Menikah Itu Bukan Karena Usia Saja Tetapi Butuh Konsistensi dan Tanggung Jawab

Menginjak usia dua puluh lima tahunan, sudah mulai banyak pertanyaan seliwiran yang sangat sederhana tetapi bisa bikin baper dan bahkan frustasi. Tak pelak pertanyaan tersebut selalu mampu membuat hati para jomblo menggigil dan bisa juga stress.

Kapan menikah? Kapan Kamu Mengirim undangan? Masa iya sampai sekarang belum menikah juga?

Tak ada yang salah dengan pertanyaan kalian sebenarnya, hanya saja kami yang belum menikah sangat susah untuk menjawabnya. Tahu gak kalian, apa yang dirasakan oleh kami yang menginjak kepala dua limaan tetapi belum menikah? Mungkin bagi kalian pertanyaan tersebut hal yang biasa, tapi percayalah. Kami juga tidak menginginkan ini, hanya saja takdir belum menyapa kami.

Menikah Bukan Hanya Masalah Usia Saja, Tetapi Kami Juga Butuh Konsistensi dan Tanggung Jawab.

Percayalah, kami juga tidak menginginkan menikah dengan usia yang sangat matang. Kami juga mempunyai alasan sendiri selain belum bertemu dengan jodoh. Kami masih berjuang membahagiakan kedua orang tua kami yang telah memberikan pendidikan yang layak, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan sarjana.

Kami juga masih berjuang untuk pendidikan adik kami, karena usia orang tua yang makin senja. Kami tidak rela memberikan semua beban hidup ini di tanggung oleh mereka yang semakin menua. Bukankah seharusnya mereka hanya bahagia di usia senjanya?

Menikah Bukan Hanya Soal Cinta, Tetapi Sebuah Ikatan Baru Untuk Menyatukan Dua Keluarga

Dasar menikah memang rasa cinta dan sayang. Namun, jangan sampai Kamu dibutakan dengan rasa cinta hingga mengesampingkan hal penting lainnya. Saat menikah, Kamu tidak hanya akan bersatu dengan pasangan, melainkan juga bersatu dengan keluarganya. Jadi, sebelum menikah pastikan Kamu mendapatkan restu keluarga. Menikah tanpa restu bukanlah hal yang dewasa, yang ada rumah tanggamu akan menjadi tak tenang dan sengsara.

Menikah Bukan Hanya Tentang Bertemu Jodoh, Tetapi Bagaimana Jodoh Yang Datang Takkan Pernah Pergi Lagi

Karena menikah bukan hanya tentang bertemu jodoh, tetapi bagaimana jodoh yang datang kepada kita tidak akan pernah pergi lagi. Sebab itulah mengapa memutuskan untuk menikah itu bukan perkara yang mudah, karena dalam membangun sebuah rumah tangga butuh yang namanya kesadaran untuk saling memenuhi tanggung jawab satu sama lain.

Jangan sampai setelah menikah kamu melakukan perceraian dengan alasan sudah tidak cocok lagi, atau mungkin sifatnya telah berubah. Jika kamu niatkan menikah kamu karena ibadah, isnyaallah bahagia dan damai dalam rumah tangga yang akan mendatangani.

Menikahlah Jika Kau Telah Benar-Benar Membutuhkannya, Jangan Menikah Hanya Karena Kamu Menginginkannya

Janganlah kamu menikah hanya karena banyak pertanyaan yang menghampirimu sehingga dengan siapapun kamu mau menikahinya. Janganlah kamu menikah jika tujuan kamu hanya untuk mengubah status singgle di KTP kamu menjadi menikah.

Menikahlah dikala kau telah benar-benar membutuhkannya, jangan menikah hanya karena kamu menginginkannya, sebab bila kau menikahinya karena kau telah butuh.Maka dalam menjalaninya dari masa kemasa tentu kamu tidak akan mendapat kesulitan, karena rasa butuhmu itu akan mengajarkanmu bagaimana caranya melangkah bersama mengawal hidup menjadi lebih baik satu sama lain.

9 thoughts on “Menikah Itu Bukan Karena Usia Saja Tetapi Butuh Konsistensi dan Tanggung Jawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *