Observatorium Bosscha Lembang

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

314 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Pernah dengar Observatorium Bosscha Lembang? Pastinya buat warga Bandung, museum ini sudah tak asing lagi. Iya, museum yang terletak di Lembang, Bandung Barat ini, menjadi salah satu tujuan wisata yang tidak hanya menghibur, namun juga bisa menambah wawasan. Jadi, saat anda ke Bandung bersama keluarga, terlebih dengan sang buah hati, pastikan untuk mampir ke museum ini.

Sejarah Berdirinya Observatorium Bosscha Lembang

Pada awalnya, bangunan ini memiliki nama Bosscha Sterrenwacht, dibangun oleh sebuah Perhimpunan Bintang Hindia Belanda .Pada rapat pertama mereka, seorang tuan tanah di perkebunan the Malabar yang bernama Karel Albert Rudolf Bosscha menyatakan bahwa Ia bersedia menjadi donatur utama dalam pembelian teropong bintang untuk Observatorium Bosscha.

Untuk menghargai jasanya dalam pembangunan observatorium, maka nama Bosscha dijadikan sebagai nama untuk observaturium ini. Kemudian pada tahun 1933, pihak Observatorium Bosscha melakukan publikasi internasional untuk pertama kalinya. Namun, kegiatan observasi harus dihentikan dengan terpaksa karena adanya Perang Dunia II.

Kemudian setelah berdirinya ITB (Institut Teknnologi Bandung) pada tahun 1959, Observatorium Bosscha resmi menjadi bagian dari ITB untuk dimanfaatkan sebagai pusat penelitian dan juga pendidikan ilmu Astronomi di Indonesia.

Daya Tarik Observatorium Bosscha Lembang

Banyak hal menarik yang bisa dilihat di museum Observatorium Bosscha. Diantaranya adalah:

  • Schmidt Bima Sakti

Teleskop ini sering disebut juga dengan Kamera Schmidt karena memiliki sistem optik Schmidt. Dengan panjang fokus mencapai 127 cm, diameter cermin 71 cm, dan juga diameter lensa sebesar 51 cm, teleskop ini pun digunakan untuk mempelajari struktur dari galaksi Bima Sakti, supernova, spektrum bintang dan juga untuk mengamati asteroid.

  • Refraktor Ganda Zeiss

Teleskop ini terdiri dari dua teleskop utama dan juga satu teleskop pencari. Teleskop ini merupakan salah satu jenis refraktor dengan diameter utamanya 60 cm dan panjang fokus mencapai 11 m, kemudian untuk teleskop pencarinya memiliki diameter 40 cm. Teleskop ini digunakan untuk mengamati gerakan bintang pada gugusnya.

  • Refraktor Bamberg

Teleskop berjenis refraktor lainnya adalah teleskop Refraktor Bamberg. Memiliki diameter lensa 37 cm dan panjang fokusnya mencapai 7 m. Teleskop ini digunakan untuk mengukur gerhana bintang, mengamati kawah bulan, matahari, dan benda langit lainnya. Dan juga untuk menentukan skala jarak dan terang bintang.

  • Cassegrain GOTO

Teleskop ini memiliki diameter cermin utama sebesar 45 cm dengan panjang fokus 1,8 m dan cermin sekunder dengan panjang fokus 5,4 m. teleskop ini digunakan untuk mengamati objek  dan dapat dengan langsung memasukkan data dari posisi objek kee penyimpanan data.

  • Refraktor Unitron

Teleskop jenis refraktor lainnya yang memiliki lensa objektif dengan diameter 102 mm dan panjang fokusnya sekitar 1500 mm. Teleskop ini banyak digunakan oleh para mahasiswa untuk kegiatan praktikum untuk mengamati matahari dan bulan.

Harga Tiket dan Jadwal Kunjungan Observatorium Bosscha

Jika Anda berencana untuk mengunjungi tempat ini, maka berikut jadwal kunjungan di Observatorium Bosscha :

  • Selasa sampai dengan Kamis buka pukul :00 – 10.30, 11.00 – 12.30, 13.00 – 14.30. (Kapasitas hanya untuk 200 orang/pengunjung, dan hanya menerima instansi/sekolah)
  • Untuk hari Jumat buka pukul00 – 10.30, 13.00 – 14.30. (Kapasitas hanya untuk 200 orang, dan hanya menerima kunjungan instansi/sekolah)
  • Dan pada hari Sabtu buka pukul 30 – 10.30, 10.45 – 11.45, 12.00 – 12.45, dan 13.00 – 14.00. (Kapasitas hanya untuk 90 orang, dan hanya menerima kunjungan keluarga/perorangan)

Adapun jadwal kunjungan pada malam hari yang hanya 3 kali dalam satu bulan. Dari pukul 17.00 – 20.00 malam.  Kemudian untuk harga tiket masuknya sebesar 15 ribu rupiah pada kunjungan siang, serta 20 ribu rupiah pada kunjungan malam.

IBX5A924A2977604