Waktu Paling Tepat Untuk Menyakitiku Adalah Menjelang Ulang Tahunmu Putri

Putri, Suatu saat nanti, entah di lembaran keberapa kebersamaan kita, jika kau sudah merasa bosan denganku, lalu engkau hendak pergi dan memilih lelaki lain yang tentu saja lebih baik dariku, sampaikanlah padaku dengan jujur. Karena engkau sudah tahu bukan, bahwa aku lebih menghormati kejujuran dibandingkan apapun. Setidaknya, aku tidak semakin merasa bersalah karena mengikatmu dengan cinta, padahal engkau tersiksa.

Kukatakan demikian karena aku menyadari, bahwa ada masanya hati manusia itu akan jenuh terhadap sesuatu. Hati itu mudah bosan, Putri,,, jika kita tidak pandai-pandai menjaganya. Sebuah kesalahan kecil saja akan menjadi pemicu kemarahan besar yang akhirnya akan menimbulkan keputusan sepihak yang menyakitkan.

Atau,,, jika engkau merasa tidak tega dengan kejujuran seperti itu, maka sakitilah aku. Karena dengan rasa sakit, aku akan terpuruk. Aku akan terjungkal dalam duka. Banyak cara untuk menyakitiku Putri,,, salah satunya dengan mengkhianatiku. Tentu engkau paham apa itu pengkhianatan bukan? pasti engkau juga sudah mengerti tentang rasa sakit yang diakibatkan oleh pengkhianatan.

Saat seperti itu, Tak perlu lagi engkau ingat janji-janji yang kau ucapkan. Tak perlu lagi engkau ingat mimpi-mimpi yang coba kita bangun untuk masa depan. Tak perlu lagi engkau mempedulikan kuat atau tidaknya aku. dengan seperti itu, kau akan berhasil membuatku sakit. Lalu pergilah dariku dengan senyum kemenangan.

Ada waktu paling tepat untuk menyakitiku, Putri,,, yaitu menjelang ulang tahunmu.

Awalnya, berjanjilah untuk merayakan ultah denganku. Buatlah janjimu itu begitu meyakinkan dan manis, sehingga aku benar-benar akan merasa bahagia karenanya.

Maka diam-diam, aku pasti akan menyiapkan sedikit acara perayaan ultahmu itu. Aku akan memilih tempat yang bagus Putri,,, di sebuah café mungil di Surabaya. Aku akan menelepon Ari, Kristiya, Ita, Amir dan Suaidi serta beberapa teman lainnya untuk membantuku menyiapkannya. Aku yakin mereka akan mau, karena mereka bukan orang lain lagi. Mereka berasal dari kotaku yang sekarang sedang menempuh kuliah disana. Aku sangat akrab dengan mereka…

Sedangkan di sini,,, aku akan menyiapkan sedikit kejuatan yang akan aku berikan saat malam ulang tahunmu. Aku akan memesan cincin mungil yang bertuliskan namamu dan namaku. Aku ingin, cincin itu melingkar di jari manismu saat kau ulang tahun nanti. Tentu aku akan menjadi orang paling bahagia saat itu Putri,,, memasangkan cincin mungil bertuliskan nama kita dengan penuh cinta. Oh iya, untuk kue tart, aku akan memasrahkannya pada Kristiya. Dia pintar memilih-milih kue, Putri,,, aku yakin kamu akan suka nanti.

Ah,,, kembali ke skenario ya Putri,,,

Nanti, setelah persiapan dirasa sudah final semua. Kira-kira beberapa hari sebelum engkau datang. Batalkanlah Putri,,, berilah alasan yang sekiranya akan membuatku terdiam. Misalnya, kau tiba-tiba ada acara mendadak di tanggal itu. Atau, bicaralah terus terang bahwa kau akan merayakan ulang tahun dengan orang lain. Orang yang tentu saja lebih baik segala-galanya dibandingkan denganku. Tak perlu lewat telepon Putri,, cukup sms saja. maka aku akan terkejut. Aku pasti akan shock, mengingat semuanya sudah aku siapkan dengan teman-teman. Aku pasti akan terdiam Putri,,, nah,, saat itulah, kau minta aku untuk marah. Bilanglah, bahwa jika aku tak marah, kau akan bertambah sedih. Buatlah sedramatisir mungkin.

Tetapi, aku pasti tidak akan marah padamu Putri.. aku pasti hanya akan diam karena kecewa kau tak akan datang. Bagiku, tak baik marah pada siapapun, apalagi padamu; orang yang aku cintai. Bukankah aku sudah pernah bilang padamu Putri,,, bahwa seburuk apapun perlakuanku padamu, aku tidak akan pernah berubah mencintaimu? Aku memang lebih suka diam jika ada hal yang membuatku sedikit kecewa. Karena bagiku, dengan diam, aku sudah berusaha untuk tidak melukai perasaan orang lain dengan kata-kata. Apalagi dengan bentakan. Disitulah mungkin salah satu makna peribahasa “diam itu emas”.

Untuk sementara, mintalah aku yang pergi ke tempatmu. Hiburlah aku dengan mimpi-mimpi. Bilanglah, bahwa ada kesempatan untuk bertemu dengamu sebelum kau berulang tahun. Kau pasti bisa menduganya kan Putri,, bahwa aku akan pergi menujumu dengan membawa kotak kecil yang awalnya kupersiapkan untuk kejutan itu.

Lalu, ketika kira-kira aku sudah dalam perjalanan. Buatlah kejutan lagi untukku. Mintalah aku untuk kembali dan tidak usah menemuimu. Katakan saja kau berubah pikiran dan tidak ingin lagi bertemu denganku. Jika aku memaksa untuk tetap menemuimu meski 10 menit saja, bilanglah padaku, bahwa kau belum pernah menemukan orang goblok sepertiku yang ketika sudah tidak diinginkan masih saja memaksa. Maka aku pasti akan diam lagi Putri,,, saat itulah, targetmu untuk melukaiku akan tercapai.

Tapi jika belum cukup, jadikanlah “diamku” itu sebagai kesalahan fatal bagimu. Anggaplah aku tidak pernah bisa mengertimu, tidak pernah bisa memahami posisimu sehingga yang terjadi, aku hanya sebagai sumber penderitaan bagimu. Dengan demikian, kau semakin punya alasan yang kuat untuk meninggalkan aku.

Lagi-lagi aku pasti akan terkejut Putri,,, karena tidak akan menyangka, hal kecil seperti itu akan menjadi masalah yang sangat besar padamu sampai kau mengambil keputusan sepihak yang menyakitkan.

Tetapi, jangan pedulikan aku lagi. Sesakit apapun. Sepedih apapun. Semenderita apapun aku setelah itu, biarkan saja. toh semua itu memang targetmu dari awal bukan? Tetaplah kau jalani hidup dengan tersenyum.

Begitulah caranya Putri,,,

pikirkanlah baik-baik. Atau jika kau punya cara yang lebih sadis, lakukanlah.

Karena aku tak akan pernah marah padamu. Aku tak punya rasa lain selain cinta.

Paling-paling, aku akan berterimakasih padamu karena sudah pernah mengenalkan cinta yang indah untukku. Kau sudah mengajari bagaimana memungut cinta, kau sudah mengajari bagaimana menyiram cinta, kau juga sudah mengajari bagaimana mencampakkannya. Itu akan menjadi pelajaran yang sangat berarti buatku; Sesosok lelaki slengean yang tidak tahu diri ini.

Tetapi Putri,,,
aku lebih yakin, kau tak akan melakukannya padaku.
karena aku tahu hatimu.

Artikel by : Rumah Rindu

19 thoughts on “Waktu Paling Tepat Untuk Menyakitiku Adalah Menjelang Ulang Tahunmu Putri

  1. Cinta, ah saya jadi malu ingin berkomentar. Karena saya sudah merasakab jatuh cinta begitu dahsyatnya dan akhirnya harus patah sepatah-patahnya.
    Dulu saya suka merayakan ulang tahun bersama, ah itu dulu.

  2. sampai sekarang pun aku masih menangis merasakan akan cinta itu dek , bahkan aku sempat menganggap bahwa tidak pernah ada cinta di dunia ini , aku pernah ditikam cinta sedalam-dalamnya sampai tidak bisa merasakan keindahan lagi (eh kok malah curhat)

  3. Cinta tak pernah ada habisnya untuk di bahas
    setiap orang melihat cinta dengan sudut pandang yang berbeda
    saya sendiri pernah mengalami patah hati karena cinta
    bahkan karena cinta juga saya pernah hidup di titik terendah setelah semua janji di ucapkan namun hanya sekedar janji.
    Makanya sekarang saya selalu belajar menyederhanakan cinta dan tidak melebihi cinta kepada yang Esa.
    saya tidak ingin patah hati lagi, semoga saya di jatuh cintakan pada jodohku saja.

    #CurhatColongan di kolom komentar

  4. Ah…
    Kenapa harus cinta yang ku baca malam ini
    Niat hati ingin memetik teratai
    Namun malah mawar berduri yang kujumpai

    Ah…
    kenapa pula harus putri yang menjadi subjek cerita ini
    Untung saja nama belakangnya bukan andini
    Jika saja andini, takkan ku komentari blog ini
    Karena hanya akan menguak luka lama di hati ini

    Bukan putri andini kan? Wkwkwkwk
    Salam kenal mas ^-^

  5. jadi ingat surat panjang untuk laila…
    memang kejujuran adalah sebuah perjalanan dari janji, dan ia adalah sebuah harapan yang sebenarnya rapuh dan akan hancur berkeping-keping kalau tidak pandai menjaganya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *