Aku Diam dan Malu di Hadapanmu, Namun di Hadapan-Nya Kau yang Tak Pernah Bosan Kuceritakan

Namamu Masih Kubaitkan

1,161 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Namamu Masih Kubaitkan – Jangan aneh melihatku berbeda denganmu, mungkin candaan dan gurauan selalu datang pada mereka yang mendekatimu, namun caraku tidak begitu. aku tau persis untuk menjadikan kamu sosok yang istimewa dan aku pun mendekatimu dengan cara yang istimewa pula.

Apakah aku butuh bunga untuk kuberikan padamu?Β  tidak usah. Aku hanya cukup iqtiqomah mendekati pemilik hatimu saja, dengan doa yang entah udah berapa kali namamu kusebut karena aku mengerti bahwa hatimu seutuhnya dikendalikan oleh Dia yang maha indah.

Tenang saja! Aku Diam dan Malu di Hadapanmu, Namun di Hadapan-Nya Kau yang Tak Pernah Bosan Kuceritakan

Aku memang malu untuk bercerita, aku terlihat cenderung diam dengan buku yang kubaca setiap saat, namun tenang saja itu hanya dihadapanmu saja. Bagaimana dihadapan robbku? dihadapan Nya aku tidak diam untuk menceritakanmu, bahkan tidak hanya sekali tapi berkali kali.

Sampai Saat Ini, Namamu Masih Kubaitkan Rutin Dalam Tadahan Doa-Doa Ku. Aku Benar-Benar Ingin Bersamamu dan Merindu.

Duhai langit berwarna biru. Apakah engkau mau membantu mencari dia berlalu? Untuk menyampaikan salam cintaku, bahwa aku terjebak dalam genangan rindu. Duhai langit yang tiba-tiba tersedu. Maukah engkau membantuku menyiramkan rasa rindu agar hatinya merasakan selalu cintaku suci tak berdebu.

Mencintaimu Diam-diam via instagram.com @rickymotret

Duhai selang waktu. Adakah engkau sudi membantu menyalurkan rasa rindu yang menggenangi nafasku kepada dia yang ku cintai selalu. Duhai sepertiga malamku. Engkau pasti tau sampai saat ini pun, nama-Nya masih selalu dalam tadahan doa-doaku. Aku benar-benar merindu.

Tak Perlu Kau Ragukan, Doa-Doa Ku Masih Sehangat yang Dulu dan Tak Akan Pernah Berubah.

Kau percaya? Bahwa rasa ini masih sama. Ku biarkan perasaan ini terbang ke angkasa, agar kau tahu dunia ini hanya fana. Bahkan dalam doaku pun agar kau selalu kuat seperti ilalang, yang mampu berdiri setelah terhempas laju angin.

Seperti bunga-bunga di taman yang tak pernah mengeluh meski terpanggang terik matahari dan dipeluk dingin malam. Dan seperti rintik hujan meski jatuh berkali-kali tapi ia kembali. Percayalah doa-doaku masih sehangat dulu dan tak akan pernah berubah semasa aku masih bernafas karena kamu lah satu-satunya yang ingin kubahagiakan dunia dan akhirat.

Dan Akhirnya, Selain Doa-Doa yang Kutadahkan. Aku Hanya Bisa Bersabar Karena Aku Yakin Akan Tiba Saatnya Jika Benar-Benar Sudah Siap.

Rindu ini bukanlah rindu sembarangan. Butuh waktu lama untuk menumbuhkannya, aku tak mau menjadi belenggu dalam rindu, terbujur lemas diam menjadi kaku. Aku tak mau menjadi benalu, habis menggerogoti rindu lalu terlanta-luntu. Rinduku tak besua, diam menyimpan didalam kalbu. Untuk siapakah rinduku kecuali bukan untukmu?

Bersabarlah! Akan tiba saatnya, saat kita benar-benar sudah siap dan dihari itu aku akanΒ  datang kerumahmu bersama orangtuaku.Β  Menyampaikan niat baikku yang selalu kuceritakan kepada Rabbku.

Akan kusampaikan niat muliaku dengan cara terindah dan terberkah karna Allah.Β  Sampaikan pula pada-Nya agar niat kita ini segera direstui.

14 thoughts on “Aku Diam dan Malu di Hadapanmu, Namun di Hadapan-Nya Kau yang Tak Pernah Bosan Kuceritakan

  1. Seperti bunga-bunga di taman yang tak pernah mengeluh meski terpanggang terik matahari dan dipeluk dingin malam.

    tabaaah banget. πŸ˜€

  2. Aku sering menyebut namamu dihadapan-Nya. Aku akan selalu begitu agar pemilik hatimu menyampaikan hasratku dengan cara-Nya yang terindah

    hehe …. terbawa arus

  3. Dihadapanmu aku tak mampu berkata apa apa
    tapi dahadapannya aku terang terangan menyebut namamu
    meminta dirimu untuk bersamaku

  4. sujudku setiap saat hanya meminta ridha mu
    tak sanggup ke nerakamu
    tapi tak pantas juga ke surgamu
    hanya ridha Mu lah yang ku mau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *