Menikah Itu Sebenarnya Murah, Adat dan Gengsi yang Membuatnya Jadi Mahal

Menikah Bukan Karena Usia

23 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Menikah Itu Sebenarnya Murah – Berbicara pernikahan memang selalu tak pernah habis untuk di kaji, khususnya bagi kaum muda-mudi yang sudah mulai merencanakan pernikahannya. Bahkan kadang ada yang rela menunda pernikahan dulu demi sebuah pernikahan impian yang ideal. Memang tak ada salahnya memiliki pernikahan yang ideal, karena menikah adalah janji setia dan hanya ingin dilakukan sekali seumur hidup.

Menikah itu juga keputusan yang melibatkan hati, dan tentu juga melibatkan keuangan. Bila dikaji lebih dalam demi sebuah pernikahan yang ideal. Mungkin pundi-pundi rupiah anda akan ludes dan harus meminjam juga kepada sanak family atau bahkan ke lembaga keuangan. Sebut saja biaya sewa gedung, cathering sampai dengan tetek bengek lainnya yang harus disiapkan dalam pernikahan.

Mungkin hari ini kita segalanya bagi seseorang, tapi besok bisa jadi kita bukanlah siapa-siapanya lagi.Karena hati manusia mudah berubah, maka dari itu luruskan niat Lillahi Taala biar semuanya tetap sama

Sebenarnya, menikah itu bisa jadi murah jika seseorang lebih memilih acara yang sederhana jika tidak ada adat dan gengsi diantara kedua belah pihak. Bukankah tujuan pernikahan yang sebenarnya adalah untuk menyempurnakan separoh agama dan untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat.

Menikah Itu Seharusnya Lillahi Taala Dan Jangan Di Campur Adukkan Dengan Wah dan Gengsi

Karena menikah itu sebuah ibadah yang bisa menjadi ladang pahala sepanjang masa. Seharusnya luruskan niatmu menikah hanya karena Allah Taala jangan sampai salah niat. Lagipula, bila niat sudah lillah tentu kamupun tidak akan mudah lelah saat menjelang pernikahan, karena pastinya kamu tidak sibuk dengan pikiran manusia, tapi lebih kepada berharap yang terbaik kepada Allah.

Dan jika menikahmu karena menuruti gengsi, maka pasti setelah pernikahan kamu bukan bahagia, tetapi ribet mikirin harta yang telah terpaka. Dan masih untung bila dananya tadi memang uangmu sendiri, kalau ngutang?. Wah habis nikah bukan senang-senang, tapi banting tulang buat lunasin tuh hutang.

Menikah Itu Bukan Tentang Seberapa Megah Resepsimu, Tetapi Lebih Kepada Niat yang Terpatri di Hati Hanya Karena Allah Taala

Karena yang terpenting dalam memulai pernikahan ini bukan megahnya resepsi, tetapi niat yang selalu terpati “Lillahi Ta’ala”. Karena apabila hati sudah tetap merujuk kepada Allah, maka yang ada didalam pikiran kita hanyalah bagaimana caranya tindakan yang ada selalu mendatangkan keridlaan Allah.

Sehingga bila sudah demikian, maka sudah jelas setelah pernikahan, atau bahkan setelah bertahun-tahun bersamapun semua keadaan yang ada akan selalu tercipta menyenangkan dan selalu indah, karena kesiapan hati yang sudah benar-benar matang sebelumnya.

Jangan Pula Menikahmu Terpaku Kepada Adat dan Gengsi, Kerena Bisa Jadi Akan Merusak Niatmu yang Suci Untuk Menikah Karena Allah

Memang adat di Indonesia itu sangat banyak dan menjadi kekayaan yang tak ternilai. Di setiap adat juga sudah mengatur masalah pernikahan. Tapi, jangan sampai terpaku pada adat dan gengsi, sebab kedua hal ini bila dibiarkan akan merusak niat baik yang ada dihati dan bisa jadi penghalang untuk menikahmu.

Buktinya tak sedikit dari kita yang menggelar walimahan besar, tapi ujung-ujungnya bila ditanya biar terlihat mewah dihadapan para tamu. Padahal untuk apa terlihat mewah dan seakan-akan selalu wah, bila sehabis pesta pernikahan usai kamu tak bisa bijak menjalani pernikahan dalam waktu yang lama. atau yang paling parahnya lagi, menghitung jumlah utang yang harus dibayar.

Luruskan Niatmu, Karena Sebenarnya Tujuan Menikah Dalam Islam Itu Mulia Bukan Sekedar Hanya Untuk Kata Halal dan Sah

Agama Islam telah memberikan pedoman yang lengkap dan jelas mengenai masalah pernikahan ini. Mulai dari anjuran menikah, bagaimana memilih pasangan yang benar, cara melakukan khitbah (peminangan), sampai bagaimana mendidik anak, semua diatur oleh Islam dengan sangat detail dan menyeluruh.

Dikutip dari ensiklopedimuslim.com, bahwa tujuan utama menikah itu ada tujuh yaitu Melaksanakan Sunnah Rasul, Menjaga Diri Dari Perbuatan Maksiat, Menguatkan Ibadah, Memperoleh Ketenangan, Memperoleh Keturunan, Investasi di Akhirat Nanti dan Menyalurkan fitrah Manusia.

Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir [Ar-Rum 21].

Menurut Pendapat Ulama, Menikah itu Bisa Saja Wajib, Sunnah dan Bahkan Mubah, Jadi Masih Lebih Mementingkan Wah atau Hukum

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An Nur: 32).

Dari ayat diatas ada perbedaan pendapat ulama, ada yang berpendapat bahwa menikah itu wajib, sunnah dan bahkan mubah. Semua tergantung kepada kondisi dan keadaan seseorang yang akan menikah.

22 thoughts on “Menikah Itu Sebenarnya Murah, Adat dan Gengsi yang Membuatnya Jadi Mahal

  1. Pada intinya mah, nikah itu perlu dirayakan, perlu diserbarluaskan bahwa si A dan si Anu telah resmi menikah. Nah untuk soal resepsi pastinya sesuai kadar kemampuannya. Jika memang mampu, mengundang seluruh pelosok kampung itu lebih bagus.
    Resepsi itu kan punya tujuan dan makna juga untuk mempererat kembali silaturahmi dan memperkenalkan sanak-saudara yang jauh.
    Mahar juga bisa menunjukkan keseriusan pengantin lelaki akan rasa tanggung jawab pada calon istrinya. Seandainya mahar pernikahan itu murah bahkan jika perlu gratis, saya pengen kawin sepuluh kali, habis enak seh 🙂

  2. ALHAMDULILLAH…Saya nikah dengan prosesi sederhana sesuai syariah tanpa pesta hanya walimah dan kini sudah 7 th nikah dan dikaruniai 3 anak jadi jangan buat ribet nikah

  3. Semoga nanti disaat hari nikah, dilancarkan.
    Betul itu, gak saling memberatkan. Dan, memang untuk syarat sah itu gak wah mewah. Hanya saja resepsi, hajatannya yang mahal. Apalagi kalau dah ada dangdutnya.haha

  4. apa lagi di tempat saya mas
    adatnya bener bener mahal
    tapi mau gimana lagi sdh menjadi adat budaya
    apa lagi sekarang gengsi sdh seperti bahan pokok
    menjadi yang paling utama dari arti pernikahan sendiri

  5. betul sekali dan saya Alhamdulillah mendapatkan mertua yang tidak menuntut apa-apa dari saya… tapi sebagai mantu, memang sungguh keterlaluan karena bisa dibilang modal dengkul saja

    Eeeee sekarang sudah punya anak satu,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *