Di Balik Keindahan Labuan Bajo, Sekolah Dasar Disekitarnya Membutuhkan Uluran Tangan Anda

Mungkin labuan bajo di flores belum sepopuler bali dan lombok. Tapi bagi para traveler yang sudah mengeksplore bali dan lombok, tentu labuan bajo menjadi destinasi berikutnya. Setidaknya itulah yang sering disaranin para Backpaker di grup.

Sebagai informasi bagi sahabat anak kos, Labuan Bajo merupakan detinasi utama ketika mengunjungi Flores. Kota ini juga sebagai titik singgah bagi traveler yang ingin traveling ke Pulau Komodo, tak salah lagi jika Labuan Bajo dikenal dengan julukan dengan “The Gate to Komodo”.

Labuan Bajo Memang Surga Dunia di Indonesia Bagian Timur, Tapi Sayangnya SD Di Sekitar Sangat Tak Layak. Yuk, Berbagi guyz!

Siapa yang tak kenal labuan bajo? siapa yang gak kepengen liburan ke labuan bajo melihat binatang komodoo dragon yang hanya ada satu satu nya di dunia ini? melihat indah nya pulau-pulau yang keindahannya kelas dunia? Bahkan di labuan bajo ini sangat banyak menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara untuk menikmati keidahan panorama, pantai bahkan alam bawah laut nya yang termasuk salah satu lokasi terindah di indonesia.

Keadaan Kelas via fb Imam Walhidayat

Namun siapa sangka, dibalik potensi wisata yang luar biasa tersebut. ada sebuah kecamatan di dekat labuan bajo.. sekitar berjarak kurang lebih 35 KM dari labuan bajo terdapat sebuah sekolah yang sangat sangat memprihatinkan.

SD Nangga Boleng, Tempat Mereka Menuntut Ilmu Demi Masa Depan yang Gemilang, Ternyata Lagi Mendapat Musibah. Mari Bantu Mereka!

Sekolah tersebut bernama SD N NANGA BOLENG beberapa minggu lalu. Sekolah tersebut ROBOH di terpan angin kencang. Sekolah itu terbuat dari bedek bambu beratapkan seng, kemudian belantaikan pasir pantai. huh sorry to say. Jika tak ada kursi dan papan tulis di bangunan tersebut. sekolah tersebut tak lebih baik daripada kandang sapi yang ada di pulau jawa.

Toh membantu sesama tak perlu menjadi pahlawan! Lagian harta gak di bawah mati kok.

Suasan Belajar via Fb Imam Walhidayat

Akh sudah lah.. tak baik mengeluh bagaimana hal itu terjadi… yang pasti.. kita sebagai orang yang peduli mari bergerak untuk sedikit membantu sekolah itu untuk berbagi fasilitas pendidikan. Selain fasilitas bangunan, sekolah yang terdiri dari 77 siswa dari kelas 1-6 sd tersebut sangat membutuhkan fasilitas seperti buku tulis, buku pelajaran, alat tulis, seragam dan keperluan sekolah lainnya.

Salut ya Sama Guru yang Hanya Mendapatkan Gaji Rp. 400.000,- Per Bulan, Nah! Jika Karywan di Jakarta Bisa Jadi Gajimu 10 Kali Lipat Dari Itu.

Memang di sekolah itu semua serba kekurangan, baik untuk murid maupun untuk guru. Para guru yang bertahan disana hanya dengan bayaaran 400 rb per bulan. Memang menjadi seorang guru penuh pengorbanan dan pengabdian yang ikhlas. Pantas saja mereka di juluki sebagai pahlawan tanpa jasa.

Pelajar SD via Fb Imam Walhidayat

Ayok kawan-kawan, bagi yang memiliki rejeki lebih. Mari kita  salurkan bantuan berupa buku-bukru dan fasilitas pendidikan ke sekolah ini. kami juga akan melakukan trip sharecost explore labuan bajo dan komodo , kemudian kami akan berdonasi untuk sekolah ini berupa alat tulis dan buku-buku..

Yok kawan kawan ada yg minat untuk membantu disini? JIka Bisa Traveling Sambil Berbagi Kenapa Tidak?

Untuk informasi lengkapnya kamu bisa langsung komunikasikan  via facebook di  Imam Walhidayat. Oh iya, isi artikel ini merupakan status Bang Imam di Backpaker Nusantara.

SD Naga Boleng Via Fb Imam Walhidayat

31 thoughts on “Di Balik Keindahan Labuan Bajo, Sekolah Dasar Disekitarnya Membutuhkan Uluran Tangan Anda

  1. sedih melihat keadaan sekolahnya…. persiapan darurat untuk sekola mana kena bencana lagi…
    bisa aja mas hub blogger lainnya via contact… tinggal urunan buat bantu mereka. insya Allah siap

  2. Sangat miris..😰😰

    Seharusnya pemerintah bisa melihat pemandangan sekolah seperti ini yang memang banyak membutuhkan bantuan untuk sebuah sarana gedung sekolah yang memadai..

    Karena anak2 disana juga calon generasi penerus bangsa…

  3. Sunggu mengesankan.
    Birokrasi mungkin buta akan segalah situasi dan kondisi Negara ini. Sehingga kondisi pendidikan terkait infrastruktur kurang diperhatikan. Apalagi terkait kualitas pendidikan yang masi tergolong renda. Mungkin borokrasi tak melihat sirkulasi penduduk di Negara berkembang ini sehingga banyak gemerasi yang tidak mengenyam pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi bahkan SD saja tak sampai.
    Dimanakah keadilan?
    Sunggu kejam!
    Mahasiswa atau sering dikatakan Agen Of Change, mana suara kalian dengan melihat kaum tertimdas?
    Membutukan tanggapan dan tindakan nyata dari Mahasiswa.
    Jangan hanya diam tapi berikan tindakan

  4. Sunggu mengesankan.
    Birokrasi mungkin buta akan segalah situasi dan kondisi Negara ini. Sehingga kondisi pendidikan terkait infrastruktur kurang diperhatikan. Apalagi terkait kualitas pendidikan yang masi tergolong renda. Mungkin birokrasi tak melihat sirkulasi penduduk di Negara berkembang ini sehingga banyak generasi yang tidak mengenyam pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi bahkan SD saja tak sampai.
    Dimanakah keadilan?
    Sunggu kejam!
    Mahasiswa atau sering dikatakan Agen Of Change, mana suara kalian dengan melihat kaum tertindas?
    Membutukan tanggapan dan tindakan nyata dari Mahasiswa.
    Jangan hanya diam tapi berikan tindakan

  5. Sedih banget di saat yang di atas melimpah, di bawah berjuang setengah mati buat dapat haknya. Semoga mereka bisa meraih cita-citanya meskipun harus berjuang lebih sulit daripada yang lain..

  6. So Sad ngeliat nya 🙁 ku mau membantu mereka 😭 semoga pemerintah segera mengetahui dan segera mengambil tindakan 🙁 sedih banget mereka udah semangat buat belajar tapi fasilitas nya memprihatinkan gitu 🙁

  7. sedih banget yah liatnya
    padahl tempatnya terkenal yah objek wisata keren lagi
    kalo liat foto sekolah kayak gitu jadi inget dulu waktu zaman sd
    emang bukan sekolah SD aku sih
    sekolah ngaji madrasah tempat aku ngaji dulu mirip2 gitu ,,, masih papan ,,, tapi udah pakali lantai semen

  8. Setuju dengna kata-kata ini :
    “Toh membantu sesama tak perlu menjadi pahlawan! Lagian harta gak di bawah mati kok”

    Memang harusnya gitu, saling membantu. Selain salut sama gurunya, aku juga salut sama anak-anaknya. Semangat belajar, harusnya pemerintah lebih menyuport dan menyediakan tempat belajar yang memadai. Semoga.. Aamiin..

  9. kenapa yg seperti ini semangatnya menggebu-nggebu ya belajarnya, di bandingkan dg mereka2 yg secara finansial tercukupi. walaupun tidak semuanya. tp jika di lihat dari prosentase memang begitu adanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *