Lelaki Yang Terjebak Dalam Kutukan Rindu Karena Kamu Sayang

Kutukan Rindu

13 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Akulah, Ay,,, Lelaki yang terjebak dalam kutukan Rindu. Denyar yang mengharu. Perih yang terindah. Membatu di dada. Bahkan, nyaris di setiap hari yang aku tapaki selalu bersepuh pilu. Meski sekuat apapun aku memberontak, tak ayal, gulungan rindu selalu menghantamku. Memporak-porandakan karang keteguhan di dada. Aku luruh dalam rindu. Padamu.

Sebenarnya aku selalu berupaya untuk menghindar Ay,,, lewat dzikir kepasrahan pada Sang Maha Cinta. Atau menapaki sunyi dalam laku perjalanan. Aku senantiasa berharap bisa keluar dari kutukan ini. Tapi tak bisa. Semakin aku berusaha keluar, semakin lesap aku tersaruk di dalamnya. Seperti buih di gulungan ombak. Mengambang dan tak pernah bisa hilang.

Kita Memang Sudah Tak Bersama Lagi Ay, Tapi Kutukan Rindu Ini Masih Melekat Pada Jiwa dan Ragaku.

Kita memang tidak lagi bersama Ay,,, meski kita tak pernah tahu siapa yang telah pergi. Aku atau kamu? Tapi yakinlah, bahwa tempatmu abadi di sini. Di hati ini. Sejauh apapun kau mengembara, pada akhirnya kau akan menyadari bahwa tempatmu kembali adalah hatiku. Membasuh keluh dan peluh. Melepas lelah dan gundah.

Keyakinanku semakin kuat setiap kali kau hadir di mimpi. Sesekali kau tersenyum dari jauh sembari melambai. Sesekali kau terisak perlahan di hadapanku. Pernah juga kau berjalan sambil tertunduk ke arahku. Perlahan kau mendekat. Aku melihat gurat-gurat kesedihan di wajahmu. Meski aku gagal membacanya. Kesedihan macam apakah itu Ay? Kau tak pernah bercerita lagi. Ah, iya, aku lupa… kau sudah tak di sini.

Semalam, kau hadir lagi di mimpiku. Tak banyak kata yang kau ucap. Hanya sesungging senyum yang terlihat kau paksakan. Lalu kau terisak. Ah, ada apa Ay? Sialnya, aku tak pernah berani untuk bertanya. Tentang keadaanmu yang seolah remuk-redam dalam resah. Tentang perjalanan hatimu sejak berlalu dariku. Aku jadi ragu bahwa kau tengah berbahagia, meski kau berusaha untuk menutupinya.Ini terdengar klise memang. Bahkan mirip dengan kisah sinetron di televisi. Tapi mau bagaimana lagi?

Beginilah memang Tuhan mengajarkan keindahan untuk hidup Ay,,, kita harus menyusuri setiap lempengan hidup di lembar yang berbeda. Kau di sana. Aku di sini. Kau melukis hidup dengan tinta penuh warna. Akupun mengoles lembar hidup dengan liukan kisah sarat makna. Meski akhirnya aku harus terjerat kutukan Rindu.

Ay,,, entah sudah berapa purnama kita saling meninggalkan. Atau jangan-jangan kita sebenarnya tak saling kemana-mana? Tetap saling ada di hati.

Jarak dan waktu memang selalu menawarkan perih ya Ay… termasuk untuk kita. Sepanjang perjalanan tanpamu, aku memang mulai meronce aksara baru. Tetapi semakin jauh aku melangkah, semakin dekat pula rasanya aku dengan gemuruh rindu. Ya, Akulah Lelaki yang terpaku dalam kutukan Rindu.

Tapi, Kau baik-baik saja kan Ay,,,?

Artikel By Rumah Rindu

8 thoughts on “Lelaki Yang Terjebak Dalam Kutukan Rindu Karena Kamu Sayang

  1. Semua yang bernyawa pasti mati. Sialnya maut kadang datang disaat yang ga tepat. Disaat semua terasa baik-baik saja. Dan yang paling sulit adalah menyikapinya.

    Salam kenal mas Idris. Salut sama tulisannya. Izin subsrcibe mas. Jangan berhenti nulis!

  2. In aku bingung rindu ini harus kuapakan
    apakah laku rindu untuk di jual
    karena aku ingin menjual banyak rindu ini
    in aku terbelenggu tak mampu lepas dari borgol yang bernama rindu

  3. Sejauh apapun kau mengembara, pada akhirnya kau akan menyadari bahwa tempatmu kembali adalah hatiku. -> Mantap Djiwa!

    Banyak yang bilang obat rindu itu ketemu, nyatanya tidak demikian. Emang dah kalo orang lagi rindu puitis banget ya bang haha asal jangan sampe kena tifus aja gara-gara kangen sama seseorang 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *