Perpisahan Bukanlah Akhir dari Segalanya, Melainkan Awal Sebuah Rindu

Selamat tinggal ini bukan tentang sebuah perpisahan. Ini hanyalah sebuah awal permulaan, dimana aku harus melangkah untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Selamat tinggal, aku hanya ingin engkau mengerti bahwa ini lah jalan ku, inilah kisah yang ingin ku tata rapi kembali atas izin dari-Nya. Meski aku mengetahui  bahwa Allah-lah sang penulis skenario terbaik untuk para hamba-Nya.

Selamat tinggal! jujur, tanganku menjadi kaku untuk menuliskan kata-kata dan bibirku tak sanggup untuk berucap. Hanya mataku yang mampu menggambarkan rasa. Entah ada yang bisa memahami maksudku kali ini tapi sungguh aku merasa terluka. Selamat tinggal maafkan jika aku memiliki kesalahan yang pernah membuatmu kecewa, yang pernah membuatmu terluka dan bahkan pernah membuatmu menangis karena perbuatan yang disebabkan oleh diri ini, oleh diri yang tak pernah lekang dari kesalahan dan dosa.

Jika ada luka yang pernah terukir, kumohon maafkanlah diri ini. Karena aku juga sudah menghapus semua kenangan pahit ini.

Maka maafkanlah aku dengan segenap keikhlasan. aku hanya bisa memohon kepadamu. Selamat tinggal aku harap engkau selalu mendo’akan ku untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik selalu berada dijalan yang semestinya dan selalu berjalan dengan menggandeng kewajiban nya sebagai seorang muslimah agar tetap istiqomah untuk meraih cinta dari Nya. Selamat tinggal sebenarnya aku tak ingin engkau mengetahui bahwa aku akan menciptakan sebuah jarak diantara kita.

Namun aku tak ingin menjadi seseorang bagaikan angin. Memberikan kesejukan lalu hilang tanpa meninggalkan jejak. Seberapa jahatkah diri ini? Aku tak ingin membuatmu bertanya-tanya disaat aku tak ada lagi di dekat mu untuk mendengar cerita yang kadang sedikit mengganggu waktu istirahat ku. Tetapi aku ingin menjadi seseorang bagaikan senja. Selalu memberikan tanda bahwa dia akan pamit dan digantikan oleh langit yang menggelap sebut saja malam.

Selamat tinggal semoga engkau dapat mengerti semoga engkau bisa memahami bahwa waktu hanyalah sebuah tempat kita untuk menuliskan beberapa kenangan yang akhirnya harus dihapuskan oleh kisah yang dijalani masing-masing dengan kesendirian. karena kita hanyalah bait-bait harapan yang harus siap diterpa oleh sebuah keikhlasan dan hanya takdir yang menjadi jawabannya

16 thoughts on “Perpisahan Bukanlah Akhir dari Segalanya, Melainkan Awal Sebuah Rindu

  1. Setelah sesuatu itu pergi kadang baru mengerti bahwa dia sangat berarti
    namun dibalik semua itu selalu ada rencana dan campur tangan Tuhan
    ingatlah setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan
    tulisan mas idris selalu bikin baper -_-

  2. Yaa!! Memang terkadang sebuah perpisahan menjadi suatu moment yang sangat amat begitu menyedikan..

    Meski hanya untuk sementara namun terkadang berasa seolah2 kita tak akan berjumpa kembali..

    Intinya baik buruknya suatu perpisahan harus kita syukuri, karena semua itu akan menjadi baik menjadi yang terbaik…

  3. Pingback: Free Piano

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *