Yah, Bu! Doaku Selalu Sama, Semoga Untukmu Tuhan Hadiahkan Syurga

Ada beribu kata yang ingin kuucapkan, ada berjuta rasa yang ingin kuungkapkan tapi ketika aku sampai di titik ini hanya ada dua kata yang bisa kuutarakan, yaitu “Maaf dan Terima Kasih”. Maafkan aku untuk impianku yang mungkin menyusahkanmu dan maafkan aku juga untuk semua permintaanku, yang membuatmu mondar-mandir kesana kemari.

Maafkan anakmu Yah, Bukannya aku tak faham bagaimana kerasnya engkau membanting tulang, betapa sakitnya kakimu bila tertusuk duri. Cuaca seperti apa yang selalu engkau hadapi, betapa kerasnya hidup yang kamu jalani bahkan keringatmu kering di pakaianmu sendiri. Semua demi mewujudkan cita-cita anakmu.

Maafkan anakmu Bu, yang seharusnya di usia dewasaku aku menemani hari-harimu, menjagamu hingga tak pernah lelah lagi. Tapi aku lebih memilih pergi jauh juga demi cita-citaku. Merantau jauh dari kamu Bu, hanya handphone lah yang bisa menyambungkan rasa antara aku dan kamu Bu.

Doa ku hari ini dan setiap hari selalu sama “Semoga Allah hadiahkan Syurga”

Maafkan anakmu Yah, maafkan anakmu Bu! Bukannya aku tak rindu hanya saja aku sedang berjuang membahagiakanmu dan karna untuk saat ini hanya ucapan terima kasih yang bisa kuberikan. Maaf untuk setiap air matamu yang jatuh karna merindukanku, maaf untuk semua kesusahaan yang telah kuperbuat demi untuk cita-citaku.

Terima kasih untuk semua kepercayaan kalian, terima kasih untuk setiap tetes keringat dan keikhlasan. Ada beribu janjiku untuk membahagiakan kalian Yah, Bu. Yang akan ku wujudkan satu per satu, dan kelak aku akan ada untuk mendengarkan semua keluh kesah di masa tuamu.

Semoga Allah selalu melindungi setiap langkah kita. Jikapun aku tak bisa membalas semua jasa Ayah dan Ibu. Aku sangat merindukan kamu Yah, Bu. Semoga kalian selalu sehat selalu.

Bila nanti saatnya tiba, Ayah dan Ibu tinggal duduk saja, menikmati masa tua dengan tenang dan bahagia

Saat ini aku memang belum bisa memberikan apa-apa. Bahkan sesekali, aku masih membutuhkan bantuan dari kalian. Tapi Ayah dan Ibu yakin saja. Saat ini anakmu sedang berjuang mati-matian untuk berkembang. Suatu saat nanti, janji-janji yang dulu kuberikan akan kutepati. Ayah dan Ibu duduk saja, menikmati semuanya sambil bersantai membaca koran di teras atau menonton televisi.

Meski tak akan pernah sepadan dengan pengorbanan kalian, selama masih bisa, aku akan terus berusaha

Semua yang kulakukan, Ayah dan Ibu, bukan untuk membalas ataupun mengembalikan segala yang sudah kalian berikan. Karena aku tahu sampai kapan pun aku itu tidak akan pernah sepadan. Aku hanya ingin membuat kalian sedikit bangga, dan bisa menikmati masa tua dengan senang. Sebagai tanda terima kasih karena Ayah dan Ibu sudah membawaku ke dunia, dan memberi kehidupan yang luar biasa.

Hidup memang tak pernah mudah. Ayah dan Ibu pasti yang paling tahu. Tetapi aku tidak akan menyerah. Mimpi-mimpi untuk membahagiakan orang tua hanya sejengkal lagi untuk kugapai. Ayah, Ibu, sabarlah dahulu. Berilah anakmu ini restu, agar bisa segera mewujudkan mimpi-mimpi yang kalian titipkan kepadaku.

Salam sayang,

Anakmu

16 thoughts on “Yah, Bu! Doaku Selalu Sama, Semoga Untukmu Tuhan Hadiahkan Syurga

  1. Campur aduk. Ada keharuan membaca tulisan ini.

    yah,, kadang ada perang di dalam batin ini…di satu sisi menginginkan diri ini cepat dewasa…tapi di satu sisi yang lain tentu orang tua akan semakin uzur seiring kita yang semakin tumbuh dewasa…

    Salam hangat…semoga orang tua-orang tua kita senantiasa diberikan umur panjang dan keselamatan, kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *