Jangan Menikah Hanya Karena Sudah Diburu Usia, Melainkan Sebuah Kesiapan Tanggungjawab

Perkara “kapan nikah?” sepertinya jadi topik yang tak ada habisnya jika dibicarakan. Khususnya buat kamu yang sudah masuk usia 20-an ke atas. Rasa-rasanya, semesta seperti bersekongkol hingga membuatmu merasa berdosa kalau-kalau sudah umurnya tapi belum menikah juga.

Padahal, kita perlu kembali merefleksi dan bertanya pada diri sendiri. Apa iya kita harus nikah kalau cuma alasan sudah umurnya? Bukankah sebenarnya banyak hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan masak-masak? Yang pasti, nikah itu bukan wajib belajar, jadi menikahlah tanpa merasa dikejar-kejar oleh usia.

Menikah bukan perkara umur, melainkan sebuah kesiapan memikul tanggung jawab

Jangan pernah menikah karena merasa sudah cukup umur. Umur tidak akan pernah bisa mengukur kesiapanmu untuk memikul tanggung jawab. Meskipun umur sudah di atas dua puluh tahun, jika belum siap memikul tanggung jawab rumah tangga apakah iya rumah tanggamu bisa bahagia?

Pernikahan memang nampak begitu indah. Setiap pasangan yang menikah atas nama cinta pasti merasa sangat bahagia. Namun, jika Kamu ingin menikah hanya karena memikirkan bahagianya saja, berarti Kamu belum cukup dewasa untuk hidup sebagai pasangan suami istri. Perjalanan pernikahan tidak melulu indah. Kamu harus siap dengan segala lika-liku kesedihan, kesengsaraan dan perselisihan.

Peduli amat sama orang lain. Iya sih kita hidup bermasyarakat, tapi dengan atau tanpa menikah, hidup kita masih terus berjalan kok!

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat indonesia untuk menghujani para pemuda dengan pertanyaan “kapan nikah?”. Meski yang ditanya selalu menjawab dengan senyuman, sebenarnya hati mereka merasa ciut dan segera berpikir tentang pernikahan. Namun, jika pertanyaan ini yang membuatmu ingin segera menikah, sebaiknya tunda saja pernikahanmu. Buat apa terburu-buru menikah jika tujuannya hanya untuk menutup mulut orang? Toh, walaupun masih berstatus lajang kehidupanmu masih bisa berjalan normal.

Ingatlah bahwa sebelum menuju pelaminan, Kamu perlu menyiapkan banyak hal. Tidak hanya hati yang perlu disiapkan, kemampuan menafkahi pasangan juga harus disiapkan. Meskipun pada dasarnya Tuhan telah menjanjikan rezeki bagi setiap pasangan, tetap saja rezeki tersebut tidak akan datang jika Kamu belum tahu bagaimana cara mencarinya.

Menikah itu tentang siap dan mantap, jangan sampai kamu menjalani rumah tangga dengan gagap.

Sebelum menikah, berilah pertanyaan ini kepada dirimu sendiri: Apakah kamu sudah mempersiapkan sebuah momentum sebesar ini ? Apakah kamu sudah membekali diri dengan berbagai ilmu untuk menyongsong sebuah prosesi teramat sakral ini? Jika jawabnya belum, tundalah sekiranya kamu sudah mantap.

Sebab Bila Telah Waktunya Tiba Dan Tepat, Maka Allah Akan Cepat-Cepat Memberimu Jalan Untuk Segera Bertemu Dan Bersatu

Menikah itu bukan tentang siapa yang lebih cepat. Tapi yakinlah, Tuhan sudah pilihkan waktu dan seseorang yang paling tepat. Jangan tergesa lantaran telingamu sudah panas membara, akibat omongan dari para tetangga. Pantaskan dirimu dulu, bukan saja untuk jodohmu kelak, tapi fokuslah memperbaiki diri di hadapanNya.

Menikah Bukan Ukuran Mutlak Kamu Laku atau Tidak, atau Kamu Cantik Aku Tampan Lalu Menikah Tapi Lebih Dari Itu Semua.

Menunda pernikahan bukan berarti tidak ada orang yang mau menikahimu. Menunda pernikahan berarti Kamu sedang berada dalam masa pencarian. Mencari pasangan terbaik yang mampu membuat nyaman dan aman. Hal ini bukan karena Kamu terlalu pemilih, namun justru karena Kamu sadar bahwa pernikahan hanya sekali dan untuk itu Kamu berhak mendapatkan yang terbaik.

Menikah Itu Bukan Secepatnya Tapi Se-Tepatnya, Karena Pernikahan Adalah Ibadah yang Butuh Banyak Kesiapan

Menikah itu bukan secepatnya tetapi setepat-nya, karena pernikahan adalah ibadah yang butuh banyak kesiapan, dan apa saja hal yang harus dipersiapkan? Yaitu adalah kesiapan lahir dan batin, butuh yang namanya komitmen dan tanggung jawab yang pasti.  Maka dari itu, bukan kamu harus secepatnya menikah, tetapi menikahlah disaat yang tepat.

Karena pernikahan bukan sebuah perlombaan, siapa yang cepat maka dialah yang menang. Ingatlah selalu, bahwa pernikahan itu adalah ibadah, oleh karenanya jangan berpatokan pada umur, sebab jodoh itu sama sekali tidak mempunyai durasi waktu, hanya saja kita sebagai manusia kadang yang membuat repot sendiri. Padahal, sebenarnya memang tidak ada ceritanya telat menikah, karena Allah akan mempertemukan bila sudah waktunya tepat.

5 thoughts on “Jangan Menikah Hanya Karena Sudah Diburu Usia, Melainkan Sebuah Kesiapan Tanggungjawab

  1. miris dengan kenyataan ini bang
    Sudah menjadi kebiasaan masyarakat indonesia untuk menghujani para pemuda dengan pertanyaan “kapan nikah?”
    tapi sekali di pikir ulang, itu sebagai peringatan kalau kelamaan gak nikah, nanti malah ketuaan dan susah kalau ngajakin anak main, karena cepat merasa lelah. mungkin ini hal sepele, tapi kenyataannya saya rasa sekarang bang.
    tapi saya setuju, kalau menikah bukan masalah harus memenuhi tuntutan usia, tapi memenuhi tanggungjawab dan menyempurnakan agama. karena dalam rumah tangga ternyata banyak hal kemudahan bagi yang siap tanggung jawab lahir batin, makanya banyak yang bisa hidup senang sesudah menikah. kalau ada yang tidak bahagia, menurut saya mungkin harus dilihat lagi tujuan atau sesuatunya pada awal nikah, kayaknya ada yang kurang atau tujuannya memang ada kejanggalan kali ya bang?

    nice share dan inspiratif

  2. saya pun kadang sering dapet pertanyaan kapan nikah?
    menikah muda memang baik untuk menghindari fitnah dan zina
    tapi kalo di paksakan bukan kemauan hati semua juga akan berakhir berantakan
    soal mental juga harus diperhitungkan
    bukan soal sudah mapan saja.

    saya aja belum mikirin untuk nikah, masih pengen menikmati sendiri aja
    krna kalo sdh menikah sdh beda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *