Untuk Kamu yang Lama Menghilang Dari Ingatanku, Jangan Pernah Kembali Jika Ingin Menyakiti

Aku harap kamu tidak pernah kembali hadirkan kenangan – kenangan pahit kini. Karena aku sudah berhijrah memperbaiki diri tinggalkan dirimu bersama sakit hati. Aku kini move on, tinggalkan luka kembali beriang tawa bersandar hati pada yang Maha Kuasa. Aku yang tak lagi merindukan mu.

Wahai Hati! Jangan Pernah Menangis Untuk Hal Yang Tak Pantas Untuk di Tangisi.

Untuk apa kamu menangis, seolah ia yang menyakitkan itu adalah segalanya yang harus kamu tangisi. Kalau ia saja tak mau bertanggung jawab atas hati yang sudah terlanjur tersakiti, maka ia tak pantas untuk kamu tangisi. Bila harus ada yang ditangisi adalah dirimu sendiri yang justru inginkan larut dalam cinta yang tak pasti hingga akhirnya sakit hati karena mencintai.

Bila harus menangis, tangisi lah ia yang pantas untuk mu yang telah jadi pasangan hidup mu, mengorbankan raga nya demi secarik nafkah untuk mu.  Atau tangisi jua ayah mu yang akan terseret dosa karena aurat mu tak tertutupi, karena sehelai rambut yang kau tampakan diluar sana.

Tangisilah ia yang memang pantas engkau tangisi, menangislah karena Allah, menangislah karena selama ini engkau kufur nikmat dan menolak hijrah ini. Menangislah dengan pantas.

Jika Aku Menangis Bukan Karenamu Tapi Karena Aku Malu, Pada Allah Karena Mengharap Dunia yang Semu.

ku malu sekali jika harus menangis, aku malu pada Allah karena harus selalu menangisi hal yang tak perlu. Aku malu selalu meminta jodoh terbaik tapi aku malah enggan hijrah kearah yang lebih baik.

Jika Aku Menangis Bukan Karenamu Tapi Karena Aku Malu via instagram.com @roh_kyt

Aku malu selalu meminta agar ditempatkan dengan para penghuni syurga tapi diriku jauh dari amalan penghuni syurga.
Aku malu terus meminta tapi aku tidak pernah bersyukur atas apa yang sudah aku terima.

Jika Saja Bukan Karena Allah Sayang Sama Kita Sebagai Hambanya, Tentulah Kita Sudah Binasa Karena Dosa.

Renungkan sahabat! Sampai detik ini jantung kita masih berdetak bukan kah itu nikmat dan karunia Allah? Sampai detik ini kita masih bebas bernafas, bukan kah itu juga bagian dari nikmat dan karunia Allah? Sampai saat ini kita masih bisa berbuka, masih tertidur lelap, masih tertawa terbahak, bukan kah itu semua bagian dari kasih sayang Allah?

Lantas nikmat mana yang kamu pertanyakan hingga dengan angkuh nya enggan taat kepada Allah? Lantas nikmat mana lagi yang kamu dustakan hingga begitu sulitnya untuk bersyukur? Lantas nikmat mana lagi yang kamu perhitungkan hingga akhirnya susah untuk bersedekah?

5 thoughts on “Untuk Kamu yang Lama Menghilang Dari Ingatanku, Jangan Pernah Kembali Jika Ingin Menyakiti

  1. dulu perbuatanmu hampir membuatku tidak percaya akan adanya cinta didunia ini , dan ketika aku mulai sedikit demi sedikit mempercayainya kembali jangan datang dan kembali menghapus kepercayaan itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *