Terimakasih, Karena Denganmu Aku Mengerti Bagaimana Rasanya Tak di Anggap

Rasanya tak di anggap

Rasanya Tak di Anggap – Memang tak ada kejadian yang tidak ditakdirkan oleh Tuhan, termasuk takdir kita untuk dipertemukan, untuk saling mengenal meski pada akhirnya kita lebih memilih di jalan masing-masing.

Terimaksih ya, sudah sudi mampir di dalam hidup ini. Meski hanya sebagai pelengkap saja

Hai, terimkasih atas semuanya yang telah kamu berikan dan kita lalui bersama. Terimkasih atas kesediaanmu pernah menghiasi hari-hariku, terimkasih atas semua suka duka yang membuat kita semakin dewasa dan terimkasih juga atas cinta yang pernah tumbuh dan bersemi diantara kita.

Dan sekarang, tak banyak yang bisa kulakukan. Maaf mulai detik ini aku menyerah dengan semua ini, bukan karena aku tak sayang lagi kepadamu, bukan karena aku tak mau menggengam tanganmu dengan erat, bukan juga karena aku tak mau berjuang lagi, tapi karena mencintai sepihak bukanlah cinta yang wajar.

Semakin lama kita bersama semakin sakit pula yang kurasa. Apa mencintaimu harus sesakit ini?

Perbedaan Kita Memang Sungguh Terlalu Jauh Dan Tak Sudi Untuk Mendekat. Akhirnya Berujung Pada Rasanya Tak Di Anggap.

Aku sadar, aku siapa dan kamu siapa. Seperti bulan dan matahari, sang mentari selalu memeberi kehangatan dan secerca harapan di pagi hari sampaidengan sore hari sedangkan sang bulan menyinari dan memberi ketenangan di malam hari hingga menjelang subuh.

Maaf Kan Lah Diriku yang Tak Berdaya Ini, Jika Memilih Menyerah dibanding Memperjuangkanmu

Semakin lama kita bersama semakin sakit pula yang kurasa. Apa mencintaimu harus sesakit ini? Maaf karena aku berfikir jika kamu telah mencitaiku juga. Maaf karena aku begitu mengharapkanmu, maaf karena membutamu terganggu dengan kehadiranku di dalam hidupmu.

Sekuat apapun Aku Mencoba, Akhirnya Perpisahan Memang Jalan yang Terbaik

Bagaimanapun kita mencoba akhirnya akan tetap sama. Tak ada yag bisa dirajut lagi, tak ada kata yang bisa menyatukan kita lagi dan kata berpisah menjadi solusi terbaik untuk kita. Terimaksih karena denganmu aku mengerti bagaimana rasaya tak dianggap. Kita bagaikan awan dan lautan yang tidak akan pernah bersatu.  Sekarang aku memilih mencintaimu dalam diam, Selamat tinggal.

Tulisan ini sudah pernah publish di vebma.com dan merupakan tulisan asli penulis.

12 thoughts on “Terimakasih, Karena Denganmu Aku Mengerti Bagaimana Rasanya Tak di Anggap

  1. Perpisahan memang menyakitkan di awal. Tapi, dengan berjalannya waktu, semua itu makin semu..apalagi jika nanti sudah menemukan yang baru.

    Segeralah melangkah lagi tanpa menoleh ke belakang kembali…:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *