Menjelajahi Sejengkal Demi Sejengkal Kotanya Hamengkubowono, Yogyakarta

Jogjakarta

Jogja, kota yang dipimpin oleh seorang Sultan Hamengkubowono secara turun temurun memang menjadi destinasi favorite bagi para pelancong, khususnya domestik. Jogja yang terkenal berhati nyaman memang selalu mampu menarik minat para pelancong untuk menjelajahi sejengkal demi sejengkal kota ini.

Kota yang terdiri dari empat kabupaten ini memang menyimpan segudang destinasi wisata yang mampu membuatmu selalu rindu, musik jalanan, angkringan, batik, sejarah dan lainnya bisa menjadi kenangan yang tak terlupakan bagimu. Nah, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya ketika bertandang di Jogja.

Hari Pertama, Stasiun atau Bandara Bisa Menjadi Saksi Bisu Langkah Pertamamu di Kota Gudeg Ini.

Karena kali ini saya ngetrip bersama teman dari Kalimantan, otomatis meeting poinnya adalah di Bandara Adi Sucipto. Saya sendiri dari Jakarta menggunakan Kereta, kemudian langsung menjemput teman ke Bandara. Dan langsung ekspolore pusat kota.

1. Mengintip Sejenak Singgah Sana Sultan di Kraton Yogyakarta, Biar Sah Jadi Pelancong ke Jogja.

Dari bandara kami langsung ke Arah Malioboro dengan menggunakan transjogjakarta, dan kemudian langsung menuju Istana Sang Sultan. Istana ini merupakan banguanan istana resmi kesultanan yang didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Kraton ini sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Kraton Yogyakarta
Kraton Yogyakarta

Kraton ini juga merupakan pusat kebudayaan, dimana terdapat berbagai gagasan yang ada disini seperti pemikiran, filosofi, dan mitologi dalam pembangunnannya. Selain itu, masih ada tradisi yang masih dijalankan sampai dengan sekarang yang menjadi daya tarik wisatawan diantaranya Upacara Sekaten, Upacara Siraman Pusaka dan Labuhan, Upacara Grebeg dan Upacara Tumplak Wajig.

2. Tak Jauh Dari Kediaman Sultan, Ada Taman Sari yang Siap Kamu Sapa.

Tidak begitu jauh dari keraton Yogyakarta, Isatan Air Tamansari juga hal yang wajib kamu kunjungi. Tamansari merupakn sebuah komplek yang lebih menonjolak artistik pada bagian kolam dan air dan dibangun pada tahun 1758-1769 oleh Raja Sulan Hamengkubowono I.

Taman Sari
Taman Sari

Disini kamu bisa menjelajahi berbagai peninggalan-peninggalan kerajaan yang masih tertata rapi dan dalam kondisi baik. Diantaranya Sumur Gemuling, Gedhong Gapura, Umbul Pasiraman, Gedhong Gapura Panggung dan berbagai taman kecil yang akan menemani perjalanan kamu.

3. Candi Prambanan, Bukti di Tolaknya Cinta Bandung Bandowoso Berdiri Megah Dengan Balutan Sejarah yang Epik.

Puas dengan Taman sari, kami pun melanjutkan perjalanan menuju candi prambanan dengan menggunakan tranjogja. Setelah sampai di Prambanan, kami langsung menelusuri sejengkal demi sejengkal bangunan yang menjadi salah satu bukti ditolkanya cinta Bandung Bandowoso oleh Roro Jonggrang.

Candi ini dibangun di abad ke 10 pada masa pemerintahan Raja Raka Pakitan dan Raka Bitung dengan ketinggian mencapai 47 meter yang menunjukkan bukti kejayaan hindu di tanah jawa.

4. Sah ke Jogja! Jika Sudah Menikmati Kidung dan Jajajan di Kawasan Malioboro.

Pada malam hari memang waktu yang tepat untuk mengunjungi kawasan Malioboro. Suasana yang ramai tapi nyaman akan sangat mudah kamu temukan disini. Cobalah berjalan-jalan sambil memasuki berbagai outlet batik yang ada di kawasan Malioboro dan jangan lupa masuk Mirota Batik, karena Mirota Batik merupakan outlet yang menyediakan berbagai macam batik dengan harga yang terjangkau.

Setelah bosan dengan berbelanja, kami pun melanjutkan perjalanan mengelilingi kawasan Malioboro. Menikmati dan mendengarkan alunan lagu yang syahdu ala pengamen jalanan juga hal yang harus kamu coba. Dan jangan lupa mencicipi Nasi Kucing khas Jogja.

Hari Kedua, Menghirup Udara Segar di Candi Borobudur, Kemudian Langsung ke Gunung Merapi!

5. Candi Borobudur, Salah Satu Bukti Peninggalan Sejarah Dengan Bangunan Megah.

Pada hari kedua, setelah bangun tidur. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Candi yang ada di pecahan uang sepuluh ribu rupiah yaitu Candi Borobudur. Untuk menuju candi Borobudur kami menggunakan transportasi umum. Dimulai dari naek trasnjogja dengan tujuan Kusumanegara karena kami menitipkan tas dulu keteman dan terus di antar si Ibnu ke Terminal Jombor. Terus melanjutkan perjalanan dengan angkot tiga perempat menuju candi Borobudur dengan ongkos Rp. 20.000 Per Orang.

Candi Borobudur
Candi Borobudur

Setelah turun dari angkot, kami mengisi perut yang sudah keroncongan di dekat terminal dan lalu menlanjutkan perjalanan dengan menggunkaan andong seharga Rp. 20.000. Terus membeli tiket masuk dan langsung mengeksplore setitik demi setitik candi ini. Dengan udara pagi yang masih sejuk akan menemani perjalanan kami selama di dalam kawasan candi ini.

6. Berteman Dingin dan Gelap Gulita Menuju Puncak Merapi. Abang Lelah Dek, Kuy ke Pelaminan Saja Anti Capek!

Sebenarnya ini pertama kalinya saya mendaki gunung, perjalanan yang sangat lelah serta penuh pengalaman yang tak bisa dilupakan. Teman pendakian kali ini rata-rata dari Yogyakarta, ada juga mahasiswa Jepang dan Malasyia. Untuk kisah pendakian kami, kamu bisa baca di “Berteman Dingin Menuju Puncak Merapi 2930 MDPL”

Sampai hari ke tiga kami masih di Merapi, hingga akhirnya malam kami baru sampai ke Jogja kemudian mengambil tas dan mencari hotel untuk teman dan saya sendiri tidur di teman kampus sekalian nostalgia karena sudah lama tak bersua.

Hari Ke Empat, Menjelajahi Bantul, Salah Satu Kabupen yang Menawarkan Destinasi Epik di Jogja.

7. Meski Kaki Masih Pegal, Perjalanan Menuju Mangunan Segera di Mulai.

Rasanya malas bangat untuk melanjutkan eksplore Jogja, karena masih capek setelah turun dari gunung dan masih ngantuk bangat. Tetapi semangat harus tetap berjalan dan jadwal travelinpun dimulai.

Setelah sarapan pagi di salah satu lesehan di Yogyakarta, kami melanjutkan perjalanan menuju Bantul dengan ditemani oleh Sahabat Alan yang sudah kami bajak untuk bergabung dengan kami. Perjalanan untuk menuju hutan mangunan sangatlah jauh kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kenderaan pribadi.

Mangunan
Mangunan

ika sudah sampai disini, jangan lupa mengabadikan momen terindahmu dan tentunya mengelilingi daerah sekitar. Tiket Masuk bersama dengan Mobil Rp. 20.000,-

8. Berdamailah Dengan Dirimu di Hutan Pinus Imogiri

Jika kamu merasa Jogja sudah terlalu panas dan macet, melipirlah ke Hutan Pinus Imogiri. Disini dijamin kamu akan ngadem sepuasnnya. Selain barisan pinus yang berjejer rapi, disini juga bisa ditemukan berbagai makanna yang sangat unik seperti Es Kuburan, Cacing dan dijamin membuat selera kamu hilang.

Hutan Pinus Imogiri
Hutan Pinus Imogiri

Setelah puas dengan suasana hutan pinus, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai. Biaya Parkir Hutan Pinus Rp. 10.000,-

Untuk cerita lengkapnya ketike menjelajahi Bantul, kamu bisa baca di

5 Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi Selama 10 Jam di Bantul

9.Tak Perlu Ke Mesir untuk Melihat Pasir Sahara, Ke Bantul Juga ada.

Setelah dari hutan pinus, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai-pnatai yang ada di Bantul. Tujuan pertama adalah Pasir Parangkusumo. Gumuk Pasir ini terbentuk selama ribuan tahun dan memiliki luas sekitar 2 km dari muara pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Tidak banyak yang bisa kamu lakukan disini, hanya berfhoto ria, bermaian ayunan dan duduk manis di bawah pohon nan indah.

10. Santap Sore di Pantai Depok, Yummy Bangat.

Ini adalah keunikan ketiga yang kami temukan di Jogja dimana kami membeli ikan di Pasar Ikan Pantai Depok. Kemudian dimasak oleh ibu-ibu yang menawarkan jasa untuk memasak ikannya. Harga ikan disini juga sangat bervariatif jadi kamu harus pandai menawar. Kami membeli ikan 1 Kg dengan harga Rp. 50.000,- dan uang masak, Nasi, Cah Kangkung, Es Kelapa serta Es Jeruk dengan total harga Rp. 60.000,- sangat murah bukan.

Pantai Depok
Pantai Depok

Makan sore dengan pemandangan view laut serta anak-anak yang bermain di pinggir pantai menjadi daya tarik sendiri bagi wisawatawan.

11. Bermain Pasir pada Malam Hari di Paris.

Tak Lengkap rasanya, jika ke Bantul tidak mengunjungi Parangtritis. Pantai yang sudah menjadi legenda ini memang memukau bagi para wisawawan. Karena sudah malam, jadi gue dan alan doang yang mandi, sedangkan sukma dan Nurul hanya mengelilingi pantai.

Pantai Paris di Malam Hari
Pantai Paris di Malam Hari

Setelah puas dengan deburan ombak yang menyeret badan di pinggir pantai, kami pun membersihkan diri dan istrahat. Dan kami pun melanjkan perjalanan menuju Yogyakarta dan mencari hotel. Setelah menemukan hotel, perjalanan pun dilanjutkan menuju Malioboro dan Alun-alun Yogyakarta.

12. Menutup Liburan dengan Alun-Alun Yogyakarta.

Tak terasa jam menunjukkan jam 11, kami masih asyik dengan alun-alun. Sukma dan Nurul beberapa kali mencoba berjalan dengan menutup mata untuk menguji mitos yang beredar tentang pohon berinngin di Alun-alun.

Biaya – Biaya selama Traveling di Jogja

Hari Pertama

1. Naek Trans Jogja dari Bandara ke Malioboro Rp. 3.500,-
2. Makan siang dan Minum selama hari pertama Rp. 20.000,-
3. Penginapan tanggal Rp. 250.000,- per 3 orang
4. Naek Trans Jogja Malioboro ke Prambanan Rp. 7.000, PP
5. Tike Masuk Wisata 5 Mei 2016, Candi Prambanan Rp. 30.000/Orang, Taman Sari Rp. 5.000,- dan Keraton Rp. 5.000,-
6. Makan Malam 5 Mei 2016 Rp. 91.000,- untuk 3 orang

Hari Kedua

1. Naek Trans Jogja Malioboro ke Kusumegara Ngebajak Ibnu Yanuar Rp. 3.500, Per Orang
2. Penginapan Free Karena barang sudah di titip ke Ibnu yang sudah menjadi Dosen
3. Kusumanegra ke Terminal Jombor, Di antar oleh Pak Dosen Ibnu
4. Dari Jombor ke Borobudur Rp. 20.000 Per Orang
5. Dari Terminal Magelang ke Borobudur Rp. 20.000,- per 3 orang naek andong
6. Tiket masuk Candi Borobudur Rp. 30.000 Per Orang
7. Naek Becak dari Borobudur ke Terminal Borobudur Rp. 15.000,- Per Becak
8. Dari terminal Borobudur ke Indomaret Pertigaan Borobudur Rp.20.000 Per 3 Orang
9. Menunggu Jemputan untuk Naek Gunung
10. Makan siang dan lain-lainnya Rp. 30.000,- per 3 orang
11. Makan malam Rp. 30.000 per 3 orang

Hari ke Tiga

1. Biaya Paket Naek Gunung Rp. 515.000 Per Orang
2. Penginapan Rp. 650.000,- di bantu cariin oleh Ibnu yang baek hati dan diantar juga ke Hotelnya

Hari Ke Empat

1. Sewa Mobil dan Bensin Rp. 500.000,- Di bantu oleh Alan yang hits bangat dan kita bajak jadi pemandu wisata supaya hemat, hahaha.
2. Sarapan Pagi Rp. 66.000 Per 4 Orang dan Parkir Rp. 2.000,-
3. Tiket mangunan Rp. 20.000 untuk 1 mobil
4. Tiket Hutan Pinus Imogiri Free parkir Rp. 10.000,-
5. Parkir Parangkusumo Rp. 10.000,-
6. Makan sore di Pantai Depok Rp. 110.000,-
7. Parkir Pantai Depok Rp. 7.000,-
8. Tiket Parangtritis Rp. 20.000 Per Mobil
9. Parkir Malioboro Rp. 20.000,-
10. Naek Becak di Malioboro Rp. 10.000
11. Parkir Alun-alun utara Rp. 10.000,-
12. Penginapan Rp. 278.000,-

Hari ke Lima

1. Back to Jakarta dan Balikpapan.

See you next time Nurul dan Sukma from Kalimantan, Ibnu dan Alan di Jogja terimkasih banyak ya.

28 thoughts on “Menjelajahi Sejengkal Demi Sejengkal Kotanya Hamengkubowono, Yogyakarta

  1. Sangat menggoda untuk dikunjungi kota Hamengkubuwono ini,

    titip rindu padamu dan panggilah aku untuk segera hadir di kotamu duhai Sultan 😀🙏🏻

  2. Tripnya menyenangkan ☺

    Sedikit masukan tambahan buat pembaca lain,ya…
    Kalau dari Yogya untuk ke candi Borobudur, Magelang tak perlu berganti bis di terminal Magelang.
    Cukup turun di Palbapang ( ada gapura besar di tengah jalan menuju ke lokasi candi ) & berganti minibus disana.
    Akan mempersingkat waktu sampai ke lokasi terminal candi.

    Semoga bermanfaat.

  3. Asikkk banget jalan2 di Jogja..jadi rindu ingin kesana.
    Ke Merapi juga ya mas..siap2 meluncur baca artikel “Berteman Dingin Menuju Puncak Merapi 2930 MDPL” soalnya blm pernah mendaki Merapi krn suami ga minat, entah kenapa..hehe.

  4. Jogja jogja jogja istimewa. Saya terakhir main ke jogja waktu dulu masih smp wkwkwk. Pasti mampir ke malioboro saya mah kalau pergi ke jogja wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *