Terimkasih! Karena Denganmu Aku Mengerti Arti Cinta yang Sesungguhnya

Jatuh cinta dapat mengubah segalanya, mengubah perasaanku yang acuh tak acuh menjadi sangat peduli padamu. Mengubah tingkah dan penampilanku, hanya demi terlihat baik di depanmu. Ah, entahlah. Masih banyak perubahan yang kulakukan hanya untuk bisa melihatmu bahagia dan tersenyum.

Berjalan bersamamu membuat hari-hariku indah dan berwarna, ribuan kilometer yang kita lalui bersama menjadi saksi perjalanan cinta yang abadi. Setiap sudut kota yang pernah singgahi bersama selalu membuat kenangan yang manis. Masih ingatkah kamu kala hujan gerimis membasahi kita perlahan-lahan di  Candi Borobudur?

Ribuan kilometer yang menjadi saksi perjalanan ini akan tetap menjadi saksi yang tak pernah bisa bicara.

Atau masih ingatkah kamu tingkah konyolmu yang mengedit fhotoku dan menggantikannya menjadi kamu karena air terjunnya yang terlalu indah dan kamu tak punya kesempatan untuk jalan bersama kala itu. Atau masih ingatkah kamu tingkah konyolmu yang menelpon sampai larut malam hanya demi sebuah ungkapan “rindu”.

Awalnya Semuanya Berjalan Lancar, Hingga Akhirnya Kamu Memilih Pergi dan Lenyap Begitu Saja.

Tak ada yang salah dengan hubungan ini, tak ada juga masalah yang besar hanya sebuah kerikili-kerikil yang agak tajam mulai mneghantui hubungan ini. Rasa tak saling percaya pun mulai menyeruak di kepala, bayang-bayang selingkuhpun mulai terasa meski tak ada bukti sama sekali.

Pertengkaran-pertengkaran kecil pun akhirnya semakin intens, tiada hari tanpa bertengkar. Bahkan bertengkar sudah menjadi hal yang biasa dan berujung pada tidak saling komunikasi. Bukankah pertengkaran dan rasa saling percaya merupakan salah bukti bahwa hubungan akan berakhir?

Terang Saja, Kata-Kata “Cukup Sampai disini” Pun Mulai Tak Asing Lagi Bagi Kita

Pertengkaran yang terus menerus membuat hubungan ini semakin menunjukkan akan berakhir, janji-janji yang terucap hanya lah sebuah janji yang tidak bisa ditepati. Kadang kamu yang mengungkapkan kata-kata cukup sampai disini atau meski aku yang lebih sering mengucapkan lebih baik kita putus saja.

Hingga pada akhirnya, semunya berjalan sesuai rencana kamu dan aku. Kita lebih memilih untuk break meski pada akhirnya itu hanya sebuah alasan untuk mengakhiri hubungan dengan cara yang halus atau mungkin mengakhiri hubungan dengan cara mundur perlahan.

Awalnya Berat Sayang! Hingga Akhirya Mulai Terbiasa dan Tak Ada Beban Lagi

Kebiasaan saling menyapa perlahan ditinggalkan, tidak ada saling komunikasi lagi meski sama-sama masih stalking via media sosial. Aku tahu, kamu merasa frustasi dengan semua ini, begitu juga denganku. Tapi percayalah, seiring berjalannya waktu, semua akan-akan baik saja.

Tubuh saling bersandar, Ke arah mata angin berbeda

Kau menunggu datangnya malam, Saat kumenanti fajar

Dan benar saja, setelah dua bulan kita sudah mulai terbiasa dengan keadaan masing-masing. Perlahan-lahan perasaan itu pun sudah hilang dan semua akan berakhir baek-baek saja. Meski sekarang aku tidak tahu keadaan kamu, aku yakin kamu akan bahagia dengan orang yang kamu sayangi kelak.

Maaf, Jika Pernah Singgah dan Mengukir Luka.Percayalah Tak Ada Niat Untuk Melakukannya.

Percayalah, tak ada niat untuk singgah dan pernah menghiasi hari-harimu meski hanya sementara. Percayalah mengenalmu merupakan sebuah anugrah yang tak ternilai harganya. Yakinlah bahwa setelah kepergianku semuanya akan baik-baik saja, begitu juga denganku.

Bukan hanya kamu saja yang pernah terluka karena cinta kita, aku juga merasakan hal yang sama. Meski sekarang kita sudah tak pernah saling menyapa, izinkan aku meminta maaf lewat tulisan ini. Bukannya aku tak mau menyapa, hanya saja itu permintaan terakhir kamu yang tidak ingin melihatku lagi.

Jika suatu saat ada lelaki yang lebih kau cintai dan kau memilih pergi, izinkan aku menyampaikan padanya, wahai lelaki yang dicintai wnaitaku. Kau lelaki beruntung yang dicintai olehnya, tutur katanya tak pernah kasar, senyumnya manis, penenang hati, dan seorang yang penuh kasih sayang.

Kumohon jagalah dia, jangan biarkan lelah menghampirinya, jangan biarkan peluh melemahkannya, jangan biarkan dingin membuatnya sakit, jangan biarkan ia sendiri tanpa dukunganmu.

Wahai lelaki yang dicintai wanitaku, aku merelakannya bukannya aku tak cinta, tapi aku tak ingin menyiksanya dengan cinta yang semakin hari ia paksakan . Perihal ia ingin kembali, aku menanti seperti pertama kali aku jatuh cinta.

#baladasiday

Bulan ini, bulan Desember meski tidak tahun yang sama. izinkan aku mengucapkan, terimkasih sudah pernah mampir di hidup ini. Dan semoga hidup bahagia.

Efek tiada hari tanpa flim thailand, lagi jatuh cinta sama drama-drama thailand.

2 thoughts on “Terimkasih! Karena Denganmu Aku Mengerti Arti Cinta yang Sesungguhnya

  1. Bukan hanya kamu saja yang pernah terluka karena cinta kita, aku juga merasakan hal yang sama.
    kalimat yag saya suka

    cara terbaik untuk tidak terluka adalah menjadi jomblo hahahahahaha 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *