Bikin Candu! Solo Backpaker di Danau Toba Selama Dua Hari Semalam

Solo Backpaker di Danau Toba

Sejatinya untuk mengenal diri sendiri lebih baik kamu harus mencoba melakukan perjalanan sendiri atau yang lebih sering di sebut dengan solo backpaker. Jika masih bingung menentukan tujuan, cobalah solo backpaker di Danau Toba, karena disana semua bisa menjawab keingin tahuan kamu kamu tentang diri sendiri, budaya batak sampai dengan mengukur kemampuan bersosial kamu.

Kali ini saya akan membagikan pengalaman solo backpaker di Danau Toba. Dan ini merupakan solo backpaker pertama saya seumur hidup. Saya berangkat dari rumah di Padanglawas, Sibuhuan, Sumatra Utara yang merupakan salah satu kabupaten yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Sibuhuan ke Padangsidimpuan, Selanjuntnya Udara Dingin Parapat Menyambutmu Dengan Bahagia

Saya berangkat dari kampung halaman saya di Sibuhuan dengan menggunakan travel ke Padangsidimpuan. Perjalanan ditempuh selama 4 jam dan kemudian dilanjutkan menuju Parapat selama 6 jam. Tidak banyak yang bisa dilakukan di dalam travel, hanya mengobrol sesama penumpang dan kemudian tidur.

Solo Backpaker di Danau Toba
Solo Backpaker di Danau Toba – Suasana Pagi di Parapat

Selama perjalanan dari Padangsimpuan ke Parapat saya juga mendapat kesan yang lumayan buruk karena yang duduk disamping saya tidak menggubris obrolan padahal dia juga tujuan yang sama dan sendiri juga. Tapi tenang saja, masih banyak kok manusia yang bisa diajak ngobrol dan bisa menjadi teman perjalan yang baik.

Setelah sampai di Parapat Jam 3 Pagi. Saya harus menunggu jadwal penyeberangan di pagi hari. Karena memang saya tidak menginap, jadi lebih banyak menghabiskan waktu di Alfamart dan mengobrol dengan traveler lainnya. Dan saya juga kaget, karena dikasih tahu ada kecelakaan kapal KM Sinar Bangun.

Setelah Shalat Subuh, Saatnya Menyaksikan Danau Toba di Penyebrangan Tiga Raja. Spot Cantik I Love Danau Toba Menjadi Ikon Favorit.

Setelah selasai melaksanakan kewajiban seorang hamab kepada sang Pencipta-Nya, saya berjalan-jalan disekitar untuk menikmatii udara yang segar serta mengobrol dengan warga setempat. Sebenarnya secara bahasa saya tidak begitu kesulitan karena memang saya juga orang batak.

Solo Backpaker di Danau Toba
I Love Danau Toba Selalu Menjadi Ikon Favorit Buat Mengabadikan Moment

Oh iya, meski sesama orang Batak. Masih banyak perbedaan antara bahasa batak yang satu dengan yang lainnya. karena suku batak juga terdiri dari batak karo, batak toba, batak mandailing dan lainnya

Spot ini selalu ramai dikunjungi. Dan naasnya, kecelakaan yang membuat danau toba berduka juga sedang diberitakan besar-besaran oleh Media. Percayalah, berkat pemberitaan media yang terlalu berlebihan membuat banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya ke Samsosir.

Awalnya saya memutuskan meyeberang dari sini, tetapi berkat informasi yang salah akhirnya saya menyeberang dari Ajibata.

Penyeberangan Dari Ajibata ke Pulau Samosir, Menandakan Perjalanan Solo Backpaker di Danau Toba Sah Untuk di Mulai.

Setelah puas dengan ikon danau toba di Simalungun. Saya menaiki angkot menuju penyeberangan Pelabuhan Ajibata. Perjalanan ditempuh kurang lebih 20 menit. Setelah sampai di Pelabuhan, saya menunggu jadwal keberangkatan kapal menuju Tomok.

Solo Backpaker di Danau Toba - Pelabuhan Ajibata
Pelabuhan Ajibata

Penyeberangan Ajibata ke Tomok menghabiskan waktu kurang lebih 25 menit. Di iringi dengan lagu batak selama penyeberangan menandakan bahwa mereka melestarikan kebudayaan melalui musik yang ada.

Selamat Datang di Tomok, Suasana Batak Mulai Terasa Kental Dan Menyambut Setiap Wisatawan Dengan Bersahaja.

Setelah sampai di Tomok. Seorang bapak menawarkan rental kereta (Motor), setelah proses tawar menawar yang alot akhirnya kami menemui kata sepakat. Kemudian saya melanjutkan pencarian penginapan di daerah Tuk-Tuk karena memang disanalah pusat penginpan yang berjejer.

Solo Backpoker di Danau Toba
Rumah Pohon

Setelah mendapatkan penginapan di rumah warga, saya istrahat sejenak dan kemudian dilanjutkan eskplore Samosi part pertama. Nah, tak jauh dari pelabuhan Tomok ada sebuah rumah pohon yang menjadi spot fhoto untuk mengabadikan momenmu.

Hari Pertama, 19 Juni 2018. Solo Backapker di Danau Toba

1. Menari Bareng Si Gale-Gale di Desa Tomok Memang Menjadi Favorit Wisatawan, Kamu Kudu Nyoba ya Bro!

Bagi masyarakat Batak, boneka Sigale-gale dianggap sebagai simbol dari Pangeran Manggalae yang wafat di medan perang serta sebagai penghormatan bagi Raja Mahat. Apabila ingin menonton pertunjukannya , kamu dengan mudah menemukannya di Daerah Tomok.

Menari Sigale-gale
Menari Sigale-gale

Dan jika kamu ingin menari kamu harus membayar sebesar Rp. 80.000,- untuk sekali menari. Dan jumlah penari juga minimal 20 orang jadi sungguh murah bukan. Hanya dengan 80.000 kamu dan 20 orang lainnya sudah bisa menari bersama si gale-gale.

2. Menjelajahi Pasar Souvenir Tomok Bersama Bear Brand, Membuat Tubuh Semakin Fit Untuk Melancong.

Selama di Tomok juga, ada sebuah pasar souvenir yang harus kamu jelajahi. Berbagai souvenir khas batak dengan mudah kamu temukan. Tapi, kamu juga harus menawar harga dengan pantas dan wajar untuk barang yang kamu perlukan sebagai oleh-olehmu.

Selama perjalanan, mungkin kondisi tubuh kita akan lelah dan kurang fit. Tenang saja, sekarang perjalanan kamu akan menyenangkan tanpa perlu takut sakit dan lelah. Karena sekarang ada susu beruang bear brand yang siap menemanimu sepanjang perjalananan.

 

Susu Beruang Bear Brand
Susu Beruang Bear Brand
Produk olahan Nestle yang sering disebut Susu Beruang ini berbeda dengan dengan produk susu sapi lainnya. Bear Brand merupakan jenis susu sapi yang disterilkan diatas titik didih sehingga membuat susu Bear Brand mampu terjaga dari kontaminasi bakteri.

Susu berlogo beruang ini terbuat dari 100 persen susu murni tanpa penambahan bahan pengawet dan dapat langsung kalian dikonsumsi. Namun perlu kalian ketahui karena tanpa bahan pengawet maka susu ini harus cepat kalian habiskan karena tidak akan bertahan lama ketika kemasannya sudah terbuka.

3. Bagi Kamu Pecinta Sejarah, Ada Kuburan Raja Sidabutar dan Museum Batak yang Siap Menambah Wawasan Sejarahmu.

Bagi kamu pengangum arsiterktur, pecinta sejarah dan penggila kebudayaan. Kamu bisa mengikuti tour tentang sejarah rasa sidabutar serta mengelilingi museum batak. Di komplek ini ada makam-makam tua Raja Sidabutar, penguasa Tomok, Samosir dari batu dan merupakan peninggalan dari masa megalitikum.

Museum Batak
Solo Backpaker di Danau Toba – Museum Batak
Di dalam komplek makam ini terdapat tiga makam Raja Tomok, yang pertama adalah makam Raja Oppu Soributtu Sidabutar, beliau adalah raja pertama di Tomok. Kemudian ada makam Raja Sidabutar kedua yang bernama Oppu Naibuttu Sidabutar. Di makamnya ini terselip kisah cinta sejati sang raja.

4. Ada Juga Sejarah yang Bikin Kuduk Merinding, Pengadilan Masa Lampau, Batu Kursi Raja Siallagan

Salah satu objek wisata yang sangat menarik di Pulau Samosir ini adalah Batu Kursi Raja Siallagan. Objek wisata ini berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Huta Siallagan artinya adalah kampung Siallagan. Kampung ini dikelilingi tembok batu tersusun rapi setinggi 1,5 hingga 2 meter.
Batu Kursi Raja Siallagan
Batu Kursi Raja Siallagan
Di dalamnya terdapat Batu Kursi Raja Siallagan yang digunakan untuk mengadili para pelaku kejahatan atau pelanggar hukum adat. Jika kejahatannya ringan, maka pelaku akan dijatuhi hukuman pasung. Jika kejahatannya berat, maka pelaku akan dijatuhi hukuman pancung.

5. Mau Tahu Tentang Legenda Danau Toba? Kamu Bisa Menelisik Langsung di Taman Legenda Danau Toba.

Cerita legenda danau Toba sudah tersebar dan di ketahui seluruh Indonesia. Saat ini danau Toba menjadi objek wisata populer di Indonesia, sebuah danau indah nan luas, dengan pemandangan yang eksotis, terdapat pulau Samosir di tengah danau Toba.

Taman Legenda Danau Toba
Taman Legenda Danau Toba

Nah, bagi kamu yang pensaran dengan legenda danau Toba. Tak lengkap rasanya ke danau Toba tanpa melipir dan mengulik cerita di balik kejadian danau Toba.

6. Masih Penasaran Dengan Suku Batak? Ada Museum Tradisional Batak Dance yang Siap Kamu Incar.

Masih ingin mengetahui suku batak lebih lanjut? Ada museum batak dance yang siap memuaskan kehausan ilmu pengetahuan kamu tentang suku Batak. Batak dance ini berada di Simanindo. Sebelum memasuki batak dance ada juga kuburan para raja.

Batak Dance
Batak Dance

Selain itu, kamu bisa juga jalan ke arah pantai dan ada sebuah rumah kaca yang sedang dibangun dan mungkin akan menjadi destinasi selanjutnya di kawasan batak dance.

7. Sudah Mulai Bosan Dengan Kegiatan dan Sejarah Batak Terus. Saatnya Santai di Pantai Pasir Putih Parbaba.

Ada pantai pasir putih di Danau Toba? What? Masa iya? Tapi dari buku panduan yang baca memang disarankan untuk ke pantai ini. Bersama seorang traveler yang sedang melakukan penelitian untuk skripsinya akhirnya saya dan bro petrus melakukan perjalanan ke Pantai Pasir Putih tersebut.

Panati Pasir Putih Parbaban
Panati Pasir Putih Parbaban

Dari museum dance perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kereta. Sebenarnya masih banyak pantai yang berjejeran di sekitar Parbaba. Pantai Pasir Putih Parbaba ini merupakan salah satu pantai yang paling ramai dikunjungi karena menyediakan destinasi yang lengkap.

Mulai dari destinasi bagi pecinta selfie, banana boat sampai penyuka adrenalin lainnya. Semua ada di pantai pasir putuh parbaba. Jadi wajar saja pantai ini menjadi favorit wisatawan. Oh iya, pantai di Samosir semua airnya gak ada yang asin karena memang air danau.

8. Sebagai Solo Backpaker di Danau Toba, Berjalan 1 Kilometer Itu Sudah Biasa. Jadi Ke Barat Sedikit Ada Pantai Indah Situngkir yang Siap Kamu Sambangi.

Tak jauh dari pantai pasir putih Parbaba, ada sebuah pantai yang cukup sepi karena memang tidak sepopuler pantai parbaba. Meski hanya berjarak kurang lebih 1 Kilometer dan fasilitas yang diseiakan juga tidak kalah lengkapnya. Jadi kami hanya berjalan kaki untuk menuju kesana.

Pantai Indah Situngkir
Pantai Indah Situngkir

Tujuannya bukan untuk menghindari tiket masuk, hanya saja jika menaiki kereta lagi harus mutar balik dan mengingat jaraknya juga tidak jauh. Karena pantai yang sangat sepi, jadi kamu bisa puas berfhoto ria atau hanya ingin berteriak untuk melupakan kerasnya kehidupan.

9. Menara Pandang Dugul Sinapuran, Spot Memandang Danau Toba yang Pas Buat Memanjakan Mata.

Mau melihat danau toba di atas ketinggian tetapi tak ingin mendaki? Kamu bisa langsung ke Menara Pandang Dugul Sinapuran. Menara ini mungkin jarang di ekspore traveler karena memang tidak ada dalam list yang harus di kunjungi ketika di danau Toba.

Tapi ketika perjalanan pulang dari pantai ke Tuk-tuk, tak sengaja mata ini melihat sebuah tulisan menara pandang. Dan tentunya saya dan petrus lansgung putar balik. Tak perlu mendaki, karena kereta bisa dikenderai sampai ke Menara. Kamu bisa melihat dengan jelas danau toba disana.

Menara Pandang Dugul Sinapuran
Menara Pandang Dugul Sinapuran

Rerumputan yang agak menguning juga bisa menjadi spot menarik untuk di pasang di feed instagrammu. Berbaring diatas rumput menghadap ciptaan tuhan yang bernama Danau Toba sungguh luar biasa. Jika sedang beruntung kamu juga bisa menyaksikan seekor kambing putih yang berjuang mencari nafkah disana ya.

Hari Ke Dua, 20 Juni 2018. Solo Backpaker di Danau Toba

Di malam hari saya hanya amenghabiskan waktu untuk tidur serta menonton flim anime favorit di youtube. Tak terasa pagi sudah mulai menyapa, ayam berkokok bersahutan yang menandakan aktivitas segera di mulai. Setelah selesai mandi dan packing, saya langsung mencari tempat sarapan yang halal di Tuk-tuk.

10. Bersepeda Ria di Tuk-Tuk Menjadi Destinasi Favorit Traveler. Kamu Juga Harus Coba Bro!

Salah satu aktivitas yang nggak pernah bosan untuk dilakukan adalah bersepeda mengelilingi Tuk Tuk. Apalagi setelah memenuhi perut dengan makanan-makanan lezat, supaya body tetap seimbang, jangan lupa mencantumkan aktivitas bersepeda dalam list-mu.

Bersepeda di Tuk-Tuk
Bersepeda di Tuk-Tuk

Bersepeda di Tuk Tuk memakan waktu 2 jam-an. Waktu terbaik adalah saat pagi hari ataupun sore untuk menghindari sengatan matahari. Udara yang sejuk di Tuk-tuk selalu menjadi daya tarik utama wisata ini, dan tentunya selain penginapan yang langsung mengarah ke Danau Toba.

12. Ada Danau di Atas Danau di Samosir, Namanya Aek Natonang. Swiss ala Danau Toba Julukan yang Pas Untuknya.

Untuk menuju aek natonang dibutuhkan waktu kurang 70 menit dengan menggunakan kereta dari Tomok. Jalanan yang berbelok-belok akan menemani perjalanan kali ini. Di mulai dengan jalanan yang mulus, kemudian jalanan hanya berupa kerikil-kerikil tajam sampai dengan jalan mulus kembali.

Aek Natonang
Aek Natonang

Selama perjalanan juga, pemandangan danau toba dari ketinggian bisa kamu lihat dengan jelas. Sesekali di jalan raya juga kamu akan menemukan tai kerbau serta beberapa gereja yang berkeliaran sepanjang perjalananan. Sesampainya di Aek Natonang, hamparan danau serta bunga-bunga yang indah akan membuat mata menatap lebih lama.

Udara yang sejuk, kerbau yang sedang makan rumput, kuda yang sedang bersantai dibawah pohon yang rindang serta jembatan di danau menjadikan danau ini destinasi yang harus di kunjungi jika ke Danau Toba. Tak lengkap rasanya ke Samosir tanpa ke aek Natonang.

13. Tancaplah Kereta Kamu Dengan Kecepatan 70-80 KM Per Jam, Karena Sekarang Saatnya Kita Eksplore Pangururan. Mulai dari Gereja HKBP Pangururan.

Pangururan merupakan salah satu pusat kota di daerah Samosir, disinilah pusat pemerintahannya. Tak lengkap rasanyaΒ  jika tak singgah di Pangururan karena ada festival si gale-gale, taman yang cantik, pelabuhan yang imut serta tentunya pasar yang paling besar di Samosir.

Dari Aek Natonang saya langsung menuju ke Pangururan dengan kecepatan maksimal. Tapi tak disangka, ditengah jalan saya dijegat seorang pemuda batak yang ingin ke Tomok juga. Dan akhirnya kita berangkat bersama, oh iya. Dia bermarga Silalahi seorang guru Matematika di Nias. Selamat Berjuang mencerdaskan anak bangsa ya bro!

HKPB Pangururan
Solo Backpaker di Danau Toba – HKPB Pangururan

Setelah perjalanan selama satu jam sampai ke Tomok. Saya melanjutkan perjalanan sendiri ke Pangururan dan sudah janjian dengan travel mate dari aplikasi chat dan merupakan asli penduduk setempat. Dan saya di suruh menunggu di gereja HKBP Pangururan.

14. Bersantai Sejenak dan Sholat Dzuhur di Sekitar Taman Tajur Ancol. Lanscape Danau Toba Terukir Apik di Taman Ini.

Memang sangat sulit untuk menemukan masjid dan mushalla di Samosir karena sebagian besar penduduknya adalah non muslim. Tapi bagi kamu yang muslim sama seperti saya, tenang saja. Untuk urusan shalat kamu bisa melaksanakannya di penginapan.

Dan jika sedang berada di Pangururan, di taman Tajur Ancol juga ada musholla yang cukup besar. Setelah sholat saatnya menikmati Taman Tajur Ancol ini. Taman ini sangat banyak dikunjungi muda-mudi karena sangat cocok untuk bersenda gurau dibawah pohon yang rindang yang tersebar di sekitar taman.

Taman Tajur Ancol
Solo Backpaker di Danau Toba – Taman Tajur Ancol

Ada juga masyarakat yang memancing di pinggir taman, karena memang danau Toba juga menyimpan segudang ikan yang sangat lezat. Bagi kamu wisatawan tentu berfhoto menjadi momen yang harus kamu lakukaka.

15. Ada Juga Pantai Onan Baru, Taman Onan Baru dan Pelabuhan Onan Baru yang Siap Memanjakan Mata Para Pelancong.

Tak jauh dari taman Tajur Ancol, saatnya kamu bergegas menuju kawasan onan baru. Karena disana ada pelabuhan onan baru, pelabuhan kecil dengan kapal kecil yang digunakan untuk menyeberang dari desa ke desa di pesisir danau toba. Selain itu ada juga pantai onan baru.

Taman Onan Baru
Taman Onan Baru

Tapi yang paling menarik bagi saya adalah taman onan baru. Lanscape danau toba terukir apik disini, bunga-bunga yang sedang berbunga juga membuat taman ini semakin menarik. Jadi jika Solo Backpaker di Danau Toba, jangan lupa untuk mampir di taman ini.

16. Tutuplah Solo Backpaker di Danau Toba Dengan Merayakan Festival si Gale-Gale.

Jika kamu sedang beruntung, kamu bisa menyaksikan festival si gale-gale yang diadakan dalam rangka sigale-gale carnival 2018. Sigale-Gale Carnival sendiri menjadi puncak dari Samosir Art and Culture Festival 2018. Serta bagian dari Horas Samosir Fiesta 2018.

Sementara Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga dalam sambutannya menambahkan, karnaval ini memperlihatkan duka untuk musibah KM Sinar Bangun. β€œKita berduka, tapi pariwisata harus terus berjalan dan Samosir harus terus bangkit,” katanya. via https://sportourism.id

Festival Sigale-gale
Festival Sigale-gale

Setelah menyaksikan festival ini, saya juga langsung tancap gas menuju Tomok untuk segera pulang ke Medan. Karena saya akan melanjutkan solo backpaler di Danau Toba beralih menjadi solo backpaker di Medan selama sehari. Setelah menyeberang dari Tomok ke Parapat, kemudian terlunta-lunta di Siantar, hingga akhirnya menapaki medan jam 2 dini hari.

Catat! Berikut Biaya Solo Backpaker di Danau Toba

  1. Tiket Travel dari Sibuhuan ke Padangsidimpuan Rp. 55.000,-
  2. Tiket Travel dari Padangsidimpuan ke Parapat Rp. 180.000,- ke Medan Juga Tiketnya sama, bikin kesal juga tapi untung masih dapat travel daripada terlunta-lunta di Padangsidimpuan.
  3. Makan dan minum selama perjalananan dari SIbuhuan ke Parapat Rp. 72.000,-
  4. Angkot dari Parapat menuju ajibata PP Rp. 8.000,- Penyeberangan Ajibata ke Tomok Rp. 6.000,-
  5. Sewa Kereta 2 Hari Semalam Rp. 250.000,-
  6. Penginapan di rumah warga Rp. 250.000,- nego alot bangat. Padahal masih ada penginapan backpaker 150.000 per malam info dari teman backpaker di Tuk-Tuk.
  7. Tiket Masuk Pantai dan Parkir Rp. 8.000,-
  8. Toilet selama backpaker Rp. 10.000,-
  9. Bensin selama backpaker Rp. 50.000,-
  10. Makan dan minum selama di Samosir Rp. 125.000,-

Tips Solo Backpaker di Danau Toba Bagi Muslim.

Bagi kamu yang non muslim sebenarnya tidak ada masalahnya. Mulai dari makanan sampai dengan tempat tinggal, tapi bagi ummat muslim akan berbeda ceritanya.

  1. Carilah penginapan di daerah Tuk-Tuk, karena disana ada makanan yang halal serta musholla.
  2. Jika ingin membeli makanan yang halal, usahakan bertanya dulu kepada penjual apakaha makanannya halal atau tidakΒ  atau jika kamu ingin cari aman bisa langsung ke Supermarket yang ada.
  3. Ramah dan tersenyum, supaya selama Solo Backpaker di Danau Toba kamu akan mendapatkan teman dan pengalaman yang menarik.
  4. Daripada menggunakan GPS lebih baik bertanya kepada warga setempat karena mereka sangat ramah dan baik.
Jika ada pengalaman kamu traveling di Danau Toba, jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar di bawah ya!

68 thoughts on “Bikin Candu! Solo Backpaker di Danau Toba Selama Dua Hari Semalam

  1. Waah asyik bisa menyusuri Danau Toba. Bisa belajar kebudayaan dan segala sesuatu tentang batak dan danau toba.
    dulu aku pernah melihat danau toba dalam perjalanan dari Langsa menuju aceh Singkil. Pemandangannya bagus, tapi belum semapt singgah.

    1. Duh, saya juga parno liat kapal terbalik. Semoga kita selalu dilindungi dari segala macam musibah… Amin ya rabbal alamin. Btw, view danau tobanya bikin mupeng buat foto kesana…

  2. ihhh bikin ngiri mas lihat foto foto kece nya. pengen kesitu juga. tapi sayang, ada kabar sedih yang menimpa korban tenggelamnya kapal di danau toba.
    tapi pesona danau toba masih menjadi salah satu tempat wisata favorite buat para traveller.

    1. Sekali seumur hidup mah harus ke Danau Toba, kapal tenggelam itu lebih condong ke Human eror sebenarnya, karena kelebihan kapasitas

  3. Ulasannya komplit banget, saya jadi pengen beli susu beruang juga..
    Hehe..

    Sip bang, siapa tahu saya juga bisa main ke danau toba. Dulu teman kuliah banyak dari medan juga..

  4. Lagi pulkam ceritanya ya ?.

    Apik ya pemandangan danau Toba, adat budaya dan festival budayanya.
    Harmonisasi perbedaan agama disana juga patut diacungi jempol πŸ‘

    Baca artikel ini, langsung teringat santernya berita musibah kapal hilang dan menelan ratusan orang.
    Kejadiannya sehari setelah ikan mas berukuran besar ditangkap pemancing tapi tak dikembalikan ke danau,malah dimasak.
    Mungkinkah ikan tersebut salah satu ‘penunggu’ disana , ya ?.

    Semoga para korban segera diketemukan.
    Ikut prihatin.

          1. Wkkkkwwkk πŸ˜…
            Ngga apa-apa, Idris.
            Ntar aku beli di online aja.

            By the way,
            Aku pengin banget ke museum Batak.
            Semoga kesampaian suatu saat nanti kesana.

  5. Viewnya josss joss mas πŸ˜€
    kayaknya dulu pernah mas ngikutin seminar danau toba mau dijadikan top tempat wisata Indonesia..

  6. Wah, keren! Dulu banget saya ke Danau Toba waktu natalan. Sepi banget karena semua orang merayakan Natal di rumah masing-masing. Hahaha! Tapi lewat dari hari Natal, kehidupan berlangsung seperti biasa.

  7. Wuiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh.. Ini list Destinasi saya dari dulu cuma belum tersampaikan.
    – susu beruang yang iklan nya naga kan πŸ™‚
    – cakep spot fotonya,apa lagi model nya 😘😘
    – btw motor disana di sebut nya kereta ???

  8. Bersepeda di Tuk-tuk sepertinya asyik. Menikmati pemandangan dengan rileks dan bisa membuat pikiran fresh. Baca ceritanya jadi ingat kejadian kapal yang baru tenggelam, hiks.

  9. Turut prihatin dan berdukacita atas korban musibah tenggelamnya kapal, smoga tidak mengurangi minat wisatawan yg ingin berlibur ke Danau Toba.

    Mantap! Komplit ulasannya. πŸ‘
    Smoga suatu saat nnt bisa ksana.

  10. ini danau Toba yang kemarin menelan banyak korban jiwa ya mas
    panoramanya memang aduhai
    andalan Indonesia sebagai tempat wisata

  11. Keprok2 deh sama bang idris, nggak gentar nggak takut meski berita dimana2 kl ada kapal tenggelam di danau toba.. Btw, ternyata banyak banget tempat yg bisa diexlpore kl ke danau toba yak

    1. Siapa bilang mengerikan bang? Kapalnya sudah layak semua, akibat berita doang kan bang bisa komentar gitu.

      Lebih mengerikan ke pulau seribu bang di Jakarta. Dari segi lama perjalanan sama kapalnya , karena saya sudah nyoba dua-dua nya

        1. Iyaa, emank sayang bangat gak ada manisfesnya.. Tapi kayaknya banyak kok yang gak memperhatikan jumlah penumpang dan kenderaan ketika menyebr

  12. Wah seru banget pengalamannya.. Tapi itu deket banget waktunya ke tragedi kapal tenggelam, gak bikin ciut nyali tah???

    Pengen juga solo backpacker kesana dari Padang naik motor tapi belum pas waktunya… hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

  13. wah deket sama kampung halamannya mas idris ya?

    saya baca-baca pas banget musibah di Danau Toba, sempet liat di IGnya saya kira masnya juga kenapa2

    alhamdulillah sampean sehat

    1. Lumayan dekat mas..

      Iya, pas kesana sebenarnya sudah kejadian. Awalnya memang ingin gak nyeberang tapi sayang sudah terlanjur sampai parapat. Terus liat ferry dan cuaca juga mendukung.

  14. Jadi teringat musibah yg terjadi kemarin2,turut berduka cita …

    Emang paling komplit kalo mas idris bahas jalan2, duh tuk tuk nya jadi pengen jalan2 syantik disana hihi

  15. Saia ke Danau Toba mgkn sekitar 10 atau 11 tahun lalu, waktu masih kerja di daerah Tapanuli Selatan, pulang off sekalian mampir. Ah, sudah jadul ternyata!

    Pemandangannya cantik, wisata budayanya jg menarik.

    Pasti sekarang sdh banyak perubahan dalam artian semakin baik. Potensi wisata sebagus itu harus dikelola dengan baik dari segi fasilitas, transportasi yg baik serta dukungan dari semua pihak.

    Salam untuk Danau Toba, semoga tak terdengar lagi berita duka datang dari sana. Amin.

      1. Saia asli Jawa tp dulu sempet bekerja di daerah Batangtoru Tapsel, di sebuah perusahaan pertambangan emas di sana. Dulu kalau naik pesawat, turunnya di Sibolga atau Pinangsori. Lanjut pake mobil.

        Sempet setahun lebihlah kerja di sana. Banyak orang Jawa di sana ternyata, apa itu istilahnya, Pujakesuma? Putra Jawa Kelahiran Sumatra, hehe!

        Idris orang Tapsel kah? Wah, salam ya utk Tapsel. Banyak kenangan yg berserak di sana, haha!

        1. Iya kak, asli Tapsel. Sekarang sudah dimekarkan jadi kabupaten tersendiri tapi.

          Sepupu saya kerja di Batangtoru juga sekarang.

          Pujakusuma benar bangat, sama ada peranakan Jawa Batak satu lagi alias pejabat kak πŸ˜€πŸ˜

  16. Ini Mas Idris perginya tanggal 18 ya? Pas hari kejadian kapal tenggelam itu?

    Keren banget deh danau Toba. Walaupun belum pernah ke sana, setidaknya saya sudah sering ke danau Matano. Apa hubungannya coba? Heheheh.

    1. H + 12 jam kak,,
      Emnk danau Toba jadi top 10 unggulan wisata Indonesia yg dicanangkan Kemenpar bersama Bali, raja Ampat dll.

      Danau Matano, boleh lah di ulas pengalaman trip ya terus dikirim ke ngayap.com

  17. Mantap banget ya kang danau toba, seumur2 belum pernah main k danau toba,, kadag pengen si main kesana semoga ada waktunya bisa main kesana aminnn

  18. Wah senang banget bisa ke Toba, kalo saya kapan ya?? Ternyata luas banget ya Danau Toba itu. Salut warga Batak masih melestarikan kebudayaan lagu daerahnya. Sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada wisatawan yang datang.

  19. wahh 2 hari banyak juga yang bisa didatangi ya.
    saya pernah ke danau Toba lewat Balige. suka dengan kota kecil ini karena cenderung lebih sepi pengunjung dibandingkan kota lain .
    etapi itu tahun 2014 sih, sebelum bandara Silangit direnovasi. hehehe

    1. Iyaa kak, sekarang danau toba lebih indah lagi karena sudah dicanangkan sebagai 10 destinasi unggulan indoensia juga.

      View dari Balige juga tak kalah apik kok kak

  20. Wah enak juga ya solo blackpacker bisa bebas kemana saja cuma nggak ada teman ngobrol. Mahal juga ya nginap di rumah warga saya pikir malah murah, mending ke hotel aja dong mas

    1. Teman Ngobrol pasti ada mas, karena setiap destinasi pasti dapat kenalan dan bisa jalan bareng terus.
      Ya, emank mahal rumah warga karena kemaren hotel pada penuh jadi susah nyarinya

  21. Kuburan atau makam raja, tampak lebih menarik. Karena saya memang penyuka sejarah, apalagi tengang romantisan sejarah leluhur.

  22. Danau Toba kayaknya seru banget tempatnya, jadi penasaran pengen maen kesana sekaligus mau menelusuri tenggelamnya kapal kemarin…

  23. Pos-nya komplit! Foto-fotonya itu bikin ngiler maksimal hehehe. Jadi pengen ke sana juga … byuh, nabung-nabung. Btw sama juga di Ende bahasanya ada dua, bahasa Ende (bagian pesisir) dan bahasa Lio (bagian pegunungan) begitu deh πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *