Ayahku! Usiamu Semakin Senja, Tenagamu Tak Sekuat Seperti Kamu Muda

Ayah. Ajarkan aku bagaimana kau bisa bertahan dalam hidup ini. Bagaimana kau masih bisa tersenyum sedangkan kulitmu semakin hari semakin hitam karena sengatan panasnya sang mentari. Bagaimana bisa kau masih tertawa ketika peluh dan keringat tak henti-henti. Bagaimana bisa kau masih menyempatkan waktumu mengantarkanku pergi mengaji padahal penatmu enggan pergi.

Bagaimana bisa kau telah menungguku dengan motor tuamu ketika kuhendak sekolah sedangkan kantuk terlihat jelas di matamu dan kau juga harus pergi kerja lagi. Bagaimana bisa ayah, bagaimana? Begitu besarkah rasa sayangmu kepadaku sehingga kau rela melakukan semua? Lalu ayah, bagaimana jika aku tak bisa membalasnya? Apakah kau akan kecewa, ayah?

Terlalu banyak pengorbanan yang telah kau lakukan. Usiamu semakin senja. Tenagamu tak sekuat ketika kau masih muda. Tapi sinar matamu masih sama ayah, memancarkan semangat tak pernah lelah. Terimakasih ayah atas segalanya. Mungkin aku pernah membuatmu Islama dan kecewa, tapi ayah, izinkan aku membalas cintamu dengan cinta yang aku punya. Meski tak sebesar cintamu, tapi percayalah, anakmu ini sedang berusaha, ayah.

Ayah, Aku Merindukanmu yang Dulu, Bisakah Kamu Tak Berubah Meski Kehidupan Semakin Menderma

Ayah kurindu pelukan ayah, tawa lepas ayah saat ayah mengajakku bercanda, aku rindu ayah mengajariku berjalan, memujiku saat bisa melakukan hal baru. Ayah saat nanti tiba waktunya ayah akan melihat anak ayah dengan penuh rasa bangga.

Ayah tanganku memang tak mampu mengusap keringat yang bercucuran, aku pun tak mampu menghilangan rasa lelah ayah. Ayah aku rindu ayah, dimana ayah menjaga saat malam tiba. Tidurku nyenyak dalam lindungan pelukan ayah. keringat yang bercucuran dan air mata yang mengalir di pipi ayah. Aku sayang ayah

11 thoughts on “Ayahku! Usiamu Semakin Senja, Tenagamu Tak Sekuat Seperti Kamu Muda

  1. Titip rindu buat ayah. tiba-tiba saja saya teringat lagu Ebit G Ade tersebut setelah membaca artikel ini. Ayah benar-benar sosok pahlawan, yang semangatnya terus menginspirasi, mengilhami kita untuk terus berbuat kebaikan. berbuat sesuatu yang bermakna.

    Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
    Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
    Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
    Kini kurus dan terbungkuk ehemm

    Namun semangat tak pernah pudar
    Meski langkahmu kadang gemetar
    Kau tetap setia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *