Merindukan Ibu

Ibu! Setiap Tetes Hujan Membawakanku Setiap Kenangan Bersamamu

795 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Merindukan Ibu – Di kala hujan membasuh wajahku, kuteringat lagi akan kenangan itu. Ketika sesosok tuamu berlari-lari kecil kearahku dengan sebuah payung biru tua di tanganmu. Dengan wajah cemas kau mengibas-ngibas sisa hujan yang menempel di bajuku. Saat itu kau terlalu mencemaskanku, bahkan kau sampai lupa jika hujan juga mengguyur tubuhmu.

Ibu, saat itu aku tak tau betapa besar cintamu untukku. Tapi aku, aku bahkan secara tak sengaja membentakmu karena kau terlalu lama mengantarkan payung untukku. Ibu, Hujan juga meningatkanku akan hangatnya pelukanmu. Dengan penuh kasih sayang kau memeluk tubuh kecilku yang menggigil kedinginan.

Hujan juga membawa kenangan itu. Di saat petir membuatku histeris malam itu, kau dengan penuh kesabaran mengecup dahiku dan menungguiku sampai malam pun berlalu padahal kau juga tau, tubuhmu tak lah sekuat itu. Waktu istirahatmu, kau habiskan hanya untukku.

Ibu, Setiap tetes hujan mengingatkanku akan setiap kenangan bersamamu.

Ibu, Semoga Segala Doa Terbaik Dariku Untukmu Diperkenankan Allah SWT. Amin.

Bu, Benarkah kalau menjadi dirimu itu sulit? Bu, Taukah ibu kalau sebenarnya aku rindu. Rindu dengan masa kecilku, setiap malam sebelum tidur aku selalu memintamu untuk menemaniku ke kamar kecil. Terkadang jika aku takut, kau menggendongku dalam dekapan yang hangat.

Menjelang pagi, kau membuatkan sarapan kesukaanku. Menemaniku bermain, ketika aku bandal bukannya kau marah padaku. Kau malah memelukku sembari mengucapkan ” Jadi anak yang baik ya nak, ibu sayang kamu” Itu adalah kalimat yang paling ajaib ketika ku mulai agak susah dibilangi.

Pagi ini kau menelfonku, Handphoneku bergetar terus menerus. Ntah rindu ataupun khawatir “Assalamualaykum anak ibu apa kabar, bagaimana kuliahmu, jangan lupa makan ya Semangat ya sayang”

Ibu, Maafkan Aku yang Belum Mampu Menghapus Segala Derita (Merindukan Ibu)

Apa yang sudah kuberi untukmu? Selain luka dan rasa kecewa? Bebanmu semakin berat, namun sikapku semakin memberatkanmu. Kerut dikeningmu semakin bertambah, namun sikapku selalu menambah pikiranmu. Ibu, senyummu hangat, meski hatimu sedang terjerat.

Ibu, tak pernah ku dengar keluhmu. Meski di dahi berluluran peluh.  Ibu, tak pernah ku lihat kau menangis. Meski beban yang kau tanggung begitu mengiris.  Ibu, kau selalu mengatakan “tidak apa-apa”. Meski di pundakmu bertumpu segala derita.

Ibu, maafkan aku yang belum mampu menghapus segala derita.  Ibu, bagi-Nya kau sungguh mulia. Mulia karena kesabaranmu menghadapi dunia.
Salam Rindu

Bu, Yah! Dari Rantau Kuhaturkan Rindu dan Selalu Kudoakan Kebaikan Untukmu dan Adik-Adik

Maafkan saya yang masih jarang menelpon, Padahal semasa kecil, Ibu Ayahlah yang sering mengajak bicara. Bahkan sebelum saya mengenal kata. Maafkan saya yang masih jarang pulang kampung, Padahal usia Ayah Ibu, belum tentu lebih panjang dari usia sibukku.

18 Replies to “Ibu! Setiap Tetes Hujan Membawakanku Setiap Kenangan Bersamamu”

  1. Amiin semoga do’a” nya terkabulkan 🙁
    Semoga juga ibuku dikasih awet umur, ketika membahas tentang ibu atau ayah tidak lupa si tawa hilang dan kesedihanpun datang

  2. Huaaaaa…..
    Pengen nangis baca ini.
    Al Fatihah buatmu Ibu dan Ayahku tersayang.

    Berbahagialah kalian yang masih punya Ibu dan Ayah. Cintai dan sayangilah beliau berdua sepenuh hati.

  3. Setiap hari ditanya sudah makan atau belum saja pasti sudah gembira banget ibu dan ayah itu. Kiriman kabar dari anaknya di tengah kesibukan membuat beliau merasa selalu diutamakan.

  4. bawaanx pengen netes aja nih air mata klo ngomongin soal ibu.
    ibu kekasih sejati.

    bikin melow bang ceritanya… ngena banged

  5. Saya termasuk orang paling deket sama ibu dari pada sama bapak
    ketika baca artikel artikel tentang ibu itu bikin mata berkaca kaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IBX5A924A2977604