Sungguh! Perpisahan Ini Telah Aku Sahkan, Meski Hanya Sepihak

Perpisahan

1,045 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Perpisahan – Kamu tahu? Aku yang terlalu bahagia, saat aku bisa bercerita tentangmu. Aku yang terlalu bersemangat, saat aku bisa menuliskan semua tentangmu sebagai cerita yang pernah aku tulis tanpa bosan. Aku mengira, mencintaimu itu seperti menikmati matahari pagi, yang menghangatkan dan juga menyehatkan tubuh.

Dan aku juga mengira, mencintaimu itu seperti menikmati hujan di musim kemarau nan panjang. Tapi, nyatanya semua hanya terkaanku yang terkadang melambung tinggi tanpa arah. Pada kenyataannya mencintaimu seperti menggenggam serpihan kaca, ia halus dan kecil. Namun, bisa membuat telapak tangan berdarah.

Bukannya hati ini tak sakit dan bukannya hati ini tak hancur, bukan pula hati ini tak perih, namun hanya kepasrahan yang mengiringi

Sungguh, air mata tertahan di pelupuk mata. Aku ingin segera menghapus segala cerita yang pernah aku tulis tanpa bosan. Perih, menyiksa jika hanya ada aku dalam perjuangan kisah cinta ini. Maafkan aku, jika aku harus pergi. Cerita tentangmu, tak akan kuhapus dengan penuh rasa balas dendam, tidak. Aku tidak sejahat itu.

Terimakasih untuk perpisahan yang membawa banyak pelajaran. Sungguh! Perpisahan ini telah aku sahkan meskipun hanya sepihak.

Ceritamu akan kujadikan sebagai cerita lama, yang sebenarnya, kau tak mengetahui tentang rasa yang terpendam. Terima kasih, untuk datang yang membawa banyak bahagia. Terima kasih untuk perpisahan yang membawa banyak pelajaran. Perpisahan ini telah aku sahkan, walaupun hanya sepihak.

Melepaskan orang yang dicintai memang sungguh menyakitkan, namun tak semua yang dicintai harus dimiliki.

Nyatanya, jika pun kamu tahu hal ini, apakah kamu akan mempunyai rasa yang sama sepertiku? Itu semua rahasia terbesar-Nya. Biarlah aku berjalan sendirian pada jalur keikhlasan, aku yakin, cinta yang semata-mata hanya mencari ridho-Nya akan jauh lebih tenang, tanpa rasa kecewa.

Artikel ini merupakan salah satu kiriman sahabat pembaca setia Fansafage facebook Pojok Hati, jangan lupa like dan follow Pojok Hati karena menyajikan konten dengan tema hati dan menemani hari-hari mu dan hatimu juga.

62 thoughts on “Sungguh! Perpisahan Ini Telah Aku Sahkan, Meski Hanya Sepihak

  1. widihh.. kece… tiap kali ke blog ini saya berasa muda..^^
    masa muda penuh dengan kegalauan..
    nice untuk penulisnya si”pojok hati”. semoga terus berkarya.. saya tunggu karya2 selanjutnya..

    bang.. izin minta kutipan judulnya y bang.. buat posting status di sosmed,,, haha

    Sungguh! Perpisahan Ini Telah Aku Sahkan, Meski Hanya Sepihak

    1. Pojok Hati juga fansfage dari ngayap.com tapi special buat kanal reletionship dan cerpen. Yang berbau cinta dan hubungan lah yaa..

      Silahkan, Update status buat nyindir yaa 🙂

  2. Kirain tulisan Mas Idris. Bahasanya puitis ya dan terlihat dari hati menulisnya. Semoga sahabat fansafage FB nya menemukan cinta sejatinya kelak

  3. Biarlah aku berjalan sendirian pada jalur keikhlasan.. I like it, hhh
    Gerah nih baca artikel ini, berasa lagi nyeritain rasaku sendiri, hhh

  4. Terima kasih dengan perjumpaan yang banyak memberi pelajaran dan kini telah sah perpisahan dengan meninggalkan banyak kisah yang tetap terjaga sebagai pelajaran untuk ku simpan sebagai sejarah dalam kehidupan hehe

  5. “Terima kasih, karena denganmu tlah memberi banyak pelajaran untukku…

    Sebuah pelajaran yang mana takkan lagi ku berikan hatiku pada seseorang seperti aku memberikan hatiku padamu…”

    Hahahaha yess! Bisa juga saya nulis komentar puitis ala ala kek gini hihi

  6. Kamu tahu? Saat baca paragraf pertama saya langsung teringat mba Ella dan ternyata mba Ella pun merasakan hal yang sama.

    Oh iya, tadi baca komentarnya mas Juni soal izin. Maaf ya, tempo hari saya tidak izin menggunakan Masalah ranjang dan dapur jadi judul.

    1. Iyaa kak, klo ella mah emank gampang bangat baper dia mah.
      Santai saja kab itu cuma sepenggal kalimat kak dari pembahasan dari dapur imah, menjual bangat ya kata-kata ranjang 🙁

  7. Duh,.. cerita pake hati banget nih..
    Jadi ikutan nyesek + melow rasa nya gan.. hiks hiks hiks😖😖
    Tisu mana tisu??
    Siapa nih nuang kopi di meja??

  8. Hikkss.. jadi melo.. inget 20-25 tahun yang lalu, saat masih abegeh… hikss..

    Berat memang perpisahan mah, alias putus cinta, tapi kadang itu seperti obat yang menyembuhkan. Pada saatnya, kebahagiaan itu akan datang, walau bukan dengan orang yang sama

    Anjiir jadi ikut melo..

  9. Perpisahan memang selalu menyakitkan ya mas, dan ini sebagai pembelajaran dari perpisahan yang sebenarnya, kematian. Segala yang pernah bertemu pasti akan berpisah, dan segala yang pernah hidup pasti juga akan mati. Intinya asal masih punya iman, pasti semua akan baik-baik saja iya kan 🙂

  10. dipisahkan memang menyakitkan hati
    belum tentu bisa menerimanya dengan legawa
    tapi kalau memang harus pisah
    berilah waktu perlahan-lahan
    untuk melupakan bayanganmu

  11. tulisan mengalir beriringan dengan perasaan yang kian menjauh. masih nampak di ujung namun tak terjangkau oleh genggaman. lhoohh apa ini wkwk

    tulisannya enak banget dibaca. topik perpisahan juga, sangat… mmm membuat gerr. hehe

  12. Wah kalau bisa jangan berpisah deh…mending kawin lagi aja, hehehe. Cinta itu seharusnya melahirkan kebahagiaan, kalau yang melahirkan kesusahan dan angkara itu ya tanya sama emaknya angkara.

  13. Kirain serius kisahmu … eh … tapi tautan-tautannya itu … eh … pokoknya ya sudah kalau memang tidak bisa bersama, ikhlaskan saja. Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk umatNya *ngomen apa sih, Teh* 🙂

  14. Sejatinya Tidak ada manusia yang sempurna, walau rokok yang dibuat oleh manusia diberi nama sempurna. Tulisan hati yang diberi judul Sungguh! Perpisahan Ini Telah Aku Sahkan, Meski Hanya Sepihak.

    Memberi pesan ada pertemuan ada pula perpisahan. Tidak ada yang abdi. Abadinya sebuah kata yang kita sebut cinta hanya karya yang berguna bagi lain, bukankah seperti itu mas admin?

    Harus jawab iya kwkwk karena saya hanya mengamini kata dan kalimat ini Terima kasih, untuk datang yang membawa banyak bahagia. Terima kasih untuk perpisahan yang membawa banyak pelajaran.

    Nice post mas Hasibuan. salam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *