemui orang tuamu untuk meminta restu.

Qabiltu
Jangn Tergoda dengan Kata “Aku Sayang Kamu”

Jika lelaki terlanjur pintar untuk merayumu seharusnya kamu jangan terlalu bodoh untuk mempercayainya. Atau memang dirimu tidak lebih berharga dari kata “Aku Sayang Kamu”. Satu hal yang pasti, jangan jadikan dirimu terlalu murah untuk dibeli dengan kata “Aku Sayang Kamu”.

Halalin Saja Dulu, Karena Sungguh Setiap Kamu Bilang “Sayang” Dan Mengembirakannya Maka Allah Akan Hadiahkan Pahala Bagimu.

Jika memang rasa sayang itu tak ingin digolongkan dalam kata sampah belaka, maka segera halalkan hingga terucap kata “sah” di depan penghulu, saksi dan orang tuamu dan jika belum mampu ya lepaskan. Percayalah, menjalin cinta sebelum halal sama saja menjaga jodoh yang belum pasti.

Qabiltu - Halalin Saja Dulu
Halalin Saja Dulu

Datanglah Bersama Orang Tuamu Kerumahnya, Karena Cinta Itu Tidak Akan Sakral Bila Hanya Dimulai Berdua Tanpa Kesapakatan Pasti

Dimana lagi kamu bisa bercumbu yang mendapatkan pahala dan pegangan tangan tanpa perlu takut dosa. Itu semua hanya bisa kamu dapatkan dengan cara menikah bukan dengan cara pacaran.

Kebaikan Demi Kebaikan Akan Allah Taburkan Kepada Dirimu Dan Dirinya, Bila Rasa Cinta Dan Sayang Yang Ada Sudah Halal.

Satu hal yang pasti, kebaikan demi kebaikan akan Allah taburkan kepada dirimu dan dirinya bila rasa cinta dan sayang yang kalian sudah diresmikan dengan cara menikah. Lantas kenapa kamu harus larut dalam hubungan yang tak pasti dan bisa saja membuat patah hati?

Qabiltu - Cinta yang halal
Cinta yang halal

Jika Allah sudah menjanjikan kebaikan dalam hubungan yang telah halal, kenapa harus mencari keburukan dalam hubungan yang tak halal. Sebenarnya rugi jika menjalin hubungan yang tak pasti, jika Allah restu hubungan kalian menjadi sebuah ikatan yang sah tak ada masalah. Lantas bagaimana jika tidak, sakit dan penyesalan bisa jadi akan menjadi dosa masa lalu.

50 thoughts on “Sebelum Terucap Kata “Qabiltu”, Dia Bukanlah Siapa-Siapa Bagimu

  1. karena rasa sayang yang belum halal itu, sayang yang semu dan sementara, belum lagi jika sayang itu terlalu bisa mendatangkan dosa

    ah sudahlah, lebih baik pdkt ama calon mertua dulu baru pdkt ama anaknya kwkwkw

  2. Cerita yang mengalir diatas pengalaman pribadikah ? sebab tulisannya meresap kedalam kalbu, heheheh…..

    Betul, sebelum Terucap Ijab Qabul Si dia bukan siapa2, cuma hati saja yg merasa memilikinya. 🙂

  3. tapi orang zaman sekarang mas kebanyakan belum halal aja udah bilang bebas dan meras udah memiliki, jadi prihatin melihat kondisi remaja zaman now ini

  4. Aaaaahhhhhh

    Soooo sweeeeettttt

    Dan yah, kenyataan jaman now begitu
    Belum ada ikatan resmi tapi gelagatnya kayak udah ada ikatan puluhan tahun

    Ckckckkc

  5. Jadi sedih bacanya, ingat ayah yang sudah tiada. Pasti beda rasanya antara ayah dan orang lain yang menjadi wali 🙁

  6. bukan siapa-siapa tapi suka banget manggil pacar dgn sebutan ayah bunda,
    kapan akadnya itu ABG?

    Jangan pacarin,halalin..
    😀

  7. Baru tahu nih tentang “Qabiltu”, daripada nanya sama adminnya mending googling sendiri, hihihi.

    Saya terima nikah bla bla bla….

  8. Ciuiiiii… imag nya bikin saya kembali puber, ingat 15 tahun yang lalu mas… Pokmen Halal dan kebaikan di atas segala galannya…

  9. Memang sepengetahuan saya yang namanya pacaran dalam ilmu islam itu tidak ada, yang ada ” laataqrabuzzina” jangan dekati….

    Mendekati aja kagak boleh, apa lagi sampai di otak atik…

  10. Ayo bagi yang masih berstatus PDKT, buruan di halalin jangan lama lama otak atiknya… Ntar keduluan bonyok…

    Bonyok itu apaan coba?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *