Sungguh Mulia! Driver GO-JEK Ini Bekerja Untuk Menghidupi 126 Santri

Driver GO-JEK

168 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Driver GO-JEK – Penampilannya yang sederhana seringkali membuat orang tak menyangka, Endang Irawan adalah pemilik sebuah Pondok Pesantren Nurul Iman khusus hafalan Alquran di Gunung Putri, Bogor. Tidak ada yang spesial, namun Endang tampak lebih bangga mengenakan jaket GO-JEK daripada tampil dengan pakaian ala pemuka agama.

“Saya sedang belajar ilmu agar tak dikenal orang. Selain itu, bagaimanapun juga, GO-JEK ini juga lah yang berjasa ikut membesarkan pondok saya,” jelas Endang di Kantor GO-JEK, Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (3/1).

Kumparan.com

Sebelum bergabung di GO-JEK, awalnya Endang bekerja sebagai mekanik elektrik khusus wilayah luar Pulau Jawa. Hampir semua pulau besar di Indonesia pernah ia datangi untuk mengais nafkah, tak hanya untuk keluarga namun juga untuk 126 orang santrinya.

Pondok yang Sudah Berdiri Sejak Dua Belas Tahun Silam Ini, Sudah Menghasilkan Manusia-Manusia yang Ber Akhlak Mulia.

Pondok pesantren tersebut sebenarnya sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu. Namun, Endang mengakui, sejak bergabung dengan GO-JEK, ia baru bisa lebih fokus untuk mengurusnya. Hal tersebut rupanya tidak sia-sia. Kini, pondok yang menampung santri dengan usia 12-24 tahun ini bahkan berhasil mencetak penghafal Alquran tingkat provinsi.

“Tentunya, menghafal 30 juz kan tidak mudah,” ujarnya bangga. via kumparan.com

Pondok Ini Juga Lebih Mengutamakan Anak-Anak yang Kurang Mampu. Salut ya Sama Jiwa Sosialnya Kang Driver Go-Jek ini.

Selain itu, tidak semua santri di tempatnya dipungut biaya jika ingin belajar di pondoknya. Endang mengaku, khusus anak driver GO-JEK yang yatim atau tidak mampu dan ingin belajar, ia akan menanggung semua biaya pondoknya termasuk makan dan kebutuhan sehari-hari.

Driver GO-JEK
Driver GO-JEK dengan santrinya

“Lalu yang kedua adalah fakir, fakir itu dia ada penghasilan tapi tidak memenuhi. Itu saya lihat kondisi, kadang saya tidak ambil biaya. Begitu pula yang miskin, atau penghasilannya tidak menentu,” jelasnya. Selain itu, ia juga memberikan uang saku kepada para santri sebesar Rp 5 ribu. Sebab, para santri ini sebenarnya juga dilarang untuk keluar dari pondok tanpa izin.

Memang Berbuat Baik Itu Tak Mengenal Kaya atau Miskin, Tetapi Lebih ke Masalah Jiwa dan Hati yang Iklhas.

Memang tak bisa di pungkiri. Indonesia ini memang sangat unik, dimana banyak orang kaya yang tak peduli dengan warga sekitarnya atau bahkan tutup mata, tapi disisi lain banyak masyarakat yang berhati mulia tetapi tak mempunyai kekayaan yang berlimpah untu mencukupi sampai tujuh turunan.

Yang lebih mirisnya lagi, para elit politik banyak juga yang terkena kasus korupsi. Apakah mungkin mereka yang teralalu rakus untuk menghabiskan uang rakyat dari pajak. Bukankah penghasilan mereka sudah selangit? Entahlah, memang berbuat baik itu tak mengenal kasta dan jabatan.

23 thoughts on “Sungguh Mulia! Driver GO-JEK Ini Bekerja Untuk Menghidupi 126 Santri

  1. Sehat-sehat terus, Pak. Mudah-mudahan Allah SWT mempermudah jalan Anda. dan semoga tercurahlah keberkahan dan rahmat dari-Nya.

    tak lupa mudah-mudahan kita juga mendapat sedikit kekuatan untuk meniru apa yang beliau lakukan…. Amiin..

  2. Jangan pernah pandang seseorang dari penampilannya. Karna terkadang orang yang penampilannya biasa punya sesuatu yang luar biasa.

  3. Keren ah Pak Endang, punya pondok, tapi tetap mau nyambi ngojek juga plus membantu anak driver ojek yang yatim atau tidak mampu dan menanggung semua biaya pondoknya. Semoga tambah banyak rezekinya. Amin.

  4. Subhanallah, luar biasa sekali perjuangannya Pak Endang

    Btw salam kenal Mas, akhir-akhir ini sering dengar tentang blog ini. Tapi baru kepikiran mampir setelah baca reviewnya Mas Adi di mysatnite 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *