Eksplore Dieng: Negerinya Para Dewa yang Wajib di Kunjungi Traveler

Wisata Dieng

362 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Wisata Dieng – Sebenarnya saya paling malas untuk menulis tentang hasil perjalanan sendiri karena sering lupa kejadiannya. Karena tujuan saya traveling memang bukan untuk diabadikan dalam sebuah blog melainkan hanya untuk menambah wawasan, budaya dan menguji kemampuan bersosialisasi.

Kali ini saya akan menulis perjalanan traveling saya ketika mengunjungi dieng selama tiga kali. Karena dieng memang mampu membuat rindu dan ingin kembali lagi. Pertama kali saya mengunjungi dieng pada tahun 2015, 2016 dan terakhir 2017.

Pada Tahun 2015, Menjelajahi Dieng Bersama Rekan Kerja dari Jakarta dan Tentunya Free Karena Memang Divisi Saya Selalu Liburan Gratis Dua Kali Setahun.

Sebenarnya ini salah satu kantor favorite saya karena selain rasa kekeluargaan, lingkungan kerja yang nyaman, tempat kosan yang dekat kantor dan tentunya karena mempunyai jadwal dua kali setahun secara gratis. Nah, kali ini depertamen saya, setelah selesai audit biasnaya akan melakukan perjalanan yang sangat panjang untuk mengisi tenaga yang sudah terkuras oleh pekerjaan.

Kami berangkat dari Kantor di Slipi, kemudian naik taxi ke Stasiun Gambir untuk memulia perjalanan ke Dieng. Namun karena kereta tidak ada langsung menuju ke Dieng, kami memutuskan untuk mengambil tujuan Purwokerto dan langsung dijemput oleh team tour and travel yang sudah di booking.

Perjalanan dari Purwokerto ke Dieng hanya di isi dengan tidur karena kami memang sampai jam 2 pagi, sehingga kondisi mata masih ingin dipejamkan. Singkat cerita sampai lah ke penginapan yang sudah ditentukan dan istrahat pun dimulai, dan masih menyesuikan kondisi tubuh karena suhu di Dieng memang sangat dingin.

Hari I : Eksplore Talaga Manjer, Talaga Warna Nan Eksotis, Candi Arjuna, Teater dan Kuliner

Untuk hari pertama, kami memulai eksplore Talaga Manjer kemudian dilanjutkan Talaga Warna, Menonoton di Teater dan Candi Arjuna.

Talaga Warna, Pesona Dua Warna yang Mampu Membuatmu Jatuh Cinta Seketika

Mendengar Dieng, biasanya yang terlintas dipikiran adalah gunung prau dan bukit sikunir yang sudah meleganda bagi para traveller. Tapi, rupanya disana ada juga Talaga Warna yang cantik. Airnya yang kehijauan terlihat tenang tanpa riak, suasananya pun sangat tenang.Dinamakan Telaga Warna karena fenomena alam yang terjadi di tempat tersebut yang berupa pergantian warna air dari telaga tersebut.

Wisata Dieng
Wisata Dieng – Talaga Warna Dieng via Dok Pribadi

Disekitar talaga warna, ada objek wisata lain yang bisa dilihat. Seperti Batu Tulis, Gua Sumur Eyang Kumalasari, Gua Jaran Resi Kendaliseto dan Gua Semar. Kabarnya, di setiap gua tersebut di huni oleh petapa sakti yang bersemedi. Nah, kamu bisa mengelilingi Talaga ini sampai puas.

Di Sore Hari, Setelah Kulineran dan Mennonto Teater. Saatnya Menapaki Komplek Candi Arjuna.

Dataran Tinggi Dieng tak hanya di kenal dengan pemandangan pegunungan dan udaranya yang dingin. Dieng juga mempunyai sederat candi yang menarik untuk di kunjungi. Bila berkenan cobalah mengjungi komplek candi Mahabrata. Di sebut sebagai candi Mahabarta karena hampir semua nama candi merujuk pada tokoh pewayangan mahabarata.

Wisata Dieng
Wisata Dieng – Kala itu masih rada gila di Komplek Candi Arjuna via Dok Pribadi

Mulai dari komplek Candi Arjuna, yang terdiri dari Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Pantudewa, Candi Sambadra dan Candi Srikandi. Di sisi lain ada komplek Candi Gatotkaca yang terdiri dari gugusan Candi Gatotkaca, Setyaki, Nakula, Sadewa, Gareng, dan Petruk. Namun karena runtuh, yang tersisa hanya candi Gatotkaca.

Hari ke II, Mengejar Sunrise di Bukit Sikunir. Perjuanagan yang Tiada Tara Untuk Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga. Haha.

Setelah puas dengan ekplore kawasan di dieng sambil kulineran. Dan hari kedua pun saatnya mempersiapkan diri untuk tracking ke Puncak Bukit Sikunir meski akhirnya tidak sampi karena sangat ramai. Inilah pertama kalinya saya menaiki gunung sikunir, hanya demi sebuah sunrise. Sebenarnya bukan demi sunrise tetapi demi menghormati dan kebersamaan saja. Karena saya sendiri bukanlah seorang pengejar sunrise.

Wisata Dieng Seru-seruan di Bukit Sikunir

Untuk menuju gunung sikunir diperlukan stamina dan perjuangan yang tiada tara. Saya dan teman-teman berangkat dari penginapan jam 3 Pagi, dinginnya minta ampun. Kami menaiki mobil yang sudah kami sewa lengkap dengan tour guidenya, dan sampailah ke tempat batas mobil hanya sampai disini. Dilanjutkan dengan pendakian kurang lebih 1.30 Jam, dan keberangkatan kami kali ini kurang beruntug karena jalan yang licin akibat gerinis yang turun di malam hari.

Dan pagi pun mulai datang, udara yang segar dan pepohonan yang rindang serta hijau membuat mata yang memandang hampir tidak berkedip ( halah lebay). Dan acara selanjutnya yaitu turun dari gunung, malas bangat ne untuk yang satu ini.

Pada Tahun 2016, Menjelajahi Dieng Bersama Sahabat Terindah dan Mantan Kekasih. Aduh Dieng Menjadi Saksi Retaknya Hubungan yang Tak Halal.

Untuk kedua kalinya, saya ke Dieng bukan hanya untuk sekedar traveling dan menikmati alam negerinya para dewa tersebut melainkan menghabiskan waktu bersama dia orang yang pernah singgah di hati ini meski hanya sementara. Padahal saya sebelumnya lagi berada di Bandung untuk acara kantor, selesai dari acara kantor saya langsung menuju dieng karena memang sudah janjian.

Sama dengan yang pertama kali, talaga warna memang tak luput untuk menjadi incaran instagram. Nah, bedanya untuk yang kedua saya lebih eksplore ke gardu pandang. Batu pandang dieng atau yang lebih terkenal dengan Bukit Batu Pandang Talaga Warna atau Batu Ratapan Angin memang menjadi primadona untuk mengabadikan kenangan kamu. Dari sini kamu bisa melihat dengan jelas dua talaga warna yang cantik.

Wisata Dieng
Wisata Dieng – Kubisikkan pada angin bahwa hari ini hubungan ini mulai retak

Untuk menuju kesini, kamu harus berjuang sebentar dengan cara mendaki kurang lebih 10 menit. Tapi jangan khawatir, lelah yang kamu rasakan akan terbayar lunas oleh pemandangan yang sangat mengagumkan. Selain itu, disini kamu bisa menjajal berbagai spot yang sangat menarik, mulai dari jemabatan merah putih sampai tebing-tebing yang menggoda.

Untuk yang kedua kali ini malah tak berjalan dengan mulus, karena terjadi pertengkaran yang hebat bersama si doi karena memang hubungannya LDR, jadi setelah liburan dari dieng. Itulah terakhir kali bertemu dengannya. Dimanapun kamu berada, semoga sehat selalu dan mendapatkan jodoh yang baik ya.

Biaya-Biaya Traveling ke Dieng

1. Tike Bus Bandung – Magelang dan Angkot serta Ojek Rp. 180.000
2. Bensin PP Temanggung Dieng Rp. 50.000,-
3. Tiket Masuk Kawasan Dieng Rp. 15.000,-
4. Tiket Masuk Talaga Warna Rp. 15.000,-
5. Tiket Masuk Batu Ratapan Angin 4 orang Rp. 40.000,-
6. Penginapan semalam Rp. 150.000,-
7. Makan dan Jajan Rp. 200.000,-
8. Tiket Bus Temanggung Jakarta Rp. 140.000,-

Pada Tahun 2017. Menggapai Puncak Perahu, Si Cantik yang Tak Pernah Ingkar Janji.

Untuk trip kali ini, meeting poinnya ada di UKI, karena saya tinggal di Priuk otomatis saya menggunakan gojek untuk kesana setelah shalat Magrib. Setelah sampai disana, belum banyak yang datang. Akhirnya saya pun makan di KFC dulu dan ketika di KFC kebetulan bertemu dengan rombongan lainnya.

Setelah mengenalkan diri dan saling basa-basi akhirnya obrolanpun semakin lancar dan anehnya saya lupa nama mereka karena saya sendiri termasuk orang yang susah mengingat nama orang dan nama jalan, apalagi baru pertama ketemu dan tidak pernah komunikasi lagi setelahnya.

Wisata Dieng
Gunung Prau

Dari Uki Menuju Dieng, Persiapan Awal Mendaki Pun di Mulai.

Setalah semua peserta lengkap, akhirnya perjalanan pun dimulai menuju Dieng. Perjalanan yang melelahkan di dalam travel pun dimulai. Tak banyak obrolan antara pesera karena memang sudah larut malam dan kebanyakan lebih memilih untuk tidur. Begitu juga dengan saya. Setelah sampai di basecamp pendakian, kami istirahat untuk mengumpulkan sisa-sisa tenaga dan menyiapkan tenaga yang ekstra untuk memulai perjuangan mendaki gunung prau.

Wisata Dieng – Akhirnya, Pendakian Pun di Mulai. Rasa Lelah Mulai Menghampiri

Setelah semua packing dengan barang bawaannya, akhirnya perjalananpun di mulai. Di mulai dari menaiki jalan setapak kecil, kemudian anak tangga yang cukup membuat ngos-ngosan untuk pendaki pemula seperti saya. Jangan tanya berapa kali saya istrahat, untuk dapat teman yang sama-sama termasuk pendaki pemula dan akhirnya bisa bersantai ria meski kami termasuk golongan paling belakang. Tapi tak apalah yang penting kan sampai puncak juga.

Wisata Dieng
Wisata Dieng – Teman Ngetrip

Oh ya, selama pendakian kamu tak perlu khawatir kelaparan karena hampir setiap pos ada penjual makanan dan minuman. Jadi lumayan kan untuk kamu yang suka lapar seperti saya.

Akhirnya Sampai Juga di Puncak, Camping Seru Pun di Mulai.

Sebenarnya ini kali kedua saya naik gunung, setelah setahun yang lalu mendaki Gunung Merapi yang membuat saya hampir kapok untuk mendaki. Maklum saja open trip yang kami ikuti ingkar janji dan kurang bertanggungjawab. Satu hal yang unik di puncak, bangun pagi-pagi sudah ada suara via vallen dengan lagu andalannay sayang apa koe krungu. Sudah lah, pagi yang menyenangkan bukan. Bayangkan saja, suasana yang sangat dingin dengan semnagkok indomie terus ada lagu via vallen. Bikin ngakak sebenarnya.

Wisata Dieng
Wisata Dieng – Teman Ngetrip

Biaya-Biaya ke Gunung Prau.

Biaya open trip Rp. 425.000,-
Sewa Celana Rp. 15.000,-
Makan, Minum, Oleh-oleh Rp. 250.000 (tentatif ini ya, sesuai kemampuan saja

36 thoughts on “Eksplore Dieng: Negerinya Para Dewa yang Wajib di Kunjungi Traveler

  1. Ampun deh kl aku mah kebalikannya. Hobi bgt mengabadikan perjalnan lewat tulisan, hhh
    Iyap dieng selalu bikin candu ya.. Btw pas trakking gunung prau lewat jalur mana? Kok ada pos yg jualan makanan sih? Aku empat kali trakking ke sana nggak nemu penjual makanan di pos pendakian.. Hhh

  2. Ah jadi kangen ke Dieng lagi…

    Sudah 2 x saya ke Dieng. Kedua-duanya pas acara Dieng Culture Festival. Pd kunjungan ke-2 saya sempat menyaksikan upacara pemotongan rambut anak gimbal dari dekat.

    Salam,

  3. wah.. mantep nih.. liburan panjang 2 kali dalam setahun.. klo di kantorq tidak ada agenda tertulis.. kadang suka dadakan klo mau liburan bareng.. 😀

  4. Wah keren telaga warnany.
    Dr dulu pengen bgt traveling kesini tp waktunya nih.
    Perencanaanny keren nih jd tau biaya yg hrs disiapkan hehe

  5. Wah, bisa diusulkan sebagai tempat refreshing selanjutnya bersama teman-teman sekantor lagi nih. 😀

    Mantab.

    salam, Mas.
    Semoga sehat dan sukses selalu.

  6. mengekspolitasi Dieng emang nggak bakalan ada habisnya kalau kata anak jaman Now mah, DEING ORA ADA MATINYA…BRO.

    saran saya pada hubungannya yang tidak halal untuk segera mang admin berkoordinasi dengan MUI agar segera mendapatkan sertifikasi Halal….gratis kok, palingan ngasih tips ala kadarnya ke tukang parkir kantor MUI nya doang kok

  7. dicatat kak biar gak lupa, hihi
    membuat catatan perjalanan asyik juga lho klo menurut saya ^^

    Udah lama banget nih pingin ke Dieng, moga2 kesampean suatu hari nanti.. amiin

  8. Dataran Tinggi Dieng memang bukanlah tempat yang biasa, di sini Kamu bisa menikmati beraganm wisata alam yang disajikan dalam satu area bernama Dieng.

    Meski kedatanganmu ke Dieng hanya satu hari, namun Kamu bisa menikmati empat jenis wisata, mulai dari wisata kawah (Sikidang dan Candradimuka), wisata telaga (Telaga Warna dan Telaga Dlingo), wisata gunung (Prau dan Pakuwojo) hingga wisata candi (Arjuna dan Dwarawati). Itulah yang unik dari Dieng Heeeheeee!!! 😄😄😄😄

  9. Waahhh batu yg sering dijadiin spot utk melihat telaga warna, sekarang dipasangin hurup2 Batu Pandang gitu yaaa.. Trakhir aku kesana ga ada :D. Dieng mah kota favoritku bangettttt. Alasannya, krn di sana dingin :p. Secara aku ga kuat panas mas. Pas dulu naik ke sikunir, aku jg nyerah sampe pos ke tiga. Trnyata capek yaa naiknyaa hahahahaha.. Akhirrlnya cm sampe pos 1, tp untung aja sunrisenya sama cakep kok

  10. haduh saksi peristiwa tragis ya hehe
    kapan ya aku bisa kesana , tapi saksi kebahagiaan ah jangan sampai seperti admin saksi retaknya hubungan yang tak halal, eh blm halal ya? Ya udah nggak apa itu sih biasa
    hehe

  11. Kalau aku, jalan kemana aja, tak tulis di blog. Dari yang menarik sampai yang nggak. Biar blog terisi terus sih. Btw… gurung Prau selalu cantik. Trus kapan aku ke Dieng?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *