Ayah

Ayahku! Usiamu Semakin Senja, Tenagamu Tak Sekuat Seperti Kamu Muda

608 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Ayah. Ajarkan aku bagaimana kau bisa bertahan dalam hidup ini. Bagaimana kau masih bisa tersenyum sedangkan kulitmu semakin hari semakin hitam karena sengatan panasnya sang mentari. Bagaimana bisa kau masih tertawa ketika peluh dan keringat tak henti-henti. Bagaimana bisa kau masih menyempatkan waktumu mengantarkanku pergi mengaji padahal penatmu enggan pergi.

Bagaimana bisa kau telah menungguku dengan motor tuamu ketika kuhendak sekolah sedangkan kantuk terlihat jelas di matamu dan kau juga harus pergi kerja lagi. Bagaimana bisa, bagaimana? Begitu besarkah rasa sayangmu kepadaku sehingga kau rela melakukan semua? Lalu , bagaimana jika aku tak bisa membalasnya? Apakah kau akan kecewa?

Terlalu banyak pengorbanan yang telah kau lakukan. Usiamu semakin senja. Tenagamu tak sekuat ketika kau masih muda. Tapi sinar matamu masih sama, memancarkan semangat tak pernah lelah. Terimakasih atas segalanya. Mungkin aku pernah membuatmu Islama dan kecewa, tapi ayah, izinkan aku membalas cintamu dengan cinta yang aku punya. Meski tak sebesar cintamu, tapi percayalah, anakmu ini sedang berusaha.

Ayah, Aku Merindukanmu yang Dulu, Bisakah Kamu Tak Berubah Meski Kehidupan Semakin Menderma

Ayah kurindu pelukan, tawa lepasΒ  saatΒ  mengajakku bercanda, aku rindu mengajariku berjalan, memujiku saat bisa melakukan hal baru. saat nanti tiba waktunya ayah akan melihat anak ayah dengan penuh rasa bangga.

Ayah tanganku memang tak mampu mengusap keringat yang bercucuran, aku pun tak mampu menghilangan rasa lelahmu. Aku rindu , saat malam tiba. Tidurku nyenyak dalam lindungan pelukanmu. keringat yang bercucuran dan air mata yang mengalir di pipimu. Aku sayang kamu.

Ayah, Kelak Jika Aku Membawa Menantu dan Tak Sesuai Dengan Harapanmu, Tolong Terima Juga Dia

Dan kelak, jika aku menikah dengan gadis impianku dan tidak sesuai dengan keinginanmu. Tolong perlakukan dia sebagaimana memperlakukanku, tolong jaga dia sebagaimana kamu menjagaku dan tolong sayangi dia juga sebagaimana kamu menyayangiku.

13 Replies to “Ayahku! Usiamu Semakin Senja, Tenagamu Tak Sekuat Seperti Kamu Muda”

  1. Titip rindu buat ayah. tiba-tiba saja saya teringat lagu Ebit G Ade tersebut setelah membaca artikel ini. Ayah benar-benar sosok pahlawan, yang semangatnya terus menginspirasi, mengilhami kita untuk terus berbuat kebaikan. berbuat sesuatu yang bermakna.

    Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
    Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
    Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
    Kini kurus dan terbungkuk ehemm

    Namun semangat tak pernah pudar
    Meski langkahmu kadang gemetar
    Kau tetap setia

  2. Ayah adalah iron man yang sesungguhnya. semangat buat para ayah dan calon ayah di luar sana dalam mendidik anak-anaknya kelak.

  3. Saya orang yg paling gak deket dengan sosok ayah mas bro di rumah
    tapi dalam hati saya sungguh2 hormat dan mencintaninya
    apa lagi dalam keadaan jauh seperti ini,

  4. Suka sedih gan kalo udah bahas ttg org tua..
    Khusus nya saya sendiri saat ini jauh dr org tua, dgn membaca artikel ini saya jd kangen dgn mereka..

  5. Nggak kalah sama ibu ayah juga sosok yang luar biasa banget, apa yang diceritakan di atas persis banget sama ayah saya…
    Love you pak’e…😭😭😍😍

  6. Jadi seorang ayah itu berat. Karena harus menjaga anak-anaknya untuk selamanya, entah saat dia masih sendiri maupun sudah menikah. Tetap punya tanggung jawab yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IBX5A924A2977604