Karena Aku Mencintaimu Lewat Doa dan Mengangumi Dalam Diam

Kamu yang kucintai

Mungkin aku adalah seorang gadis yang belum bisa menjadi muslimah seutuhnya, mungkin juga aka masih terlalu jauh dari kata seorang muslimah yang taat, tapi percayalah saat ini aku sedang bersungguh-sungguh untuk memantaskan diri supaya pantas bersanding denganmu kelak.

Jujur kuakui, diri ini pernah terluka karena cinta yang seharusnya belum kurasakan. Cinta yang hanya dijalani dengan ketidakpastian memang berujung pada ketidakpastian jua. Aku memang tak bisa mengubur semua dosa-dosa yang pernah terjadi kala itu.

Sungguh perpisahan ini telah aku sahkan meski hanya sepihak

Mulai dari dosa karena mendapatkan perhatian yang tak seharusnya kuterima, dosa atas menghabiskan waktu bersama dengan orang yang tentu bukan menjadi jodohku. Tapi saat ini, aku sedang berusaha dengan sekuat tenaga dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang muslimah yang taat.

Teruntuk kamu yang masih diam-diam ku kagumi, yang selalu kusebut namamu di setiap rafalan doa-doa ku, yang selalu kuperbincangkan dengan Rabb-ku. Apa kabar? Semoga kamu masih menjaga iman dan hatimu hanya untuk-Nya ya. Jangan seperti aku yang belum bisa menjaganya.

Iya, memendam perasaan ini memang berat. Sesekali ingin kuucapkan bahwa aku mengangumimu sejak lama. Namun, aku takut bahwa kau beranggapan ini hanya sebuah drama.

Aku mengira , dengan menjauhimu aku bisa mengikhlaskan dirimu, dengan menjauhimu aku bisa mengikhlaskan perasaan yang seharusnya belum saatnya ada, dengan menjauhimu aku lebih bisa menjaga iman dan hatiku hanya untuk-Nya. Tapi, ternyata perkiraanku salah. Sampai saat ini, perasaan itu masih ada dan untuk orang yang sama, yaitu dirimu.

Teruntuk kamu yang masih diam-diam ku kagumi, Bolehkah aku meminjam namamu untuk kubincangkan dengan Rabbku? Tenang saja, aku tidak meminta supaya namamu yang tertulis di lauhul mahfudz sebagai teman hidupku. Aku hanya meminta, Jika memang namamu yang tertulis, aku berharap Allah menggerakan hatimu untuk segera menjemputku dengan cara yang diridhoi-Nya.

Tapi, jika memang bukan namamu yang tertulis, aku berharap bisa ikhlas untuk menerima segala ketentuan-Nya.
Karena aku yakin, ketentuan-Nya lah yang terbaik dan terindah.

Teruntuk kamu yang masih diam-diam ku kagumi, tetaplah dan teruslah menjaga iman serta hatimu hanya untuk-Nya. Dan aku disini, masih setia dan selalu memohon kepada sang Maha Cinta untuk bisa saling mencintaimu dengan taat, membangun rumah tangga dengan bahagian untuk menuju jannah-Nya.

Artikel ini merupakan salah satu kiriman dari sahabat Pojok Hati, dan sudah di edit oleh admin sesuai dengan standar artikel di ngayap.com. Bagi kamu yang mempunyai tulisan yang bisa menginspirasi dan layak untuk di share jangan lupa kirim ke admin.

62 thoughts on “Karena Aku Mencintaimu Lewat Doa dan Mengangumi Dalam Diam

  1. jodoh adalah misteri tak berdaya melawan takdir sang Maha Pencipta, namun kita boleh meminta karena kita belum tahu jodoh kita siapa

  2. Wahh dalem ya. Dulu juga sebelum menikah, saya juga pernah menyukai orang lain dan pernaj juga patah hati. Manusiawi banget. Tapi seringnya saya yang matahin hati orang *eaaa jaman jahiliyah banget dulu. Tapi, dipikir2 sekarang dan udah nikah jadi senyum2 sendiri. Dan berkata pada diri “Dulu ngapain kayak gitu ya” hihihi. Tetep yang terpenting itu bukan cinta pertama kita tapi cinta terakhir kita. Semangat ya buat Mas Idris smga diksh jodoh yang baik ๐Ÿ™

  3. cinta dalam diam..so sweetttttt…
    tapi jika memang sudah siap jangan diam-diam langsung aja di lamar hehehe. biar gak diambil orang.

  4. Ini kalo kata temen saya : Mencicipi jodoh orang lain …
    Udah dibikin nyaman, udah dibikin jatuh cinta, akhir2nya perih, sakit, patah hati …
    Itulah jodoh, kalo dideketin dengan cara yang benar, insya Allah aman dari ketidakpastian. Tapi kalo jalannya salah, ya sakit hati ujung2nya …hihi

  5. ๐Ÿ˜ ini perempuan yg sedang merayap menuju hijrah.. Semoga kamu istiqomah ya sista dan hijrahmu bukan karena dia tapi Dia.

  6. wih, meminjam namanya untuk disebutkan pada Rabb, romantis banget ๐Ÿ™‚
    ketar ketir hatiku jadinya, hehe

  7. jodoh mengikuti hukum ketidakpastian heisenberg
    kita tak akan tahu kapan dan dimana
    hanya bisa berikhtiar dan berdoa

  8. Cieeรช… Sedang kแบฃsmaran nih…
    Lagi menunggu seseorang …
    Tetapi Yang di tunggu masih dalam proses penyรชsuรขin untuk menjadi seorang mรบlimah yang taat…

    Top markotop.. Saya dukung nih.. Mas

    1. Sesuatu yang indah akan datang tepat pada waktunya Mas… Jadi bersabarlah… Tunggu sidia dengan untaian do’a…

  9. Kali ini dari sahabat yang biasanya dari sepupu.

    Hai sahabatnya mas Idris. Kenalkan saya Ima, yang juga seorang muslimah tapi masih jauh dari kata taat.

  10. Aku pun doanya kurang lebih gitu, kl emg dia bukan jodohku, semoga aku bisa menerima dg ikhlas. Pun aku bisa mengenalikan rasa ini. Ku baper lagi kan ๐Ÿ™

  11. Tapi, jika memang bukan namamu yang tertulis, aku berharap bisa ikhlas untuk menerima segala ketentuan-Nya.
    Karena aku yakin, ketentuan-Nya lah yang terbaik dan terindah.

    Baca nya hati sama kaki langsung gemeter.

  12. Ini tulisan kiriman pembaca atau curhatan yaaaa..hmmm..
    Apapun dan siapapun yang mencurahkannya, saya ikut berdoa, semoga jika memang berjodoh, Tuhan mendekatkan mereka…Jika tidak bikin jauuuuh saja biar enggak kepikiran lagi…:)

    1. Iyaa ini, sebenarnya curhatan sepupu saya, hobby curhat dia dan nulisnya cuma 3 paragraf. Jadi ditambahin sesuai curhatannya

  13. Mencintai seseorang tanpa ada rasa untuk memiliki yang begini yang menandakan tingkat kedewasaan seseorang.

    Cinta=ikhlas.

    Semoga sang penulis segera di jemput dengan yang sudah pantas untuk bersanding ya.

  14. walah jadi baper gini yah, tulisannya ngepas sekali dengan keadaan sekarang. Yah namanya cinta tidak boleh dipaksakan, jalanin saja dan percayalah setiaporang diciptakan berpasang-pasangan.

  15. Meminjam namanya untuk diperbincangkan dengan pemiliknya cara yang cukup bijak karena cara itu tidak membuat masing terluka tampaknya

  16. Suatu kepasrahan terhadap ketentuan Allah SWT akan jodoh….mantap bagus buat dicontoh remaja2 muslim jaman now.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *