Kusembunyikan Perasaanku Darimu, Tapi Tidak Pada-Nya

Kau bilang, aku adalah orang yang hebat menyembunyikan perasaan. Iya. Kau benar!

Aku sadar dan paham, hati ku adalah elemen yang paling mudah berubah. Dan begitu juga dengan perasaan, sebab aku merasakan dengan hati. Aku merasa tidak adil, jika ku ungkapkan pada mu sebuah rasa yang akan berubah. Sebuah rasa yang mempunyai masa. Masa dimana langkah kita tak lagi senada. Dan memilih mengukir jarak antara kita. Bukan rasa seperti itu yang aku inginkan untuk kita berdua.

Lebih baik, biarlah ia bertahan dalam lorong kecil persembunyiannya. Sampai DIA mengatakan “ungkapkanlah”. Adalah DIA yang Maha membolak-balikan hati manusia. Ku sembunyikan perasaan ku dari mu, tapi tidak padan-Nya kareha hanya poda-Nya tempat semua mencurahkan semua isi hati.

Tak Perlu Kutuliskan Dalam Surat Cinta Untukmu, Percayalah! Aku Menjagamu Melalui Caraku Sendiri

Kalau kamu bertanya bagaimana caraku menjagamu, lihatlah kedua matamu, seperti kelopak yang selalu sedia melindungi bola mata dari segala debu–dari segala bahaya. Demikian pulalah kujaga segala tentangmu. Kupilih doa untuk menjagamu. Mengadukan hanya pada Sang Maha Pemilik Cinta. Sebab Dia-lah Yang Mahatahu tentangku. Tentang derap langkah dan gejolak rasa.

Untuk itulah, setiap kali pencarian ini didera rindu yang sengit, aku tidak ingin sedetik pun menjadi perindu yang sia-sia. Perindu yang kalah oleh kebaikan-kebaikan diri. Biarlah, biarlah doa sebagai penentu arah. Semoga dengan demikian, caraku menjagamu menjadi satu di antara cara terbaik lainnya untuk menepis jauh segala rencana yang belum pada waktunya.

Karena Aku Percaya, Akan Ada Masanya Kita Saling Bergenggaman Tangan, Berjalan Berdua, Sedih dan Bahagian Berdua.

Akan ada saatnya aku dan kamu akan pergi berdua, jalan berdua, makan sepiring berdua, menonton berdua, sedih-bahagia berdua, hingga menikmati senja yang merah saga juga berdua. Denganmu yang akan menjadi teman hidupku selamanya.

Karena itu, pastikan bahwa dia yang akan menjadi teman hidupmu nanti adalah dia yang mau menerima bagaimana kamu, bagaimana keluargamu, bagaimana pekerjaanmu, bagaimana kebiasaanmu, bagaimana mimpi dan cita-citamu ke depannya. Dan yang paling penting pastikan dia siap berjuang bersama denganmu dari titik nol hingga titik tempat kamu bisa mengangkasa berdua. Dengan helikopter bernama rumah tangga.