Jodoh Tak Kunjung Datang

Surat Cinta ke Tujuh Untuk Calon Istriku yang Selalu Kusebut di Dalam Sujudku

1,141 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Surat Cinta

Untuk calon istriku

Di

beranda senja…

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Lama tidak menulis surat untukmu calon istriku, bukan berarti aku tak rindu.

Di lembaran waktu, justru roncean pilu yang semakin membuatku lebam dalam helai syahdu. Berkali-kali aku menghela resah, berharap segera menemukanmu di satu sudut perjalananku. Sesegera mungkin bergegas ke lembar kehidupan baru; Bersamamu. Agar aku tak sendiri. Agar aku tak selalu perih.

Duhai calon istriku, tentu engkau juga tengah berharap-harap cemas dengan keberadaanku yang menurutmu berada di entah. Aku berharap, calon imam yang selalu engkau pinta di setiap teduh tahajjudmu adalah aku. Seorang suami yang engkau mohon pada Allah dalam helai doa-doamu di sepanjang waktu, semoga itu adalah aku.

Maka tentu tidak akan ada kebahagiaan lain yang lebih bahagia saat doamu dan doaku dikabulkan oleh Allah, dan kita dipertemukan dalam pernikahan yang berseri.

Aku Ingin Menemukanmu Lalu Membawamu ke Dalam Ikatan Suci yang Bernama Pernikahan.

Calon istriku, aku ingin segera menemukanmu. Lalu suatu saat nanti, aku ingin kita bisa tersenyum di bawah ikatan suci bernama pernikahan. Merawatnya bersama tanpa saling merasa lebih tinggi dari lainnya. Tanpa saling merasa lebih hebat dari yang lainnya. Sebab kita tak akan lengkap jika tidak bersama.

Seringkali, aku mendengar kisah-kisah mendamaikan yang sering dipituturkan para orang tua tentang pernikahan. Bahwa pernikahan itu menyingkap tabir rahasia. Ada banyak keistimewaan baru yang tidak pernah kita dapatkan sebelumnya. Ada jutaan kebahagiaan yang bisa dipetik bersama saat menikah.

Ada aliran rahmat dan maghfiroh dari ikatan suci itu. Dan aku selalu tidak sabar untuk menapakinya bersamamu.

Duhai calon istriku, saat kita sudah memantapkan hati untuk saling meyempurnakan, jangan lagi kita terecoki dengan segala bentuk kekurangan yang kita miliki masing-masing. Aku tidak akan pernah bisa semulia Kanjeng Rosul Muhammad.

Aku juga tidak setampan Nabi Yusuf. Aku tidak akan sesabar Nabi Ayyub. Pun, aku juga tidak akan sekaya Nabi Sulaiman. Tetapi aku hanya seorang manusia yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. dan aku butuh penerimaan darimu.

Seperti juga engkau calon istriku… tentu tidak akan pernah aku menuntutmu untuk semulia Siti Khadijah, setaqwa Siti Aisyah, pun setabah Siti Fatimah. Aku hanya berharap, bersamaku, engkau akan semakin sholehah, hingga menjadi perhiasan terindah dalam perjalanan hidupku.

Kelak, dengan pernikahan, semoga kita semakin paham akan kewajiban bersama. Jika kau ibarat tanah, maka akulah langit penaungnya. Jika engkau ladang tanaman, maka akulah pemagarnya.

Calon istriku,,, kelak, saat kita sudah menikah, dan engkau ingin bermanja, maka akulah tempat merajuk dan berkeluh kesah untukmu. Saat engkau lelah, akulah tempat istirahat yang harus engkau cari. Aku senantiasa berharap, dengan pernikahan, akan semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam menggapai ridha Allah Robbul Izzaty.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Rindu dari jauh

Calon suamimu

 

Avan Fathurrahman

Artikel by : Avan Fathurrahman

9 Replies to “Surat Cinta ke Tujuh Untuk Calon Istriku yang Selalu Kusebut di Dalam Sujudku”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IBX5A924A2977604