Perjuangan Menggapai Puncak Gunung Sindoro 3.135 Mdpl Via Kledung

Pendakian Gunung Sindoro

Sebenarnya trip pendakian ke Puncak Gunung Sindoro ini adalah ajakan travelmate ketika pendakian Gunung Prau. Bagi saya pendaki pemula dan bahkan belum layak juga sebenarnya disebut pendaki, Gunung Sindoro memang belum pas untuk saya lewati karena medan yang ditempuh sungguh menguras tenaga.

Berbekal cap mau yang sudah terlanjur menempel pada diri ini. Akhirnya saya pun ikut ajakan tersebut karena saya sudah mengetahui sifat travelmate kali ini, seandainya dia tidak ikutΒ  jelas saya tidak akan ikut juga.

Seperti Biasa, Tanjung Priuk ke Cawang Itu Macetnya Luar Biasa. Sama Kaya Ngantri ke KUA di musim hujan πŸ™‚

Selepas pulang kerja dan kursus bahasa inggris, saya langsung memesan grabbike menuju UKI, karena meponya memang disana. Seperti biasanya jalanan di Jakarta jika weekend itu serasa musim kawin di bulan Desember. Nah, tepat jam 8 semua peserta sudah ada dan perjalanan ke Temanggung pun di mulai.

Selama perjalananan hanya ditemani dengan lagu-lagunya wali, dan yang paling bikin ngenes itu adalah lagu “JODI”, alias jomblo ditinggal mati. Jadi hampir semua peserta ngakak ketika lagu itu diputar berkali-kali. Dan akhirnya jam 10 an pagi baru nyampe Basecamp kledung.

Bukannya Malas, Dari Basecamp ke Pos 1 Lebih Baik Menggunakan Ojek. Saling Berbagi Itu Kan Indah.

Setelah istirahat dan packing ulang keril masing-masing. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek sampai pos 1. Dibutuhkan waktu kurang lebih 25 menit jika menggunakan ojek, dan jika berjalan kaki bisa mencapai 90 menit atau bahkan lebih.

Puncak Gunung Sindoro
Basecamp Gunung Sindoro

Bukannya malas, hanya saja jika ada yang praktis dan bisa menambah penghasilan warga setempat tidak ada salahnya kan. Bukankah salah satu tujuan wisata itu menambah daya beli/jual ekonomi masyarakat setempat? Jadi saya sarankan lebih baik menggunakan ojek πŸ™‚

Pos 1 – Pos 2, (Β± 1 – 1,5 jam), Pendakian Santai Pun di Mulai Dengan Bahagia.

Dari pos 1 menuju pos 2 dibutuhkan waktu kurang lebih 60-90 Menit, tergantung kecepatan langkah kaki kamu saja dan kesiapan fisik juga. Jalanan dari pos 1 ke pos 2 itu masih cukup santai, meski ada beberapa tanjakan kecil-kecil dan sesekali juga masih ada jalanan yang naik-turun, jadi cukup nikmati saja πŸ™‚

Puncak Gunung Sindoro
Pos 2 Sindoro

Hanya pepohonan rindang yang disinggahi burung-burung yang berkicau menjadi suara lembut yang mengusik telinga, sesekali suara pendaki lain yang sedang asyik mengobrol juga menjadi tamu sepanjang perjalanan. Bebatuan, terowongan kayu serta ranting dan rerumputan menjadi saksi bisu perjalanan kali ini.

Pos 2 – Pos 3, (Β± 2 – 3 jam), Perlahan Tapi Pasti, Jalanan Dari Pos 2 Ke Pos 3 Mulai Menguji Nyali. Siapkan Fisikmu Sobat.

Jalanan dari pos 2 ke pos 3 ini sungguh tak semulus paha girl band dari negeri ginseng. Dari sini lah pendakian ke Gunung Sindoro baru benar-benar dimulai. Jangan harap treknya samaΒ  dengan jalur sebelumnya. Tingkat kemiringan sudah semakin meninggi dengan kondisi jalanan yang berbatu tentu akan menguras energi.

Puncak Gunung Sindoro
Capek Bro Nanjak Terus, Istrahat Aja dulu Sambil Minum Fres**

Belum lagi, Jarak dari Pos 2 ke Pos 3 terhitung jauh sehingga akan sangat menguras tenaga mengingat kondisi jalan memang makin sulit. Pas sampai di pos 3, jajaran tenda para pendaki sudah mulai berjajar rapi sehingga sangat sulit untuk mendapatkan lokasi untuk mendirikan tenda.

Pos 3 ini merupakan salah satu lokasi camping area yang disarankan. Selain itu, disini juga sudah ada penjual makanan seperti mie instan, minuman serta gorengan. Jadi tak perlu khawatir, kamu tak akan kelaparan disini, yang penting sediakan uang saja.

Pos 3 Sumbing
Pos 3 Gunung Sindoro

Pos 3 – Sunrise Camp (Β± 20 – 40 menit), Jalanannnya Tak Jauh Beda Menuju Pos 3

Bila kamu lebih suka menyaksikan sunrise langsung dari tenda, Sunrise Camp yang berada tidak jauh dari Pos 3 tentu sangat layak untuk dijadikan tempat bermalam. Lokasinya cukup luas untuk menampung banyak tenda. Namun,area ini tidak terlalu tertutup oleh pepohonan sehingga kurang layak untuk dijadikan tempat bermalam yang nyaman.

Puncak Gunung Sindoro
Sunrise Camp 2.423 Mdpl Gunung Sindoro

Kami pun mendirikan tenda disini, dimalam hari tak banyak yang bisa dilakukan. Ada yang main remi, main tebak-tebakan karena memang ada salah satu peserta masih berumur 12 tahun. Sedangkan kami team tenda kuning, hanya bisa bermain TTS yang bisa bikin ngakak sampai pusing.

Team tenda kuning ini ternyata penyedia makanan yang super banyak, dan ketika tenda lain meminta cemilan dan kopi. Kami malah asyk ngisi TTS dan dilanjutkan tidur, sehingga di pagi hari salah satu team kuning menjadi bahan bullyian.

Sunrise Camp – Pos 4 (Β± 1 – 2 jam), Tracknya Semakin Terjal dan Dinginnya Kebangatan.

Jam menunjukkan pukul 3 pagi, para peserta bersiap-siap untuk summit Gunung Sindoro. Pada kahirnya kami pun berangkat jam 4 pagi. Jangan harap ada jalanan yang tidak terjal, bebatuan yang cukup besar-besar lah yang akan menemani perjalanan menuju pos 4.

Puncak Gunung Sindoro
Perjalananan Menuju Pos 4

Dibawah pelukan udara dingin yang menusuk kalbu, hanya suara para pendaki dan cahaya senter menjadi teman pendakian. Setelah berjalan satu jam lebih, akhirnya saya menyerah karena memang sudah sangat lelah, meski pos 4 sudah kelihatanΒ  dan kira-kira membutuhkan waktu 30 menit lagi.

Saya dan salah satu pendaki yang berasal dari Purworejo (team lain), akhirnya sama-sama menyerah dan membiarkan team masing-masing melanjutkan perjalananan, karena seandainya saya paksakan takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dan jangan lupa follow IG saya ya. Hahaha

Nah, disini juga kami mendapatkan minuman hangat (tolak angin campur madu) dan rasanya itu sangat aneh tapi cukup membuat badan hangat. Makasih ya gan Saprul_advent atas minumannya. Dan jangan lupa subcribe vidio youtubenya di Estibudi UtomoΒ  (Saprul Advent)

Nah, Jam Daniel Wallington Juga Menjadi Teman Setia Pendakian Kali Ini.

Bagi kamu yang aktivitasnya sangat banyak, tentu kamu harus memperhitungkan jam demi jam yang kamu lalui supaya tidak menghambat aktivitas lainnya. Nah, salah satu jam tangan yang pas buat kamu adalah Daniel Wallington.

Puncak Gunung Sindoro
Jam Tangan Daniel Wallington

Trip kali ini saya juga ditemani oleh jam tangan Daniel Wallington, sebuah jam tangan dengan konsep yang trendy dan nyaman di tangan. Jam tangan ini juga sangat cocok di pakai oleh siapa saja, bisa juga untuk menambah koleksi jam tangan kamu.

Dengan hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp. 1 – 2 Juta kamu sudah bisa mempunyai satu jam tangan ini.

Biaya-biaya Trip ke Gunung Sindoro

  1. Paket open trip Rp. 500.000,-
  2. Ojek Online PP Kos ke Mepo Rp. 95.000,-
  3. Jajanan dan oleh-oleh Rp. 150.000,-

40 thoughts on “Perjuangan Menggapai Puncak Gunung Sindoro 3.135 Mdpl Via Kledung

  1. Wahh kalo naik ojek gak berasa juga ya mas, 90 menitnya jadi lebih cepet. wkwkwk hemat tenaga lah itungannya. Trus pos 3 ada yang jual gorengan, emih, lumayan juga tuh. Tapi pasti harganya agak mahal. Duh jadi penasaran ikut naik buat sunrise-an, tapi kudu nyiapin tabungan dulu, mumpung biayanya lumayan juga. Hampir mirip ama jamnya. Endorse dong mas, wkwk

  2. Baca tulisan ini kayaknya asyik banget Mas perjalanannnya. Selalu ada kesan mendalam dalam setiap pendakian.

    Betewe jam tangannya bagus juga, berapaan tuh? Elegan banget diliatnya.

  3. Traveler sejati,
    kayaknya saya harus resign dari tempat kerja sekarang
    pengen nikmatin hidup
    capek kadang jd robot kerja

    1. Aduh bro adi! Cepat kaya mang klo kerja terus. Ayu ah menyatu dengan alam ke Baduy bulan Mei. Biar tahu rasanya berkumpul dengan orang asing dan baru πŸ™‚

  4. Saya baru pernah ke Sumbing, membaca postingan ini ada ganjal yang amat sangat di hati karena rasanya kurang belum ke Sindoro. Terima kasih sudah menulis postingan ini, sangat berguna buat saya kalau mau ke Sindoro.

  5. Eh btw, emg udah pernah ngantri di KUA pas musim hujan? Wkwkwk
    Zaman SMA pernah nih ke sindoro, dlu mah masih kuaad. Skrg kl diajak naik gunung lg pikir2.. Hhh

  6. iya bner klo ada uang lebih apa salahnya naik ojek bantu pendapatan warga sekitar …keren pemandangan nya bagus apalagi view dri photo ke 3 mantap

  7. dingin menusuk kalbu sepertinya bikin menggigil seperti menahan rindu ya mas, hehe.
    salut deh, perjuangannya membawa kebahagiaan, apalagi ditemani DW. Bae-bae jam tangannya hilang di puncak Sindoro mas πŸ˜€

  8. Pos 4 masih Watu Pecah kan..? Wah, masih 4 jam lahi sampe ke puncak gan.. hehe

    Btw.. Pas ngecamp di pos 3 nggak diobrak-abrik babi hutan tu tendanya…??

    1. Masa 4 jam lagi? Total dari basecamp sunrise ke Puncak aja cuma 3 mpe 3,5 Jam gan,, Malah kearen teman ane cuma 1 Jam dari Basecamp ke Puncak.

      Kita ngecampnya di pos sunrise bukan di pos 3

      1. Oiya ding.. Di pos sunrise..
        Soalnya sekilas kayak pos 3… Dan pas saia dulu camp di sana kayaknya tempatnya nggak luas eh..
        Itu di foto keliatan luas banget…

        Mungkin kalo cepet tu gan, bisa 3 jam… haha

  9. saya aja belum bisa juga disebut pendaki,perlu niat yg kuat utk naik gunung, & persiapan fisik juga
    Wahh terakhir2 ada iklannya nih mas, boleh tuh dibikin GA hhehe

  10. Asiikkkk dahhh akhirnya ke sindoro mas…sindoro sy suka banget puncaknya.
    Jangan lupa nyobain ke sumbing …naik ojeknya lebih seru krn kita duduk didepan, dan treknya lebih mantab dari sindoro..hihi

  11. Untuk terus meningkatkan penghasilan para penjual jasa di sekitar tempat wisata, peran kita sebagai seorang wisatawan tentu diperhitungkan. Maka dari itu pergunakanlah jasa tersebut, karena memang berbagi itu indah. πŸ™‚

  12. Beuh, jadi kangen pengen muncak Sindoro lagi..he
    Udah lama nggak muncak daerah Wonosobo.an ini..
    Tinggal ke Sumbingnya saya belum nih, Mas..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *