Doaku Tak Pernah Padam Karena Aku Yakin, Separuh Agamaku Adalah Bersamamu

Rasa lelah disaat aku terus melangitkan namamu dalam doa doaku hampir tidak pernah kurasakan, bahkan semakin sering ku meminta kepada-Nya keyakinanku pun semakin kuat. Adalah aku yang saat ini tak mampu menjagamu dari apapun, aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan yang tanpa ada hak untuk menemanimu kemanapun kau melangkah.

Inilah yang aku nantikan suatu saat nanti bisa seutuhnya mendampingimu dan menjagamu. Walau saat ini dari kejauhan aku hanya bisa menjagamu lewat doa doaku saja dan aku tidak ingin kau tau bahkan jangan pernah tau!. Dalam hal ini, Allah selalu yang pertama aku libatkan agar selalu diberi kemudahan untuk menuju dirimu disana.

Ketika Allah menggerakkan hati dan langkahku untuk datang padamu, maka tidak ada yang tak mungkin. Tunggu saja!

Diam-diam Aku Menuliskan Rencana Masa Depan yang Indah, Salah Satunya Bisa Mengahalalkan Kamu.

Sekilas, ini terdengar aneh dan tidak mungkin, kenapa? Karena dalam beberapa rencana kehidupanku yang tertulis rapi nan indah, terdapat bagian rencana yang begitu sungguh membuatku harus berjuang yaitu rencana kesekian aku harus mendapatkan pasangan yang baik, lalu menikahinya!

Bukan tidak mungkin, tetapi yang terlintas adalah rencana itu akan ditempati oleh seseorang yang enggak tau siapa dan dimana lalu kapan!. Aku sampai sekarang masih terus berharap dan meminta kepada Allah SWT untuk segera dipertemukan dan ketika aku telah bertemu dengan kamu seseorang yang saat ini masih rahasia di langit sana, maka aku akan menceritakan ini semua bahwa kamu adalah bagian dari rencana masa depanku!

Diam-diam mendoakanmu via instagram.com @rickymotret

Siapapun nanti yang akan menjadi cerminan diriku, jadilah pelengkap dihidupku, Bersamamu dalam ikatan halal nantinya merupakan ladang amal dan pahala yang sangat aku inginkan. Dariku, yang diam diam menuliskan “KAMU” dalam deretan rencana masa depanku!

Meski Aku Diam, Doaku Tak Pernah Padam. Semoga Kamu Adalah Jawaban Pencarianku.

Meski bibirku tak pernah mampu berucap. Meski langkahku tak pernah langsung tertuju padamu dengan tegap. Namun perlu kamu ketahui, do’a ini tak pernah berhenti terucap. Segala usaha dan upaya aku memintamu kepada Yang Maha Penentu.

Dengan hebat ku coba tuk memilih diam dengan perasaan ini. Dengan tekat kuat aku mencoba untuk memantaskan diri. Teruntuk sebuah nama, yang kelak akan menjadi penyempurna agama. Saat ini memang aku memilih untuk diam tak bersuara. Dengan segala rasaku, aku memilih tidak mengutarakannya.

Bisa dibilang aku hanya sebatas pengagum rahasia. Yang hebat menceritakan betapa kagumnya aku akan pribadimu kepada-Nya. Namun tak berani menatap saat engkau didepan mata. Walaupun aku diam, Do’aku tak pernah padam.
Dan semoga memang kamu jawaban dari segala do’aku selama ini.

Kenapa Aku Masih Setia Mencarimu! Karena Aku Yakin, Separuh Agamaku Adalah Bersamamu Kelak.

Layaknya hujan yang selalu dinantikan semua orang, enggak tau kapan akan datang, sebentar atau lama akan tetap di nantikan. Sama seperti dirimu disana, yang sampai saat ini masih tetap kucari meski aku tak tau kapan saat itu terjadi.

Selama masa pencarian ini, ku berjuang dengan segala keyakinan atas doa yang selalu terucap disepertiga malam diperbincangkan dengan Robbku agar segera dipertemukan. Jujur saja, mencarimu bersama waktu yang terus berjalan terkadang memberiku banyak pelajaran terutama tentang keyakinan terhadap satu tujuan, yaitu menujumu!

Aku merasakan hal yang luar biasa penuh perjuangan untuk ini, aku tidak bosan dan justru aku nikmati sambil terus berdoa kepada-Nya, karena rasa keyakinanku bahwa kamulah yang akan melengkapi separuh agamaku nantinya , iyaa bersamamu!

Untukmu yang sedang kucari, segeralah tunjukkan dirimu karena ada hati yang sedang mencarimu disini.

 

26 thoughts on “Doaku Tak Pernah Padam Karena Aku Yakin, Separuh Agamaku Adalah Bersamamu

  1. Doa ane yang sudah merried ini, semoga di permudah dan di percepat dah gan 😀
    Insha Allah yg nama nya jodoh udah ada yg atur. Kalo udah masa nya pasti ketemu juga walau dgn cara yg ga di sangka2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *