Maafkan Aku yang Terlalu Egois Mengharapkanmu Menjadi Jodohku

Terimakasih untuk kesekian kalinya kau mampu membuatku menjadi sosok yang begitu terobsesi. Kau tidak salah, faktanya aku yang selalu menunggu dan mencarimu, aku yang terus berharap bahkan aku yang terlalu egois terhadap diriku karena begitu mengharapkan kau menjadi jodohku kelak!

Apa yang mampu kuperbuat selama ini, terbayang olehku suatu saat nanti kau dan aku bersama menjalani hidup, melewati manis dan pahitnya kehidupan, menghabiskan waktu berdua sangat indah sekali untuk dibayangkan!
iya untuk dibayangkan saja!

Sesaat aku sadar bahwa itu adalah angan angan terburukku, bagimana bisa aku mengharapkanmu menjadi jodohku sementara aku lupa untuk meminta kepada sang pemilik hati untuk dipersatukan. Biarkan ini menjadi perjuanganku padamu, biarkan aku memantaskan diri karena mudah saja bagi Allah untuk menyatukan kau dan aku, jika memang kau jodohku kelak, Allah pasti memberi jalanku untuk menujumu dengan usahaku selama ini.

Ingin kukatakan padamu, bentuk keegoisanku paling indah adalah mengharapkanmu menjadi jodohku!

Maafkan Aku Juga, Karena Kupinjam Namamu di Sepertiga Malamku, Untuk Kuperbincangkan Dengan Rabb Ku

Apa yang kamu rasakan disaat kamu menjadi bagian dalam doaku?  Kamu menjadi bagian dalam rencana masa depanku?  Terlebih kamu yang tidak pernah lupa aku doakan di sepertiga malamku, menjadi bahan perbincangan antara aku dan robb ku, Maa Syaa Allah.

Ini tidak hanya sekadar harapanku agar bisa dipersatukan denganmu nanti. tetapi  aku selalu melibatkan Allah dalam setiap usaha yang kulakukan dan doa yang kupanjatkan. Kamu yang saat ini aku doakan semoga Allah menjadi saksi atas doa doaku, biar ini menjadi rahasia antara aku dan Dia.

Aku tidaklah bisa seperti Ali yang mampu mendapatkan cintanya Fatimah, namun aku hanya bisa mengikuti usahanya Ali yaitu dengan diam diam meminta kepada Allah dan Terang terangan namamulah yang selalu kupinta agar suatu saat nanti bisa menjadi pendamping hidupku didunia dan di akhirat kelak. Aamiin ya Robb!

Doaku sederhana, semoga Allah menyatukan aku dan kamu yang selalu kusebut dalam doaku, karena ku yakin kekuatan doa disepetiga malamku akan selalu menjadi keyakinanku, jika kamu jodohku maka satukanlah, jika tidak maka tetap persatukan didalam ukhuwah islamiyah!

Dan Untuk yang Pernah Tersakiti Karenaku, Maaf Aku Pergi Bukan Karena Benci Tapi Hanya Untuk Memperbaiki Diri

Pertemuan kala itu menjadi awal cerita dimulai tentang dirimu. Sampai pada akhirnya cerita ini pun tertulis dengan penyesalan yang begitu hebat. Entah mengapa, hidayah Allah pada waktu itu belum kudapatkan, karena jelas bahwa hidayah itu bukan ditunggu melainkan harus dijemput !

Seperti kisah Nabi Adam A.S. Bagaimana Allah SWT sangat luar biasa dalam menciptakan skenario  kehidupa, alur kehidupan setiap manusia termasuk kisah Nabi Adam dan Hawa.  Nabi Yusuf pun juga tidak kalah hebat dengan kisah cintanya bersama Zulaikha. Sosok nabi yusuf yang sangat menawan membuat para wanita yang melihatnya akan jatuh hati salah satunya adalah Zulaikha.

Ingatlah, yang saat ini lagi menjalani hubungan yang belum halal, kesana kemari berduaan. Saling memberikan janji sehidup semati  padahal belum menjalin ikatan yang sah ! Tinggalkan untuk memperbaiki diri lalu kembali dalam keadaan yang sudah pantas karena sendiri, dalam taat lebih mulia daripada bersama dalam maksiat !